
Tuan dan nyonya bramantya serta dua orang ajudan terlihat masuk ke dalam lift. mereka berempat akan beristirahat di kamar mereka masing masing. sedangkan Bayu masih menunggu kedatangan Josua.
Setelah lelah menunggu selama lima belas menit, Josua sudah berdiri di depan Bayu.
" Maaf Bang agak telat, tadi mobil sangat ramai di Simpang luar itu, sehingga untuk masuk ke dalam sini agak susah" kata Joshua yang meminta maaf karena sedikit terlambat menjemput Bayu Padahal dia dari tadi sudah jalan tetapi karena ada suatu hal di jalan sehingga membuat Joshua sedikit Terlambat untuk menjemput Bayu
"Tidak apa apa Jo. Ayuk berangkat" ujar Bayu mengajak Josua untuk langsung berangkat ke rumah mamah
Bayu dan Joshua kemudian masuk ke dalam mobil yang dikemudikan Joshua yang di parkir hanya sebentar di depan lobby hotel. Kali ini yang bertindak sebagai sopir mobil adalah Joshua karena Bayu sudah terlalu letih untuk menyetir mobil. Dia harus ke bandara menjemput teman lama Papa dengan kecepatan mobil yang di atas rata-rata sehingga membutuhkan konsentrasi dan juga fokus yang berlebihan dari seorang Bayu Anggara
" Joshua apa kamu melihat Rinjani di rumah?" Kata Bayu yang sangat luar biasa kangen dengan kekasih hatinya itu
" Lihatlah Bang Masa nggak" jawabnya juga sambil tetap fokus melihat ke arah jalanan Karena jalanan begitu ramai dengan mobil-mobil yang isinya adalah para pekerja yang baru saja pulang dari kantor mereka masing-masing
" apa Dia terlihat mencari-cari aku dari siang tadi?" Bayu sangat penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Rinjani saat dirinya tidak bisa pulang sesuai dengan waktu yang telah dikatakannya kepada Rinjani tadi pagi saat Rinjani berkunjung ke kantornya
" kata Rian tadi memang Nona Rinjani tidak fokus dalam mengerjakan pekerjaan yang sedang dilakukannya. Kata Rian lagi nona Rinjani berkali-kali melihat ke arah jam seperti ingin menyaksikan Apakah jam itu benar atau salah" lanjut Yosua memberitahukan kepada Bayu apa yang sedang terjadi kepada Rinjani saat Bayu belum juga sampai ke rumah padahal waktu yang dikatakan oleh Bayu sudah lama lewat
" Ayolah Jo lebih dalam lagi menginjak pedal gas kamu. Saya sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengan Rinjani" kata Bayu yang memang sudah sangat merindui kekasih hatinya itu
" ya Bos" kata Joshua yang langsung menginjak pedal gasnya lebih dalam lagi supaya mobil yang dikemudikan oleh dirinya bisa melaju lebih kencang dan siap mengantarkan Bayu menemui kekasih hatinya itu.
' gini banget ya ternyata kalau punya kekasih tetapi sudah sangat rindu walaupun hanya tidak bertemu sekian Jam saja.' kata Joshua dalam hati dan pikirannya sendiri sambil menatap sekilas ke arah Bayu.
Josua kemudian mengemudikan mobil lebih cepat dari pada tadi. Josua tidak ingin Bayu marah marah lagi karena laju mobilnya yang masih pelan dirasakan oleh Bayu. Padahal kalau Bayu melihat speedometer mobil maka Bayu akan sangat yakin kalau mobil sudah melaju dengan sangat kencang sekali.
Karena laju mobil yang lumayan kencang dan juga josua memilih jalan tikus membuat mereka dalam sekejap sampai di rumah dinas papap. Bayu langsung turun dari dalam mobil dengan setengah berlari. Dia tidak menyangka kalau akan terjadi hal seperti ini.
Para Bapak bapak yang akan berdoa sudah duduk di kursi mereka masing masing dan juga di dalam rumah. Rinjani yang melihat siapa yang masuk masih memakai pakaian dinas yang sama dengan yang dipakainya tadi pagi langsung berdiri dari posisi duduknya.
"Sayang" panggil Rinjani saat melihat Bayu celengak celenguk seperti sedang mencari seseorang.
"Sayang" jawab Bayu.
Semua ibuk ibuk yang duduk di sana hanya bisa tersenyum simpul saja melihat kemesraan antara Bayu dan Rinjani.
"Sayang aku" ujar Bayu yang ingin menjelaskan kepada Rinjani apa yang sebenarnya terjadi kepada dirinya sehingga dia harus telat sampai di rumah dinas papap. Padahal seharusnya dia sampai sejak jam tiga sore tadi.
"Nanti saja sayang. Sekarang kamu tukar baju sana. Mumpung ustadnya belum datang. Masak yang mau didoakan keselamatannya tidak hadir dalam acara. Siapa yang mau di doakan" ujar Rinjani sambil mendorong Bayu ke arah kamarnya.
"Nggak usah mandi aja ya. Kelamaan kalau mandi" ujar Bayu menawat kepada Rinjani.
