Its My Dream

Its My Dream
54



Sudah pukul setengah enam sore tetapi Rinjani masih juga belum bangun dari tidurnya semenjak subuh dia pulang.


Hal yang sama juga terjadi kepada Bayu. Bayu juga sama sekali belum bangun dari tidurnya. Mereka berdua terlihat sama sama letih karena tidak tidur semalaman.


"Jani, Jani bangun. Nggak baek anak gadis tidur di jam seperti ini. Nanti loe sambung lagi tidurnya" ujar Ranti membangunkan Rinjani dari tidurnya yang terlihat sangat nikmat itu.


Rinjani yang mendengar Ranti membangunkan dirinya, perlahan membuka mata. Dia berusaha menyesuaikan cahaya lampu yang menerpa matanya yang masih mengantuk itu.


"Apa?" ujar Rinjani sambil menatap ke arah Ranti.


"Bangun. Udah jam setengah enam. Loe nggak akan mandi?" tanya Ranti sambil memperlihatkan jam di ponsel miliknya kepada Rinjani.


"Hah? Kok bisa?" ujar Rinjani kaget melihat jam di ponsel milik Ranti.


"Ya bisalah, kamu aja tidur seperti orang mati. Nggak ada pindah pindah posisi." ujar Ranti berkata sambil mengunyah sebuah ape yang dibelinya kemaren.


"Jadi gimana keadaan loe sekarang?" tanya Rinjani kepada Ranti.


"Maaf gue nggak ada tanya kabar loe dua hari kemaren. Gue ngajar penuh banget. Sampe mumet rasanya ini otak gue" ujar Rinjani sambil mengambil handuknya yang digantung di balik pintu kamar kos.


"Sana mandi dulu. Nanti baru tanya tanya. Hari udah sore banget ini. Nanti loe kemaleman. Nggak baek mandi malam malam itu" jawab Ranti meminta Rinjani untuk mandi terlebih dahulu.


"Okey madam. Nanti kita cerita" ujar Rinjani.


Rinjani menutup pintu kamar, selang beberapa detik saja Rinjani kembali membuka pintu kamar tersebut.


"Apalagi?" ujar Ranti yang kaget melihat Rinjani yang balik lagi membuka pintu kamar.


"Loe pakai pakaian bagus sana. Kita ke rumah Bayu bentar. Itu anak pasti belum makan" ujar Rinjani meminta Ranti berpakaian untuk menemani Rinjani ke tempat Bayu.


"Okey" jawab Ranti yang langsung berdiri dari posisi duduknya.


Rinjani kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Rinjani mandi dengan sangat cepat. Dia harus ke rumah Bayu dan meminta maaf kepada kekasihnya itu.


Riniani tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membersihkan badannya. Dalam waktu lima menit, dia telah menyelesaikan ritual mandinya tersebut. Rinjani kemudian kembali ke kamarnya, dia melihat Ranti sedang bersiap siap di depan cermin.


"Hem cantik juga" ujar Rinjani memuji sahabatnya itu


"Cantik la. Kalau nggak cantik mana mau dosen yang ganteng itu menjadikan aku kekasihnya" ujar Ranti keceplosan berbicara.


"Ooo ooo ooo jadi udah nggak jomblo lagi. Keren banget. Loe utang cerita ke gue" ujar Rinjani.


Rinjani memakai semua pakaiannya. Setelah itu dia berhias senatural mungkin.


"Yuk jalan" ujar Ranti mengajak Rinjani untuk pergi.


Rinjani da Ranti berjalan keluar dari kamar mereka. Ranti sudah mengambil kunci motornya. Motor yang jarang dipakai karena dia lebih suka berjalan kaki ke kampus karena sangat dekat.


"Kita beli makan dulu ya. Sekalian aja kita makan di sana." ujar Rinjani setengah berteriak kepada Ranti.


"Oke. Mau beli dimana?" tanya Ranti, mereka sekarang sudah berada di kawasan gajah tempat berkumpulnya makanan makanan yang cukup pas untuk kantong mahasiswa dan rasanya juga enak.


"Beli di srigunting aja. Tempat yang enak itu" ujar Rinjani memberitahukan dimana mereka akan membeli menu makan malam yang akan dinikmati di rumah Bayu.


Akhirnya mereka telah sampai di sana. Rinjani memesan tiga nasi goreng komplit dan tiga jus jeruk. Mereka menunggu lebih kurang tiga puluh menit.


"Oke meluncur" ujar Rinjani kepada Ranti.


"Loe yang bawa. Gue nggak tau simpang simpang nya" ujar Ranti yang mendapat info kalau di asrama depan itu banyak simpang simpang nya.


Rinjani dan Ranti bertukar posisi. Sekarang Rinjani yang akan membawa motor. Rinjani melajukan motor dalam kecepatan sedang. Dia saja masih harus meraba kemana letak asrama Bayu.


Tiba tiba Rinjani dan Ranti di stop oleh seorang penjaga di pintu asrama.


"Maaf Nona, masuk harus lapor" ujar penjaga pintu masuk asrama.


"Maaf om lupa" jawab Rinjani.


Rinjani kemudian menyebutkan dia mau berkunjung ke rumah siapa, setelah itu penjaga mencatat di buku tamu. Rinjani kemudian menandatangani buku tamu tersebut.


"Gimana lagi, itu pula modelnya" ujar Rinjani sambil terus mengemudikan mobilnya menuju asrama Bayu yang letaknya di bagian agak ke arah kantor.


