
"Wah sayang fhoto di spot yang ini kelihatannya sangat bagus sekali. Cahayanya pas mengenai wajah kita berdua" ujar Rinjani yang sangat bahagia dan senang melihat salah satu fhoto mereka berdua yang paling bagus dibandingkan sebanyak itu yang lebih bagus lagi.
Bayu melihat fhoto yang dikatakan oleh Rinjani sangat bagus itu. Rinjani dan Bayu sama sama senang melihat hasil jepretan fhoto mereka yang diperlihatkan oleh Rinjani sebentar ini. Bayu sangat sependapat kali ini dengan Rinjani. Fhoto yang diambil oleh pelayan tadi memang sangat bagus. Apalagi di sana Rinjani terlihat sangat tinggi, pelayan yang tadi mengambil fhoto mereka berdua seperti sudah terbiasa untuk melakukan pengambilan fhoto dengan tema berpasangan.
"Sayang, sepertinya pelayan tadi memang sudah terbiasa mengambil fhoto para pengunjung. Masak iya seorang pelayan tau bagaimana anggle yang pas untuk membuat fhoto terlihat semakin wow dan bisa dikatakan sangat bagus itu." ujar Rinjani mengeluarkan ulasannya tentang keahlian pelayan yang mengambil fhoto mereka berdua.
"Bisa jadi sayang, sepertinya dia memang diberikan tugas tambahan untuk mengambil fhoto para pengunjung yang ingin berfhoto bersama sama. Sehingga tidak perlu merepotkan pengunjung yang lain" jawab Bayu tentang bagaimana tupoksi pekerjaan pelayan yang tadi menolong mereka untuk mengambil fhoto berdua.
Mereka berdua melanjutkan melihat lihat berbagai fhoto yang telah berhasil di jepret oleh pelayan dan juga yang diambil dengan cara memakai timer. Rinjani sangat senang hari ini bisa mengambil beberapa dokumen fhoto antara dirinya dengan Bayu. Rinjani kemudian memposting beberapa fhoto dirinya dengan Bayu ke sosial media. Rinjani memang sangat jarang memposting kegiatannya berdua dengan Bayu. Tetapi kali ini ntah ada apa, Rinjani memposting semua kegiatan liburannya dengan Bayu ke dalam satu kali unggahan.
Sebuah pemberitahuan masuk ke dalam ponsel Bayu, Bayu cukup kaget waktu dia melihat Rinjani menandai dirinya dalam sebuah postingan sosial media. Bayu menatap ke arah Rinjani. Rinjani membalas dengan senyuman manisnya.
"Sekali sekali" ujar Rinjani yang paham dengan maksud pandangan yang diberikan oleh Bayu kepada dirinya.
"Nggak masalah sayang, sering sering juga nggak apa apa, asalkan sopan dan nggak menceritakan tentang kehidupan, permasalahan dan yang sifatnya pribadi. Kalau hanya posting fhoto hayuk nggak masalah" ujar Bayu yang memperbolehkan Rinjani untuk memposting semua kegiatan liburannya, tetapi Bayu sangat tidak suka dan melarang Rinjani untuk memposting apa yang sedang dirasakannya, baik permasalahan kampus, pribadi maupun kehidupan sehari hari.
"Serius boleh?" tanya Rinjani dengan menyipitkan matanya menatap ke arah Bayu untuk meyakinkan dirinya kalau izin dari Bayu adalah benar adanya tidak mengada ada.
"Serius boleh, tapi hanya fhoto tidak yang lainnya" ujar Bayu menjawab pertanyaan dari Rinjani dan memperbolehkan Rinjani untuk memposting yang diizinkan oleh dirinya.
"Sip. Aku hanya akan posting fhoto saja. Fhoto apapun itu." ujar Rinjani yang sangat senang diperbolehkan oleh Bayu untuk memposting fhoto apapun yang ingin diposting oleh dirinya.
"Tapi............ Tapi........... dan Tapi.........." ujar Bayu sengaja tidak menyelesaikan kalimatnya sampai ke ujung. Bayu sengaja melakukan hal itu untuk membuat Rinjani penasaran dan ingin tahu apa yang digantung oleh Rinjani tadi.
"Tapi apa sayang, jangan ngegantung gitu sayang" ujar Rinjani yang langsung menyambar umpan yang dilempar oleh Bayu kepada dirinya.
Bayu sangat hafal bagaimana Rinjani. Rinjani tidak akan bisa sabar kalau dia dibuat seperti itu. Rinjani pasti akan langsung bertanya kelanjutan dari perkataan Bayu yang dengan sengaja digantung oleh Bayu.