"Satu lagi. Baju dan semua semuanya sudah ada di atas kasur. Kamu tinggal pakai aja lagi" kata Rinjani memberitahukan kepada Bayu kalau Bayu tinggal memakai pakaiannya saja lagi. Semuanya sudah disiapkan oleh Rinjani di atas kasur.
"Makasih cintaku" ujar Bayu dengan setengah berlari masuk ke dalam kamarnya.
Mamah dan Papap yang melihat kalau Bayu sudah datang menghela nafasnya. Mereka berpikir kalau Bayu akan terjebak macet. Bayu terlihat sangat bergembira sekali, hal berbeda terjadi dengan Josua. Mamah dan Papap serta Ryan melihat josua dalam posisi yang masih pucat pasi.
"Kamu kenapa Jo? " Ujar papap bertanya kepada Josua..
"Bang Bayu meminta saya ngebut Pap. Nah saya ngebut kan ya udah di atas seratus masih saja ngomong kurang ngebut" ujar josua memberitahukan kepada papap dan mamah serta Ryan kenapa dirinya bisa sepucat itu
"Jadi karena itu kamu terlihat sangat pucat!" tanya mamam ingin memastikan apakah memang karena hal itu josua terlihat sangat pucat sekali.
"Bener buk memang karena itu aku terlihat sangat pucat" ujar Josua memberitahukan kepada mereka bertiga kenapa dirinya bisa pucat sekali.
"Alasannya apa?" tanya Mamah yang penasaran dengan alasan kenapa Bayu meminta Josua untuk sangat mengebut untuk pulang ke rumah.
"Apa lagi Buk kalau bukan nona Rinjani. Apalagi saat aku mengatakan kalau nona Rinjani sama sekali tidak fokus saat bekerja karena tidak ada kabar dari Bang Bayu" ujar josua memberitahukan kepada semua orang apa alasan yang menjadikan Bayu meminta josua untuk menyebut dan menggeber laju mobil yang dikemudikan oleh dirinya.
"Untung aja pake mobil bapak, jadi bisa pakai sirine kalau tidak yah nggak tau lagi gimana supaya bisa cepat sampai di rumah dinas" ujar Josua menceritakan apa yang terjadi kepada semua orang selama perjalanan dari hotel menuju rumah.
"Haah haha haha tu anak memang lah ya" ujar Papap
"Yang salah Papap juga, kenapa suruh dia jemput teman lama papap kan bisa minta josua untuk jemput" Kata Mamah yang nggak mau papap menyalahkan Bayu saja karena ini juga ada kesalahan papap di dalamnya.
Rinjani yang mendengar semua cerita yang diceritakan oleh Josua hanya bisa tersenyum bahagia saja. Walaupun sedikit ada kekesalan karena Bayu meminta josua untuk menginjak pedal gas dalam dalam saat dalam perjalanan pulang ke rumah dinas papap, tetapi saat mendengar alasan yang membuat Bayu meminta josua mengebut membuat Rinjani menjadi sedikit berbahagia, karena semua itu akibat dari Bayu yang sudah sangat merindui dirinya, apalagi Bayu merasa bersalah karena sudah tidak memberi kabar kepada Rinjani kalau dirinya pulang terlambat karena mendapatkan perintah dari papap untuk menjemput teman lama papap ke bandara.
Bayu yang telah selesai mandi langsung saja memakai pakaiannya yang sudah disiapkan oleh Rinjani di atas kasur. Bayu tanpa membantah memakai pakaian itu semuanya. setelah memakai semua pakaiannya dengan rapi, bayu berdiri di depan cermin. dia merapikan rambutnya. setelah itu barulah bayu berjalan keluar dari dalam kamar. kebetulan sekali pada saat itu ustad yang akan memimpin acara berdoa keselamatan bayu itu sudah datang.
Acara doa bersama untuk Bayu dan juga untuk semua anggota kesatuan yang akan berangkat menuju daerah konflik itu di mulai. ustad memimpin membacakan doa keselamatan. semua orang berdoa dengan khidmat, terutama sekali orang orang yang anggota keluarganya akan berangkat menuju daerah perbatasan itu.
Acara berjalan dengan sangat khidmat. tepat pukul sepuluh malam, semua rangkaian acara doa selamat itu selesai sudah. semua orang telah kembali pulang ke rumah mereka masing-masing. Tinggallah Papap, Mamah, Bayu, Rinjani, Ivan, Maya, Bram, Ranti, Josua dan Ryan serta piket jaga untuk membersihkan rumah dinas papap yang lumayan kotor sehabis acara pengajian itu.
"Dibersihkan sekarang ini Mah?" ujar Bayu bertanya kepada Mamah.
"iya sayang. Karena besok ada acara lagi" ujar Mamah.
"oke sip" jawab Bayu
Mereka semua kemudian membersihkan rumah. Termasuk dengan Papap. Walaupun papap komandan tetapi itu di kantor, sedangkan kalau di rumah Papap adalah anggota keluarga juga, jadi papap juga akan ikut membersihkan rumah bersama dengan yang lainnya.