Its My Dream

Its My Dream
79



Makanan yang sudah di pesan oleh Bayu, sudah diantarkan oleh pelayan. Mereka sudah menyajikan pesanan itu di atas meja. Mereka menaruh semua makanan yang dipesan oleh Bayu dan ada beberapa yang diberikan secara cuma cuma oleh sahabat bayu, pemilik kafe itu.


Rinjani melihat menu yang di pesan oleh Bayu semuanya adalah menu menu andalan di kafe itu.


"Sayang, kamu kok tau kalau semua ini adalah menu andalan di kafe ini sayang?" ujar Rinjani menatap kagum kepada semua menu yang ada di atas meja tempat mereka duduk.


"Kan udah aku bilang sayang, kalau kafe itu kepunyaan sahabat aku. Makanya aku tau mana makanan yang menjadi rekomended di kafe ini" lanjut Bayu menjawab pertanyaan dari Rinjani.


Bayu memang menanyakan kepada sahabatnya yang memiliki kafe, makanan apa yang paling lezat di tempat tersebut. Akhirnya kawan Bayu merekomendasikan beberapa makanan. Bayu memesan semua makanan itu.


"Tau nggak sayang, aku dapat diskon untuk semua makanan ini" ujar Bayu mengatakan dengan bangga kalau dia mendapatkan diskon besar besaran dari sahabatnya itu.


"Yah dapat diskon aja bangga sayang. Kalau gratis baru bangga." ujar Rinjani sambil menahan tawanya karena sudah berhasil menggoda Bayu dengan kata bangga kalau gratis.


"Gratis sebanyak ini, bisa bangkrut dia sayang. Dikasih diskonan aja udah lumayan" ujar Bayu sambil menatap ke arah Rinjani.


Rinjani hanya bisa tersenyum saja. Dia memang sudah bisa memprediksi kalau Bayu akan menjawab seperti itu. Rinjani sangat paham sekali bukan tipe Bayu yang akan merugikan total seseorang. Selagi Bayu masih mampu untuk membayar maka Bayu akan membayar semuanya sendiri.


"Udah capek ngomong soal diskonan, sekarang mending makan aja lagi. Dari pada nanti dingin, terus rasanya mulai nggak enak" ujar Bayu yang telah mengambil satu piring spageti yang di pesannya.


Sedangkan Rinjani memilih untuk makan ramen yang memang menjadi olahan mie paling terenak di kafe itu. Beberapa cemilan juga tersaji di atas meja. Bayu dan Rinjani berencana untuk makan cemilan itu nanti setelah makan menu utama. Mereka berdua akan duduk di sana sampe jam setengah sepuluh malam.


"Sayang, saat aku pulang semalam, ada kejadian aneh di rumah dinas akau sayang" ujar Bayu memulai ceritanya tentang kejadian aneh yang terjadi semalam di rumah dinas.


Kejadian yang mengakibatkan pintu rumah dinas milik Bayu harus di tukar dengan kunci pintu yang baru.


"Emang ada apa sayang?" tanya RinjanI penasaran dengan apa yang akan diceritakan oleh Bayu kepada dirinya.


"Ini benar benar gila sayang. Bener bener gila. Aku aja sampai nggak bisa menahan tawa aku setelah semua kejadian itu" ujar Bayu sambil tersenyum senyum sendiri mengingat kejadian semalam.


"Sayang, kenapa senyam senyum kayak gitu. Katakan yang sebenarnya sayang, ada apa?" ujar Rinjani yang penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya semalam di rumah dinas Bayu.


"Jadi gini sayang, pas aku siap mengantarkan kamu ke kos, aku kan langsung pulang tuh" ujar Bayu mulai menceritakan awal mula kejadian yang membuat dirinya menjadi panik sesaat itu.


"Terus pas aku sampe rumah, orang terlihat ramen di sana sayang. Ramai banget. Aku sampe kaget, kenapa mereka bisa serame itu di rumah" ujar Bayu selanjutnya.


Bayu menceritakan kepada Rinjani kejadian di rumahnya tadi malam.


