
"Aku nggak mau nanti kita di somasi dan di denda mereka. Padahal kita nggak cari uang dari sana, bagi kita itu adalah untuk kesenangan dan penyaluran hobby. Aku nggak mau kita bermasalah nantinya dengan orang orang yang mempunyai lagu itu" kata Bayu menjelaskan kepada Rinjani tentang terusan dari kata tapi yang tadi dikatakan oleh Bayu kepada Rinjani.
Rinjani menyimak apa yang dikatakan oleh Bayu kepada dirinya. Semua yang dikatakan oleh Bayu ada benarnya juga. Rinjani tidak mau hobby yang mereka salurkan ke media sosial itu akan membuat mereka memiliki maslaah dikemudian hari.
"Terus gimana caranya sayang?" ujar Rinjani bertanya kepada Bayu tentang bagaimana caranya supaya mereka mendapatkan izin dari pemilik lagu yang akan mereka cover tersebut.
"Kita identifikasi dulu mana saja lagu yang akan kita cover, setelah itu baru kita menghubungi mereka untuk meminta izin supaya kita diizinkan untuk mengcover lagu yang akan kita nyanyikan itu" kata Bayu menjawab kepada Rinjani bagaimana caranya mereka akan meminta izin kepada pemilik lagu supaya mereka berdua bisa mengcover lagu lagu yang mereka inginkan.
"Oke sip. Nanti akan aku cari tahu nomor telpon dan alamat mereka yang berkaitan dengan lagu yang akan kita cover. Jadi, kita bisa meminta izin kepada mereka, supaya aman"
"Oke sayang itu bagian kamu yang mencarinya. Kalau masalah izin biar aku yang mengurusnya nanti. Kita berbagi kerja" ujar Bayu yang sangat senang melihat Rinjani juga mau berusaha untuk mendapatkan izin dari pemilik lagu, supaya mereka berdua bisa sama sama mengcover lagu yang mereka inginkan.
Rinjani sangat berbeda dengan perempuan lainnya, kalau perempuan lainnya saat mereka mengerjakan sesuatu yang berbarengan dengan kekasihnya biasanya mereka akan menyerahkan semuanya kepada kekasihnya itu, tetapi Rinjani tidak, dia juga mau ikut membantu Bayu dalam mendapatkan izin itu.
"Serahkan sama aku, aku ada kenal salah satu dari mereka, jadi aku akan meminta nomor melalui dia aja"
Ternyata Rinjani sudah ada gambaran melalui siapa dia akan mendapatkan nomor yang akan mereka hubungi nanti oleh Bayu. Bayu yang mendengar apa yang dikatakan oleh Rinjani hanya bisa tertawa sedikit saja. Ternyata kekasihnya itu sudah memiliki gambaran orang yang akan dimintai tolong oleh dirinya untuk bisa mendapatkan nomor yang akan mereka hubungi.
"Sayang aku mau lagu yang ini" ujar Rinjani dengan nada semangat saat melihat lagu favorit dirinya sedang di putar di tip mobil milik Bayu.
"Oke sip. Mari kita mulai"
Mereka berdua kemudian kembali melanjutkan bernyanyi mengikuti penyanyi yang sedang menyanyikan lagu yang sedang viral lainnya itu. Mereka berdua tidak lupa mencari koreografer sendiri dengan gaya sendiri. Intinya Bayu dan Rinjani benar benar menikmati perjalanan mereka kali ini. Perjalanan yang memang harus dicari penghibur kalau tidak mau terlihat mono selama di perjalanan akibat dari begitu banyaknya kendaraan yang melintas di jalur yang menghubungkan kota padang dengan kota bukittinggi itu.
Tak terasa perjalanan menuju rumah Papap dan Mamah hampir selesai. Mobil yang dikendarai oleh Bayu sudah masuk ke dalam kawasan kesatuan. Semua cat rumah yang ada di kawasan itu berwarna Hijau Tua dan Hijau muda. Siapapun yang masuk ke sana sudah mengetahui kawasan apa yang mereka masuki saat ini.
