Its My Dream

Its My Dream
SORE H - 27 PENCARIAN 2



"Siapa yang nelpon kamu Ranti?" ujar Bayu bertanya kepada Ranti siapa yang menghubungi Ranti saat ini. Bayu berharap kalau yang menghubungi Ranti adalah Rinjanu orang yang sedang dicari oleh Bayu.


"Dinda Bang" jawab Ranti sambil melihat ke arah Bayu. Ranti sebenarnya juga sama dengan Bayu sangat berharap kalau yang menghubungi dirinya adalah Rinjanu.


"Dinda? Siapa?" ujar Bayu yang penasaran dengan teman Ranti yang bernama Dinda itu.


"Kawan sekampus Bang" jawab Ranti mengatakan siapa Dinda kepada Bayu.


"kenapa nggak kamu angkat panggilannya?" lanjut Bayu bertanya kepada Ranti yang membiarkan saja panggilan tersebut.


"Putus Bang" jawab Ranti sambil memperlihatkan panggilan Dinda yang putus saat Ranti belum sempat mengangkat panggilan itu.


"Telpon lagi aja Dan. Mana tahu panggilan itu sangat penting dan mendesak" kata Bayu sambil memberikan usulan kepada Ranti untuk menghubungi kembali Dinda.


"Oke Bang"


Ranti kemudian menghubungi kembali nomor Dinda yang tadi panggilan Dinda tidak sempat diangkat oleh Ranti. Dinda yang berniat untuk menghubungi Ranti langsung saja mengangkat panggilan itu.


"Hallo Ran. Loe gue telpon nggak ngangkat" ujar Dinda meng komplen kepada Ranti karena Ranti tidak mengangkat panggilan dari Dinda.


"Maaf, tadi gue di kamar mandi. Jadi nggak denger bunyi ponsel" ujar Ranti yang terpaksa berbohong kepada Dinda.


"Oh oke" jawab Dinda.


"Ada apa loe nelpon gue?" ujar Ranti bertanya maksud tujuan Dinda menghubungi dirinya.


"Loe ada dapat link untuk kuliah online dengan Rinjani malam ini?" ujar Dinda bertanya kepada Ranti.


Dinda dan Ranti memang sama sama mengambil mata kuliah yang sama dan dosennya adalah Rinjani.


"Belum. Emang ada? Kok gue nggak tau?" ujar Ranti yang kaget kenapa dirinya bisa nggak tau kalah Rinjani mengadakan kuliah dengan memakai aplikasi kuliah online tersebut.


"Berarti kita yang tua tua ini nggak tahu linknya. Jadi ya nggak masalah nggak masuk. Gue kira hanya gue aja yang nggak tau linknya, ternyata loe juga nggak tau" ujar Dinda yang merasakan nyaman karena tidak hanya dia saja yang tidak mendapatkan link untuk kuliah online dengan Rinjani.


"Oh oke, makasi infonya. Sepertinya kita yang tua tua ini memang nggak masalah nggak ikut perkuliahan Rinjani" ujar Ranti menyetujui apa yang dikatakan oleh Dinda kepada dirinya.


Ranti kemudian memutuskan panggilan telpon dengan Dinda.


"Ada apa Ran?" ujar Bayu bertanya kepada Ranti saat melihat Ranti terdiam sesaat setelah menerima telpon dari seseorang yang bernama Dinda itu.


"Rinjani mengadakan perkuliahan Bang. Tetapi nggak semuanya dikasih link perkuliahan online itu" ujar Ranti memberitahukan kepada Bayu apa yang dirinya dan Ranti komunikasikan tadi.


Josua yang menyimak obrolan antara Ranti dan Bayu tiba tiba saja mendapatkan sebuah ide yang melintas di kepalanya itu. Ide yang menurut Josua akan bisa menemukan Rinjani secepatnya.


"Ranti, apa kamu bisa mencari link perkuliahan online itu?" ujar Josua bertanya kepada Ranti.


"Untuk apa?" tanya Ranti yang tidak mengerti dengan keinginan Josua.


"Kalau kita dapat linknya kita bisa melacak keberadaan Rinjani dari link itu" ujar Jodua yang menjelaskan secara singkat kepada Ranti apa kegunaan dari link yang diminta oleh Josua.


"Oh oke. Akan aku usahakan. Tapi tunggu bentar ya" ujar Ranti.


Ranti mengirimkan pesan ke beberapa juniornya yang sama sama mengambil mata kuliah yang dosennya Rinjani itu. Ranti sengaja menyebar ke banyak nomor supaya dirinya bisa langsung menerima secepatnya balasan pesan yang diminta oleh Ranti kepada mereka.


"Kenapa nggak ke grub aja Kak?" tanya Tita yang heran Ranti mencapai setiap orang yang mau ditanyai oleh dirinya.


