Its My Dream

Its My Dream
30



"Sayang, maafkan aku ya. Aku telah salah, aku merajuk di saat yang tidak tepat. Aku janji nggak akan mengulangnya lagi. Aku mohon jangan marah sama aku ya sayang" ujar Rinjani sambil meremas tangan Bayu.


"Nggak sayang aku nggak akan bisa marah sama kamu. Aku benar benar nggak bisa marah, walaupun aku sudah kamu suruh untuk tidak tidur semalaman" ujar Bayu sambil menatap wajah Rinjani.


Rinjani tersenyum ke arah Bayu. Rinjani sadar dia telah salah mengambil keputusan semalam. Keputusan yang membuat Bayu sama sekali tidak tidur semalaman karena mencari dirinya yang hilang dari hotel.


"Tau nggak sayang aku beneran nggak tidur sama sekali sayang. Aku ngantuk berat. Kamu bisa bawa mobil kan ya?" ujar Bayu yang sudah nggak sanggup lagi manahan kantuk di matanya.


"Oke. Biar aku yang bawa mobil sayang. Aku nggak mau nyawa aku melayang gara gara kamu ngantuk" ujar Rinjani.


Bayu kemudian menghentikan mobilnya di tepi jalan. Dia bergantian dengan Rinjani untuk membawa mobil.


"Sayang emang tujuan kita kemana?" ujar Rinjani yang nggak tau kemana tujuan mereka hari ini.


"Ke Bukittinggi aja sayang. Kita makan di kafe yang keren kemaren itu aja." ujar Bayu menatap Rinjani.


"Oke sayang. Kita makan di situ aja" ujar Rinjani.


Rinjani mengemudikan mobil dalam kecepatan sedang. Dia menatap fokus kepada jalanan yang ada di depannya saat ini.


"Sayang, kamu tidur aja nggak apa apa" ujar Rinjani meminta Bayu untuk tidur dan tidak usah menemani dirinya mengemudikan mobil.


"Janganlah sayang, nanti kamu sendirian bawa mobil jadi susah. Biarlah aku temani." ujar Bayu yang berusaha menahan kantuknya demi bisa menemani Rinjani menyetir mobil.


"Ya udah kalau kamu maksa. Aku juga nggak apa apa sayang" kata Rinjani sambil menatap ke arah Bayu sekilas.


Rinjani melihat ada sebuah mini market di tepi jalan. Rinjani memberhentikan mobil mereka di sana.


"Kenapa sayang?" tanya Bayu yang heran Rinjani dengan tiba tiba memberhentikan mobil yang dikendarai nya di tepi jalan depan mini market.


"Tunggu bentar ya" ujar Rinjani.


Rinjani kemudian keluar dari dalam mobil. Dia berjalan menuju mini market tersebut. Bayu terus saja memperhatikan Rinjani. Rinjani kemudian menghilang ditelan oleh mini market tersebut.


Rinjani mengambil beberapa cemilan berupa kerupuk, air minum dan kopi dalam kemasan botol. Rinjani juga mengambil beberapa kue bolu potong iris. Rinjani melakukan pembayaran untuk semua belanja yang diambil oleh dirinya.


Setelah melakukan pembayaran Rinjani kembali menuju mobil. Bayu tersenyum melihat apa yang dilakukan oleh kekasihnya itu. Rinjani benar benar memperdulikan dirinya. Rinjani kemudian masuk ke dalam mobil.


"Sayang ini" ujar Rinjani memberikan sebotol kopi kepada Bayu.


"Makasi sayang" ujar Bayu mengambil kopi yang diberikan oleh Rinjani.


Bayu meminum kopi yang diberikan oleh Rinjani. Bayu menikmati kopi tersebut untuk menghilangkan rasa kantuk di matanya. Rinjani kemudian kembali melajukan mobilnya menuju tujuan mereka.


"Sayang, jangan ngebut ya" ujar Bayu kepada Rinjani untuk meminta Rinjani supaya tidak mengebut.


"Aman sayang" ujar Rinjani dengan sengaja menginjak pedal gas mobilnya sedikit lebih dalam.


"Ow sayang udah dibilang jangan ngebut malahan nginjak pedal gas sangat dalam" ujar Bayu sambil memegang dasbor mobil miliknya.


"Tes sayang, apa kamu udah tidur atau belum. Ternyata memang belum" ujar Rinjani sambil kembali menstabilkan laju kendaraannya.


"Sayang, kita lanjut pertanyaan kedua ya." kata Rinjani yang masih tetap fokus melihat ke arah jalan.


