
Saat mereka sampai di rumah perwira ternyata Bayu juga sudah ada di sana. Bayu ingin memberikan kejutan kepada Rinjani makanya dia tidak memberitahukan kalau dia akan berkunjung ke sana juga.
"Sayang kita jalan. Mamah biarin ngerujak dengan Papap" ujar Bayu menarik tangan Rinjani
"Sana Jani pergi sama si perusak suasana" ujar Mamah sambil tersenyum melihat anaknya menculik menantunya di depan matanya sendiri
Bayu mengambil helm di tempat penyimpanan. Setelah itu Bayu memakaikan helm ke kepala Rinjani. Rinjani memberikan senyumnya kepada Bayu.
"Gimana siap berangkat?" tanya Bayu kepada Rinjani
"Siap selalu" jawab Rinjani yang memang sudah siap untuk perjalanan berikutnya.
Bayu menghidupkan motornya.
"Ayo naik, kita pergi ke pantai makan kerupuk kuah, pensi sampai jagung bakar" ujar Bayu meminta Rinjani untuk naik ke atas motor.
Rinjani kemudian naik ke atas motor Bayu. Dia memeluk pinggang Bayu dengan sangat erat. Mereka sangat menikmati perjalanan hari ini. Rinjani sama sekali tidak perduli dengan terik matahari yang menyiram kulit putihnya. Bagi Rinjani sekarang adalah dia bisa pergi jalan jalan memakai motor dengan Bayu seharian.
Bayu memilih pantai yang ada payung payung cepernya. Disitu biasanya muda mudi kota P memadu kasih mereka. Bayu memilih sebuah tempat untuk mereka duduk berdua.
"Kamu mau pesan apa sayang?" tanya Bayu kepada Rinjani.
"Rujak sayang, pake kelapa muda tapi yang biasa aja, nggak kasih sirup atau susu" ujar Rinjani menyebutkan apa yang sedang diinginkannya untuk makan.
Bayu pergi memesan apa yang diinginkan oleh Rinjani. Mereka berdua menunggu pesanan datang sambil melihat lihat orang orang yang sibuk bermain pasir di pantai.
Tiba tiba sebuah ombak besar datang menghampiri orang orang itu. Terlihat mereka yang enggan basah akhirnya basah juga karena siraman ombak yang mendadak besar.
Rinjani tertawa ngakak melihat semua itu. Sedangkan Bayu hanya tersenyum saja.
"Kamu enak banget ketawanya" ujar Bayu kepada Rinjani.
"Gimana nggak akan tertawa, mana ada orang main di pantai ngejer ombak yang nggak mau basah. Ombak di lawan" ujar Rinjani menjawab perkataan Bayu.
Ibu ibu penjual rujak dan kelapa datang mengantarkan pesanan Bayu dan Rinjani.
"Kamu mesan kerupuk kuah juga sayang?" tanya Rinjani saat melihat ada kerupuk kuah yang ikut tersaji di atas meja mereka.
"Iya sayang. Aku pengen makan kerupuk kuah. Apalagi kuahnya kacang tambah pakai mie goreng. Makin ngiler aku tadi" ujar Bayu menceritakan kenapa dia memesan kerupuk kuah untuk dirinya.
"Kamu pesan dua kan ya?" tanya Rinjani melihat ke arah kerupuk kuah yang dipesan oleh Bayu.
"Satu cuma. Kalau kamu mau, nanti aku pesanan lagi. Sekarang makan dulu rujaknya. Nanti berair nggak enak. Kalau kamu mau kerupuk kuah boleh kok mintak punya aku. Tapi dikit" ujar Bayu berkata kepada Rinjani.
"Pelit" Jawab Rinjani.
"Mana ada pelit. Nanti mubazir kalau nggak dihabiskan satu satu dulu. Nanti kalau kamu mau aku akan mintain lagi ke ibuk penjualnya." Ujar Bayu memberikan pengertian kepada Rinjani, yang kadang kadang memasang sangat susah untuk diberi pengertian.
"Iya sayangku paham kok. Lagian kerupuk kuah nggak enak kali kalau udah lagu" ujar Rinjani tersenyum kepada Bayu.
Rinjani kadang memang selalu usil kepada Bayu. Rinjani paling suka mendengar Bayu ngedumel kalau Rinjani udah meminta sesuatu yang tidak masuk akal. Ini bukan karena apa apa, ini karena Bayu yang irit ngomong, jadi saat Rinjani sudah mulai meminta yang aneh aneh, maka Bayu akan sangat luar biasa banyak bicaranya.
"Sayang tau nggak kenapa aku suka ngusilin kamu dengan permintaan aku yang aneh aneh itu?" tanya Rinjani kepada Bayu.
