Its My Dream

Its My Dream
88



"Jadi harus gue juga nih harus ngomong sama Bayu Kalau lo nggak mau berbicara dengan dia saat ini, tetapi akan berbicara nanti selepas magrib di kontrakan kita" ujar nanti sampai menatap ke arah Rinjani.


"Halo Siapa lagi yang harus berbicara, kan nggak mungkin aku minta tolong kepada Bram untuk mengadakan kepada Bayu Supaya dia datang nanti saja waktu maghrib ke rumah" jawab Rinjani sambil melirik dan menatap memohon kepada Ranti.


Ranti idak sampai hati saat melihat Rinjani yang menetap seperti itu kepada dirinya.


"Oke oke aku akan mengatakan hal itu kepada Bayu, kamu tidak perlu menatap ke arah aku dengan tatapan seperti itu" kata Ranti sambil memegang pundak Rinjani.


"Terima kasih kamu memang teman terbaik aku" kata Rinjani memuji kebaikan hati Ranti yang sudah mau mengatakan apa yang dipesan oleh Rinjani tadi.


"Tapi kamu harus menceritakan kepada aku apa yang terjadi sebenarnya" kata Ranty memberikan syarat yang harus dipenuhi oleh Rinjani kalau dia sudah mengatakan apa yang ingin disampaikan oleh Rinjani tadi kepada Bayu.


"Oke gue janji akan katakan hal itu kepada kamu. Tapi tolong katakan kepada Bayu untuk datang nanti saja setelah maghrib ke kosan kita" ujar Rinjani yang masih kesal dengan Bayu.


Rinjani kemudian membalik badannya dan berjalan menuju Mushola yang ada di pekarangan kampus mereka. Rinjani akan menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim sebelum dia melanjutkan atau mengikuti kegiatan perkuliahan selanjutnya


Ranti kemudian berjalan menemui Bayu. Bayu kaget melihat Rinjani meninggalkan tempat berdirinya tadi. Bayu sekarang yakin kalau Rinjani masih kesal terhadap dirinya.


"Bang Bayu tadi Rinjani mengatakan kepada aku kalau Bang Bayu harus datang selepas magrib nanti ke kosan kami" ujar Ranti menyampaikan kepada Bayu pesan yang disampaikan oleh Rinjani kepada dirinya.


"Oh baiklah aku akan datang nanti setelah Magrib" ujar Bayu yang setuju dengan syarat yang diajukan oleh Rinjani kepada dirinya.


"Kalau begitu aku permisi dulu. Tolong sampaikan kepada Rinjani aku akan datang selepas magrib" lanjut Bayu sambil menatap kearah Rinjani dengan tatapan sedih yang tidak bisa diungkapkan dengan kata kata.


"Baiklah aku akan menyampaikan pesan Bang Bayu kepada Rinjani. Tapi bolehkah aku mengatakan sesuatu kepada Bang Bayu?" Lanjut Ranti yang meminta izin kepada Bayu untuk bisa mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya saat ini.


Bayu melihat kearah Ranti, dia tidak pernah melihat Ranti berbicara seserius ini kepada dirinya. Bayu yakin Ranti ingin mengatakan hal yang penting kepada dirinya.


"Ada apa? apa yang mau kamu katakan?" ujar Bayu kepada Ranti yang penasaran dengan apa yang akan disampaikan oleh Ranti kepada dirinya.


"Sebenarnya aku tidak mau ikut campur dengan urusan antara Bang Bayu dengan sahabat aku Rinjani. Tetapi saat melihat sahabat aku seperti itu, Aku merasa sedih. Aku hanya ingin mengatakan kepada Bang Bayu untuk bisa menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya kepada Rinjani" kata Ranti menyampaikan apa yang ada di dalam pikirannya kepada Bayu.


"Apakah semalam Rinjani bisa tidur dengan tenang?" tanya Bayu kepada Ranti yang kebetulan adalah teman sekamar dan juga sahabat Ranti.


"Tidak sama sekali tidak, Rinjani sama sekali tidak tidur dengan tenang. Dia berguling ke kiri berguling ke kanan seperti orang yang sudah memiliki pemikiran di dalam hati" ujar Ranti memberitahukan kepada Bayu keadaan Rinjani semalam yang sama sekali tidak bisa tidur itu.


