
kamu siap Sayang atau kita menghadiri acara tersebut?" Tanya Bayu kepada Rinjani sambil melihat ke arah kekasihnya tersebut.
Rinjani menganggukkan kepalanya, tanda dia sudah siap untuk menghadiri dan mengikuti acara serah terima papap pada hari itu
" oke mantap sayang" lanjut Bayu sambil mencium mesra punggung tangan Rinjani.
Bayu kemudian membelokkan mobilnya masuk ke dalam kesatuan di mana papa akan menjadi komandan di kesatuan tersebut.
Bayu memarkir mobilnya di tempat parkiran khusus tamu. Bayu kali ini memang berstatus tamu karena dirinya datang bukan hanya sebagai anak dari kepala kesatuan yang baru tetapi juga diundang sebagai salah satu komandan kompi dari kesatuan tersebut.
" apa Papa dan Mama sudah datang sayang?"
Rinjani kemudian teringat dengan kedua calon mertuanya yang akan melakukan kegiatan serah terima jabatan itu.
" Kelihatannya sudah sayang, itu mobil papa sudah berada di sana"
Bayu menunjuk mobil papap yang sudah terparkir di tempat parkir khusus tamu undangan VIP yang jaraknya dari mobil Bayu sekitar lima mobil, tetapi berseberangan.
"Wow, aku kira Papap belum datang sayang" lanjut Rinjani sambil melihat ke arah mobil papap yang sedang terparkir.
Rinjani merapikan pakaian Bayu. Setelah yakin dengan penampilan Bayu barulah Rinjani merapikan gaunnya sendiri. Dia terlihat sangat cantik dan rapi.
"Siap sayang?" Tanya Bayu sekali lagi meyakinkan dirinya dan Rinjani, kalau mereka berdua siap untuk pergi menghadiri serah Terima jabatan Papap.
"Siap sayang" jawab Rinjani dengan nada pasti kalau dirinya sudah siap untuk berangkat menghadiri acara penting tersebut.
Bayu meraih tangan Rinjani. Dia kemudian menggenggam tangan itu dengan mesra. Mereka berdua berjalan beriringan menuju tempat dilangsungkannya acara pisah sambut tersebut.
Rinjani meremas lembut tangan Bayu. Bayu memandang Rinjani sekilas.
"Aku mencintaimu" ujar Bayu dengan lembut ke arah Rinjani dengan menatap teduh ke wajah ayu yang setiap hari selalu memenuhi pikiran Bayu.
"Aku kangen kamu" jawab Rinjani dambil membalas tatapan yang diberikan oleh Bayu kepada dirinya.
Bayu tersenyum bahagia. Rinjani bukan tipe perempuan yang selalu dengan terang terangan mengatakan kalau dia mencintai Bayu. Prinsip Rinjani adalah untuk apa mengatakan kata cinta kalau cinta itu bisa ditunjukkan dengan perasaan dan perhatian.
Mereka berdua berjalan bergandengan tangan menuju aula tempat akan diadakannya serah Terima. Beberapa anggota Bayu yang berselisih jalan dengan Bayu terlihat memberikan hormat. Bayu yang tangannya menggenggam tangan Rinjani beberapa kali menganggukkan kepalanya saja.
"Sayang. Aku pindah ke kiri ajalah. Kan kamu bisa membalas hormat kepada mereka"
Bayu menatap Rinjani, Bayu sengaja menarug Rinjani di kanan karena di sebelah kiri itu adalah bandar yang cukup dalam.
"Nggak apa apa. Aku akan hati hati. Nggak enak dengan semua anggota kamu yang dari tadi memberi hormat tetapi kamu balas dengan mengangguk saja"
Rinjani memberikan penjelasan kepada Bayu, kenapa dirinya minta untuk pindah ke sebelah kiri Bayu saja.
Bayu menuruti keinginan Rinjani untuk pindah ke sebelah kiri dirinya. Dia sama sekali tidak mempermasalahkan keinginan Rinjani untuk bergeser ke sebelah kiri. Bagi Bayu dimanapun keberadaan Rinjani, asalkan di dekat dirinya, Bayu akan tenang saja. Lain halnya kalau jauh, maka Bayu akan dengan konsisten mengirimkan pesan kepada Rinjani.
Bayu dan Rinjani datang bertepatan dengan acara akan di mulai. Mereka berdua melihat Papap dan Mamah sudah duduk di atas podium berdampingan dengan komandan satuan yang lama.
