Its My Dream

Its My Dream
Siang H - 20 Asrama Kompi C ##



"Lagian kita berdua mau nengok ya Mah, gimana asrinya komplek asrama yang dikatakan oleh orang orang,, asrama hijau itu. Jani bener bener penasaran dengan keadaannya" lanjut Rinjani yang sangat ingat apa yang dikatakan oleh ibuk ibuk perwira yang rumahnya di dekat rumah Bayu. Bagaimana kerennya asrama kompi C yang terkenal sangat hijau dan ibuk ibuk di sana tidak perlu membeli sayuran saat mereka mau mengolah sayur, karena di depan mereka dan di sepanjang jalan tumbuh berbagai sayuran yang bisa mereka ambil dengan cuma cuma saja sesuai dengan kebutuhan rumah tangga masing masing.


"Wow bener kamu Jani. Mamah juga sangat penasaran jadinya dan memang bener, kalau melihat yang asri asri memang lebih asik jalan kaki kayaknya. Jadi kita bisa melihat langsung. Keren itu, nanti kita fhoto fhoto ya Jani, biar bisa mamah upload di sosial media mamah" jawab Mamah yang super semangat saat mendengar julukan dari asrama kompi C itu. Mamah sudah bisa membayangkan bagaimana ramenya nanti sosial medianya saat mamah mengupload keadaan asrama kompi C yang sangat asri dan di tumbuhi berbagai sayur mayur yang bisa diolah sebagai penunjang perekonomian keluarga para prajurit.


"Sip Mamah, kita akan fhoto fhoto" ujar Rinjani yang ternyata juga gila untuk berfhoto dan mengabadikan beberapa momen yang perlu untuk diabadikan. Rinjani juga akan mengupload foto foto kunjungannya ke sana dengan Mamah di sosial media milik Rinjani sendiri


Ryan yang mendengar percakapan antara Ibuk komandan dan calon menantunya itu hanya bisa menghembuskan nafas dengan berat. Mamah sudah kembali seperti seusia Rinjani.


"Ibuk sudah dalam mode Nona Rinjani" ujar Ryan dengan pelan yang hanya bisa di dengar oleh dirinya saja.


Ryan memberhentikan mobilnya tepat di depan pintu masuk komplek asrama kompi C. Gapura gagah sudah menyamput Mamah dan Rinjani. Gapura yang dihiasi oleh bunga bunga di seputarannya dengan bunga bunga yang sangat terawat. Mamah dan Rinjani sudah tidak sabar untuk masuk ke dalam komplek itu. Mereka berdua sama sekali tidak menunggu Ryan membukakan pintu mobil, Mamah dan Rinjani langsung saja berdua turun dari dalam mobil, saat mobil sudah parkir dengan sempurna.


"Wow Ibuk dan Nona Jani sudah tidak sabar kelihatannya" ujar Ryan saat melihat Mamah dan Rinjani membuka pintu mobil mereka masing masing.


Mamah dan Rinjani sudah berdiri di luar mobil. Mereka menunggu Ryan yang sedang mengambil kunci mobil.


"Mari Ibuk" ujar Ryan sambil memberikan payung dengan logo persit kepada Rinjani.


"Masukkin ke dalam mobil lagi Yan, ngapain pake payung payung segala" ujar Mamah menolak payung yang diberikan oleh Ryan kepada Rinjani.


Ryan tanpa bisa membantah memasukkan kembali payung yang rencana akan dipakai oleh Mamah kedalam mobil. Setelah itu Ryan berjalan paling di depan untuk menjadi penunjuk arah, padahal sebenarnya Rinjani dan Mamah sudah tahu arah jalan yang akan mereka tuju, tinggal masuk ke dalam gerbang, maka mereka berdua akan tiba di dalam komplek asrama kompi C.


"Ryan kita isi buku tamu dulu" ujar Mamah saat melihat Ryan yang akan lurus saja.


"Siap Buk" jawab Ryan yang langsung berbelok dan langsung menuju piket jaga.


Piket jaga yang melihat Ryan berdiri di depan pos jaganya menjadi kaget, apalagi melihat ada Nyonya ketua mereka dan juga calon menantunya berdiri di belakang Ryan.