"Abang pamit dulu nanti, tolong jaga Rinjani ya" kata Bayu selanjutnya sambil berjalan meninggalkan perkarangan kampus tempat Rinjani kuliah.


"Oke bang hati-hati di jalan. Aku akan mengatakan kepada Rinjani supaya dia mau mendengarkan apa yang akan abang katakan nanti setelah Magrib saat di kos" lanjut Ranti yaglng memang akan memberikan beberapa pandangan kepada Rinjani sebelum Rinjani bertemu dengan Bayu nanti setelah maghrib di kos mereka.


"Terima kasih Ranti aku sangat menghargai semua pertolongan yang telah kamu berikan" jawab Bayu sambil menatap ke arah Ranti yang telah rela membantu Bayu untuk menyelesaikan permasalahannya dengan Rinjani


"Jangan sungkan sungkan Bang memang sudah kewajiban aku untuk menolong Abang dan juga Rinjani" kata Ranti sambil menatap ke arah Bayu.


Bayu kemudian melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan perkarangan kampus dan kembali ke rumah dinasnya dia akan datang kembali ke kosan Rinjani setelah azan maghrib berkumandang.


Rantu yang melihat Bayu telah pergi meninggalkan pekarangan kampus kemudian menyusul Rinjani yang tadi mengatakan akan menunggu Ranti di mushola kampus.


"Apa kata Bayu tadi Ran?" tanya Rinjani yang penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Bayu kepada Ranti saat mereka berdua bercengkrama di taman kampus.


"Nggak ada dia cuma mengatakan kalau dia akan datang kembali nanti setelah maghrib. Katanya dia akan menjelaskan apa yang harusnya dijelaskan oleh Bayu kepada kamu" ujar Ranti mengatakan apa yang tadi dikatakan oleh Bayu kepada dirinya.


"Oke baiklah kamu salat dulu. Aku telah selesai sholat. Aku akan tunggu di luar ya" ujar Rinjani sambil melangkahkan kakinya keluar dari dalam mushola menuju teras mushola. Dia akan menunggu Ranti di sana.


Ranti kemudian menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim. Sedangkan Rinjani menunggu Ranti di teras Musholla sambil melihat anak jurusan Tari menari di atas panggung terbuka di halaman kampus tersebut.


"Ayo aku dah siap Tinggal lima belas menit lagi sebelum perkuliahan selanjutnya dimulai" kata Ranti sambil membawa Rinjani untuk masuk ke dalam ruang perkuliahan mereka yang sekarang terletak di gedung hijau lantai dua.


Kedua sahabat itu kemudian meninggalkan perkarangan kampus. Mereka menuju gedung hijau tempat perkuliahan akan dimulai. Mereka berdua kemudian berjalan dengan santai karena tahu dosen yang akan mengajar mereka sepertinya akan terlambat masuk karena Rinjani melihat dosen itu baru sampai di kampus


" lo Yakin Kalau yang lo lihat tadi adalah dosen yang akan mengajar kita" tanya Ranty kepada Rinjani saat mereka berjalan menuju gedung tempat perkuliahan akan berlangsung.


" lo meragukan kemampuan gue, lo meragukan daya ingatan gue untuk mengenal semua orang? kalau dosen itu gue sangat hafal mulai dari bentuknya sampai dengan warna mobilnya" kata Rinjani sambil menatap ke arah Ranti tatapan Rinjani bermakna kalau dia tidak mau diragukan saat mengenali seorang dosen yang sebenarnya menjadi dosen idola bagi Rinjani karena cara mengajar dosen itu yang sangat variatif.


"ha ha ha ha Halo jangan marah gue tidak meragukan kemampuan lo yang itu tetapi kenapa lo bisa tahu kalau dosen itu akan terlambat masuk" ujar Ranti bertanya kepada Rinjani mengenai perkataan Rinjani yang mengatakan kalau dosen itu akan terlambat masuk.


" Ya tahulah gue akan melihat dosen itu baru turun dari mobil sebentar ini" kata Rinjani memberitahukan kepada Ranti Kenapa dia bisa mengatakan kalau dosen itu akan terlambat masuk ke dalam kelas mereka.


" pantesan lo Yakin sekali kalau dosen itu akan terlambat ujar Berarti Kau menjawab keraguannya sendiri