Its My Dream

Its My Dream
Malam H - 25



Papap dan Mamah yang mendengar bunyi pintu kamar yang langsung terbuka tanpa ada yang mengetuk, mereka sudah mengetahui siapa yang datang. Makanya mereka sama sekali tidak bereaksi akan hal itu. Papap dan Mamah tetap duduk di posisi mereka semula.


"Pap, mah ada apa ini?" ujar Bayu bertanya kepada Papap dan Mamah saat melihat mereka berdua dalam kondisi yang baik baik saja.


Bayu sedikit kaget karena melihat kedua orang tuanya dalam kondisi yang baik baik saja dan tidak kurang satupun. Padahal Bayu sudah membawa mobil dalam kecepatan tinggi


"Duduk dulu Bayu, Rinjani" ujar Mamah meminta Bayu dan Rinjani untuk duduk di sofa yang ada di dalam kamar itu.


Bayu dan Rinjani duduk di sofa yang ada di dalam kamar utama tersebut.


"Mah, ada apa ini? Tadi Papap menghubungi Rinjani meminta kami untuk cepat pulang. Sekarang saat kami sudah uda di sini, Papap dan Mamah dalam keadaan baik baik saja" ujar Bayu bertanya dengan nada heran kepada papap dan mamah yang sedang duduk santai sambil menatap ke arah taman depan rumah dinas.


"Aku dan Rinjani hampir saja mengalami kejadian naas karena ingin cepat sampai di rumah saat mendapat telpon dari Papap tadi" lanjut Bayu mengutarakan ketidak percayaan nya terhadap apa yang terjadi di hadapannya saat ini


Mamah menatap ke arah Papap. Papap mengangguk meminta Mamah saja yang mengatakan apa yang ingin diketahui oleh mereka berdua.


"Maafkan Mamah kalau Mamah dan Papap sudah membuat kalian berdua mengalami kejadian naas yang hampir saja merenggut nyawa kalian berdua. Bukan maksud Mamah dan Papap seperti itu" kata Mamah berusaha menjelaskan kepada Bayu dan Rinjani atas apa yang dilakukan oleh mereka berdua.


"Tidak apa apa mah. Jadi, apa alasan Papap dan Mamah sampai meminta kami untuk datang ke sini dengan cepat? " ujar Rinjani yang kali ini bertanya kepada Mamah dan Papap.


"Sayang, mamah ingin bertanya kepada kalian berdua. Setelah kejadian Rinjani kabur hari itu yang membuat kami semua menjadi panik luar biasa mencari kamu." kata Mamah mulai membuka permasalahan yang akan mereka bahas.


Rinjani menatap ke arah Mamah. Dia sangat tidak menyangka kalau yang melakukan pencarian terhadap dirinya bukanlah Bayu dan Josua saja, melainkan semua orang yang kenal dengan wajah Bayu.


"Mamah sekarang mau bertanya kepada Bayu dan juga Rinjani. Kalian harus menjawab dengan jujur pertanyaan yang akan mamah berikan. Apa kalian berardia untuk menjawab dengan jujur?" ujar Mamah bertanya kepada Bayu dan Rinjani.


Bayu menatap ke arah Rinjani. Bayu sama sekali tidak mengetahui apa yang akan ditanyakan oleh Mamah kepada dirinya.


Bayu mengangkat sebelah alisnya menandakan kepada Rinjani kalau dirinya ingin bertanya tentang pendapat Rinjani terhadap pertanyaan yang diajukan oleh Mamah kepada mereka berdua.


Rinjani menganggukkan kepalanya tanda memperbolehkan mamah dan papap untuk bertanya hal apapun kepada mereka berdua.


"Baik Mamah, silahkan tanyakan apa yang mau mamah tanyakan kepada kami berdua" ujar Bayu menjawab pertanyaan dari Mamah setelah mendapatkan persetujuan dari Rinjani untuk mengizinkan Mamah dan Papap bertanya hal apapun kepada Bayu dan Rinjani.


"Kalian berdua apakah serius untuk menjalin hubungan atau hanya sekedar mengisi waktu saja?" ujar Mamah mengajukan pertanyaan yang tidak disangka sangka oleh Bayu dan Rinjani.


Rinjani memandang ke arah Bayu. Raut wajah Rinjani terlihat kaget karena tidak menyangka kalau Mamah akan menanyakan hal itu kembali. Pertanyaan yang sudah pernah ditanyakan oleh Mamah kepada Rinjani saat mamah dan Rinjani bertemu untuk pertama kalinya.


