
" Sayang Apa boleh aku bertanya sesuatu kepada dirimu?" kata Bayu sambil melihat ke arah Rinjani yang sekarang sudah seperti Rinjani sebelum-sebelumnya.
Rinjani yang takut untuk melakukan kesalahan dan membuat malu Bayu dan keluarganya sudah hilang tertelan oleh apa yang dikatakan Bayu sebentar ini kepada Rinjani
" apa yang mau kamu tanyakan kepada aku sayang?" jawab Rinjani yang sekarang sudah kembali sedikit lebih normal daripada keadaan sebelum dirinya menceritakan tentang ketakutannya untuk membuat malu dirinya dan keluarga besar Bayu
" apa mood baik kamu sudah kembali lagi?" kata Bayu mengucapkan apa yang ingin ditanyakan oleh dirinya kepada Rinjani saat Bayu melihat kalau Rinjani sudah dalam keadaan baik-baik saja
Rinjani menatap ke arah Bayu. Rinjani sama sekali tidak menyangka kalau Bayu akan menanyakan hal seperti itu kepada dirinya.
" Kok nanyanya kayak itu banget sayang? ada apa? apa kamu meragukan, kalau aku memang sudah dalam keadaan baik-baik saja?" kata Rinjani menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Bayu dengan kembali bertanya kepada Bayu
" Kamu aneh sayang, aku yang bertanya eh malah kamu juga bertanya kepada aku" kata Bayu yang tidak percaya kalau Rinjani akan menjawab pertanyaannya dengan memberikan pertanyaan kembali kepada Bayu.
" loh kok jadi aku yang aneh sih seharusnya yang mengatakan aneh itu adalah aku Sayang" jawab Rinjani saat Bayu mengatakan kalau dirinya aneh karena memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan Bayu dengan memberikan pertanyaan ulang kepada Bayu
" ya aneh lah sayang harusnya kamu jawab dulu pertanyaan aku, baru kemudian kamu bertanya lagi kepada aku" kata Bayu menjelaskan kepada Rinjani Kenapa dirinya mengatakan kalau Rinjani itu aneh
" Oh jadi begitu Aturan mainnya. aku baru tahu sayang"
Rinjani menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Bayu sambil menatap ke arah Bayu dengan tersenyum geli karena Bayu menjelaskan sesuatu itu dengan cara yang sungguh-sungguh dan tidak terbayangkan oleh Rinjani
" Baiklah jawabannya mood Aku sudah kembali menjadi normal. jadi, kamu bisa yakin kalau aku tidak akan membuat kesalahan yang akibatnya akan membuat malu aku dan keluarga kamu sayang" kata Rinjani menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Bayu tadi kepada dirinya dengan jawaban yang sebenar-benarnya dan juga keadaan mood Rinjani yang sudah kembali seperti semula
" Oke aku sangat senang mendengarnya sayang. kalau menurut kamu sudah kembali normal itu tandanya kamu sudah dalam tingkat konsentrasi yang luar biasa. aku yakin kamu pasti akan bisa menjalani hari ini dengan sangat-sangat baik" kata Bayu yang sekarang sudah sangat yakin kalau Rinjani akan melakukan sesuatu yang tidak akan membuat malu dirinya sendiri
tidak beberapa lama setelah percakapan tentang mood dan permoodtan Rinjani. paragraf kedua Akhirnya sampai juga di depan pintu gerbang tempat acara serah terima Papap akan dilakukan
Bayu kemudian membelokkan mobilnya untuk masuk ke dalam parkiran tempat acara serah terima itu akan dilakukan. Bayu melihat kalau mobil kedua orang tuanya telah terparkir dengan rapi di tempat khusus parkiran komandan kesatuan ini
" ready sayang?" tanya Bayu kepada Rinjani yang terlihat sekarang sedang menyapukan bedak sedikit ke wajahnya
" ready sayang" jawab Rinjani sambil mengedipkan kedua matanya ke arah Bayu.
