
"Jani, besok katanya kita mau ke Payakumbuh kan ya, emang mau kemana?" tanya Aleza yang tidak tahu ke objek wisata yang mana akan mereka kunjungi saat mereka besok berada di Payakumbuh.
"Aku juga nggak tau Za. Paling banter harau lagi" jawab Rinjani yang memang hanya mengenal harau untuk tempat destinasi mereka bermain besok.
"Asik juga ke harau. Bisa ke rumah eropa dan yang lainnya" ujar Aleza yang tidak masalah kalau mereka akan dibawa ke harau oleh Bayu dan Aris besok.
"Loe udah pernah ke harau Jani?" tanya Aleza kepada Rinjani sambil melihat ke arah Rinjani.
"Belum Za. Sama sekali belum pernah. Gue cuma baru dengernya aja." jawab Rinjani yang mengakui kepada Aleza kalau dirinya belum pernah ke Harau satu kalipun.
"Yah sama berarti. Gue juga belum pernah ke Harau" jawab Aleza yang ternyata juga tidak pernah ke harau selama ini.
"Haha haha haha. Gue kira salah satu dari kita berdua udah ada yang pernah ke sana" ujar Rinjani sambil menatap ke arah Aleza.
"Semoga mereka besok bawa kita ke sana" ujar Rinjani yang sangat berharap di bawa oleh Bayu ke harau seperti harapannya saat sekarang ini.
"Kalau nggak ke Harau gimana?" tanya Aleza.
"Ya nggak apa apa. Kita ngikut ajalah. Namanya juga raun dan nginap gretong masih juga mintak ini dan itu. Ngamuk la mereka" ujar Rinjani menjawab pertanyaan dari Aleza.
Mereka berdua kemudian mengobrol ringan seputar perkuliahan masing masing. Aleza lebih banyak bertanya tentang Aris kepada Rinjani. Aleza tidak mau nanti dikatakan oleh Aris, kekasih yang tidak tahu apa apa dari seorang Aris.
Setelah hari semakin beranjak malam, Rinjani dan Aleza memutuskan untuk beristirahat. Mereka cukup lelah karena seharian ini banyak kegiatan yang dilakukan oleh Aleza. Sedangkan Rinjani hanya menemani Aleza latihan saja tadi pagi.
Hal yang sama juga terjadi kepada Bayu dan Aris. Mereka berdua juga sudah memilih untuk beristirahat karena besok akan pergi menuju Payakumbuh. Sebenarnya tadi mereka sempat berbincang bincang berdua. Aris meminta untuk tidak ke Payakumbuh, tetapi menurut Bayu hanya itu tempat yang dekat dan banyak objek wisatanya di dekat kota Bukittinggi.
Akhirnya setelah mengeluarkan argumen yang cukup alot. Aris setuju juga untuk jalan jalan ke Payakumbuh besok pagi. Mereka berencana untuk berangkat jam delapan saat selesai sarapan.
Pagi harinya, kota Bukittinggi diguyur hujan sangat deras sekali. Hal ini membuat Rinjani dan Aleza tidak terbangun dari tidur mereka. Aris dan Bayu yang sudah selesai bersiap siap berjalan mendatangi kamar ke dua wanita itu.
Tok tok tok, Aris mengetuk pintu kamar mereka berdua dari luar. Tetapi ketukan pertama sama sekali tidak ada tanggapan dari dalam kamar. Aris kembali mengulang mengetuk pintu kamar tersebut, Aris berharap pada ketukan kedua itu, ada jawaban dari dalam kamar. Tapi hasilnya sama saja, sama sama tidak ada tanggapan dari dalam kamar.
"kemana mereka ya Bayu, nggak mungkin mereka pergi duluan tanpa kita berdua untuk sarapan" ujar Aris yang sangat tahu bagaimana kaliber Rinjani dan Aleza.
Bayu juga heran, kenapa mereka berdua sama sekali tidak menjawab dari dalam kamar. Pikiran Bayu udah melanglang kemana mana. Pikiran Bayu sudah berupa pikiran jelek saja.
"Kamu tunggu di sini aja Bang. Gue ke bawah dulu meminjam kunci cadangan kepada resepsionis" ujar Bayu yang langsung berlari menuju lift.
Bayu benar benar cemas dengan semua kejadian yang ada. Bayu takut sesuatu yang buruk terjadi kepada Rinjani dan Aleza saat ini.
