Its My Dream

Its My Dream
126 BARU



Papap, Mamah, Bayu dan Rinjani, berjalan ke luar dari dalam mall. Tetapi sebelum itu, mereka berempat menyempatkan diri untuk singgah membeli is cream cron yang terlihat sangat lezat. Mamah sudah sangat tidak tahan lagi untuk menikmati es tersebut. Sebenarnya tadi saat baru masuk mall, Mamah sudah pengen singgah di situ, tetapi karena tujuan utama mereka belum dapat, Mamah memutuskan untuk menunda menikmati es cream itu. Mamah lebih mendahulukan mencari pakaian Rinjani. Tetapi saat ini, Mamah tidak akan lagi menundanya. Mamah akan menikmati es cron favoritnya itu sekarang juga. Jangan tanya mau berapa, pokoknya sepuas hati mamah.


"Jani, kamu biasa nggak makan ice cream corn?" ujar Mamah sebelum memutuskan untuk pergi mengajak keluarganya makan ice cream corn yang ada tepat di depan pintu masuk mall terbesar di daerah Padang tersebut.


"Biasa banget Mah. Malahan es cream yang di dorong aja Rinjani makan" ujar Rinjani yang sebenarnya adalah penggila ice cream.


"Mamah, Jani ini penggila ice cream. Jadi, mamah nggak perlu ragu membawa Jani untuk makan ice cream kemana saja. Dia akan dengan senang hati menemani mamah kemana mamah mau untuk berburu yang namanya es" ujar Bayu memberitahukan kepada mamah, bagaimana penggilanya Rinjani terhadap makanan dengan tema es.


"Wah keren kalau begitu, mamah dapat kawan untuk menikmati es. Akhirnya setelah sekian purnama. Akhirnya datang juga rekan duet maut untuk menikmati es" ujar Mamah yang sangat luar biasa senangnya bisa menikmati es dengan salah satu anggota keluarganya.


Biasanyanya Mamah menikmati es selain es cream adalah dengan anggota atau ajudannya. Kali ini Mamah bisa menikmati es dengan keluarganya sendiri.


"ye yang kesenangan. Jadinya, Papah sama Bayu nggak perlu nemani mamah lagikan ya, pergi berburu es kemana yang dikatakan orang enak. Kan udah ada Rinjani" ujar Papah yang terbawa senang karena Rinjani ternyata penggila es yang sama gilanya dengan Mamah.


"Hem seneng dah tu" ujar Mamah sambil memakan es creamnya.


Papap dan Bayu hanya tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Mamah.


Setelah selesai menikmati es cream coran. Sekarang mereka semua sudah berada di dalam mobil. Kali ini mobil dikemudikan oleh Papap. Tadi Papap sendiri yang meminta kepada Bayu untuk mengemudikan mobil saat merekasedang menikmati makan es cream cron di dalam mall.


"Kenapa pengen bawa mobil Pap? Biasanya ogah." ujar Mamah bertanya kepada Papap, saat mereka berempat sudah berada di dalam mobil. MAmah menatap heran ke wajah Papap. Hal - hal mengerikan melintas di kepala MAmah. Hal ini sedikit membuat Mamah sedikit syok atas apa yang ada di dalam pikirannya sendiri.


Papap tidak langsung menjawab pertanyaan yang diajukan Mamah kepada dirinya. Papap terlihat sedang serius mengarahkan mobil ke luar dari dalam area parkir basement mall tersebut. Papap tidak mau membuat mobil pribadi kesayangannya itu tergores.


"Papap di tanya malah diam" ujar Mamah protes saat melihat Papap yang tidak juga mejawab pertanyaan yang diajukan oleh Mamam sebentar ini kepada Papap.


Mamam masih memandang ke arah Papap, menunggu Papap menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Mamah tadi. Hal yang sama juga dilakukan oleh Bayu, Bayu juga penasaran dengan Papap, tumben tumbennya Papap meminta untuk membawa mobil sendiri. Rinjani yang tidak paham dengan apa yang terjadi, menatap ke arah Bayu meminta penjelasan ada apa dan kenapa Mamah bertanya hal itu kepada Papap.


