Its My Dream

Its My Dream
129 BARU



"Ya, nggak lucukan. Papap baru pindah tugas ke sini, ternyata Papap harus nabrak. Yang iya iya ajalah." ujar Papap sambil melihat ke arah Bayu dari kaca spion mobil.


"Jadi sekarang Papap mau ngantar kami pulang atau gimana ini?" tanya Bayu kepada Papap.


Papap melihat ke arah Mamah yang dari tadi diam saja. Papap meminta pendapat dari Mamah, apakah mereka akan mengantar Bayu dan Rinjani pulang langsung, atau Bayu dan Rinjani akan ke rumah Papap dulu, baru mereka berdua akan pulang ke rumah mereka masing masing.


"Kita antar aja Pap, biar besok sopir Papap jemput Bayu dulu ke asramanya. Atau Bayu tidur di rumah kita, biar besok pagi Bayu yang jemput Rinjani ke kosannya" kata Mamah yang sebenarnya ingin membawa Bayu untuk menginap di rumah mereka dibandingkan harus mengantar Bayu ke asrama.


"Ya udah, Mamah sama Papap, antar Jani aja ke kos, nanti Bang Bayu nginap di rumah Mamah, biar besok pagi Bang Bayu yang jemput Jani ke kos" ujar Rinjani yang sangat tahu dan mengerti keinginan Mamah untuk mengajak Bayu menginap di rumah mereka. Apalagi mereka sudah lama tidak bertemu. Rinjani sangat tahu bagaimana rasanya tidak bertemu dengan keluarga dalam jangka waktu yang lama, sekalinya bertemu tentu mereka ingin kumpul dan saling berbagi cerita.


"Gimana Bay?" tanya Mamah kepada Bayu.


"Oke sip. Nggak apa apa Mah. Aku setuju dengan ide Mamah dan Rinjani" jawab Bayu yang sebenarnya juga sudah sangat ingin bertemu dan berbagi cerita dengan Papap dan Mamah yang satu frekuensi dengan Bayu.


Itulah asiknya punya orangtua yang satu frekuensi dengan kita. Apapun obrolan yangdibicarakan, mereka akan saling menyambung. Tidak ada yang akan melongo seperti orang yang tidak paham dengan apa yang mereka bicarakan antara satu dengan yang lainnya.


"Jadi kita nganter Rinjani terlebih dahulukan ya? Baru kita pulang?" ujar Papap bertanya dan memastikan kalau mereka akan mengantarkan Rinjani terlebih dahulu ke kos baru setelah itu mereka akan pulang menuju rumah, sesuai dengan apa yang diminta oleh Mamah dan disetujui oleh Rinjani dan Bayu sebentar ini.


"Yup Pap. Kita antar aku dulu ke kos. Setelah itu baru deh Papap, Mamah dan Bang Bayu pulang" jawab Rinjani yang sekarang sudah tidak canggung lagi dengan keluarga Bayu.


"Oke sip. Siapa yang jadi navigatornya? Papap belum tau daerah sini, apalagi kos tempat tinggal Rinjani" ujar Papap yang memang tidak tahu sama sekali jalanan di kota Padang itu.


"Papap lurus aja dulu" ujar Bayu memberikan perintah awal kepada Papap. Kemana Papap harus mengarahkan mobilnya terlebih dahulu.


"Kamu jadi navigator Papap, Bay?" tanya Mamah kepada Bayu.


"Yup Mah" jawab Bayu yang sekarang akan jadi navigator papap menuju rumah kos Rinjani.


Papap mengemudikan mobil sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Bayu kepada dirinya. Bayu dengan sengaja membawa papap masuk ke dalam kampus Rinjani yang merupakan teramasuk kampus besar dan ternama di kota Padang.


"Ini kampus kamu Jani?" tanya Mamam kepada Rinjani saat melihat kampus yang begitu besar berdiri dengan megahnya.


"Yup Mam" jawab Rinjani dengan bangganya.


Tidak berapa lama. Mereka akhirnya telah sampai di depan kos Rinjani.


"Papap, Mamah singgah dulu?" tanya Rinjani kepada Papap dan Mamah


"Nggak usah sayang, udah malam. Kamu istirahat ya, besok pagi pagi sekali akan dijemput Bayu" ujar Mamah memberitahukan kepada Rinjani kalau mereka tidak bisa singgah di kos Rinjani karena hari yang sudah beranjak malam.


" Oke Sayang aku tidak akan terlambat menjemput kamu. kamunya yang jangan terlambat bersiap-siap" jawab Bayu yang memang sangat mengenal bagaimana Rinjani.


