
"Papap, Mamah pergi memastikan persiapan dulu ya. Atau Papap dan Bang Bramantya mau ikut dengan kami? Kalau mau ikut boleh juga" ujar Mamah yang pada akhirnya memilih untuk mengajak Papap dan Bramantya melihat lihat kesiapan dari tempat acara yang akan diadakan siang nanti tepat pukul satu siang atau di jam makan siang para tamu yang diundang ke dalam acara itu. Tamu yang diundang tidaklah banyak, hanya orang orang yang berada di sekitar mereka saja, hal ini dilakukan hanya karena
"Gimana Bramantya, apa kita ikut dengan mereka atau kita menunggu di lobby hotel saja dan menyerahkan semuanya kepada istri kita saja?" ujar Papap bertanya kepada Bramantya apakah mereka berdua akan ikut atau akan menunggu saja di lobby hotel.
"Ikut sajalah" ujar Bramantya memilih untuk ikut dan menyaksikan langsung keadaan persiapan acara yang akan dilakukan dalam beberapa jam ke depan.
"Kalian berempat ikut dengan kami saja" ujar Papap mengajak ke empat ajudan mereka menuju tempat diadakannya acara yang akan dilangsungkan nanti tepat pukul satu siang.
Josua dan Ryan yang memang sudah sangat penasaran dengan acara apa yang akan diadakan oleh Mamah dan Papap membuat mereka sangat bahagia saat Papap mengajak mereka berdua untuk melihat keadaan tempat yang akan dijadikan tempat berlangsungnya acara yang dirahasiakan sangat rapat oleh Papap dan Mamah.
"Akhirnya Bang" ujar Ryan kepada Josua dengan berbisik.
"Hust nanti kedengaran sama Mamah baru tahu kamu, bisa bisa kita dimarahi lagi karena kita sudah tahu acara apa yang akan diadakan" ujar Josua menakut nakuti Ryan.
"bener juga ya Bang. Gimana ini" ujar Ryan yang panik sendiri pada akhirnya akhirnya karena tiba tiba di bawa oleh Papap untuk melihat tempat acara yang akan diadakan itu.
Josua sangat senang melihat Ryan yang mendadak menjadi sangat takut itu. Jadi, dia bisa melakukan hal apapun kepada Ryan, karena kalau Ryan sudah takut maka Ryan akan menuruti semua yang dikatakan oleh Josua kepada dirinya. Hal itu sangat dinanti natikan oleh Josua.
"Makanya nanti kalau Papap atau Mamah menanyakan sesuatu bilang aja kita tidak lihat atau kita tidak tahu. Kamu pahamkan maksudnya?" ujar Josua mulai mengerjai Ryan.
"paham bang" jawab Ryan.
Dua orang ajudan Bramantya hanya bisa menatap saja kepada Josua yang mengerjai Ryan. Mereka juga menatap ke arah Ryan yang mau maunya dikerjai oleh Josua.
"Jadi kalian berdua sama sekali tidak mengetahui Komandan Bramantya itu siapa?" ujar asalah seorang ajudan dari Tuan Bramantya bertanya kepada Josua.
Josua menggeleng, Josua hanya tau kalau Komandan Bramantya adalah salah satu komandan kesatuan yang berada di daerah bali, tetapi kalau hal yang lainnya Josua sama sekali tidak mengetahuinya.
"Berarti sama dongya dengan komandan Bayu yang juga tidak mengetahui siapa sebenarnya Komandan Bramantya ini?" lanjut ajudan yang tadi berkata kepada Josua.
"Ya, komandan Bayu hanya tahu kalau Komandan Bramantya adalah teman lama atau sahabat dari Komandan Anggara" ujar Josua menjawab pertanyaan yang diajukan oleh ajudan dari komandan Bramantya itu kepada dirinya.
"Berarti ini memang sudah rencana dari komandan Bramantya dan komandan Anggara untuk tidak memberitahukan kepada orang orang yang ada di sini siapa sebenarnya komandan Bramantya, jadi dengan sangat menyesal kami juga tidak bisa mengatakan kepada kalian berdua siapa komandan kami itu sebenarnya" ujar ajudan Bramantya yang juga pada akhirnya tetap tidak akan memberitahukan kepada Josua dan Ryan siapa sebenarnya komandan mereka.