"Bayu" teriak Aris yang tidak mau Bayu langsung main lapor saja ke bagian resepsionis.
Bayu yang mendengar panggilan dari Aris, memberhentikan langkahnya. dia menatap kembali ke arah Aris.
"Ada apa Bang?" tanya Bayu yang penasaran kenapa Aris menjegal langkahnya untuk memberitahukan kepada resepsionis.
Bayu kemudian berjalan ke arah Aris. Bayu sebenarnya kesal, karena sekian menit waktunya terbuang hanya karena Aris yang menghentikan langkah kakinya tadi.
"Ada apa Bang?" tanya Bayu yang sudah tidak lagi menutupi rasa kesalnya kepada Aris.
"Coba kita telpon kedua ponsel mereka. Mana tahu saat mereka mendengar nada dering telpon mereka akan membukakan kita pintu atau minimal mereka mengangkat panggilan dari kita ujar Aris memberikan solusi kepada Bayu.
Bayu menimang nimang solusi yang diberikan oleh Aris. Bayu akhirnya memutuskan untuk mencoba solusi yang diberikan oleh Aris tadi.
Bayu menghubungi Rinjani. Aris juga melakukan hal yang sama. Aris menghubungi Aleza. Mereka berdua memberi batas hanya sampai tiga kali menghubungi. Kalau tidak diangkat makan Bayu akan turun dan menemui resepsionis untuk meminta tolong membuka pintu kamar yang ditempati oleh Rinjani dan Aleza dengan kunci cadangan.
"Hallo sayang" ujar Rinjani menjawab panggilan dari Bayi.
"kalian berdua kenapa. Hari sudah jam delapan tapi masih belum juga membuka pintu kamar. Apa salah satu dari kalian sakit?" ujar Bayu mengeluarkan rentetan pertanyaan yang dikeluarkan oleh Bayu sebegitu banyaknya kepada Rinjani.
"Maaf sayang, karena hari hujan aku dan aleza ketiduran" jawab Rinjani sambil melihat jam tangannya dan menyaksikan jarum jam menunjukkan pukul delapan pagi.
"Ya udah sekarang kalian berdua mandi dulu. Aku dan Bang Aris nunggu di kamar. Selesai kalian berdua mandi langsung ke kamar aja. Kita sarapan dan kemudian berangkat ke Payakumbuh." ujar Bayu kepada Rinjani memberikan instrukai.
Aris yang kesal dengan tingkah laku dia wanita itu, mengambil ponsel Aris.
"Tidak pakai lama Jani. Setengah jam waktu kalian berdua. Lewat berarti batal pergi" ujar Aris memberikan batasan waktu dan diikuti ancaman.
Rinjani yang belum sempat protes kepada Aris. Aris sudah terlebih dahulu memutuskan panggilan tersebut. Rinjani hanya bisa menatap ponselnya saja.
"Za, Aleza bangun udah jam delapan" teriak Rinjani sambil mengguncang tubuh Aleza.
Aleza yang merasa badannya diguncang seseorang langsung membuka matanya. Dia melihat Rinjani dalam keadaan panik.
"Kenapa?" tanya Aleza kepada Rinjani dengan muka bantalnya.
Rinjani melihatkan jam ponsel miliknya. Aleza langsung kaget melihat jam tersebut.
"serius jam delapan? tumben mereka nggak ngegesor pintu kamar kita" ujar Aleza degan percaya dirinya berbicara seperti itu.
"Gila loe mereka nggak ngegedor. Ngegedor cuma kita berdua tidur seperti mayat tidur. Makanya nggak kedengeran." ujar Rinjani menjawab pernyataan yang dikeluarkan oleh Aleza.
"sekarang mereka berdua tepatnya Aris memberi kita waktu setengah jam untuk bersiap siap. lewat setengah jam, maka ke Payakumbuh menjadi batal" ujar Rinjani memberitahukan kepada Aleza perihal ancaman dari Aris tadi.
Aleza menganga mendengar hanya punya waktu setengah jam saja.
"Gila tu orang" ujar Aleza.
Mereka berdua kemudian mandi dengan begitu cepat. Aleza terpaksa harus mandi pakai air kran yang ada di toilet. Sedangkan Rinjani memakai kamar mandi. Mereka berdua terpaksa mandi seperti kucing mansi. Singkat padat dan jelas nanti di tambah parfum akan tetap menjadi wangi.