" Nggak"
Bayu menggeleng, dia memang benar benar tidak tahu kenapa Rinjani sangat suka usil kepada dirinya.
"Karena, pada saat itu kamu akan banyak mengeluarkan kata kata sayang, makanya aku suka. Kalau ndak, kamu akan irit bicara banget sayang"
Rinjani menatap Bayu. Bayu balas menatap Rinjani. Bayu kemudian memencet hidung Rinjani.
"Kamu memang usil, paling seneng ngusilin aku." ujar Bayu sambil tersenyum.
"Sayang, kita jalan jalan seperti mereka yuk" ujar Rinjani yang juga ingin berjalan jalan di sepanjang pantai.
"Oke.aku bayar dulu." kata Bayu.
Bayu pergi membayar makanan dan kelapa muda yang mereka pesan. Setelah selesai, Bayu kembali ke tempat Rinjani.
"Ayuk jalan" ujar Bayu.
Mereka berdua kemudian berjalan sambil bergandengan tangan. Rinjani sangat menikmati momen indah tersebut, moment yang sangat jarang mereka miliki. Karena kesibukan masing masing. Kadang saat Rinjani bisa Bayu yang tidak. Kadang begitu juga sebaliknya.
"Sayang, walaupun moment kayak gini jarang terjadi, tetapi sekalinya bisa kita harus memaksimalkan nya sayang" Ujar Rinjani sambil terus menggenggam tangan Bayu.
"Hahahahaha. Tenang sayang, kalau aku bisa pasti akan aku lakukan. Tapi saat pas tidak bisa, kamu jangan sedih ya" ujar Bayu meminta Rinjani untuk mengerti dengan pekerjaannya.
"Aman sayang. Aku ini kekasih yang pengertian" ujar Rinjani.
Mereka terus saja berjalan menjauh dari tempat motor di parkir. Setelah di rasa agak jauh, mereka kembali menuju motor.
"Sayang duduk bentar." ujar Rinjani.
Rinjani dan Bayu duduk di sebuah kursi yang terbuat dari semen. Mereka duduk di sana sambil melihat sunset. Bayu mengeluarkan ponsel miliknya. Dia kemudian ber fhoto dengan Rinjani.
Beberapa fhoto berhasil diambil oleh Bayu dan Rinjani. Malahan dengan latar belakang sunset, Bayu meminta tolong kepada salah satu pengunjung pantai.
"Sayang mataharinya udah terbenam. Kita pulang yuk. Aku harus mengambil apel anggota aku jam delapan sayang" ujar Bayu yang ternyata masih harus berdinas nanti malam.
"Oke sip. Ayuk pulang" ujar Rinjani.
Mereka kembali menuju motor yang terparkir. Bayu memasangkan helm kepada Rinjani. Setelah itu dia memakai helm untuk dirinya sendiri. Setelah semua perlengkapan dipakai, Bayu menghidupkan motornya. Rinjani naik ke atas motor. Bayu melakukan motor menuju kosan Rinjani.
"Gimana sayang, seneng nggak?" tanya Bayu kepada Rinjani.
"Seneng banget sayang" jawab Rinjani dengan jujur.
"Kamu seneng nggak?" tanya Rinjani balik kepada Bayu.
"Seneng banget sayang" jawab Bayu.
Tak terasa mereka telah sampai di kosan Rinjani. Rinjani membuka helem dan memberikan kepada Bayu.
" Simpan aja. Mana tau besok besok kita naik motor lagikan ya" ujar Bayu meminta Rinjani untuk menyimpan helm itu.
"Oke sip. Kamu hati hati apel. Nanti malam telpon ya" ujar Rinjani.
"Oke. Siap apel aku telpon" Jawab Bayu
Bayu kemudian kembali ke asrama. Sedangkan Rinjani masuk ke dalam kosnya.
"Dari mana buk?" tanya Ranti teman satu kamar Rinjani.
"Main sama Bayu. Tumben dia ndak dinas, jadi kami bisa pergi main berdua" ujar Rinjani kepada Ranti.
"Ooo. Aku kira loe ngajar ampe malam" jawab Ranti.
Biasanya Rinjani akan memberi kabar keoada Ranti kalau dia pulang malam. Tadi Rinjani beneran lupa untuk memberi kabar kepada Ranti.
"Sana mandi" ujar Ranti.
Rinjani mengambil handuknya, dia akan mandi dan siap siap menunggu telpon dari Bayu. Tapi sebelum Bayu menelpon Rinjani akan membuat tugas kuliahnya terlebih dahulu yang belum sempat dikerjakan kemaren.