Hal itu semakin membuat Josua dan Ryan semakin penasaran dengan acara apa yang akan mereka hadiri nanti siang. Sehingga mau tidak mau, Josua dan Ryan tetap harus menunggu acara itu berlangsung supaya mereka mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
"Josua, Ryan, kalian berdua sampai di sini saja, kalian berdua silahkan menuggu di depan pintu bersama dengan kedua ajudan dari Bramantya" ujar Papap yang meminta Josua dan Ryan menunggu di depan pintu saja. Hal itu membuat Ryan dan Josua semakin penasaran dengan hal apa yang berada di balik pintu ruangan itu.
Tetapi rasa penasaran Josua dan Ryan hanya tinggal rasa penasaran saja, mereka berdua tidak akan bisa melihat kejadian atau apa yang tersaji di balik pintu besar itu. Mereka tetap harus menunggu pukul satu siang baru bisa melihat apa yang ada di balik pintu besar itu.
Selama satu jam kurang Papap, Mamah dan keluarga Bramantya berada di dalam ruangan, mereka benar benar memeriksa ruangan itu satu persatu, terutama Mamah dan Nyonya Bramantya yang tidak ingin ada satu kesalahan kecil yang mengganggu jalannya acara yang telah mereka rancang secara mendadak itu. Acara yang memang akan mereka adakan nanti siang. Walaupun acara itu disusun dengan sangat mendadak tetapi Mamah dan Nyonya Bramantya tidak ingin acara itu menjadi acara yang asal asalan saja, sehingga Mamah dan Nyonya Bramantya haru smenyiapkan semuanya dengan maksimal dan terpenuhi semuanya walaupun itu hanya bersifat tamu undangan biasa saja.
Setelah lebih kurang satu jam berada di dalam dan memastikan semuanya sudah tertata dengan baik, Mamah dan yang lainnhya berjalan keluar dari dalam ruangan. Mamah terlihat sibuk dengan ponsel miliknya.
"Oke, kami juga akan bertukar pakaian" jawab Tuan Bramantya.
Mereka kemudian berpisah di lobby hotel, Josua yang sudah mengambil mobil, menghentikan mobilnya tepat di tangga masuk lobby hotel itu, setelah itu Ryan membukakan pintu mobil untuk Papap dan juga Mamah masuk ke dalam. Setelah yakin kalau Papap dan Mamah sudah berada di dalam barulah Ryan masuk juga ke dalam mobil
Mobil yang dikemudikan oleh Josua bergerak menuju rumah dinas Papap yang jaraknya dari hotel tempat keluarga Bramantya menginap hanya berjarak satu kilometer saja. Mobil melaju dalam kecepatan sedang karena kendaraan yang sedang ramai dan padat merayap.
Mamah terlihat sibuk dengan ponselnya, dia sudah meminta Ranti untuk mengajak Rinjani pulang. Mamah sudah menyiapkan pakaian yang sama warnanya untuk Rinjani dan Ranti, Mamah melakukan itu supaya semua rencananya berjalan dengan sempurna. Sedangkan untuk Bayu, Mamah juga sudah menyiapkan pakaian yang senada dengan dirinya dan Papap.
"Jani, kata Mamah kita harus pulang sekarang karena harus bersiap siap untuk acara nanti siang" ujar Ranti mengatakan kepada Rinjani pesan yang dikirimkan oleh Mamah kepada dirinya.
"Kenapa Mamah nggak mengirim pesan itu ke gue?" ujar Rinjani yang heran kenapa Mamah memilih untuk memberikan pesan itu kepada Ranti dari pada kepada dirinya.
"Loe tengok ponsel loe deh Jani. Karena di atas pesan chat mamah ini ke gue, mamah udah mengirim pesan chat ke elo tetapi sama sekali nggak ada tanggapan dari elo, makanya mamah mengirim pesan chat ke gue" uajr Ranti menjelaskan kepada Rinjani.
