
Rinjani memulai perkuliahannya yang ketiga tepat pukul satu siang. Rinjani mengajar dengan cara seperti tadi. Rinjani bukan tipe dosen yang suka berceramah, Rinjani lebih suka berdiskusi dan membiarkan semua mahasiswa dan mahasiswi yang ada di kelasnya untuk mengatakan dan mengeluarkan pendapat yang menurut mereka adalah benar. Pembelajaran seperti ini sangat sangat di sukai oleh para mahasiswa di kelasnya, mereka merasa kalau Rinjani sangat menghargai mereka dan juga mau mendengarkan apa apa saja pendapat mereka dalam memandagn suatu materi atau permasalahan yang mereka temukan dalam proses pembelajaran.
Rinjani benar benar menikmati proses perkuliahannya hari ini, dia sudah sangat lama tidak mengajar di kelas itu. Sudah empat pertemuan tidak dilakukan oleh Rinjani sehingga Rinjani harus mengejar materi yang tertinggal dari kelas kelas yang lainnya. Waktu berjalan dengan sangat cepat terasa sewaktu kita melakukan sesuatu yang kita senangi, sehingga Rinjani sampai tidak sadar kalau jam pertemuannya dengan para mahasiswa itu sudah habis. Tak terasa hari sudah pukul setengah tiga, Rinjani menyelesaikan perkuliahannya dengan kelas itu, kelas terakhir pada hari ini yang harus diajarnya.
Rinjani menyusun semua barang barangnya. Rinjani berencana akan memesan taksi online saat sudah berada di parkiran. Rinjani berencana untuk membeli batagor yang ada di depan parkiran, Rinjani sudah lama sekali tidak merasakan batagor yang paling enak di kampus yang ternama itu. Rinjani entah kenapa merasakan lapar terus sehabis memberikan perkuliahan, mungkin energi yang digunakan oleh Rinjani saat mengelola kelas luar biasa banyak, sehingga membuat dia merasa lapar setiap selesai melaksanakan proses pembelajaran. Rinjani memesan satu porsi batagor ke pada abang abang penjual batagor yang sedang menyiapkan pesanan dari dua orang mahasiswi yang sama sekali tidak di kenal oleh Rinjani.
"Bang bungkus tiga ya, saya tunggu di sana ya Bang" ujar Rinjani sambil menunjuk sebuah kursi yang kosong yang ada di depan pos satpam.
"Siap Uni Jani. Akan mamang buatkan setelah pesanan ini okay" ujar Abang abang penjual batagor yang memanggil dirinya dengan sebutan mamang, sedangkan Rinjani memanggil dengan Abang.
Rinjani mengacungkan jempolnya kepada penjual batagor. Setelah memesan batagor yang diinginkan oleh dirinya, Rinjani berjalan menuju pos satpam. Rinjani berencana untuk menunggu batagornya siap di sana. Rinjani tidak mungkin akan duduk di tempat duduk yang disediakan oleh tukang jual batagor, karena di sana ada beberapa orang mahasiswa dan mahasiswi yang tadi mengikuti mata kuliah dengan Rinjani.
"Numpang duduk ya Pak" ujar Rinjani meminta izin kepada dua orang satpam yang berjaga jaga di gedung perkuliahan itu.
"Wah buk dos Rinjani, udah lama banget nggak pernah kelihatan, kemana aja buk dos cantik ini?" ujar Bapak bapak satpam yang terkenal lucu dan paling suka menyapa dosen dosen yang sedang mengajar mata kuliah umum di gedung megah tersebut. Gedung yang di atasnya bertuliskan Gedung MKU.
"Wah bapak satpam paling ramah se kampus, nggak kemana mana pak, ada urusan sedikit sehingga nggak bisa ngajar. Bapak kangen sama aku ya?" ujar Rinjani mulai mengikuti keusilan dari satpam yang tadi menyapa dirinya.
"Kengan banget buk dos cantik. Tapi bukan saya yang paling kangen sama Buk dos cantik, beberapa mahasiswa yang kangen sama buk dos cantik, bahkan mereka rela duduk di pos satpam ini untuk menunggu kali kali aja Buk dos Rinjani nongol, ternyata sampe jam empat nggak nongol nongol barulah mereka pulang" ujar pak satpam memberitahukan kepada Rinjani gimana tingkah para mahasiswa itu saat tidak melihat Rinjani mengajar di kampus.
