
Rinjani sebenarnya tahu ada yang sedang dipikirkan oleh Bayu saat ini, tetapi Rinjani tidak tahu harus memulai dari mana untuk bertanya kepada Bayu. Rinjani ragu ragu untuk bertanya. Jadi, Rinjani memutuskan mengikuti apa yang ingin dilakukan oleh Bayu saja. Kalau Bayu tidak mau mereka berhenti di satu tempat, maka Rinjani memilih untuk tidak berhenti juga.
"Sayang, sudah kalau masih belum bisa mengatakannya sekarang tidak apa apa, jangan dipaksakan. Aku akan menunggu sampai kamu siap untuk menceritakannya kok. Jadi, santai aja ya sayang" ujar Rinjani yang tidak tega melihat keadaan Bayu yang seperti sekarang ini.
"Makasi sayang, saat aku siap, aku pasti akan mengatakannya kepada kamu. Maaf untuk sekarang aku belum bisa mengatakannya, karena belum pasti apakah jadi atau tidak. Saat semua sudah pasti dan sudah keluar suratnya, kamu orang pertama yang akan membaca surat itu" jawab Bayu sambil menatap ke arah Rinjani, kekasihnya yang selalu mengalah kepada Bayu.
"Iya sayang, besok saat surat itu keluar kamu tidak boleh membukanya, berikan ke aku, maka aku yang akan membaca pertama sekali apa isi surat tersebut" ujar Rinjani berkata kepada Bayu.
"Siap sayang. Kamu orang pertama yang akan membaca isi surat itu" jawab Bayu.
Seorang pedagang datang mengantarkan dua kelapa muda yang tadi di beli oleh Rinjani. Mereka berdua kemudian menikmati pensi dan juga kerupuk kuah yang dibeli oleh Rinjani tadi.
"Sayang, jadi besok kita pergi setengah enam. Kita makan lontong dulu di puskud. Setelah itu baru kita ke singkarak" ujar Bayu menjelaskan rencana mereka besok kepada Rinjani.
"Kita pergi lewat solok ya sayang, nanti pulangnya baru lewat Padang Panjang" ujar Rinjani yang malahan memperjauh jalan mereka.
"Wow jauh kali muternya sayang. Kita pergi lewat Padang Panjang kita masuk ke daerah sumpur, terus malalo. Kita main di sana. Nanti pulangnya kita keluar di sumani, terus ke jalan singkarak yang biasanya. Nah, kita setelah itu pergi ke tempat Aleza. Gimana?" ujar Bayu membeberkan rute yang harus mereka lalui besok.
"Bener juga ya sayang, jam berapa sampenya kalau ke solok dulu. Iyalah aku ikut kamu aja. Nggak mungkin kita harus ke solok dulu baru ke sana. Kalau kita dari Sijunjung memang dekat ke sana Kita dari Padang masak iya harus muter muter dulu." ujar Rinjani yang setuju untuk berangkat langsung menuju malalo saja, tidak ke solok dulu. Ke solok Rinjani dan Bayu memang sudah sepakat untuk pergi pergi tetapi sampai sekarang belum terwujud karena kesibukan mereka berdua.
"Besoknya ke tempat main yang baru di pantai aia manie itu kan ya?" ujar Rinjani ingin memastikan kalau Bayu masih ingat dengan janjinya untuk ke tempat yang sedang viral itu.
"Iya sayang, kita ke sana." jawab Bayu yang tidak mau mengecewakan Rinjani.
Bayu akan menuruti semua keinginan dari Rinjani. Bayu tidak mau mengecewakan Rinjani untuk dua minggu ini, karena untuk beberapa bulan ke depan Rinjani tidak akan bisa bertemu dengan Bayu.
Mereka berdua kemudian mengobrol ringan sambi menikmati matahari yang sebentar lagi akan tenggelam itu. Mereka mengobrol sambil tetap makan pensi dan menyeruput es kelapa muda yang dibeli Rinjani tadi.
Bayu menggandeng tangan Rinjani berjalan ke arah mobil. Bayu dan Rinjani kemudian masuk ke dalam mobil yang diparkir oleh Bayu di tempat parkiran biasa. Bayu kemudian mengeluarkan mobilnya dari tepat parkir.
