
Rinjani dan Bayu kemudian duduk di bawah sebuah payung payung yang di bawahnya ada kursi dan juga meja. Rinjani terlihat sangat senang bisa duduk di sana.
Bayu melihat seorang pelayan berjalan jalan dengan membawa berbagai pesanan pengunjung. Tiba tiba saja Bayu ingin minum kelapa muda seperti yang sedang dibawa pelayan itu sekarang. Kelapa muda yang akan sangat segar di kerongkongan Bayu, apalagi sekarang hari sangat panas dan terik, sehingga air kelapa itu bisa menyejukkan kerongkongan Bayu dan Rinjani yang kering tersebut.
"Pelayan" panggil Bayu kepada seorang pelayan yang kebetulan melintas di depan meja yang sekarang ditempati oleh Bayu dan Rinjani.
Pelayan yang mendengar dirinya sedang di panggil seseorang, melihat ke arah sumber suara. Bayu kemudian mengangkat tangannya menandakan kalau dia yang memanggil pelayan. Pelayan tersebut kemudian menuju Bayu yang memanggil dirinya.
"Selamat siang Abang, Kakak. Ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan itu dengan sangat ramah dan selalu tersenyum kepada Bayu dan Rinjani. SOP mereka dalam bekerja memang harus selalu melayani pengunjung dengan ramah dan selalu tersenyum.
"Kami mau pesan air kelapa dua terus kentang goreng dua" ujar Bayu menyebutkan apa yang rasanya sangat ingin dimakan mereka berdua sambil memandang laut lepas yang sekarang terhampar luas di depan mereka.
Pelayan mencatat pesanan yang tadi disebutkan oleh Bayu. Pelayan mencatat ke dalam sebuah buku yang selalu dibawanya kemana mana. Pelayan melakukan pencatatan dengan rapi.
"Ada yang lain Bang yang mau Abang makan lagi?" tanya pelayan kepada Bayu dengan melihat ke arah Bayu dan Rinjani. Pelayan di sini terkenal sangat ramah dan selalu menawarkan sesuatu kepada pengunjung dengan cara mereka masing masing.
"Nugget dua juga" ujar Rinjani yang menambah pesnaannya dengan dua piring nugget.
Rinjani memang paling suka dengan nugget goreng dicocol dengan sambal pedas. Kalau Rinjani sudah makan itu, Rinjani akan sangat susah dipanggil atau diajak mengobol, Rinjani akan fokus menghabiskan semua nugget itu. Malahan jangan berharap kalau Rinjani memakan nugget, kita sebagai lawa bicaranya akan dikasih, Rinjani sama sekali tidak mau kekurangan nunggunya satupun.
"Nugget nya ayam dan sapi ya" lanjut Rinjani mengatakan jenis nugget apa yang sedang ingin dinikmati oleh dirinya.
"Ada lagi kak?" tanya pelayan kepada Rinjani yang tadi menambah pesanan cemilan yang akan dimakan mereka berdua di sana.
"Tidak, kami rasa sudah cukup" jawab Rinjani sambil tersenyum ke arah pelayan yang sangat ramah dalam melayani setiap pengunjung yang datang ke objek wisata tempat mereka bekerja itu.
"Bisa saya tahu nomor reservasi kakak?" tanya Pelayan yang akan langsung menginput biaya pembelian makanan dan minuman yang dipesan oleh Bayu dan Rinjani kepada aplikasi. Nanti akan dikurangi dengan harga reservasi yang telah dibayar pada saat Rinjani melakukan reservasi tempat tersebut.
Rinjani kemudian menyebutkan nomor reservasi miliknya yang diberikan oleh resepsionis saat Rinjani melakukan reservasi tempat.
Pelayan mencatat nomor reservasi yang diberikan oleh Rinjani.
"Baiklah kakak, berarti kakak sudah melakukan penukaran pembayaran reservasi dengan makanan dan minuman yang kakak pesan. Nanti akan saya lakukan penghitungan kakak. Nanti saat kakak mau meninggalkan tempat ini, kakak silahkan kebagian resepsionis untuk mengklaim semua pembelian kakak selama di sini" ujar Pelayan menerangkan kepada Rinjani dan Bayu bagaimana prosedur pembayaran apa yang telah mereka pesan itu.