"Boleh posting fhoto apapun tapi jangan membuat caption yang akan membuat orang berpikiran negatif atau berpikiran suuzond kepada kamu ya. Posting tanpa caption aja. Biarkan mereka memikirkan sesuka hati mereka. Terpenting kamu tidak memancing mereka untuk berpikir kalau kamu sudah membuat mereka suuzon atau berpikiran negatif setelah membaca caption yang kamu tulis" lanjut Bayu menjelaskan kepada Rinjani apa apa saja yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan oleh Bayu.
Bayu tidak ingin Rinjani kebablasan memainkan sosial media. Sehingga Rinjani tidak bisa mengontrol dirinya. Bayu sangat takut hal itu terjadi kepada Rinjani. Makanya Bayu selalu mengawasi postingan Rinjani. Rinjani pertama tama memang sangat kesal dengan Bayu yang terlalu banyak melarang Rinjani untuk memposting sesuatu, tetapi setelah mengetahui kalau itu demi Rinjani, Rinjani tidak pernah merasa keberatan lagi. Malahan dia terbiasa tidak update apapun di sosial medianya.
"Maaf terlambat Tuan, tadi ada kendala sedikit di dapur" ujar Pelayan sambil menaruh pesanan Bayu yang memang datang sangat terlambat sekali. Tetapi karena Rinjani dan Bayu mengobrol asik, keterlambatan itu sama sekali tidak disadari oleh mereka berdua.
"Tidak masalah, lagian kami tadi asik mengobrol sehingga tidak tahu kalau pesanan kami datang terlambat. Santai saja bro" ujar Bayu yang tidak mahu pelayan itu memiliki rasa bersalah karena sudah membuat Bayu dan Rinjani menunggu lama pesanan mereka.
"Terimakasih Bang. Maafkan sekali lagi atas keterlambatannya" ujar Pelayan yang masih tetap kekeh untuk mengucapkan maaf atas keterlambatan yang terjadi.
"Oke sip" jawab Bayu dengan nada tegas dan pendek.
Pelayan sudah tahu kalau Bayu sudah mulai kesal dengan pelayan yang dari tadi sibuk meminta maaf saja, padahal Bayu sudah mengatakan kalau dia dan Rinjani tidak merasakan lama menunggu. Pelayan kemudian berpamitan dan melangkah pergi meninggalkan Rinjani dan Bayu yang tersenyum melihat pelayan itu langsung pergi saat mendengar nada suara Bayu yang tegas dan pendek.
"Sayang, ayuk makan, tapi kamu tadi sudah lapar" ujar Bayu mengajak Rinjani untuk menikmati hidangan yang sudah disajikan oleh pelayan di meja mereka.
Rinjani kemudian mengambil steak yang dipesan oleh dirinya. Sedangkan Bayu memesan nasi goreng. Mereka berdua mulai menyuap makanan yang telah mereka pesan masing masing. Bayu dan Rinjani sama sama saling menatap saat suapan pertama masuk ke dalam mulut mereka masing masing. Rinjani dan Bayu mengunyah makanan itu dengan sangat pelan, mereka berdua benar benar ingin merasakan rasa yang ada di dalam makanan yang mereka pesan.
"Apa?" tanya Bayu saat melihat Rinjani menatap ke arah dirinya dengan tatapan bebinar binar.
"Ini enak sangat. Punya kamu gimana?" tanya Rinjani yang penasaran ingin mencoba nasi goreng milik Bayu.
"Coba aja" ujar Bayu sambil menyodorkan piring nasi goreng miliknya kepada Rinjani.
Rinjani menyuap satu sendok nasi goreng ke dalam mulutnya. Rinjani merasakan rasa nasi goreng tersebut dengan gaya khasnya. Rinjani seperti seorang cheff yang sedang menikmati hasil masakan dari peserta lomba. Bayu hanya bisa geleng geleng kepala melihat kelakuan dari Rinjani.
"Gimana rasanya?" tanya Bayu kepada Rinjani.
"Mantap sayang" jawab Rinjani sambil mengangkat dua jempol miliknya kehadapan Bayu.
"Harga sesuai dengan rasa yang diberikan" kata Bayu menyimpulkan kenapa bisa harga makanan di tempat itu bisa menjadi mahal dan viral dikalangan orang orang yang sudah pernah kesana.
Rinjani dan Bayu melanjutkan makan siang mereka. Sekali lagi Bayu gagal memanfaatkan moment untuk menyampaikan berita yang akan membuat Rinjani menjadi bersedih.