
KAMAR RINJANI
" dari mana lu? tumben pulangnya lama banget" katak Ranti saat melihat Rinjani baru pulang sejak keluar dari siang tadi bersama dengan Bayul.
" dari luar bersama dengan Bayu dan keluarganya" kata Rinjani yang memang sama sekali tidak pernah bisa menutupi apa yang terjadi terhadap dirinya kepada Ranti sahabat baiknya itu.
" keluarganya maksud lo?" kata Ranti yang penasaran saat mendengar kata keluarga yang diucapkan oleh Rinjani sebentar ini kepada dirinya.
" ya keluarganya." jawab Rinjani sambil melihat ke arah Ranti
" Emang keluarga Bayu tinggal di sini? kok lo selama ini ndak pernah ngomong ke gue?" ujar ujar Ranti bertanya kepada Rinjani Kenapa Rinjani selama ini tidak bercerita tentang keluarga Bayu kepada dirinya.
" is nggak asik kalau udah pakai rahasia-rasa sama gue" kata Ranti sambil melihat dan melirik Rinjani yang saat ini sedang mencari sabun cuci mukanya yang ternyata sudah habis tetapi Rinjani tidak sadar kalau barang paling penting itu sudah habis stoknya
" nanti gue ceritain. gue minta sabun wajah lu dulu ya. punya gue habis ternyata" jawab Rinjani sambil melihat ke arah kotak sabun milik Ranti yang ternyata masih ada sabun cuci muka yang terlihat masih penuh dan sama mereknya dengan yang dimiliki atau yang biasa dipakai oleh Rinjani
" ambil aja di situ lo kan tahu tempatnya di mana" kata Ranti yang malas untuk duduk mengambilkan sabun cuci muka yang diminta Rinjani
Rinjani kemudian mengambil sabun cuci muka milik Ranti tersebut. Rinjani kemudian pergi berjalan menuju kamar mandi yang terletak di bagian luar Paling ujung tempat kos mereka
Rinjani membasuh wajahnya dengan sangat lembut dan berhati-hati. Rinjani adalah tipe wanita yang sama sekali tidak memakai Skin Care make up yang berlebihan untuk wajahnya.
Rinjani setiap hari hanya memakai make up yang sangat tipis. Rinjani cukup bermodalkan alas bedak, bedak tabur, bedak padat dan lipstik berwarna natural. makanya Rinjani tidak perlu bangun terlalu pagi untuk berangkat ke kampus seperti para mahasiswa yang lain.
Rinjani cukup bangun pada pukul 06.00 pagi kalau dia akan kuliah setengah delapan, pukul 06.00 pagi itu Bangun pun karena Rinjani akan melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim. tetapi pada saat dia mendapat kartu merah maka Rinjani akan bangun pukul setengah tujuh. walaupun Rinjani bangun di jam segitu dia sama sekali tidak pernah terlambat untuk menuju kampus. Rinjani akan selalu menjadi orang pertama yang meninggalkan kos-kosan kalau dia masuk pagi tanpa atau tidak satu kelas dengan Ranti
Setelah selesai membersihkan wajahnya dan mengganti semua pakaiannya di dalam kamar mandi. Rinjani kemudian kembali ke dalam kamar. Dia sudah sangat yakin kalau sekarang sedang ditunggu oleh Ranti di dalam kamar untuk bercerita tentang hal yang belum selesai diceritakan oleh Rinjani tadi saat baru pulang dari luar.
"Jadi, kedua orang tua Bayu tinggal di sini?" ujar Ranti yang langsung bertanya saat Rinjani baru masuk ke dalam kamar/
"Ya e lah Bro. Nggak sabaran amat. Gue baru juga gue masuk ke dalam kamar, udah main tanya aja" ujar Rinjani protes kepada Ranti yang langsung saja bertanya saat dia baru masuk ke dalam kamar.
"Tunggu gue duduk dulu baru tanya. Ini ndak, baru masuk udah langsung main tanya aja. Lebih parah loe dari pada tim penyidik. Tim penyidik masih memperbolehkan tahanannya duduk bari di intrograsi, nah gue baru juga masuk ke dalam ruangan udah langsung loe tanya langsung" lanjut Rinjani menyuarakan protesnya kepada Ranti.
"Sorry" ujar Ranti yang sadar kalau dia telah salah, karena langsung main tanya saja kepada Rinjani tanpa membiarkan Rinjani untuk masuk dan duduk dulu di dalam kamar.
Rinjani kemudian duduk karpet yang ada di kamar kecil mereka berdua. Karpet yang digunakan sehari hari untuk Rinjani dan Ranti saat ngaso ngaso sehabis lelah berkegiatan di luar rumah.