Piket memberikan hormatnya kepada Mamah dan juga Ryan. Mamah membalas dengan anggukan karena mamah sedang tidak memakai pakaian dinasnya. Sedangkan Ryan membalas dengan hormat penuh kepada piket jaga pos jaga komplek asrama kompi C.


"Maaf Ibuk, kenapa tidak memberitahukan kepada kami, kalau Ibuk mau datang berkunjung kemari" ujar piket jaga saat sudah kembali sadar dari keterkagetannya saat melihat siapa yang datang berkunjung ke asrama kompi C


"Oh tidak apa apa Pak. Saya tidak dalam kunjungan resmi, cuma mau melihat keadaan di kompi C saja" jawab Mamah sambil memberikan sedikit senyumnya kepada petugas jaga piket pos depan gerbang asrama itu.


"Tapi setidaknya para Ibuk ibuk kompi C bisa menyambut Ibuk Ketua di pintu gerbang ini" ujar piket jaga yang pangkatnya lebih tinggi berkata kepada Mamah dan Rinjani.


Piket jaga mengerti dengan maksud nada bicara Ibuk ketua mereka yangs udah memakai penekanan itu, Mereka tidak akan memaksakan peruntungan mereka kembali dengan tetap memaksa Mamah untuk memberitahukan kepada mereka semua kalau Mamah atau Ibuk ketua mereka akan datang ke asrama mereka.


"Mana buku tamu yang akan saya isi ya Pak?" ujar Mamah bertanya kepada piketjaga buku tamu yang harus diisi oleh Mamah.


Piket jaga mengambilkan mamah buku tamu yang harus diisi oleh mamah. Mamah mengisi buku tamu itu dengan namanya saja, tanpa membawa embel embel nama papap. Mamah melakukan itu karena Mamah tidak dalam kunjungan kerja atau kunjungan resmi ke asrama kompi C. Mamah murni hanya ingin melihat lihat saja karena dengar kabarnya jambu di kompi C sedang berbuah dan masak.


"Silahkan masuk Ibuk" ujar piket jaga.


Piket jaga mengantarkan Mamah, Rinjani dan Ryan untuk masuk ke dalam komplek asrama kompi C.


"Ibuk, kenapa mau datang ke sini nggak ngasih kabar ke kami" ujar seorang ibuk persit yang sedang duduk bersama sama dengan beberapa ibuk persit lainnya yang sedang membersihkan bunga bunga yang ditanam di pinggir jalan.


"Waduh kalau saya datang ngasih tau ya namanya nggak kejutan dong ya" ujar Mamah menjawab pertanyaan dari ibuk persit sambil duduk di sebuah kursi yang terbuat dari beton.


"Mana komandan Bayu juga nggak ngasih tahu kami lagi" ujar ibuk persit yang lainnya yang merasa tidak enak karena sama sekali tidak menyambut kedatangan Mamah dan Rinjani.


"Udah santai aja Buk" jawab Rinjani sambil tersenyum.


"Bener yang dikatakan Rinjani santai saja" jawab Mamah mempertegas kembali jawaban yang diberikan oleh Rinjani kepada Ibuk ibuk yang ada di sana.


"Kami ke sini mau makan rujak jambu air yang katanya dan terdengar sedang masak masaknya" ujar Mamah sambil mengeluarkan bumbu rujak dari dalam tas ransel yang dari tadi di sandang oleh Mamah.


"Jadi tas itu isinya bumbu rujak Mah?" ujar Rinjani kaget saat mamah mengeluarkan apa isi tasnya


"Ya, kamu kira apa sayang?" ujar Mamah


"Nggak bisa mikir apa apa" jawab Rinjani yang memang tidak memperkirakan apa isi dari tas ransel milik Mamah.


"Haha haha haha."


Mamah tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Rinjani sebentar ini.


"Jadi dimana batang jambu air yang sedang masak itu" ujar Mamah yang sudah tidak tahan lagi mau membuat rujak dengan Ibuk ibuk persit yang ada di kompi C.