
Mamah tersenyum dan menepuk pundak Rinjani dengan lembut. Bayu sudah mendapatkan pasangan yang benar benar sangat cocok dengan Bayu. Terutama sekali Rinjani adalah anak yang tidak sombong dan neko neko. Itu adalah syarat pertama untuk bisa masuk ke dalam keluarga Anggara. semua syarat tersebut sudah dimiliki oleh Rinjani. sekarang hanya tinggal di Bayu Apakah Bayu akan melamar Rinjani sebelum dirinya berangkat ke daerah perbatasan negara selama satu tahun untuk menjalankan tugas sebagai tentara penjaga perbatasan.
" Semoga saja kamu tergerak untuk cepat melamar Rinjani Bayu. Mama sudah tidak sabar lagi untuk memiliki menantu seperti Rinjani ini" kata Mama sambil menatap ke arah calon menantunya yang tampil sangat luar biasa cantik pada hari penting bagi keluarga Anggara
" Sudahlah cantik, baik hati, pinter. semuanya ada di dalam diri Rinjani. aku harus mendesak Bayu untuk segera melamar Rinjani" lanjut mamah dalam hatinya yang telah menyusun ide-ide yang akan dieksekusi langsung hari ini juga kepada Bayu.
" mah apa yang Mama pikirkan?" kata Rinjani saat melihat calon mertuanya tersebut sedang termenung dan sama sekali tidak mengunggris apa yang dikatakan oleh Rinjani maupun papa
" Nggak ada Sayang, mama nggak ada memikirkan hal apapun itu sayang. bagi Mama yang paling penting adalah kamu dan Bayu selalu akur" kata Mama menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Rinjani kepada dirinya. pertanyaan yang tidak disangka-sangka akan muncul, sehingga pejabat yang mendapat pertanyaan seperti tadi terpaksa harus melarikan diri sebelum benar-benar dibuat malu oleh pertanyaan yang diajukan
" Oke mah kalau memang sudah seperti itu keputusannya. Rinjani akan percaya kalau mama dalam keadaan baik-baik saja" kata Rinjani menjawab perkataan yang diajukan oleh Mama kepada dirinya sebentar ini
Papap, Mamah dan Rinjani serta seluruh tamu undangan yang berada di podium kehormatan melihat ke arah parade Yang sebentar lagi akan sampai di depan panggung kehormatan untuk menampilkan sebuah pertunjukan dari masing-masing Kompi dan setiap ekstra yang ada di kesatuan tersebut.
kesatuan dari Kompi C menampilkan kesenian tradisional pencak silat yang dilakukan oleh tiga pasang tentara yang melakukan silat tradisi tetapi tidak untuk perkelahian. mereka hanya menampilkan gerakan-gerakan dalam pencak silat.
mama dan Rinjani sibuk melihat ke setiap wajah-wajah yang ada di depan mereka pada saat ini. mereka berdua sama sekali tidak melihat wajah yang mereka cari siapa lagi kalau bukan Bayu yaitu komandan kompi C yang sedang tampil tersebut.
" Jani Mama sama sekali tidak melihat Bayu. apa kamu melihatnya nak?" kata Mama bertanya kepada Rinjani Apakah Rinjani melihat kehadiran Bayu di tengah-tengah 6 orang yang sedang menampilkan seni pencak silat keindahan tersebut.
" enggak mah sebenarnya ini sama sekali tidak melihat Bang Bayu di sana. atau Bang Bayu nggak ikut menampilkan seni pencak silat indah ini?" kata Rinjani menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Mama kepada dirinya, karena mereka berdua sama sekali tidak melihat keberadaan Bayu di depan mereka saat ini
" bisa jadi juga sayang. Bayu tidak ikut tampil saat pencak silat tersebut" kata Mama yang setuju dengan jawaban yang diberikan oleh Rinjani kepada dirinya.
akhirnya penampilan pencak silat itu selesai juga. pada saat itu grup marching band dari Kompi C yang entah kapan mereka latihan mendadak muncul di depan panggung kehormatan.
