
Mamah yang baru saja bangun dari tidurnya, melihat ke arah papap yang masih tertidur pulas sekali. Papap masih memeluk guling kesayangannya. Papap terlihat tidur dengan sangat nyenyak, Mamah sampai tidak tega untuk membangunkan Papap. Mamah membiarkan saja Papap beristirahat.
"Nggak biasanya papap masih tidur jam segini" ujar Mamah heran melihat Papap yang masih tertidur jam segini, padahal biasanya Papap sudah berada di ruang gym, tetapi kali ini pria tampan pengisi hati Mamah masih tertidur lelap.
"Papap masuk kamar jam berapa ya? Aku karena marah sama sekali tidak melihat jam berapa Papap masuk ke dalam kamar" ujar Mamah yang menyesal karena telah marah kepada Papap. Padahal seharusnya Mamah sama sekali tidak boleh marah kepada Papap dengan segala hal yang dilakukan oleh Papap dan apa yang dilakukan oleh Papap itu adalah sebuah kebenaran. Papap memang tidak seharusnya mementingkan urusan keluarga di atas pekerjaan kalau Papap dalam posisi sebagai komandan kesatuan.
Mamah melihat jam di kamar, ternyata jarum jam masih menunjukkan pukul lima pagi. Mamah kemudian berdiri dari posisi tidurnya. Mamah akan memasak sarapan untuk mereka sekeluarga dan beberapa orang ajudan serta sopir dan juga piket jaga rumah dinas.
Muach, mamah mengecup kening Papap.
"Maafkan aku ya sayang, kemaren sudah marah sama kamu. Tidak seharusnya aku melakukan hal itu" ujar Mamah meminta maaf kepada Papap.
Papap yang benar benar sedang tertidur pulas karena sampai rumah sudah larut malam, tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh Mamah kepada dirinya. Sehigga Papap sama sekali tidak memberikan respon apapun kepada Mamah.
Mamah kemudian beranjak dari atas ranjang dan berjalan menuju kamar mandi. Mamah membasuh wajahnya terlebih dahulu, setelah itu barulah Mamah keluar dari dalam kamar menuju dapur untuk menyiapkan menu sarapan bagi semua penghuni rumah.
"Masak apaan ya?" ujar Mamah sambil berpikir mau memasak apa untuk menu sarapan hari ini.
Mamah membuka almari pendingin dua pintu miliknya itu. Mamah melihat bahan bahan makanan apa yang ada di dalam almari pendingin. Mamah mengeluarkan apa saja yang dibutuhkan oleh dirinya. Mamah mengeluarkan sayap ayam yang akan digoreng dengan tepung, setelah itu sayur kangkung yang rencananya akan dibuat menjadi cah kangkung. Mamah membersihkan semua bahan bahan yang akan diolahnya menjadi menu sarapan di pagi hari ini.
Setelah yakin semua bahan bahan yang diperlukan untuk memasak sudah lengkap, Mamah kemudian melanjutkan mengolah semua bahan makanan itu menjadi olahan masakan yang sudah dirancang oleh Mamah. Mamah pertama sekali memasak nasi goreng hijau kesukaan Bayu. Setelah mengolah nasi hijau yang lumayan banyak, Mamah kemudian menaruh nasi hijau itu ke dalam dua mangkok besar, satu mangkok untuk mereka bertiga, sedangkan yang satu mangkok lagi untuk, para ajudan, sopir dan piket jaga. Setelah selesai berkutat dengan memasak nasi goreng hijau, Mamah kemudian mulai menggoreng sayap ayam tepung, mamah mengolah semua makanan tersebut dengan hati senang. Pekerjaan seorang ibu yang paling diminati oleh Mamah.
Bayu yang memang sangat jarang bangun terlambat, sudah selesai bersiap siap dan sudah memakai pakaian dinasnya. Hari ini adalah hari senen Bayu memakai pakaian dinas lorengnya. Wajah tampan Bayu semakin berkali kali lipat tampannya setelah dia memakai pakaian dinas lapangan tersebut.
"Wow anak Mamah keren sekali" ujar Mamah saat Bayu menghampiri mamah dan mengecup pipi ibu yang selalu dikangeni oleh Bayu sampai kapanpun.
"Kerenlah, Mamahnya aja keren. Masak anaknya nggak keren" jawab Bayu sambil mencomot satu sayap goreng yang memang paling di sukai oleh Bayu.
"Kamu mau ngopi atau ngeteh sayang?" ujar Mamah menanyakan Bayu mau menikmati minuman jenis apa pagi hari ini.
"Teh aja Mah, kayaknya ngeteh di pagi hari yang cerah ini cukup bagus untuk kesehatan" jawab Bayu yang asal comot bahasa saja.
"Oke, teh akan segera datang" ujar Mamah sambil membuatkan secangkir teh untuk dinikmati oleh Bayu saat dirinya sedang duduk di bangku teras yang menghadap ke taman bagian belakang rumah dinas. Taman yang baru saja selesai di pugar sesuai dengan permintaan Papap.
Bayu duduk di sebuah bangku taman, Bayu mengeluarkan ponsel miliknya. Dia membuka aplikasi pesan chat yang sedang viral itu. Bayu terlihat asik mengetik di layar ponsel miliknya.
