
Bayu mengemudikan mobilnya menuju kota Bukittinggi. Tetapi sebelum langsung ke Bukittinggi, Bayu berencana untuk singgah ke tempat Aleza salah satu sahabat Rinjani yang tinggal di kota Padang Panjang dan juga kebetulan kekasih dari sahabat Rinjani sendiri. Bayu berharap mendapatkan informasi dari Aleza tentang keberadaan Rinjani kekasihnya itu.
"Jo, kita singgah di kota Padang Panjang dulu ya" ujar Bayu mengatakan rencananya kepada Josua untuk berhenti sejenak di kota Padang Panjang untuk bertemu dengan Aleza sahabat dari Rinjani.
"Oke Bang. Gue nurut aja" ujar Josua menjawab rencana yang disampaikan oleh Bayu kepada dirinya saat mereka melakukan perjalanan untuk mencari Rinjani selanjutnya.
"Ada air terjun tepi jalan. Ini kalau hujan deras ngamuk nggak bang?" ujar Josua bertanya kepada Bayu saat dirinya melihat air terjun yang sangat ikonik di provinsi Sumatera Barat itu.
"Ngamuk sangat dia. Malahan airnya sampai di jalan dan membuat lalu lintas berhenti sampai airnya kembali normal" ujar Bayu menjawab rasa ingin tahu Josua tentang air terjun yang terkenal bisa mengamuk saat hujan deras melanda kota tersebut.
"Besok aku akan bawa Ryan jalan jalan ke sini hari minggu saat jam libur saat Bapak dan Ibuk tidak ada kegiatan" ujar Josua mengatakan rencana jalan jalannya dengan Ryan kepada Bayu.
Josua dan Ryan memang belum sempat menjelajahi kota kota yang menarik di tempat mereka kerja sekarang ini.
"Kamu akan terkejut Jo saat melihat betapa menariknya daerah daerah di provinsi ini" ujar Bayu memberitahukan kepada Josua dan semakin membuat Josua penasaran dan ingin cepat cepat berkeliling di daerah sumatera Barat itu.
"Wah ini perlu di eksplor saat libur Bang" ujar Josua yang sudah tidak sabaran untuk bisa jalan jalan.
"Doakan aja Papap dan Mamah ada kunjungan kerja ke daerah daerah itu, jadi kamu bisa jalan jalan sambil taun gratis" ujar Bayu berkata sambil berseloroh kepada Josua.
"Bener ya Bang. Itu namanya jalan jalan hemat" Kata Josua yang setuju dengan apa yang dikatakan oleh Bayu kepada dirinya.
Bayu dan Josua kemudian kembali terdiam, mereka sama sekali tidak melanjutkan membicarakan hal apapun lagi.
'Ping' sebuah pesan chat masuk ke ponsel milik Josua.
Josua yang kebetulan memakai jam pintarnya yang bisa menerima pesan chat dan telpon itu membaca pesan yang masuk ke nomornya.
'Ada apa?' balas Josua langsung kepada Ryan yang mengirimkan pesan ping kepada dirinya.
'Lacak nomor ini aja' balas Ryan dan mengirimkan nomor ponsel kepada Josua.
'Siapa?' balik Josua bertanya kepada Ryan.
'Lacak aja' balas Ryan tidak mengatakan kepada Josua nomor siapa yang diminta oleh Ryan untuk dilacak Josua.
'Loe jangan becanda Ryan. Gue sedang kerja, nona Rinjani belum bertemu sampe sekarang' ujar Josua setengah emosi mengirim pesan kepada Ryan.
'Makanya gue suruh lacak. Itu nomor nona Rinjani' balas Ryan
'Kalau nggak ada hubungan dengan Nona mana mungkin gue ngirim nomor ke elo Geb' ujar Ryan mengirim pesan balasan selanjutnya.
'Oke makasi. Gue masih di jalan ini. Kalau bisa loe bantu gue melacak keberadaan nona Rinjani. Laptop gue juga mati ini' balas Josua.
Bayu yang melihat Josua sibuk dengan jam pintarnya itu melihat kepada Josua. Dia merasa ada sesuatu yang sedang dikerjakan oleh Josua.
"Ada apa Jo?" ujar Bayu bertanya kepada Josua yang terlihat sibuk.
"Ryan memberikan nomor Bang. Katanya itu adalah nomor baru Nona Rinjani" ujar Josua menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Rinjani kepada dirinya.