Ranti tidak ingin antara dirinya dengan Rinjani juga mengalami kegaduhan karena Rinjani yang merasa kalau pesan itu seharusnya dikirimkan kepada dirinya bukan kepada Ranti.
Rinjani kemudian melihat ponsel miliknya. ternyata memang benar. mamah sudah mengirimkan lima pesan chat kepada Rinjani, tetapi tidak satupun dibaca oleh Rinjani. masalahnya Rinjani sama sekali tidak mendengar dan tidak fokus kepada ponselnya melainkan lebih fokus kepada bimbingan nya kali ini.
"Oh bener. ayoklah kalau begitu kita pulang. loe kirim pesan chat ke Bram aja supaya datang ke rumah Papap saja" ujar Rinjani memberitahukan kepada Ranti apa yang harus dilakukan oleh Ranti langkah berikutnya.
"sip kalau masalah Bram itumah gampang di atur" ujar Ranti mengatakan hal itu dengan sengaja kepada Rinjani.
"Ya lah yang punya kekasih manut wae kepada dirinya" ujar Rinjani mengomentari pernyataan yang diajukan oleh Ranti kepada dirinya tadi.
Ranti tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Rinjani kepada dirinya. dia kemudian memilih untuk mengirim pesan kepada Bram, mengatakan kalau dia akan berangkat ke rumah Mamah. Jadi, Ranti akan menunggu Bram di rumah mamah saja.
Setelah selesai dengan urusan di kampus yang sebenarnya belum selesai tetapi terpaksa harus diselesaikan, Rinjani dan Ranti kemudian menuju parkiran kampus dimana Rinjani tadi memarkirkan mobilnya.
Kedua gadis cantik itu kemudian masuk ke dalam mobil. Rinjani dan Ranti memasang sabuk pengaman setelah itu barulah Rinjani mengemudikan mobilnya menuju rumah dinas papap. Rinjani dan Ranti akan mengikuti acara yang sudah disusun oleh Mamah dan Papap dengan seksama.
sedangkan Bayu yang berada di kompi c juga mendapatkan pesan dari mamah untuk pulang sekarang juga karena mamah sudah menunggu di rumah. Bayu kemudian memberikan instruksinya kepada semua anggotanya yang akan memeriahkan acara yang akan berlangsung itu.
"Karena acara dipindahkan ke hotel. maka kalian semua harus berkoordinasi dengan pihak hotel untuk mendapatkan izin melakukan apa yang sudah kita rencanakan ini" ujar Bayu meminta salah seorang dari perwira menengah yang ada di kompi nya untuk mengurus izin melakukan aksi mereka di hotel itu.
orang yang diminta oleh Bayu untuk mengurus hal itu sudah berangkat menuju hotel tempat acara akan dilangsungkan. mereka sudah selesai bernegosiasi dengan presiden direktur yang menjalankan bisnis hotel HS di kota Padang
setelah semua izin mereka kantongi semua anggota kompi C yang sudah di briefing dan melakukan latihan hanya dalam hitungan jam sudah bersiap siap dan sudah berada di hotel tempat acara akan berlangsung.
Mereka semua sudah memasang semua keperluan untuk mensukseskan acara yang sebenarnya itu. Acara yang diusung oleh semua anggota kompi C adalah acara yang pada intinya sama dengan acara yang dimentori oleh Mamah dan juga Papap. Tetapi sayangnya karena Mamah dan Papap tidak memberitahukan kepada siapapun, sehingga acara ini menjadi dua, tetapi untung saja tadi salah satu perwira melakukan negosiasi dengan management hotel sekaligus yang meng-handle jalannya acara. Perwira itu dan juga pihak management hotel melakukan beberapa perubahan dalam susunan acara, hal itu dikarenakan supaya acara tidak. saling tumpang tindih. Management hotel mebguras habis otaknya menggabungkan dua acara menjadi satu acara. suatu hal yang tidak mudah tetapi juga tidak sulit tergantung cara kita menyikapinya.