Its My Dream

Its My Dream
90



"Bang, besok loe langsung pulang ke Payakumbuh atau ada niat untuk pulang minggu nggak?" tanya Bayu saat Rinjani dan Bayu sudah berada di dekat Aris dan Aleza kembali.


Rinjani duduk di sebelah Bayu. Hal ini karena Aris pindah duduk ke sebelah Aleza saat mereka berdua ditinggalkan oleh Bayu dan Rinjani.


Aris menatap Bayu dengan tatapan heran, kenapa Bayu menanyakan hal itu kepada dirinya. Bayu dengan bahasa kode yang hanya mereka saja yang mengerti membuat Aris paham dengan maksud pertanyaan Bayu tadi.


"Nggak ada Ris. Kayaknya gue pulang minggu aja ke Payakumbuh. Emang ada apa ya?" tanya Aris yang sudah paham alur permainan yang sedang di kerjakan oleh Bayu dan Rinjani.


Aris hanya tinggal mengikuti alur permainan ini. Semua ini juga untuk kepentingan Aris.


"Serius loe Ris, nggak langsung pulang ke Payakumbuh?" ujar Rinjani ingin meyakinkan pendengarannya sekali lagi.


"Nggak, gue rencananya minggu sore aja ke Payakumbuh. Emang ada apa ya?" tanya Aris yang sudah tidak sabaran lagi ingin mendengar apa rencana Bayu dan Rinjani.


"Loe ada kegiatan nggak Za, hari jumat siang sampai minggu?" tanya Rinjani kepada Aleza.


Aleza menatap Rinjani. Rinjani mengedipkan matanya tanda memberikan kode kepada Aleza.


"Kosong Jani. Emang ada apa?" tanya Aleza yang tidak mengerti dengan maksud pernyataan Rinjani dan Bayu kepada Aris dan Aleza.


"cie pertanyaannya sama" ujar Rinjani mulai usil kembali ngeledek Aris dan Aleza yang menanyakan hal yang sama kepada Rinjani.


"Jani, gue serius. Kenapa loe nanyak itu" ujar Aleza yang sudah tidak sabaran lagi mendengar alasan dari Rinjani saat Rinjani menanyakan apa Aleza sibuk atau tidak jumat siap sampai minggu.


"Kita main ke Bukittinggi yuk. Nanti loe nginep sama gue, Bayu sama Aris. Kita tiga hari dua malam main di sana. Gimana?" ujar Rinjani menjelaskan apa rencana dirinya dan Bayu mulai besok siang.


Rencana yang sebenarnya hanya untuk mereka berdua saja. Tetapi saat melihat Aris menyukai Aleza dan Aleza juga menyukai Aris. Membuat Bayu dan Rinjani harus mengalah dan memilih untuk membawa kedua sahabat mereka itu ke Bukittinggi untuk liburan bersama.


"Gimana mau nggak loe ikut?" tanya Rinjani kepada Aleza. Rinjani sangat berharap Aleza mau ikut. Dilihat dari percakapan antara Bayu dan Aris. Aris sudah bisa dipastikan mau ikut.


Aleza menatap Rinjani. Rinjani paham arti tatapan Aleza.


"Gue mau ikut, tapi nanti gue jadi obat nyamuk loe berdua lagi. Gue nggak mau jadi obat nyamuk loe berdua" ujar Aleza menjawab ajakan Rinjani dengan pilihan menggantung yang diserahkan kepada Aris.


Aris menatap Aleza. Aleza balas menatap Aris.


"Oke gue ikut loe berdua ke Bukittinggi" jawab Aris saat melihat ke dalam mata Aleza. Aleza menginginkan Aris untuk ikut dengan mereka.


"Yes" ujar Rinjani dan Bayu bersamaan.


Mereka berdua kemudian Haighfive berdua, hal ini membuat Aris dan Aleza mengaga. Mereka berdua baru sadar kalau mereka sudah masuk dalam jebakan Rinjani dan Bayu. (Sebenarnya yang terjebak adalah Aleza, kalau Aris sudah bisa menebak alur ceritanya saat dia menerima kode dari Bayu tadi).


"Nah mobil gue gimana Bay? Nggak mungkin kita tinggal di wisma tu mobil" ujar Aris yang ingat dengan mobil miliknya yang dibawanya dari Payakumbuh.


"Kita pake dua mobil aja. Elo sama Aleza. Biar gua sama Bayu. Susah banget masalah mobil" jawab Rinjani sambil geleng geleng kepala mendengar pertanyaan bodoh seorang Aris.