'Udah bangun sayang?' ujar Bayu mengirimkan pesan chat kepada Rinjani kekasihnya yang pada hari ini ada kuliah pagi.
'Udah di kampus sayang' jawab Rinjani membalas pesan chat dari Bayu kekasihnya.
'Kok cepat banget sayang?' balas Bayu yang heran kenapa Rinjani berangkat begitu cepat menuju kampus.
'Kuliah dimajukan jadi jam tujuh karena dosen mau pergi sayang' jawab Rinjani
'Oh, berarti mau mulai lagi?' ujar Bayu membalas chat yang dikirim oleh Rinjani
'Iya sayang, tu dosennya udah masuk' balas Rinjani
'Nanti pulang di jemput. Tunggu aja di kampus' kata Bayu mengabarkan Rinjani kalau dirinya akan menjemput Rinjani pulang dari kampus.
'Sip Sayang. Jemput jam tiga ya' balas Rinjani sambil memberitahukan kepada Bayu jam berapa dia akan pulang dari kampus.
'Oke jam tiga sampe kampus, jam tiga kurang seperempat dari kesatuan' ujar Bayu.
'Ye telat lah'
'Sip sayang' balas Bayu yang setuju untuk berhenti berbalas pesan chat dengan Rinjani.
"Sayang, Mamah siap siap dulu ya" ujar Mamah memberitahukan kepada Bayu kalau Mamah mau mandi dan bersiap siap untuk ke kantor.
"oke Mah." jawab Bayu sambil melihat ke arah Mamah sebentar.
Mamah kemudian menuju kamarnya untuk bersiap siap, hari ini Papap ada rapat dengan komandan kesatuan yang lain dan juga panglima TNI melalui zoom pada pukul sembilan pagi.
Saat Mamah masuk ke dalam rumah, Papap terlihat sudah sangat rapi. Papap memakai pakaian dinas lapangan miliknya. Papap sangat gagah memakai pakaian dinas tersebut.
"Hay Mah, dari mana?" ujar Papap bertanya kepada istri cantiknya itu.
"Pantesan tadi pagi pas bangun kok rasanya dingin banget ya, ternyata udah nggak ada lagi gulingnya" ujar Papap mulai menggoda Mamah.
"Tidur kayak kebo banget tadi Pap, jam berapa masuk kamar semalam?" tanya Mamah yang penasaran jam berapa Papap masuk ke dalam kamar setelah Mamah sedikit marah kepada Papap.
"Pas Mamah udah agak sedikit ngorok." jawab Papap sambil berusaha tersenyum kepada Mamah.
"Huft"
Mamah memilih untuk menghela nafas mendengar jawaban yang diberikan oleh Papap kepada dirinya. Mamah kemudian berjalan menuju kamar mandi, Mamah tidak ingin mereka terlambat untuk apel pagi. Mamah membersihkan dirinya dengan ligat, setelah itu Mamah memakai pakaian dinas lapangan seperti yang dipakai oleh Papap dan Bayu. Saat itulah Mamah sudah menjadi seorang abdi negara lagi.
"Ayoh Pah, sarapan sudah siap" ujar Mamah mengajak Papap untuk sarapan.
Papap dan Mamah berjalan keluar kamar menuju meja makan yang ada di teras bagian belakang rumah. Bayu yang sudah berada di sana dari tadi, tersenyum melihat Papap dan Mamah yang sudah baikan.
"Oh sudah baikan. Sejak kapan Mah?" ujar Bayu sengaja bertanya kepada Mamah.
"Nggak ada yang ribut, Kita nggak ributkan ya sayang?" ujar Mamah berkata kepada Papap sambil mencubit pinggang Papap dengan sedikit kerasn.
Papap meringis menahan rasa sakit di bekas cubitan Mamah.
"Iya Bay, siapa yang ribut coba" ujar Papap menjawab pertanyaan dari Bayu.
"Siapa yang ribut semalam Ryan?" ujar Bayu sengaja bertanya kepada Ryan yang sekarang sedang memakai baju dinasnya.
"Maaf izin menjawab ibuk, komandan. Yang ribut Ibuk dan komandan Letnan Bayu" jawab Ryan yang tidak akan bisa berbohong saat dirinya memakai seragam dinasnya.
"Ryan" teriak Mamah dengan sangat kuat.
"Izin maafkan saya Ibuk. Tetapi saya tidak bisa berbohong" jawab Ryan yang langsung pergi dari hadapan keluarga komandannya itu.
Dia sukses masuk ke dalam perangkap yang dibuat oleh Bayu.
"Letnan Bayu benar benarlah ya" ujar Ryan saat dirinya sudah sampai di mobil dekat Josua yang sedang menyantap sarapannya dengan beberapa orang piket jaga.
"Kenapa?" tanya Josua yang penasaran.
Ryan kemudian menceritakan apa yang terjadi kepada Josua dan semua tentara piket jaga. Semua yang mendengar cerita dari Ryan hanya bisa geleng geleng kepala saja.
"Keluarga komandan kita benar benar baik" ujar seorang prajurit yang semalam bertugas piket menjaga rumah dinas.
"Yup" ujar Josua yang paling lama ikut dengan komandan Anggara.