Papap yang sudah berhasil dengan sukses mengeluarkan mobilnya dari dalam parkiran bestman langsung melihat ke arah Mamah dan memberikan Mamah senyuman terbaik yang dimiliki oleh Papap.


"Kenapa senyum, jawab atuh Papap, kenapa Papap dengan sukarela meminta kepada Bayu untuk mengemudikan mobil dalam perjalanan pulang. Papap nggak ninggalin perangikan ya? Kita belum punya cucu Papap. Bayu  juga belum nikah. Mamah juga nggak mau ditinggal sendiri" ujar Mamah yang pikiran dan imajinasinya sudah melayap berkeliaran kemana mana.


Hal itu sukses membuat Papap hampir tertawa ngakak. Cuma papap mengurungkan niatnya untuk tertawa saat melihat wajah serius dan khawatir Mamah, yang sudah tidak bisa lagi ditutupi oleh Mamah. Papap yakin kalau Mamah memang sangat cemas dan memikirkan kenapa Papap tiba tiba meminta untuk membawa mobil pulang. Suatu kegiatan yang tidak pernah terjadi selama ini. Hal aneh dan memang akan membuat siapapun berpikiran negatif karena hal itu.


"Mamah, mamah, emang mamah udah mau cari suami baru lagi? mikir kok papap meninggal aja langsung" ujar Papap berusaha mengembalikan mood istri tercintanya itu.


Papap sangat paham kalau mamah sudah tidak dalam keadaan mood yang baik, maka Papap harus siap siap untuk tidur di sofa ruang keluarga. Karena Mamah baru saja turun dari dalam mobil, akan langsung masuk kamar dan membanting pintu dengan sangat keras. Papap tidak mau mengambil resiko seperti itu, apalagi mereka tinggal hanya berdua di rumah besar tersebut. Para pembantu mereka masih dalam perjalanan menuju daerah baru tempat Papap dan Mamah mulai berdinas. Kalau para pembantu ada, maka Papap tidak akan masalah tidur dimanapun. Bukannya papap takut, tapi ya karena itu rumah baru, dan papap belum penyesuaian makanya Papap tidak mau tidur di sofa ruang tamu ataupun sofa ruang keluarga.


"Nggak lah Pap. Mana ada kayak gitu. Jadi, kenapa tadi Papap nggak langsung jawab pertanyaan Mamah" ujar Mamah bertanya hal yang berbeda dengan apa yang ditanyakan oleh dirinya pertama kali tadi, saat mereka baru masuk dan duduk di kursi masing - masing.


"Lah pertanyaannya ditukar langsung aja sekali. Mana ada bisa kayak gitu" ujar Papap yang protes mamah langsung menukar pertanyaan yang diajukan oleh Mamah kepada dirinya.


"kan salah Papap sendiri, kenapa nggak jawab pertanyaan yang mamam ajukan" ujar Mamah sambil menatap ke arah Papap sambil memberikan papap tatapan emosi jiwa yang sengaja diperlihatkan oleh Mamah kepada Papap.


"Oh tidak, jangan keluarkan tatapan itu Mamah cantik. Mamah mau beli apa di mall besok Papap belikan. Asal jangan tatapan itu diberikan kepada Papap" ujar Papap dengan bersungguh sungguh meminta Mamah untuk tidak memberokan Papap tatapan yang sangat sangat ditakuti oleh Papap sejak dulunya.


"Haha haha haha. Masih mampan ya Mah, atatpan itu?" ujar Bayu bertanya kepada Mamahnya.


Bayu memang tahu arti tatapan itu. Tetapi Bayu tidak menyangka aja tatapan itu masih dipakai mamah sampai sekarang untuk membuat Papap menjadi takut.


"Mampan sangat. Apa lagi itu rumah baru" ujar Mamah sambil melirik ke arah suaminya.


Rinjani sebenarnya ingin bertanya. Tetapi dia tahan dulu. Rinjani ingin sekali melihat kisah selanjutnya dari perdebatan antara Papap dan Mamah yang sama sama tidak perduli kalau ada Rinjani yang sama sekali tidak mengerti dengan tingkah polah keluarga Bayu itu.