" haha ha haha haha haha, Kamu benar-benar aneh sayang"
" tadi sama sekali tidak mood. sekarang uwow luar biasa"
Bayu memberikan penilaian atas sikap Rinjani yang berbeda antara tadi saat mereka sedang melakukan perjalanan menuju tempat itu dengan sikap Rinjani yang sudah berada di tempat serah terima itu
" Ais parah kamu sayang"
kali ini giliran Rinjani untuk mengatakan hal-hal yang nggak penting itu kepada Bayu
" Oh ya sayang Papa Papap dan Mamah udah sampai?" tanya Rinjani kepada Bayu yang sekarang sedang merapikan pakaian dinas yang sekarang sedang dipakainya.
" sudah sayang Papa udah Mama sudah berada di sini sejak tadi, itu mobil mereka terparkir di situ"
kata Bayu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Rinjani tentang keberadaan kedua orang tua Bayu
" Aku kira Papa dan Mama belum sampai di sini sayang" kata Rinjani kepada Bayu sambil memasukkan kembali badak yang dipakainya tadi untuk men Touch Up ulang make up nya
" Apa kamu sudah selesai Touch Up ya sayang?"
" sudah Sayang aku sudah selesai Touch Up. apa kita akan langsung pergi ke tempat acara?" kata Rinjani yang sudah tidak sabaran lagi ingin melihat bagaimana serah terima yang akan dilakukan oleh papap sebentar lagi.
" kalau sudah Mari kita turun" kata Bayu mengajak Rinjani untuk turun dari mobil dan akan berjalan menuju tempat acara serah terima akan dilakukan
" Oke sayang mari kita turun" kata Rinjani yang juga sudah tidak sabaran lagi ingin melihat bagaimana keadaan atau acara serah terima yang akan dilakukan sebentar lagi
Bayu dan Rinjani kemudian turun dari dalam mobil. mereka berdua kemudian bergandengan tangan menuju tempat acara serah terima akan dilakukan
" Sayang kenapa Papa tidak menjadi komandan di batalyon kamu saja?" tanya Rinjani kepada Bayu
" Ya nggak tahu lah sayang, itu urusan orang-orang yang di atas ajalah. Aku malas mengurus hal-hal seperti itu" kata Bayu sambil melihat ke arah Rinjani dan menggandeng Tengah Rinjani dengan begitu mesranya
" Sayang aku sama sekali nggak bawa buket bunga loh. harusnya aku bawa buket bunga itu sayang. Ke mana harus kita cari ya?" kata Rinjani sambil melihat ke arah Bayu.
Rinjani karena shock-nya tadi sama sekali tidak mengingat kalau dirinya sama sekali belum membeli hadiah apapun untuk papa dan mama
" sayang gimana ini nggak mungkin kan kita berdua tangan kosong aja" kata Rinjani mulai merengek kepada Bayu untuk mencari jalan keluar supaya mereka akan memberikan sebuah kado atau ucapan selamat kepada papa dan Mama
" tenang aja sayang Aku tadi sudah menyuruh anggota aku untuk pergi membeli buket bunga"
" sebentar lagi dia pasti akan sampai di sini Jadi kamu sabar aja ya" kata Bayu yang ternyata sudah meminta salah satu anggotanya untuk pergi membelikan buket bunga yang akan diberikan oleh Rinjani kepada Mama
" kamu memang benar-benar the best sayang. sangat susah zaman sekarang mencari cowok seperti kamu. yang selalu ada saat aku membutuhkan kamu" kata Rinjani berusaha mati-matian memuji Bayu yang sama sekali tidak ada tanggapan yang diberikan oleh bayu kepada rinjani.
" yah kalau udah mungkin mah kasihin ke kamu aja Sayang nggak perlu diragukan lagi" kata Bayu sambil melihat ke arah Rinjani dan memberikan kepada Rinjani dua buah jempol.
" Ais banyak kali jempolnya satu aja cukup Sayang" kata Rinjani sambil mengatupkan kembali Dua jempol Bayu yang diberikan oleh Bayu kepada dirinya