"Apa? Mereka sampai mengaji yasin di rumah sayang? Jadi mereka mengira kamu meninggal? Kok tega banget ya" ujar Rinjani kepada Bayu.


Bayu mengangguk mengiyakan apa yang terjadi di rumah dinas nya semalam. Rinjani akhirnya tertawa ngakak mendengar apa yang dikatakan oleh Bayu.


"Kok bisa mereka mengira kamu udah meninggal sayang?" ujar Rinjani bertanya setelah bisa menguasai dirinya kembali.


"Pas kita pulang kemaren itu. Ada kecelakaan yang menimpa seorang tentara. Namanya sama dengan nama aku, Bayu juga. Masyarakat mengira itu aku. Makanya mereka menghubungi ke kesatuan." kata Rinjani mengatakan kenapa dia bisa dikira oleh orang orang telah meninggal.


"Mereka mengira kalau itu aku, karena bertepatan dengan aku yang pergi ke sana. Eeee ternyata pas aku pulang mereka kaget" ujar Bayu melanjutkan ceritanya.


"Malahan ya sayang, aku dikira mereka hantu. Masak ada yang ngegampar aku, jiwit aku. Malahan ada yang terang terangan bertanya apakah yang berdiri di depan mereka beneran aku atau hantu" ujar Bayu menceritakan bagaimana perlakuan yang diterima oleh Bayu saat dia sampai di rumah.


"Jadi kamu dikira udah meninggal Sayang makanya mereka mendoa dan mengaji-ngaji di rumah gitu" kata Rinjani sambil menahan tawanya.


Rinjani tidak menyangka kalau korban kecelakaan tunggal di pantai itu dikira sebagai Bayu oleh masyarakat.


"Iya sayang bayangin aja sama kamu gimana keselnya aku malam itu, mana pintu rumah kuncinya sudah didobrak lagi, aku capek, eh malamnya malah disuruh nungguin perbaikan pintu rumah baru aku bisa tidur" ujar Bayu menceritakan bagaimana kesalnya dia saat harus menunggu pintu rumah yang diperbaiki oleh piket yang diminta oleh Komandan.


" sayang sayang ada-ada aja kamu. Makanya besok itu kalau pergi-pergi nama di papan nama kamu kamu bikin lengkap-lengkap Bayu Anggara bukan hanya Bayu aja" ujar Rinjani memberikan saran kepada Bayu untuk menambah nama lengkap di pakaian dinas Bayu, agar tidak lagi terjadi keraguan saat ada kecelakaan yang orangnya sama sama bernama Bayu.


"Bener juga ya sayang. Okelah aku pakai nama Bayu Anggara aja di papan nama baju aku, tapi kalau sepanjang itu tentu papan nama aku penuh dari kiri ke kanan" kata Bayu yang tidak bisa membayangkan seberapa panjang papan nama yang akan dipakai oleh Bayu di baju dinas.


"Atau gini aja sayang, kamu pakai aja nama Bayu A, jadi kan ada yang membedakan antara nama kamu dengan nama orang lain" ujar Rinjani memberikan usulnya kepada Bayu.


"Bisa dipikirkan sayang" jawab Bayu yang akan mempertimbangkan ide yang diberikan oleh Rinjani sebentar ini, dengan menambahkan huruf A di belakang nama Bayu.


"Ya elah sayang, kamu ambil serius saran aku tadi?" ujar Rinjani yang tidak menyangka kalau Bayu mengambil serius saran yang diberikan oleh Rinjani kepada Bayu.


"Emang kamu bercanda tadi sayang?" ujar Bayu balik bertanya kepada Rinjani tentang ide menambahkan huruf A di belakang nama Bayu.


"Serius aku sayang. Tapi orang pasti akan banyak mempleset kan kepanjangan dari huruf A itu" ujar Rinjani menjawab perkataan dari Bayu.


"terserah mereka aja sayang, mau mempleset kan jadi apa. Asal jangan aku dikira meninggal lagi aja udah itu" kata Bayu sambil menatap ke arah lautan yang gelap tersebut.


Mereka berdua kemudian melanjutkan obrolan ringan seputar berbagai hal dalam hubungan mereka berdua.