Its My Dream

Its My Dream
8



Tepat pukul sepuluh malam, akhirnya mereka sampai kembali di kota P. Bayu mengantarkan Rinjani sampai ke depan pintu masuk kosan. Mereka berpisah dengan Rinjani mencium tangan Bayu. Bayu kemudian kembali pulang ke asrama. sedangkan Rinjani akan langsung tidur. Besok dia ada kelas pagi mengajar mata kuliah yang dosennya sama sekali tidak bisa masuk.


Rinjani masuk ke kamarnya, dia melihat Ranti masih sibuk memainkan laptop miliknya membuat tugas kuliah yang sedang banyak banyaknya itu.


"Baru pulang Jani? " Tanya Ranti saat melihat Rinjani baru masuk ke dalam kamar.


"Iya." jawab Rinjani yang langsung mengambil handuk dan perlengkapan mandinya.


Rinjani masuk ke dalam kamar mandi. Dia membersihkan tubuhnya sebelum dia masuk ke alam tidur. Setelah selesai mandi, Rinjani memakai pakaian tidurnya.


"Ranti, tadi gue nggak sempat ke pasar. Jadi, maaf aku belum sempat membelikan pesanan rok plisket kamu itu" ujar Rinjani sambil naik ke atas ranjangnya.


"Nggak apa apa. Gue maklum orang kencan masak di suruh ke pasar." ujar Ranti sambil menahan senyumnya.


"Jadi, kemana aja loe seharian? " tanya Ranti yang mulai kepo kemana saja Rinjani pergi main menghabiskan weekend panjangnya.


Rinjani kemudian menceritakan kemana saja dia pergi kepada Ranti. Ranti menyimak dan sekali sekali berkomentar.


"Jadi, loe udah hampir ke semua tempat wisata di kota B? Keren" ujar Ranti memuji Rinjani.


"Belum semuanya. Masih banyak yang belum. Tapi berhubung besok gue ada kelas pagi, makanya kami pulang cepat. Lagian Bayu besok juga harus apel pagi." ujar Rinjani.


"Gue istirahat dulu Ran. Besok gue ada kelas MKU pagi." ujar Rinjani sambil memeluk gulingnya.


Dalam sekajap Rinjani sudah berpindah ke alam mimpi. Ranti yang juga telah selesai membuat tugasnya juga memilih untuk beristirahat. Dia besok juga ada perkuliahan pagi dengan dosen ya lumayan killer untuk mahasiswi seperti Ranti.


........................................................


Pagi harinya Rinjani sudah bangun pukul lima shubuh. Dia sudah mengambil antrian setelah Dian yang sedang memakai kamar mandi. Rinjani berjalan menuju dapur, dia menghidupkan kompor dan memasak air panas. Setelah memindahkan air yang telah masak itu ke dalam termos bertepatan dengan Dian yang selesai mandi.


"Kak Jani, Dian siap" ujar Dian bersorak di depan kamar Rinjani dan Ranti.


Rinjani kemudian mengambil handuk miliknya. Sedangkan perlengkapan mandi sudah berada di meja gosokan mengambil antrian mandi. Rinjani kemudian masuk ke dalam kamar mandi, dia mulai membersihkan tubuhnya.


"Siapa di dalam? " teriak seseorang dari luar kamar mandi


"Jani" ujar Rinjani menjawab panggilan dari luar.


"Jani, siap Jani kak Titum ya" ujar Kak Titum yang sedang mengurus skripsinya itu.


"Oke Kak" jawab Rinjani.


Rinjani kembali melanjutkan mandinya. Saat itu kembali terdengar panggilan dari luar.


"Siapa di dalam?" ujar suara yang sudah familiar di telinga Rinjani.


"Gue Ran. Siap gue kak Titum. Mending loe bilang ke Kak Titum siap dia elo yang mandi" ujar Rinjani menjawab dari dalam kamar mandi.


Rinjani kemudian mengakhiri mandi paginya. Dia tidak mungkin berlama lama di dalam kamar mandi, karena semua penghuni kos akan berangkat kuliah pagi. Makanya teriakan demi teriakan bertanya di depan kamar mandi terdengar dari kedua gang kamar yang ada di lantai dua kos kosan itu.