"Nah gue udah duduk ne sekarang, jadi loe mau tanya apa aja silahkan, nggak akan gue larang untuk bertanya tentang apapun itu" ujar Rinjani yang sudah memperbolehkan Ranti untuk bertanya kepada dirinya tentang apapun yang ingin diketahui oleh Ranti tentang pertemuan Rinjani dengan kedua orang tua Bayu tadi saat dia keluar dari sore hari dan baru pulang saat hari sudah malam.
"Sesuai pertanyaan gue sebelumnya, Kenapa bisa orang tua Bayu berada di sini dan bertemu dengan elu?" kata Ranti mengulang kembali pertanyaan yang tadi diajukan oleh dirinya kepada Rinjani. pertanyaan yang sama yang telah diulang lebih dari dua kali
Rinjani tidak mau kebodohannya tadi diketahui oleh siapapun. cukup hanya Bayu dan kedua orang tuanya saja yang tahu bagaimana sikap Rinjani tadi saat baru sampai di kediaman bayu.
" kok ada pakai serah terima segala? apa bapaknya pejabat gitu?" kata Ranti bertanya kembali kepada Rinjani kenapa orang tua Bayu harus mengadakan kegiatan serah terima
" Bapak dan ibunya Bayu itu adalah angkatan. mereka berdua sama-sama angkatan, jadi ayah Bayu dipindah tugaskan ke sini. gue juga kurang tahu Entah di mananya" kata Rinjani menjawab pertanyaan berikutnya yang diajukan oleh Ranty kepada dirinya.
" Oh gue kira kok bapaknya Bayu itu pegawai negeri, ternyata angkatan. jadi keluarga itu seluruhnya semua pekerjaannya adalah angkatan?" kata Ranti meyakinkan apa yang didengar olehnya dari ucapan Rinjani sebentar ini
" keluarga mereka adalah keluarga angkatan" jawab Rinjani sambil menganggukkan kepalanya untuk meyakinkan Ranti bahwasanya apa yang dikatakan oleh Rinjani adalah sebuah kebenaran
" jadi cocok lah ya lu masuk ke dalam keluarga itu Jani, lo juga berasal dari keluarga angkatan, jadi bagaimanapun juga lu sudah tahu resikonya, baiknya atau bisa dikatakan sesudah tahu dampak positif dan dampak negatifnya. lo akan cepat beradaptasi dengan keluarga Bayu" kata Ranti sambil mengacungkan kedua jempolnya ke arah Rinjani yang dari tadi mendengar apa yang dikatakan oleh Ranti kepada dirinya
" Iya sih tapi kan bokap gue bukan pejabat seperti bokap Bayu" kata Rinjani sambil melihat ke arah ranti
" alah Mbak tidak akan Berapa bedanya juga, antara pejabat dengan tidak pejabat. kan sama-sama keluarga angkatan juga" jawab Ranti sambil menepuk pundak Rinjani
" itu apa?" kata Ranti saat melihat paper bag yang berada di atas kasur milik Rinjani.
tingkat kekepuan Ranti meningkat drastis, Ranti benar-benar ingin tahu apa isi dari paper bag tersebut.
" Oh itu buka aja" jawab Rinjani meminta Ranti untuk membuka sendiri paper bag yang tadi ditanyakan oleh Ranti kepada Rinjani.
Ranti kemudian mengambil paper bag yang berada di atas kasur Rinjani. nanti kemudian membuka paper bag tersebut. Ranti mengeluarkan isi dari paper bag itu.
" Wow ini adalah gaun yang indah" kata Ranti memuji gaun milik Rinjani yang tadi dibelikan oleh Bayu untuk acara besok pagi
" itu gaun mau gue pakai besok pagi ke acara pisah sambut kedua orang tua Bayu" jawab Rinjani memberitahukan kepada Ranti untuk apa dirinya membeli gaun tersebut
" lo akan sangat cantik pakai gaun ini, besok gue akan dandani elo. kalau nggak boleh tampil hanya dengan make up seperti biasa. lo harus terlihat lebih cantik lagi dari biasanya" kata Ranti yang sangat semangat untuk merias wajah Rinjani besok pagi.
" Oke sip Lo akan merias wajah gue besok pagi. tapi pesan gue jangan terlalu norak karena Bayu juga tidak suka hal seperti itu" kata Rinjani memberikan batasan kepada Ranti untuk tidak merias wajahnya terlalu norak
" Oke sip aman itu. sekarang lu tidur karena gue nggak mau mata lu besok seperti mata panda" kata Ranti meminta Rinjani untuk tidur dan beristirahat.
" ashiap mua terthe best yang pernah gue kenal" kata Rinjani yang langsung naik ke atas kasurnya untuk beristirahat
Ranti juga melakukan hal yang sama dengan Rinjani, Ranti juga langsung naik ke atas kasurnya untuk beristirahat, Karena besok dia harus merias wajah Rinjani dari pagi, setelah itu dia ada kuliah sebanyak 8 SKS
kedua wanita cantik itu kemudian beristirahat. mereka besok pagi akan melakukan berbagai kegiatan yang akan menguras fisik mereka.