Mereka kemudian mulai memainkan alat musik yang mereka pakai masing-masing. mayoret berdiri paling depan memberikan aba-aba untuk mulai memainkan alat musik mereka dengan lagu yang sangat luar biasa familiar bagi seseorang yang sedang duduk di atas panggung kehormatan tersebut. Salah satu tujuan dari Kompi C melakukan pertunjukan marching band adalah untuk membuat seseorang yang di depan mereka menjadi sangat bahagia karena mendapatkan kejutan yang sama sekali tidak disangka oleh orang tersebut
akhirnya lagu tersebut mulai dimainkan. Rinjani yang mendengar musik apa yang dimainkan oleh grup marching band Kompi C, langsung saja mengusap air matanya yang hampir turun. itu adalah lagu favorit yang amat sangat disukai oleh Rinjani. para tentara yang berada di depan Rinjani saat ini, memainkan musik tersebut dengan sangat rapi.
Papap dan mamah melihat ke arah Rinjani. Mereka melihat Rinjani yang sedikit mengusap air matanya yang hampir jatuh ke pipi cantik wanita tersebut.
" Sayang kenapa kamu sedih?"
" Apa kamu mempunyai kenangan pahit dari musik ini sayang?" Mamah melanjutkan pertanyaannya karena sangat takut melihat Bagaimana reaksi Rinjani pada saat ini
Rinjani yang melihat papap dan Mama begitu gusar langsung saja memberikan senyum cantiknya kepada Mama dan papa. Rinjani tidak ingin kedua orang tua itu menjadi panik dan sedikit takut dengan keadaan Rinjani pada saat ini
" Jani nggak apa-apa Mah pah."
" Jani sedikit meneteskan air mata, karena lagu ini adalah lagu favorit Rinjani. hanya beberapa orang yang tahu kalau Rinjani sangat menyukai lagu ini. salah satunya ya Bang Bayu" kata Rinjani yang langsung mengingat kekasih hatinya yang memang mengetahui kalau Rinjani sangat menyukai lagu tersebut.
akhirnya lagu favorit Rinjani selesai dimainkan oleh tentara dari Kompi C. mayoret kemudian maju memberikan satu buket mawar putih yang tadi dipegang oleh maskot dari kesatuan tersebut
Rinjani kemudian menerima buket mawar putih yang wangi tersebut. Rinjani mencium aroma dari mawar putih yang sekarang berada di tangannya. dia sekarang tahu siapa dalang dibalik penampilan dari Kompi C yang sangat berbeda daripada biasanya.
tiba-tiba dari sound system yang ditaruh di dekat panggung kehormatan mendadak mengeluarkan suara selain dari suara protokol yang sedang memandu jalannya kegiatan parade tersebut
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat siang, salam sejahtera bagi kita semua, Om Swastiastu."
terdengar dari sound system suara seorang pria yang sangat dikenal oleh Rinjani dan selalu saja memenuhi pikiran dan perasaan Rinjani.
" Bang Bayu"
" apa yang akan kamu lakukan lagi Bang?"
" kejutan Seperti apa lagi yang akan kamu berikan kepada aku"
" Apa masih belum cukup penampilan dari Kompi C yang temanya adalah aku"
kata Rinjani yang sudah bisa menyimpulkan kalau penampilan dari Kompi C untuk parade kali ini adalah temanya kesukaan Rinjani.
mulai dari penampilan pencak silat, marching band dengan lagu kesukaan Rinjani. sampai dengan kehadiran Bayu yang menyabotase atau mengambil alih mic yang selama ini menjadi kekuasaan penuh seorang protokol. tetapi Bayu dengan gampangnya mengambil mic tersebut dari protokol yang sedang memandu acara kegiatan parade supaya semua orang mengerti apa yang sedang dilakukan oleh atau apa yang sedang ditampilkan oleh para tentara yang sedang melakukan kegiatan parade itu.