Selesai mandi, Rinjani berpakaian. Dia menyempatkan diri untuk sarapan makan nasi dengan sambal yang disempatkanbya memasak subuh sebelum pergi jalan jalan ke kota B. Rinjani juga membuat dua cangkir teh untuk dirinya dan juga Ranti.


Rinjani kemudian berkemas kemas. Dia akan pergi ke MKU yang letak lokasinya paling ujung kampus ternama di kota P. Rinjani ke sana harus naik ojek. Padahal pagi pagi begini ojek akan sangat susah. Makanya dari pada membuang waktu menunggu ojek, Rinjani memilih untuk berjalan kaki saja.


Setelah semuanya selesai. Rinjani meraih tas ransel miliknya.


"Ran, gue duluan" ujar Rinjani saat melihat Ranti baru masuk ke dalam kamar selepas mandi.


" Pagi banget Jani" ujar Ranti saat melihat jam masih setengah tujuh pagi.


" Gue ke MKU. kebayangkan jauhnya" ujar Rinjani menjawab pertanyaan Ranti.


"Gue udah buatin loe teh. Nasi juga mash ada. Sambal kemaren juga masih ada. Gue jalan dulu?" ujar Rinjani.


"Oke sip. Trims teh dan sarapannya. Nanti siang gue yang masak. Jadi, loe nggak usah beli nasi babe lagi saat pulang dari MKU" ujar Ranti yang memang hanya kuliah sampai jam sebelas siang.


"Sip. Gue jalan dulu"


Rinjani kemudian turun dari lantai dua kamarnya. Dia ber pas-pasan dengan Eka mahasiswa baru yang juga akan kuliah dengan dirinya pagi ini.


"Kak Jani mau ke MKU kan ya?" tanya Eka saat dia sedang memakai sepatu di depan pintu keluar kos.


"Iya.Eka juga kan? Eka pake apa pergi?" tanya Rinjani saat dia juga memakai sepatunya.


"Jalan kaki Kak. Kita sama aja yuk kak" ujar Eka mengajak Rinjani untuk berjalan bersama dengan dirinya menuju MKU.


"Sip. Lagian kalau berdua ada kawan ngobrol. Sendirian lama rasanya nyampe MKU" ujar Rinjani.


Mereka berdua kemudian berjalan menuju MKU sambil mengobrol. Saat di tengah jalan ponsel milik Rinjani bergetar. Rinjani melihat tulisan Big Boss tertera di layar ponsel miliknya.


"Kamu udah berangkat ke kampus sayang? " tanya Bayu dengan nada heran karena jam tangannya belum menunjukkan pukul tujuh pagi. Dia saja baru akan memakai sepatunya.


"Iya sayang. Aku udah di jalan mau ke kampus. Ini jalan sama Eka."


Rinjani menjawab pertanyaan Bayu sambil melihat ke arah Eka yang senyum senyum aja mendengar apa yang dikatakan oleh Rinjani.


"Oh baiklah hati hati sayang. Nanti selesai kelas jam berapa?" tanya Bayu.


"Jam sebelas sayang. Ada apa?" tanya Rinjani lagi.


"Nggak ada tanya aja" jawab Bayu sambil menahan senyumnya. Bayu padahal sudah punya rencana sendiri di dalam otaknya untuk memberikan kejutan kepada Rinjani.


"Ooh kirain mau ngajak makan kemana gitu" ujar Rinjani lagi.


" Hahahaha. Mana bisa sayang. Senen gini" ujar Bayu menjawab perkataan Rinjani.


"Kamu di kampus MKU belakang itu kan? " ujar Bayu meyakinkan dirinya dimana kelas Ranti sampai siang.


"Iya sayang. Di tempat waktu itu kamu jemput aku pas hari hujan" ujar Rinjani memperjelas dimana posisi dia nanti kepada Bayu.


"Oh baiklah. Hati hati sayang. Aku berangkat apel dulu" ujar Bayu.


"Sama sama sayang." ujar Rinjani.