"Serius Mah" ujar Rinjani yang menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Mamah kepada mereka berdua.


Papap menatap ke arah Mamah. Papap mengangguk meminta Mamah untuk melanjutkan pertanyaannya kepada Rinjani dan Bayu. Sepasang kekasih yang sudah dewasa berdasarkan umur tetapi tidak untuk tingkah laku.


"Sebelumnya mamah dan papap minta maaf kepada kalian berdua. Tetapi setelah Mamah dan Papap pikirkan dengan matang, sepertinya Papap dan Mamah memang harus memberitahukan kepada kalian berdua apa yang memang semestinya kalian berdua tahu akan hal itu." ujar Mamah mengawali apa yang akan dikatakan oleh dirinya dengan kata maaf.


Rinjani menatap ke arah Bayu. Papap dan mamah sepertinya akan mengatakan pembicaraan yang serius terhadap apa yang akan mereka katakan.


"Katakan saja Mamah, nggak apa apa" ujar Rinjani dengan tulus akan menerima setiap kritikan dan masukan yang diberikan oleh orang lain kepada dirinya.


"Jani sayang, beberapa hari yang lalu kamu kan sempat marah ntah apalah namanya kepada Bayu, tetapi kan kamu tidak menyelesaikan masalah itu dengan baik, kamu main kabur saja dan tidak melakukan komunikasi yang baik dengan  Bayu" ujar Mamah mulai mengatakan apa yang ada di dalam pikiran Mamah pada saat ini.


"Mamah berharap ini adalah kali terakhir kamu melakukan hal ini, main kabur saat kamu ada masalah dengan Bayu" lanjut Mamah memberikan nasehat dan pesannya kepada Rinjani.


"Kamu juga Bayu, harusnya kamu bisa juga menjelaskan kepada Rinjani apa yang sedang kamu hadapi." kali knk Mamah mengarahkan kata katanya kepada Bayu anak laki lakunya itu.


"Kamu tidak perlu menunggu moment yang pas, karena terkadang sebum moment itu datang, orang yang berkaitan  dengan masalah kamu sudah mengetahui permasalahan itu."


"Nah di situlah nanti ketidakpercayaan itu muncul dan membuat satu dan lainnya tidak saling peduli lagi dan pada akhirnya saling gontok gontokan" lanjut Mamah memberikan nasehat kepada sepasang kekasih itu.


Mamah terdiam sesaat. Mamah melihat reaksi yang diberikan oleh Rinjani dan Bayu atas apa yang dikatakan oleh Mamah kepada mereka berdua. Bayu dan Rinjani tidak menampilkan raut wajah marah atau sebagainya kepada Mamah. Mamah dan Papap menjadi nyaman dengan raut wajah sepasang kekasih yang sedang diberikan masukan tersebut.


"Mamah dan Papap tidak marah kepada kalian berdua. Mamah dan Papap cuma memberikan nasehat supaya hubungan kalian ini menjadi jelas dan berjalan  dengan baik baik saja. Tidak ada lagi emosi yang dipendam. Tidak ada lagi kemarahan dalam diri kalian" ujar Mamah sambil menatap ke arah Rinjani dan Bayu.


"Mah kami nggak menganggap mamah dan papap marah kepada kami berdua, sama sekali tidak mah. Malahan kami sangat berterimakasih kepada Mamah dan Papap masih mau memberikan masukan dan pembelajaran kepada kami berdua." kata Rinjani sambil tersenyum kearah Mamah dan Papap.


"Boleh Jani meluk Mamah?" tanya Rinjani kepada calon mertuanya itu.


Mamah mengangguk, Rinjani memeluk Mamah. Mamah membalas pelukan yang dilakukan oleh Rinjani kepada dirinya.


"Apa kamu udah minta maaf dengan Bayu sayang?" ujar Mamah bertanya kepada Rinjani.


"Sudah Ma, aku sudah meminta maaf kepada Bang Bayu" jawab Rinjani dengan tulus mengatakan kepada Mamah kalau memang dirinya sudah meminta maaf kepada Bayu.


"Itu yang ditanya oleh Mamah kepada Aku Ran. Aku benar benar merasa bersalah karena telah membuat mereka semua khawatir dengan aku saat aku kabur itu" ujar Rinjani yang telah selesai menceritakan kejadian yang terjadi di rumah dinas Papap kepada Ranti.


"Itu tandanya mereka sayang sama kamu" jawab Ranti


"Sekarang sana mandi. Istirahat, gue udah ngantuk" ujar Ranti sambil memeluk bantal gulingnya dan bersiap untuk tidur