"Terus? Kenapa nggak kamu eksekusi sekarang?" tanya Bayu yang heran kenapa Josua masih diam saja dan belum mengeksekusi nomor yang tadi diberikan oleh Ryan kepada dirinya.
"Ryan yang eksekusi Bang. Laptop gue udah mati dari tadi" jawab Josua menerangkan penyebab kenapa dirinya tidak melakukan eksekusi nomor yang diberikan oleh Ryan kepada dirinya.
"Ryan yang akan bantu eksekusi Bang. Nanti Ryan akan kirimkan hasilnya kepada kita. Jadi, kita hanya perlu mengikuti titik koordinat sesuai dengan yang dikirim oleh Ryan kepada kita" ujar Josua menerangkan kepada Bayu langkah langkah kerja yang akan dilakukan oleh Josua untuk mendeteksi dimana keberadaan Rinjani saat ini.
"Oh baiklah, semoga Ryan bisa dengan cepat menemukan keberadaan Rinjani. Aku nggak bisa membayangkan seluas itu kota Bukittinggi, kita harus mencari seorang Rinjani yang pergi tanpa meninggalkan petunjuk apapun" ujar Bayu yang sangat berharap Ryan bisa menemukan keberadaan Rinjani dalam waktu yang singkat.
"Semoga Bang, tapi menurut saya Ryan memerlukan waktu yang cukup lama untuk bisa menemukan keberadaan Rinjani karena dia baru bisa memakai aplikasi itu baru baru ini" ujar Josua menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Bayu kepada dirinya.
"Huft semoga Ryan bisa sigap untuk menemukan dimana keberadaan Rinjani" kata Bayu yang nggak mau gagal dan tidak bisa menemukan keberadaan Rinjani.
"Kita usahakan aja Bang, semoga Ryan bisa dengan sigap menemukannya" jawab Josua yang sebenarnya ragu dengan kemampuan Ryan, tetapi Josua tidak mungkin tambah membuat Bayu cemas.
Ryan mampu untuk mencari tahu dimana keberadaan Rinjani tetapi tidak dalam waktu secepat yang bisa dilakukan oleh Josua. Makanya Josua ragu dengan anggaran waktu yang diberikan oleh Bayu.
Bayu dan Josua kemudian menatap lurus ke depan, mereka berdua menikmati perjalanan menuju kota Bukittinggi tempat yang diprediksi oleh Bayu kalau Rinjani berada di sana.
"Bang apa kita jadi singgah di tempat sahabat Rinjani itu?" ujar Josua bertanya kepastian kepada Bayu apakah mereka akan jadi berhenti di tempat sahabat Rinjani atau akan langsung saja menuju kota Bukittinggi.
"Kita akan tetap ke sana sebentar, Aku harus bertanya kepada dia apakah dia ada komunikasi dengan Rinjani atau tidak sebelum ini" ujar Bayu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Josua.
"Oh baiklah Bang, semoga aja nona Rinjani ada mengabari sahabatnya itu, sehingga walaupun kita tidak bisa bertemu dengan Nona Rinjani dalam waktu dekat ini, tetapi kita sudah tahu kalau Nona Rinjani dalam keadaan baik baik saja. Jadi kita juga sudah merasa nyaman dengan hal itu" kata Josua berusaha menyenangkan hati dan menentramkan perasaan Bayu.
Josua walaupun tidak punya kekasih juga merasakan apa yang dirasakan oleh Bayu pada saat ini. Bagaimana rasanya kehilangan seorang kekasih yang sampai sekarang masih belum ditemukan, minimal untuk mengetahui keadaannya saja sudah lumayan tetapi ini sama sekali belum, sehingga membuat Bayu semakin khawatir dengan keadaan yang terjadi.
Setelah berkendara sekitar empat puluh lima menit kurang dari tempat mereka mencari Rinjani tadi Bayu dan Josua sudah sampai di kos kosan Aleza. Jam tangan Bayu menunjukkan pukul delapan malam.
'Semoga Aleza ada di dalam' ujar Bayu berkata dengan nada lemah dan berharap semoga Aleza ada di kos.
"Yakin ada Bang, nona yang kita cari?" ujar Josua bertanya kepada Bayu tentang seseorang yang akan mereka kunjungi itu
"Bisa jadi ada. Semoga memang ada" kata Bayu yang tidak yakin kalau Aleza ada di rumah