Bayu kemudian memutuskan panggilan telponnya dengan Rinjani. Rinjani kembali memasukkan ponsel miliknya ke dalam saku saku tas bagian depan.


Tanpa disadari oleh Rinjani dan Eka, mereka telah sampai di gedung MKU. Rinjani masuk ke dalam ruangan dosen yang berada di lantai dasar gedung MKU. Beberapa dosen mata kuliah umum sudah ada di sana. Termasuk satu sahabatnya yang juga menggantikan dosen untuk mengajar.


"Berapa sks Jani?" tanya Dian kepada Rinjani.


"Empat sks nonton stop sampe jam sebelas. Loe berapa sks?" tanya Rinjani kepada Dian.


"Delapan SKS ampe sore gue di sini" ujar Dian yang ternyata hari ini full mengajar menggantikan dosennya itu.


Tepat pukul setengah delapan kurang Rinjani sudah berada di dalam kelasnya. Mahasiswa yang terlambat mempercepat langkah kaki mereka saat melihat Rinjani sudah duduk di kursi depan.


Rinjani mulai menerangkan bahan kuliahnya memakai tampilan media. Semua mahasiswa senang belajar dengan Rinjani dari pada dosen mereka yang sebenarnya. Lalu dosen yang sebenarnya akan memakai metode ceramah. Sedangkan Rinjani memvariasikan nya sehingga membuat mahasiswa itu tidak bosan mengikuti perkuliahannya.


Tepat pukul sebelas Rinjani telah selesai mengajar. Dia kemudian berjalan menuju lantai dasar gedung MKU. Rinjani berencana untuk langsung pulang ke kosan karena dia tidak ada kuliah hari ini.


Saat sampai di lantai dasar Rinjani melihat seseorang yang sangat dikenalnya sedang berdiri di tangga terakhir.


"Sayang" Panggil Rinjani.


Bayu berbalik dan melihat Rinjani.


"Kok bisa datang? Bukannya senen?" tanya Rinjani sambil menatap Bayu dengan tatapan tidak percaya kalau Bayu berdiri di depannya dengan pakaian tentara lengkap.


"Hahahaha. Aku nggak ada kerjaan jadi izin aja tadi mau ngajak kamu jalan." uajr Bayu yang memang meminta izin kepada satuannya untuk pergi keluar hari ini.


"Oh ya. Aku sangat senang. Aku sangat lapar. Mari kita makan" ujar Rinjani mengajak Bayu untuk pergi makan ke sebuah cafe yang sedang viral di kota P.


Bayu menggenggam tangan Rinjani. Semua mahasiswa laki laki memandang iri ke Bayu. Banyak diantara mahasiswa itu yang menginginkan Rinjani menjadi kekasih mereka. Tapi ternyata gandengan Rinjani adalah perwira menengah angkatan darat.


"Yah pantesan dia nggak ngelirik gue, kiranya gandengannya wow." ujar salah seorang mahasiswa.


"Hati gue terpotek." ujar mahasiswa yang lainnya.


"Hahahahaha. Kasian loe pade. Gue juga terhempas" ujar salah satu mahasiswa yang lain.


Semua perkataan mahasiswa itu terdengar jelas oleh Bayu. Bayu semakin menggenggam dan menciun tangan Rinjani di depan semua mahasiswa mahasiswa yang memandang ke arah mereka berdua.


"Kamu sengaja sayang?" tanya Rinjani kepada Bayu.


"Banget sayang. Berani beraninya mereka menyukai kekasih aku" ujar Bayu menatap tajam ke arah para mahasiswa.


"Biarkan aja sayang. Lagian hati aku punya kamu" ujar Rinjani menenangkan Bayu.


Mereka berdua sampai di parkiran kampus. Rinjani melihat sebuah motor terparkir di depannya.


"Kita naik motor beb?" tanya Rinjani.


Bayu mengangguk.


"Wow keren" uajr Rinjani yang telah lama ingin taun memakai motor dengan Bayu


Bayu memakaikan helm ke kepala Rinjani. Setelah itu dia memakai helmnya sendiri. Setelah selesai memakai helm Rinjani naik ke atas motor. Bayu melajukan motornya membelah jalanan kampus tersebut.