"Sip." jawab Bayu sambil memberikan kedua jempolnya kepada pelayan yang tadi sudah menjelaskan bagaimana alur proses pembayaran di tempat itu.
Pelayan kemudian berjalan meninggalkan Bayu dan Rinjani.
"Bener bener mengerikan ya sayang pelayanan mereka. Bener bener prima banget. Mereka sama sekali tidak memberikan cela kepada pengunjung untuk memberikan komentar negatif" ujar Rinjani kepada Bayu sambil melihat lurus ke laut lepas yang ada di depan mereka saat ini.
"Sayang sayang, kamu kaya tidak tahu aja gimana watak orang orang kita sayang. Sudah se prima ini pasti ada juga celanya. Salah satunya ya itu. Palingan harga masuk mahal. Harga makanan di sini mahal. Padahal kan semuanya sesuai dengan apa yang kita Terima sayang" ujar Bayu menjawab pertanyaan dari Rinjani.
"Bener juga ya sayang. Zaman sekarang mana ada pelayanan oke tempat oke makanan dan minuman oke tapi harga murah. Mana ada tempat yang seperti itu" ujar Rinjani yang nggak habis pikir masih ada aja orang yang mengomentari dan berkata sedikit agak pedas tentang suatu hal yang menurut mereka tidak sesuai.
"Nah seharusnya sayang, kalau kita nggak sanggup dan nggak mampu, ya udah nggak usah ke sana dulu. Kalau terlalu ingin ke sana ya nabung dulu sampe uangnya cukup baru ke sana" lanjut Rinjani sambil melirik ke arah Bayu yang dari tadi terlihat sangat sibuk dengan ponsel miliknya.
Bayu ternyata diam diam mengambil fhoto mereka berdua yang sedang duduk berdekatan itu.
"Sayang, kalau mau ambil fhoto itu ngomong sayang, jadi kita kan bisa bergaya dulu. Bukan seperti ini posenya. Jelek banget kalau kayak gini" ujar Rinjani yang protes kepada Bayu. Bayu mengambil fhoto mereka berdua secara diam diam, sehingga hal itu membuat Riniani tidak bisa memaksimalkan gayanya.
"Haha haha haha. Sejak kapan aku yang bergaya saat mengambil fhoto sayang. Palingan gaya aku ya gitu gitu aja. Berdiri lurus, kalau nggak sambil istirahat" ujar Bayu menjawab keluhan yang diberikan oleh Rinjani, karena Bayu mengambil fhoto mereka secara diam diam dan mengakibatkan Rinjani tidak bisa bergaya seperti biasanya.
Cuaca saat mereka ke sana benar benar sedang panas. Langit terlihat membiru tanpa ada awan sedikitpun yang melindungi kepala mereka dari teriknya matahari. Makanya Rinjani mengajak Bayu untuk duduk duduk di bawah payung payung yang ada di tepi laut.
Pelayan yang tadi dan seorang temannya datang kembali dengan membawa pesanan milik Bayu dan Rinjani. Mereka berdua meletakkan semua pesanan Bayu dan Rinjani di atas meja.
"Silahkan dinikmati Abang, Kakak. Kalau masih ada yang mau kakak dan Abang pesan. Silahkan tekan tombol 3 di handy talk ini" ujar Pelayan memberikan handy talk ke Bayu.
"Dengan alat ini kakak dan Abang bisa langsung menghubungi saya. Nanti saya akan datang ke sini untuk mencatat pesanan kakak" ujar Pelayan menerangkan fungsi dari handy talk yang diberikan olehnya kepada Bayu.
"Oke baik. Nanti kalau masih ada yang mau kami pesan akan kami hubungi kembali" ujar Bayu menjawab pelayan tersebut.
Pelayan kemudian mengundurkan diri untuk pamit dan kembali melayani pengunjung yang lain. Rinjani menatap ke arah Bayu.
"Apa?" ujar Bayu yang penasaran dengan makna dan arti tatapan dari Rinjani kepada dirinya.