Bayu menekan klason mobilnya saat sudah sampai di depan sebuah rumah yang paling besar dibandingkan semua rumah yang berada di kompleks tersebut. Seorang tentara yang sedang piket berlari membukakan pintu gerbang masuk rumah dinas itu.
Tentara tersebut memberi hormat kepada orang yang berada di dalam mobil. Mereka sudah mengetahui siapa yang akan datang ke rumah dinas, karena ajudan dari Papap sudah memberitahu piket kalau Bayu Anggara akan datang ke rumah dinas selepas menjemput kekasihnya dari daerah Kayu tanam. Bayu membalas hormat tentara piket tersebut dengan sekilas. Setelah itu dia kembali melajukan mobilnya menuju tempat parkir mobil yang tersedia cukup besar di sana.
"Sayang, garase Papap begitu besar, kenapa mobil cuma ada beberapa saja sayang?" kata Rinjani saat melihat mobil di garase Papap tidak begitu banyak.
"Sayang sayang, Papap dan Mamah bukan tipe orang yang suka mengkoleksi barang barang mewah. Mereka sama sekali tidak membutuhkan itu. Bagi Papap dan Mamah mereka berdua sudah cukup merasa punya satu mobil pribadi saja. Lagian itu juga jarang mereka pakai. Palingan di pakai waktu mereka libur atau lepas dinas saja."
Bayu memberikan jawaban yang sudah sangat sering terdengar oleh telinga Bayu dimanapun kedua orang tuanya menjadi komandan kesatuan.
"Papap dan Mamah keren. Membeli barang karena fungsinya, bukan karena gayanya" ujar Rinjani dengan nada memuji kedua mertuanya yang telah melakukan sesuatu yang sangat memberikan pengajaran yang berarti kepada Rinjani.
"Lagian ya sayang, berapalah gaji Papap dan Mamah, kalau mereka belikan semua ke mobil mewah, bisa bisa Papap dan Mamah nggak makan nanti" lanjut Bayu menjawab sambil berkelakar kepada Rinjani.
"Iya kali Papap dan Mamah nggak makan gara gara beli mobil. Kamu lebay sayang" ujar Rinjani saat mereka berdua sudah berada di luar mobil.
"Bisalah kalau sebulan beli dua mobil" jawab Bayu memberikan sebuah contoh yang membuat Rinjani semakin jengkel kepada Bayu saat mendengar jawaban yang diberikan oleh Bayu kepada dirinya.
"Nanggung dua sayang. Tiga aja kali" jawab Rinjani sambil mengambil kode tangan yang diberikan oleh Bayu kepada Rinjani.
Mereka berdua kemudian berjalan bergandengan tangan masuk ke dalam rumah dinas yang di tempati oleh Papap dan Mamah. Mereka masuk lewat pintu samping yang selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin masuk ke dalam rumah dinas tersebut.
Rinjani melihat Mamah sedang sibuk memasak di dapur terbuka yang langsung berhadapan dengan taman yang sangat indah.
"Sayang, aku ke tempat Mamah dulu ya. Kamu mau ke mana?" tanya Rinjani kepada Bayu
"Ke tempat Papap aja, palingan lagi fitnes" ujar Bayu memberitahukan kemana dirinya akan pergi .
"Oke, kamu juga fitnes sana, perut kamu udah lumayan maju" kata Rinjani berkata dengan sangat jujur kepada Bayu dengan mengatakan kalau perut Bayu sudah sedikit lebih maju dari pada biasanya.
"Iya sayang, ini mau aku kurusin lagi" jawab Bayu sambil berjalan menuju ruang fitnes yang memang selalu ada di setiap rumah dinas yang di tempati oleh Papap.
rinjani yang melihat Bayu sudah berjalan menuju ruang fitnes untuk melakukan kegiatan oleh raga rutin dengan Papap, langsung saja berjalan menuju Mamah yang sedang sibuk mengolah masakan sendiri saja di dapur bersih itu.