Rinjani sama sekali tidak akan pernah terlambat kalau dia memang benar-benar ingin pergi ke suatu tempat atau suatu acara. Hal itulah yang membuat Bayu sangat menyukai Rinjani. Ninjanya seorang wanita yang memegang teguh pendiriannya dan juga janjinya. Rinjani akan membatalkan semua janjinya kalau dia benar-benar tidak bisa menepati janji tersebut karena berurusan dengan kuliah serta keluarganya.


Rinjani tersenyum mendengar jawaban yang diajukan oleh Bayu kepada dirinya. Rinjani sudah sangat yakin kalau baju pasti mengenal baik Bagaimana dirinya selama ini kalau sudah ada janji dengan seseorang, apalagi janji itu bagaikan dengan layu dan keluarga besarnya. benjani pasti tidak akan membuat malu Bayu dan keluarganya.


"Sama sama Jani. Kami jalan dulu ya nak. Jangan tidur terlambat" ujar Mamah.


Mama sangat Paham bagaimana kehidupan di kos-kosan wanita, mereka pasti akan saling berbagi cerita sebelum tidur. itu juga dilakukan oleh Mama saat mama masih tinggal di asrama. Mama akan berbagi cerita dengan teman-temannya yang lain tentang apa yang mereka lakukan sehari ini.


Papap kemudian melajukan mobilnya menuju rumah mereka. Sedangkan Rinjani berjalan masuk ke dalam kos nya. Dia benar benar lelah hari ini. Tambah lagi dengan kejutan yang diberikan oleh Bayu kepada dirinya.


KAMAR RINJANI


" dari mana lu? tumben pulangnya lama banget" katak Ranti saat melihat Rinjani baru pulang sejak keluar dari siang tadi bersama dengan Bayul.


" dari luar bersama dengan Bayu dan keluarganya" kata Rinjani yang memang sama sekali tidak pernah bisa menutupi apa yang terjadi terhadap dirinya kepada Ranti sahabat baiknya itu.


" keluarganya maksud lo?" kata Ranti yang penasaran saat mendengar kata keluarga yang diucapkan oleh Rinjani sebentar ini kepada dirinya.


" ya keluarganya." jawab Rinjani sambil melihat ke arah Ranti


" Emang keluarga Bayu tinggal di sini? kok lo selama ini ndak pernah ngomong ke gue?" ujar ujar Ranti bertanya kepada Rinjani Kenapa Rinjani selama ini tidak bercerita tentang keluarga Bayu kepada dirinya.


" is nggak asik kalau udah pakai rahasia-rasa sama gue" kata Ranti sambil melihat dan melirik Rinjani yang saat ini sedang mencari sabun cuci mukanya yang ternyata sudah habis tetapi Rinjani tidak sadar kalau barang paling penting itu sudah habis stoknya


" nanti gue ceritain. gue minta sabun wajah lu dulu ya. punya gue habis ternyata" jawab Rinjani sambil melihat ke arah kotak sabun milik Ranti yang ternyata masih ada sabun cuci muka yang terlihat masih penuh dan sama mereknya dengan yang dimiliki atau yang biasa dipakai oleh Rinjani


" ambil aja di situ lo kan tahu tempatnya di mana" kata Ranti yang malas untuk duduk mengambilkan sabun cuci muka yang diminta Rinjani


Rinjani kemudian mengambil sabun cuci muka milik Ranti tersebut. Rinjani kemudian pergi berjalan menuju kamar mandi yang terletak di bagian luar Paling ujung tempat kos mereka


Rinjani membasuh wajahnya dengan sangat lembut dan berhati-hati. Rinjani adalah tipe wanita yang sama sekali tidak memakai Skin Care make up yang berlebihan untuk wajahnya.


Rinjani setiap hari hanya memakai make up yang sangat tipis. Rinjani cukup bermodalkan alas bedak, bedak tabur, bedak padat dan lipstik berwarna natural. makanya Rinjani tidak perlu bangun terlalu pagi untuk berangkat ke kampus seperti para mahasiswa yang lain.


Rinjani cukup bangun pada pukul 06.00 pagi kalau dia akan kuliah setengah delapan, pukul 06.00 pagi itu Bangun pun karena Rinjani akan melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim. tetapi pada saat dia mendapat kartu merah maka Rinjani akan bangun pukul setengah tujuh. walaupun Rinjani bangun di jam segitu dia sama sekali tidak pernah terlambat untuk menuju kampus. Rinjani akan selalu menjadi orang pertama yang meninggalkan kos-kosan kalau dia masuk pagi tanpa atau tidak satu kelas dengan Ranti