"Nggak ada apa apa, cuma pengen nengok kamu aja" jawab Rinjani sambil tersenyum jahil ke arah Bayu.
"Nggak yakin. Ada apa?" ulang Bayu bertanya hal yang sama ke Rinjani. Bayu sama sekali tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Rinjani tadi.
"Kamu pernah ke Bali kan ya?" tanya Rinjani kepada Bayu sambil melirik ke arah Bayu dan menatap mata Bayu dengan tatapan penuh makna dan penuh arti.
"Pernah, emang kenapa" tanya Bayu makin penasaran dengan maksud Rinjani bertanya hal hal yang kurang dipahami oleh Bayu kali ini.
"Emang di bali kayak gini suasananya?" akhirnya Rinjani menanyakan apa yang akan ditanyakan oleh dirinya walaupun pertanyaan itu diajukan sambil menahan senyum karena kegabutan dari pertanyaan yang diajukan oleh Rinjani kepada Bayu.
"Ooo ooo ooo. Cuma nanyak itu doang. Aku kira apa sayang." ujar Bayu yang lega mendengar apa tujuan dari pertanyaan yang diajukan oleh Rinjani kepada dirinya.
"Emang kamu kira apa sayang?" ujar Rinjani penasaran dengan reaksi yang ditujukan oleh Bayu kepada dirinya saat Bayu mendengar apa inti dari pertanyaan yang diajukan oleh Rinjani.
"Aku kira tadi kamu minta diajak ke Bali sayang. Haha haha haha haha" ujar Bayu sambil tertawa mengingat apa yang ada di dalam pikirannya saat Rinjani bertanya tentang Bali kepada Bayu.
"Yey mana ada. Jadi, apa bener Bali kayak gini?" ujar Rinjani mengulang kembali pertanyaannya kepada Bayu. Pertanyaan yang sama sekali belum di jawab oleh Bayu kepada Rinjani.
"Kurang lebih sama sayang. Bedanya di bali bulenya banyak. Kalau di sini kurang banyak" jawab Bayu sambil berusaha menahan senyumannya.
"Hem suka banget nengok bule seksi." jawab Rinjani dan langsung mencubit pinggang Bayu dengan agak keras.
"Ye cemburu sama bule yang nggak nampak dia" ujar Bayu mulai lagi menggoda Rinjani dengan keusilan dan kejahilan dari seorang Bayu.
Rinjani yang tau dikerjai oleh Bayu langsung saja menyeruput kelapa muda yang ada di depan dirinya saat ini. Bayu juga melakukan hal yang sama. Dia merasa sedikit kehausan karena dari tadi belum ada minum sama sekali.
Bayu menatap ke wajah kekasihnya itu. Rinjani yang ditatap dengan sangat intans oleh Bayu langsung saja memberikan Bayu senyuman termanis nya. Bayu pun tersenyum kepada Rinjani.
'Kapan aku bisa mengatakan hal ini kepada kamu sayang. Aku nggak sanggup melihat senyum kebahagiaan kamu berubah menjadi senyim kesedihan karena memikirkan aku yang harus pergi ke daerah konflik' ujar Bayu dalam hatinya.
Bayu kembali bimbang untuk mengatakan kepada Rinjani tentang surat keputusan dan surat perintah yang diterima oleh Bayu dua hari yang lalu. Bayu sampai saat ini masih memikirkan bagaimana cara menyampaikannya kepada Rinjani. Bayu benar benar pusing dengan semua ini. Satu sisi kalau dia menolak perintah itu tidak mungkin karena itu adalah pekerjaannya. Sedangkan pada sisi lainnya, Bayi tidak ingin membuat kekasih hatinya yang selalu ada untuk dirinya itu menjadi bersedih hati karena dia yang harus pergi ke daerah konflik.
'Tuhan bantu hamba mu ini dalam mengatasi permasalahan ini Tuhan. Beri hamba mu ini petunjuk Tuhan ' ujar Bayu berdoa dalam hatinya meminta kepada Tuhan untuk diberikan petugas juk supaya bisa mengatakan apa yang ingin dikatakannya kepada Rinjani.