"Kenapa bisa coba kamu bikin acara seperti tadi?" tanya Rinjani sambil menatap sekilas kepada Bayu.


"Acara di studio tadi itu?" tanya Bayu meyakinkan dirinya atas pertanyaan Rinjani.


"Iya sayang, acara yang mana lagi coba kalau nggak yang itu" kata Rinjani dengan nada kesal karena Bayu seakan akan tidak tau kemana arah pertanyaan dari Rinjani.


"Haha haha haha. Jangan marah sayang" ujar Bayu yang mendengar ada nada tidak suka dari Rinjani.


"Jadi, kan malam itu aku keliling keliling cari kamu kemana mana. Nah saat mau masuk subuh, aku nganterin Bang Aris kan ke wisma. Pulang dari situ aku langsung ke kampus. Aku berdiri di dalam mobil. Aku berharap saat itu kamu lewat di depan aku." ujar Bayu mulai menceritakan kronologinya.


"Ternyata apa yang aku harapkan terjadi juga. Kamu berjalan di depan aku dengan sahabat kamu itu" ujar Bayu menjelaskan awal mula dia bisa menemukan Rinjani.


"Aku terus mengikuti kamu kemana kamu pergi. Ternyata kamu berpisah dengan sahabat kamu itu di tengah jalan." lanjut Bayu.


"Kamu berjalan menuju ruangan dosen. Sedangkan sahabat kamu berjalan menuju studio musik"


"Nah, Aku yang tau kamu sedang marah tidak mungkin kan aku mengikuti kamu dan seketika muncul di depan kamu seperti hantu. Makanya aku kemudian memilih untuk bertemu dengan Aleza" ujar Bayu melanjutkan ceritanya kembali.


"Aku kemudian menceritakan semuanya kepada Aleza. Aleza juga bercerita kamu datang ke kontrakan dia. Dia juga mengatakan kalau kamu mengirim aku pesan chat yang nyatanya ponsel aku masih mati sampai sekarang" ujar Bayu sambil menatap Rinjani.


"Setelah itu, aku kemudian menyusun semua rencana bersama Aleza dan dibantu teman temannya yang lain" lanjut Bayu bercerita.


"Kelanjutan ceritanya kemudian kamu sudah tau sendirilah ya gimana ujungnya" ujar Bayu menceritakan bagaimana cara dia bisa membuat kejutan seperti tadi.


"Kamu pasti kagetkan ya, aku bisa melakukan hal seperti tadi kepada kamu?" tanya Bayu menatap Rinjani. Kopi yang diberikan oleh Rinjani sudah berefek dan sudah membuat mata Bayu kembali terang.


"Nggak biasa aja. Nggak ada kaget kagetnya" lanjut Rinjani menjawab perkataan dari Bayu.


"Serius nggak kaget?" tanya Rinjani sambil menatap Bayu lama lama.


"Haha haha haha. Kaget lah sayang. Masak nggak. Apalagi saat aku menerima bunga bunga dari para mahasiswa mahasiswa itu. Aku kaget plus mikir, siapa coba yang udah memberi aku bunga" kata Rinjani.


"Kan nggak mungkin aku dikasih bunga oleh mahasiswa. Lagian aku nggak cantik dan nggak dosen idola" ujar Rinjani selanjutnya.


"aku cuma mikir aja terus, siapa coba yang ngasih" kata Rinjani sambil menatap wajah Bayu.


"Terus kamu sadar kalau itu aku kapan sayang?" tanya Bayu yang penasaran kapan Rinjani menjadi sadar kalau semua yang memberikan itu adalah dirinya.


"Saat aku menerima buket coklat dari kamu sayang. Aku sadarnya pas di situ. Aku yakin kalau itu adalah kamu. Hanya kamu yang tau kalau aku sangat menyukai coklat" ujar Rinjani sambil menatap ke arah Bayu.


"Haha haha. Aku kira kamu sadarnya saat aku udah bertemu kami di studio sayang" kata Bayu menebak kapan Rinjani sadar kalau yang melakukan semua itu adalah dirinya.


"Ye mana ada. Aku udah lama sadarnya Tetapi nggak menyangka aja ada babak di studio itu" lanjut Rinjani.


Mereka akhirnya sudah masuk ke dalam kota. Rinjani memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.


"Sayang, kamu bawa mobil lagi ya. Aku nggak hafal jalanan di Bukittinggi ini. Nanti kena tilang kita berdua" ujar Rinjani meminta Bayu untuk membawa mobilnya ke kota.


Mereka akhirnya sampai di kafe tempat mereka akan makan siang. Rinjani dan Bayu memesan makanan yang akan mereka nikmati.