
"Boleh saya masuk ke dalam?" tanya Mamah berharap diizinkan untuk masuk ke dalam rumah dinas tersebut.
"Boleh ibuk, silahkan masuk. tapi maaf kalau berantakan" ujar istri dari salah seorang Tantama yang ada di kompi C.
Mamah dan Rinjani kemudian masuk ke dalam rumah dinas tersebut. Penataan rumah benar benar membuat Mamah kagum. Pemilik rumah bisa menata rumah tersebut walaupun berukuran kecil.
"Wah keren banget" ujar Rinjani dengan terang terangan mengomentari bagaimana penyusunan dan peletakkan setiap barang barang yang ada di dalam rumah mungil itu.
"Ada berapa kamar?" tanya Mamah kepada ibuk pemilik rumah.
"Ada dua kamar ibuk. kebetulan karena kami adalah pasangan baru, jadinya satu kamar untuk tempat menyimpan pakaian" ujar ibuk ibuk itu sambil tersenyum malu saat mengatakan kalau dia dan suaminya baru saja menikah.
"Wah udah berapa lama?" tanya Mamah yang kaget mendengar apa yang dikatakan oleh ibuk persit itu.
"Baru satu bulan ibuk" jawab ibuk persit.
"Wah nggak sama saya dong screening nya" ujar Mamah sambil tersenyum.
"maaf belum ibuk" jawab ibuk persit itu dengan nada segannya
"Ya udah nggak apa apa. Jangan dipikirkan" ujar Mamah yang tahu kalau ibuk persit itu menjadi segan kepada dirinya.
"Oh ya boleh ke belakang?" tanya Mamah.
Mamah dan Rinjani melihat ke dalam rumah dinas yang di tinggali atau di tempati oleh tantama itu. Rumah yang sangat asri dan penempatan yang sesuai sehingga membuat rumah yang kecil itu menjadi sangat lapang. Semua ruangan digunakan dengan sangat baik, sehingga tidak ada ruangan yang dibiarkan kosong atau penempatan yang tidak sesuai dengan tempatnya.
"Apa beloh lanjut ke bagian belakang?" ujar Mamah yang semakin penasaran dengan bagian belakang rumah dinas tersebut.
"Boleh Ibuk, silahkan saja. Tapi kalau berantakan maafkan kami ibuk" ujar ibuk persit pemilik rumah.
"Kalau kayak gini tampilan luar dan dalam, kita yakin sekali ya Mah belakangnya akan lebih menakjubkan lagi" ujar Rinjani yang kali ini menjawab pernyataan yang diberikan oleh Ibuk persit itu.
"Ibuk bisa aja. nggak akan terlalu wah ibuk, biasa aja" ujar ibuk persit menjawab apa yang dikatakan oleh Rinjani.
"Bener kata Rinjani, pasti bagian belakang ada kejutannya" ujar Mamah yang sangat yakin kalau dibagian belakang pastinya akan lebih sangat bagus lagi dengan konsep yang luar biasa kerennya.
Ibuk persit pemilik rumah tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Mamah dan Rinjani. Ibuk persit itu sangat puas dengan apa yang dikatakan oleh Mamah dan Rinjani tentang keadaan rumah yang selalu dijaga nya dan dibersihkan nya setiap hari. Walaupun dia sibuk tetapi tetap memperhatikan rumahnya itu.
"Mari masuk ibuk" ujar Ibuk persit itu dengan ramah.
Mamah dan Rinjani serta beberapa ibuk perwira menengah masuk ke bagian dalam rumah dinas itu.
"Wow keren banget." ujar Mamah dan Rinjani berbarengan saat melihat bagaimana keadaan rumah dinas itu.
"Katanya menikah baru satu bulan, kok rumahnya udah bisa kayak gini banget?" ujar Mamah menatap kagum ke arah rumah bagian belakang itu.
Rumah bagian belakang yang ditempati oleh sepasang pengantin baru itu terlihat sangat asri. Tembok pagar yang tingginya satu setengah meter itu di beri tanaman merambat yaitu sirih hijau dan sirih mereh. Kedua tanaman yang memiliki. Khasiat untuk mengobati berbagai penyakit.