"Kalau ke grub tentu Rinjani juga akan membaca pesan itu. Makanya kakak kirim japri saja sama mereka" ujar Ranti menjelaskan kepada Tita kenapa dirinya mengirim pesan secara japri kepada junior yang sama kuliah dengan dirinya.


"Tumben mereka nggak balas pesan chat dari gue ya? Biasanya secepat kilat mereka balas" ujar Ranti yang heran dengan kelakuan dari para juniornya itu.


"Atau jangan jangan mereka udah diancam sama Rinjani supaya tidak memberikan link perkuliahan kepada kami kami yang tua tua ini" ujar Ranti menebak nebak apa yang terjadi.


Tiba tiba sebuah pesan chat masuk ke dalam ponsel Ranti. Ranti membuka pesan chat tersebut.


"Dapat" ujar Ranti.


Josua yang mendengar apa yang dikatakan oleh Ranti langsung meminta Ranti untuk memberikan link tersebut kepada dirinya.


Josua dengan keahlian yang dimiliki oleh dirinya mencoba meretas dan masuk ke dalam link tersebut.


Bayu, Ranti dan Tita menunggu dengan perasaan penasaran dengan hasil pelacakan yang dilakukan oleh Josua. Mereka menunggu dengan perasaan cemas.


Josua benar benar mengeluarkan semua kemampuan yang dimiliki oleh dirinya untuk mencari dimana keberadaan Rinjani sekarang ini.


Setelah satu jam dan mengeluarkan semua kemampuan. Akhirnya Josua tersenyum bahagia.


"Yes tembus" ujar Josua dengan bersemangat.


"Mari kita berangkat Bang" ujar Josua meminta Bayu untuk berangkat menuju tempat Rinjani berada sekarang.


"Oke mari kita berangkat" ujar Bayu yang sangat bersemangat untuk bisa langsung bertemu dengan Rinjani.


Bayu benar benar bersemangat karena dia sudah tidak sabaran lagi untuk bisa bertemu dengan kekasih hatinya itu.


"Semoga cepat bertemu Rinjani Bang" ujar Ranti yang berharap rekan sekamar serta sahabat sekaligus dosennya itu bisa cepat ditemukan oleh Bayu.


"Kamu bantu doa Ran. Semoga Rinjani nggak kabur lagi" ujar Bayu yang yakin Rinjani pasti udah niat untuk pergi menghilangkan stressnya terlebih dahulu.


Seperti yang sudah sudah, saat Rinjani sedang kesal maka dia akan pergi sejenak untuk menghilangkan stress dan paniknya, setelah dia merasa nyaman kembali dia akan kembali pulang ke Padang. Tetapi kali ini Bayu tidak mau menunggu karena Bayu harus konsentrasi ke kegiatan latihannya untuk persiapan menuju daerah konflik.


"Siap Bang. Apapun hasilnya tolong kasih tahu kami ya Bang" ujar Ranti yang sangat cemas tentang keberadaan sahabatnya itu


"Siap" ujar Bayu


Bayu dan Josua kemudian masuk ke dalam mobil. Mereka akan mencari Rinjani dengan panduan dari apa yang ditemukan oleh Josua.


'Gue akan langsung ngomong tentang kepergian gue ke daerah itu saat bertemu dengan dia' ujar Bayu berkata dalam pikirannya sendiri.


'Gue nggak akan membiarkan dia larut dengan pemikirannya sendiri. Rinjani memang sangat sulit untuk mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya. Jadi mau tidak mau gue harus berusaha mengatakan kepada dirinya sebaik baiknya' ujar Bayu sambil menatap jauh ke depan.


Bayu yang sibuk dengan pikirannya sendiri, masih juga belum melajukan mobilnya. Josua setengah kesal dengan kelakuan Bayu.


"Bang tapi mau cepat, kenapa masih bermenung. Kalau abang nggak oke biar saya saja yang bawa mobilya" ujar Josua menawarkan diri untuk membawa mobil menuju tempat Rinjani sedang melakukan kelas onlinenya itu.


"Maaf Jo. Gue larut dalam lamunan tadi" ujar Bayu meminta maaf kepada Josua


"Sip Bang" jawab Josua


Bayu kemudian mengembalikan fokusnya kembali sambil mengusap wajahnya dengan sedikit agak keras. Bayu benar benar harus bisa fokus sekarang. Dia sama sekali tidak boleh lengah sedikitpun. Rinjani harus cepat ditemukan supaya dia bisa fokus kepada pekerjaannya.


"Kemana arahnya Jo?" ujar Bayu bertanya kepada Josua saat mereka sudah sampai di simpang jalan besar kota Padang.


"Jalan menuju kota Bukittinggi Bang" ujar Josua menerangkan ke arah mana mereka harus mulai mencari Rinjani