"Haha haha haha, Bapak ada ada aja" ujar Rinjani.
"Serius buk dos" jawab Pak satpam yang tidak suka diragukan perkataannya oleh Rinjani.
Rinjani kemudian melanjutkan obrolannya dengan pak satpam seputar kelakuan mahasiswa saat baru datang, sedang berada di kampus dan mau pulang. Sekali sekali Rinjani tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh satpam kepada dirinya. Rinjani benar benar menikmati semua itu dengan sangat amat suka cita. Rinjani bersyukur ada pak satpam yang menemani dirinya di sana, sehingga kegiatan menunggu batagor masak tidak terlalu membosankan bagi Rinjani.
Saat itulah sebuah tangan memegang pundak Rinjani dari belakang. Rinjani yang kaget langsung mencengkram tangan kekar itu dengan tangannya. Dia siap untuk melakukan tindakan penyelamatan terhadap dirinya sendiri.
'Kamu ngagetin aku aja sayang, kalau saja Pak satpam nggak teriak, aku pastikan kalau kamu akan aku banting tadi" ujar Rinjani sambil menatap ke arah kekasihnya itu.
"Haha haha, yakin kamu bisa membanting aku sayang?" tanya Bayu sambil duduk di sebelah Rinjani.
Satpam sudah mengambilkan Bayu satu kursi kosong untuk tempat Bayu duduk. Bayu juga sudah mengucapkan terimakasih kepada satpam atas kursi yang sudah ditolong ambilkan oleh Pak satpam yang terkenal baik dan selalu menemani Rinjani menunggu jemputan atau ojek yang akan mengantarkan Rinjani ke kos kosannya.
"Bisalah sayang. Kapan kapan kita coba boleh juga" ujar Rinjani yang setengah kesal karena Bayu sama sekali meragukan kekuatan dirinya untuk bisa membanting Bayu ke tanah saat Bayu mengagetkan dirinya seperti tadi.
"Nggak lah sayang" ujar Bayu yang tidak akan mau beradu kekuatan fisik dengan kekasihnya itu.
Suatu hal yang tidak akan pernah dilakukan oleh Bayu kepada Rinjani. Bagi Bayu keselamatan Rinjani adalah segala galanya, sehingga apapun bentuk kekerasan fisik tidak akan pernah dilakukan oleh Bayu kepada Rinjani. Walaupun Bayu di Paksa untuk mau.
Mereka berdua kemudian mengobrol ringan dengan dua orang satpam yang selalu setia dengan pekerjaan mereka. Saat itulah penjual batagor datang membawa empat piring batagor dan juga empat botol air mineral.
"Loh Bang kok jadi empat?" ujar Rinjani bertanya kepada Abang penjual batagor.
"Satu lagi untuk Bapak tentara yang sudah nolong saya itu Buk Dos" jawab penjual batagor menjelaskan kepada Rinjani kalau satu porsi yang satu lagi adalah milik Bayu karena sudah pernah menolong Abang penjual batagor saat ban gerobak dorongnya bocor ban.
"Terimakasih Bang, maaf sudah merepotkan" ujar Bayu yang merasa tidak enak dengan penjual batagor itu.
"Tidak apa apa om tentara, saya tidak akan bangkrut hanya karena sepiring batagor saja" jawab penjual batagor sambil berjalan kembali menuju gerobaknya yang tidak pernah sepi pembeli itu.
"Ya sudah mari kita menikmati batagor yang sudah menggugah air selera ini" ujar Pak satpam dengan nada lucunya itu.
Bayu, Rinjani dan satu lagi rekan satpam hanya bisa geleng geleng kepala saja mendengar apa yang dikatakan oleh satpam itu. Mereka berempat kemudian menikmati batagor yang memang terkenal lezat di kampus terkenal tersebut. Semua mahasiswa dari fakultas manapun kalau kepengen makan batagor rela datang jauh jauh ke gedung MKU hanya untuk menikmati sepiring batagor yang sangat lezat tersebut.