Mama tersenyum ke arah Rinjani. Mamah kemudian mengirimkan simbol cinta kepada Rinjani dengan menggunakan jarinya.
Rinjani membalas dengan memberikan simbol yang sama kepada Mamah. Bayu melihat dengan jelas apa yang dilakukan oleh menantu dan mertua itu. Bayu tersenyum bahagia melihat kekompakan dua wanita yang sangat dicintainya itu.
Bayu dan Rinjani berjalan masuk ke dalam Aula itu diiringi dengan tatapan dari orang-orang yang sudah berada di dalam ruangan tersebut. orang-orang itu sangat tahu kalau pria yang masuk ke dalam itu adalah anak tunggal dari komandan mereka yang baru.
selain karena melihat Bayu yang berjalan masuk ke dalam ruangan, para tentara maupun istri mereka atau yang biasa disebut dengan ibu-ibu persit, juga melihat ke arah Rinjani yang berjalan di sisi sebelah kiri Bayu. apalagi baik tetap menggenggam tangan Rinjani saat mereka berjalan masuk ke dalam Aula tersebut.
" sayang mereka semua cuma melihat ke arah kita. apa penampilan kita berdua ini aneh di mata mereka ya sayang? Terutama penampilan aku ini" kata Rinjani kepada Bayu saat itu juga setelah menyaksikan setiap pasang mata melihat ke arah mereka.
Rinjani, dia sudah mulai kurang percaya diri dengan tampilannya sendiri, akibat ditatap oleh setiap orang yang berada di dalam ruangan tersebut.
" sayang mereka bukan menatap aneh kepada kita berdua, tetapi mereka semua Iri kepada kita berdua. kita berdua berjalan bergandengan tangan masuk ke dalam ruangan ini. sedangkan mereka tadi ada yang datang sendiri-sendiri dan ada juga yang datang berdua tetapi tidak bergandengan tangan" kata Bayu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Rinjani kepada dirinya dengan jawabannya yang sangat tidak masuk akal itu.
" sayang sayang kamu ada-ada aja menjawab pertanyaan aku" kata Rinjani sambil sedikit mencubit lengan tangan kiri Bayu
" Iya kamu ada-ada aja yang mau kamu tanya sayang. padahal kita berdua tadi sudah sepakat untuk tidak membahas hal-hal yang tidak penting sama sekali" kata Bayu mengingatkan Rinjani untuk tidak bertanya atau mengambil Pusat tindakan orang lain terhadap.
"Hehe hehe hehe, jangan marah begitu sayang" kata Rinjani mencegah Bayu untuk tidak marah kepada dirinya.
"Nggak ada yang marah sayang" kata Bayu sambil tersenyum kepada kekasihnya yang sangat terlihat cantik pada hari ini.
Rinjani benar benar mempersiapkan penampilannya secantik mungkin untuk acara serah Terima Papap.
" sayang kita sudah sampai di kursi kita, mari kita duduk"
Bayu menarik kursi untuk diduduki oleh Rinjani.
" Terima kasih sayang" kata Rinjani dengan nada yang sangat mesra dan membuat dua pasang tentara menatap ke arah Bayu dan juga Rinjani.
" sama-sama sayang" kata Bayu menjawab ucapan terima kasih yang diberikan oleh Rinjani kepada dirinya
setelah memastikan Rinjani duduk dengan nyaman di kursinya, barulah Bayu duduk di kursi untuk dirinya.
Kali ini Bayu semeja dengan dua orang komandan kompi yang lainnya. Mereka berdua datang dengan istri mereka. Hal itu terlihat dari pakaian dinas yang dikenakan oleh dua orang ibu persit yang juga duduk di sebelah suami suami mereka.
"Selamat datang Letnan Satu Bayu Anggara" ujar salah seorang komandan kompi menyapa Bayu dengan sangat hormat.
"Selamat datang juga Letnan Satu Dwifa" kata Bayu membalas ucapan selamat datang dari salah satu rekan kerjanya itu.
Tiga orang tentara komandan kompi itu salah bertukar cerita. Bayu terlihat enggan mengenalkan Rinjani kepada dua orang istri dari kedua komandan kompi itu.
Bayu terlihat sangat tidak tertarik untuk memperkenalkan Rinjani dengan mereka berdua.