Rinjani memarkir motornya di depan pintu pagar rumah Bayu. Dia tidak bisa memasukkan motornya karena Bayu memarkir mobil miliknya dengan cara sembarangan saja.


"Kayaknya dia ngantuk banget Jani. Tengok aja markir mobil nggak lurus" kata Ranti mengomentari cara Bayu memarkir mobilnya.


"Haha haha haha bisa jadi" ujar Rinjani.


Rinjani dan Ranti masuk terus ke dalam rumah Bayu yang terlihat sangat asri itu. Rinjani yang berniat mengetuk pintu asrama membatalkan niatnya saat melihat pintu yang tidak tertutup rapat.


Rinjani kemudian membuka pintu rumah tersebut. Betapa kagetnya Rinjani dan Ranti saat melihat Bayu yang tidur di ruang tamu di atas karpet.


"Kasihan banget ni anak. Karena mengantuk berat jadinya tidur dimana aja." ujar Ranti kembali mengomentari cara tidur Bayu yang tidak pada tempatnya.


Rinjani menjadi tersentuh perasaannya saat melihat Bayu yang tidur dengan posisi sangat menyedihkan itu.


"Sayang, sayang" ujar Rinjani membangunkan Bayu dengan memegang ujung kaki Bayu.


"Sayang, bangun sayang. Udah sore banget ini" ujar Rinjani sekali lagi mencoba membangunkan Bayu dari tidurnya.


Bayu yang rasa rasanya mendengar suara dari Rinjani berusaha menahan rasa penasarannya.


"Nggak mungkin Rinjani datang, dia pasti masih tidur. Tadi aja milih main game, masak sekarang akan datang" ujar Bayu yang terdengar oleh Rinjani.


"Haha haha haha. Jadi dia sedang kesal." ujar Ranti yang paham kenapa tadi Rinjani pulang sambil marah marah.


Ranti kemudian berjalan kembali keluar dari rumah Bayu. Dia tidak ingin mengganggu Bayu dan Rinjani.


Rinjani yang sudah kehabisan akal membangunkan Bayu memilih untuk mencium Bayu.


Cup. Sebuah ciuman mendarat di pipi Bayu. Bayu meraba pipinya. Dia kemudian dengan berat hati membuka matanya yang tajam itu. Bayu menatap ke arah Rinjani.


"Sayang, kamu beneran datang?" tanya Bayu yang langsung duduk saat melihat Rinjani sudah berada di depannya.


"Ranti masuk aja" ujar Rinjani yang meminta Ranti untuk kembali masuk ke dalam rumah Bayu.


"Jadi, kamu marah beneran karena aku main game tadi?" tanya Rinjani kepada Bayu.


"Iya sayang. Tapi aku sudah memaafkan kamu" ujar Bayu sambil menatap Rinjani dengan tatapan kasih sayangnya yang tulus.


"Makasih sayang. Maafkan aku ya. Aku janji nggak akan main lagi. Ini di depan kamu aku hapus aplikasinya" ujar Rinjani sambil menghapus aplikasi permainan yang tadi membuat Bayu marah marah.


"Keren sayang" ujar Bayu yang memang tidak setuju Rinjani bermain game tersebut. Bayu takut kalau nanti Rinjani tidak tidur tidur seperti yang lainnya.


"Udah gue laper. Bisa nggak kita makan malam. Gue udah nggak bisa nahannya lagi. Cacing dalam perut gue udah protes" ujar Ranti yang sudah sangat kelaperan.


"Bukannya biasanya kalau orang udah memiliki kekasih itu nggak merasakan kelaperan ya sayang?" tanya Rinjani kepada Bayu.


Bayu menatap Rinjani. Rinjani memberikan kode kepada Ranti. Bayu kemudian menjadi sadar dengan kode yang diberikan oleh Rinjani.


"Bener sayang, biasanya kalau orang baru pacaran, dia akan merasa kenyang selalu sayang. Masak dia masih lapar" ujar Bayu yang ikut ikutan menggoda Ranti.


"Mulai. Mau makan atau nggak terserah. Gue makan duluan" ujar Ranti yang langsung berjalan ke dapur mengambil tiga piring dan tiga sendok.


Ranti mulai membuka bungkusan nasi goreng miliknya. Dia mulai menyuap nasi goreng ke dalam mulutnya.


Rinjani dan Bayu akhirnya ikut juga membuka bungkusan nasi goreng yang dibeli Rinjani tadi. Mereka bertiga kemudian makan nasi goreng dengan lahap. Apalagi Bayu dan Rinjani, mereka sangat lapar karena terakhir makan saat mereka berada di air mancur.


"Sayang, kami pulang dulu ya. Udah malam. Nanti di pos kena tegur lagi karena keluar dari sini di atas jam sembilan" ujar Rinjani berpamitan kepada Bayu.


Rinjani dan Ranti kemudian berjalan keluar dari dalam rumah Bayu. Mereka menuju kembali ke kos kosan karena besok mereka akan kuliah. Apalagi Rinjani ada mengajar di jam jam terakhir.


"Sampe kos kasih tau ya. Aku masih ngantuk. Aku mandi dulu" ujar Bayu saat Rinjani sudah berada di atas motor.


Rinjani kemudian mengendarai motornya kembali menuju kos. Mereka akan beristirahat karena besok akan mulai beraktifitas kembali.