Belum lagi beberapa pohon buah buahan yang ditanam di dalam pot serta beberapa sayur sayuran yang di tanam dengan sistem hidroponik.
"Wow rumahnya keren." ujar Mamah dengan nada jujur memuji keindahan taman belakang rumah anggota Bayu itu.
"Ibuk ini biasa saja ibuk" ujar ibu ibu persit yang rumahnya di kunjungi oleh Mamah dan rinjani.
" apa semua asrama seperti ini di sini? Sangat asri dan benar-benar menyejukkan mata serta selama ini saya menjadi istri komandan di beberapa kesatuan baru ini saya melihat asrama yang benar-benar hijau" ujar Mamah berkata kebeberapa istri perwira yang menemani mamah masuk ke dalam rumah tersebut.
" kalau rumah tamtamanya saja seperti ini berarti rumah perwira jauh lebih Asri ya" kata mamahnya sangat penasaran dengan keadaan rumah perwira yang ada di Kompi C tersebut
" Mari ibu kita jalan ke rumah atau asrama perwira yang jaraknya tidak beberapa jauh dari rumah tantama ini" kata salah satu Ibu Persit yang merupakan istri Perwira menengah dari Kompi C tersebut.
" Wah serius nih saya boleh ke sana untuk lihat-lihat?" Kata Mamah yang sudah sangat ingin pergi ke tempat itu untuk melihat-lihat keadaan dan juga melihat seberapa Asrinya Perumahan perwira
" Nggak kalah kan sama Perumahan Tamtama ini?" Ucap mamah yang sengaja bernada memprovokasi ibu-ibu perwira yang ada di dekat dirinya saat ini
" Wah tentu tidaklah Bu Masa iya kami kalah" jawab ibu perwira yang ada di sebelah kiri mama
Mamah dan Rinjani yang mendengar jawaban yang diberikan oleh ibu perwira tersebut tersenyum karena melihat bagaimana ibuk ibuk perwira tidak mau kalah dengan ibuk ibuk tamtama tentang keadaan rumah mereka masing masing.
"Jadi gimana kalau kita pergi sekarang aja?" ujar Mamah yang juga bersemangat untuk pergi ke rumah perwira tersebut.
"Baik ibuk silahkan jalan duluan" ujar salah satu ibuk perwira.
Mamah, Rinjani dan juga ibuk ibuk yang lainnya berjalan keluar dari rumah yang baru saja mereka kunjungi secara mendadak itu.
"Ibuk ibuk saya tunggu di bawah batang jambu air oke" ujar Mamah mengatakan kepada semua orang kalau Mamah akan menunggu mereka semua di bawah batang jambu air, tempat mereka akan ngerujak nantinya.
"Siap ibuk. Kami tinggal sedikit lagi ibuk. Kami akan ke sana langsung saat semua sudah selesai" jawab perwakilan salah satu ibuk ibuk yang sedang bekerja membersihkan tanaman yang merek tanam di tepi jalan tersebut serta memanfaatkan dinding bandar dan juga tonggak pagar sebagai media untuk menggantung pot pot yang berisi tanaman baik berupa sayur maupun yang lainnya.
Mamah, Rinjani dan ibuk ibuk yang lainnya yang tidak bekerja berjalan menuju rumah dinas perwira, mamah dan rinjani akan melihat keadaan sekitar apakah Mamah dan Rinjani akan melihat hal yang sama dengan yang dilihat mereka di asrama tantama atau bahkan lebih dari itu.
"Apa jaraknya jauh?" tanya Mama kepada ibuk ibuk yang berjalan mendampingi dirinya saat ini.
"Tidak ibuk, hanya berjarak sepuluh sampai lima belas rumah dari sini. Nanti di belakang asrama perwira itu batang jambu yang sedang berbuah berada di sana, kemudian tanaman obat dan sayur sayuran yang lainnya" ujar ibuk perwira itu memberitahukan kepada Mamah apa yang akan mereka dapati nanti saat mereka berada di asrama para perwira.