"Atau taroh di kontrakan aku aja? Apa kamu mau?" kata Aleza memberika solusi kepada Aris untuk meletakkan mobilnya di kontrakan Aleza terlebih dahulu.


"cie aku kamu" ujar Rinjani yang benar benar menyimak setiap kata yang keluar dari mulut Aleza saat berbicara dengan Aris.


"Sirik aja loe" ujar Aris menjawab cemeehan dari Rinjani tadi.


"nggak ada sirik. Malahan senang, akhirnya mata loe bisa juga berfungsi melihat cewek cantik" uajr Rinjani membalas perkataan dari seorang Aris.


Bayu kembali geleng geleng kepala. Dia sudah tidak tahu lagi mau menyalahkan siapa antara Rinjani dan Aris. Mereka berdua sama sama tukang mulai keributan.


Aleza juga melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh Bayu. Aleza bertekad kalau dia sudah jadian dengan Aris, Aleza akan melarang Aris untuk memulai keributan saat ada Rinjani.


Bayu terlihat berpikir bagaimana caranya agar keributan itu tidak berlanjut.


"Bang, gimana kalau kita pulang lagi. Hari udah jam setengah sembilan" ujar Bayu sambil melihat jam tangannya.


"Hah setengah sembilan? Cepat kali" ujar Aris yang serasa enggan untuk berpisah dengan Aleza untuk saat ini.


"beneran Bang udah setengah sembikan. Kalau abang nggak percaya silahkan tengok aja jam abang sendiri" ujar Bayu meminta Aris untuk melihat sendiri jam tangannya.


Aris memastikan apa yang dikatakan oleh Bayu. Suasana kafe memang sudah gelap juga, tetapi Aris tidak menyangka kalau hari sudah pukul setengah sembilan.


"Aku kira masih jam setengah delapan" ujar Aris menyuarakan kekagetannya saat melihat jarum jam tangannya yang menunjukkan angka setengah sembilan.


"Ya udah mari kita pulang" ujar Aris mengajak ketiga sahabatnya itu untuk pulang ke kota Padang Panjang kembali.


"Bang, loe bawa mobil ya. Capek gue" ujar Bayu memberikan kunci mobilnya kepada Aris.


Mereka berempat berjalan menuju parkiran mobil. Bayu masuk ke kursi penumpang tepat di belakang Aris. Rinjani dan Aleza yang melihat menjadi kaget dengan pilihan tempat duduk Bayu.


"Loe depan aja Za. Gue di belakang sama Bayu" ujar Rinjani meminta Aleza untuk duduk di kursi sebelah sopir.


"Yup" jawab Aleza yang sangat senang karena bisa bersebelahan dengan Aris.


Rinjani masuk ke kursi bagian belakang. Sedangkan Aleza masuk ke kursi depan bersebelahan dengan Aris.


"Kamu sengaja kan ya sayang?" tanya Rinjani saat dia sudah berada di kursi penumpang bersebelahan dengan Bayu.


"dikit sayang. Tad bang Aria ngomong kok udah setengah sembilan aja. Jadi, aku arif dan bijaksana, aku suruhlah dia bawa mobil. Setelah itu aku masuk pintu belakang. Otomatis Aleza akan duduk sebelah bang Aris" ujar Bayu menjelaskan jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh Rinjani tadi.


"good job" ujar Rinjani sambil memberikan dua jempolnya kepada Bayu yang ternyata juga berpikir.


Mobil mulai bergerak meningalkan kafe yang sedang viral itu. Aris membawa mobil dalam kecepatan sedang, Aris sama sekali belum ada mendahului mobil yang ada di depannya. Aris benar benar menikmati perjalanan kali ini. Aris tidak ingin berpisah cepat dengan wanita yang membuat dirinya merasakan debaran debaran yang dikatakan itu cinta.


Bayu dan Rinjani hanya bisa pasrah saja dengan gaya membawa mobil Aris. Mereka sudah bisa menebak jam berapa sampai di kota Padang Panjang yang seharusnya menghabiskan waktu perjalanan sembilan puluh menit lamanya dari kafe terkenal itu.


"Dua jam ini sayang" ujar Rinjani kepada Bayu.


"Bener sayang. Nikmati ajalah lagi" jawab Bayu kepada Rinjani.


Rinjani tersenyum hangat ke arah Bayu. Dia memang suka dengan sikap Bayu yang satu itu. Bayu tidak ingin ribet memikirkan urusan orang lain.