Bayu mengemudikan mobil menuju kos kosan Rinjani. Bayu mengemudikan mobil dalam kecepatan sedang. Bayu terlihat seperti tidak ingin melepaskan atau mengantarkan Rinjani ke kos kosannya. Tetapi Bayu masih memiliki akal sehat untuk tidak membawa Rinjani sampai larut malam seperti malam waktu mereka kena macet panjang saat pulang dari Padang Panjang. Berkendara selama tiga puluh menit, Bayu telah sampai di depan kos Rinjani.
"Besok siap subuh" ujar Rinjani mengingatkan Bayu jam berapa dirinya harus dijemput oleh Bayu untuk pergi bermain tersebut.
"Udah sana masuk, aku akan pergi saat kamu udah masuk ke dalam kos kosan kamu" ujar Bayu meminta Rinjani untuk masuk ke dalam kos kosan tersebut.
Rinjani masuk ke dalam rumah, Bayu melihat sampai Rinjani benar benar masuk ke dalam kos kosan yang terlihat sudah sepi tersebut, tetapi kalau lampu depan masih hidup berarti semua penghuni belum kembali. Tetapi kalau lampu teras sudah mati maka kemungkinannya dua, pertama orang itu telah pulang semuanya ke dalam kos. Kemungkinan keduanya mereka sudah pulang lewat dari batas yang sudah ditentukan sehingga mereka takut untuk pulang ke kos dan memilih untuk tidur di tempat teman yang berbeda kos dengan dirinya.
Setelah memastikan Rinjani sudah berada di dalam kos kosannya itu, barulah Bayu kemudian mengemudikan mobilnya menuju asrama. Bayu mengemudikan mobil dalam kecepatan pelan tidak seperti biasanya.
Tiba tiba saat Bayu terlihat serius dalam mengemudikan mobil, ponsel milik Bayu berdering lumayan nyaring. Bayu kemudian melihat ponsel miliknya, dia melihat di sana nama My Love muncul dan dilatar belakangi fhoto Rinjani.
"Hallo sayang, kenapa? Udah kangen lagi?" tanya Bayu kepada Rinjani yang baru saja turun dari mobil tetapi sudah langsung menghubungi dia lagi.
"Mana ada kangen, pengen ngamuk iya" ujar Rinjani kepada Bayu.
"Loh ngamuk kenapa?" lanjut pertanyaan dari Bayu untuk Rinjani.
"Iyalah, masak iya kita perginya pagi jam tujuh harusnya jam enam lah, cepat sampe cepat pula kita ke tempat wisata yang lainnya." jawab Rinjani yang kaget mendengar mereka akan pergi jalan jalan pukul tujuh pagi.
"Bener juga sayang. Oh ya sayang, sudah istirahat sana. Aku apel malam dulu" ujar Bayu yang memberhentikan mobil yang dia pakai ke tpat parkir biasa.
"Iya sayang aku akan tidur" ujar Rinjani menjawab pertanyaan dari Bayu.
Rinjani kemudian naik ke atas kasur. Dia melihat Ranti yang tidak ada di kamar.
"Sepertinya ada yang malam mingguan" ujar Rinjani dalam hatinya.
Rinjani kemudian membasuh Wajah ya dengan air. setelah itu Rinjani memilih untuk langsung beristirahat tanpa harus diganggu orang lain. Rinjani kemudian naik ke atas tempat tidur. Dalam hitungan sekejap Rinjani langsung tertidur.
Bayu yang baru sampe di kamar langsung memasang semua atribut dan pakaian dinasnya. Dia dan rekan rekan yang lain tetap sadang ke sini untuk makan siang sekaligus makan anak anaknya karena tidak berhasil.
Bayu langsung menunu lapangan. Bayu kemudian meminta pembina untuk menjemlut asisten dari Pak polisi.
Bayu kemudian memilih untuk naik ke atas ranjang. Bayu mengambil posisi tidur, dalam sekejap Ragil sudah tidur. Bayi juga melakukan hal yang sama.