Its My Dream

Its My Dream
41



Bayu sudah berada di dalam kamarnya. Dia merapikan semua pakaiannya ke dalam ransel besar bermotif loreng itu. Bayu tidak ingin besok setelah latihan harus mengepak barangnya dan berkejar kejaran dengan waktu menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Bayu menyusun semua pakaiannya seperti yang diajarkan oleh Rinjani kepada dirinya agar semua pakaian itu muat dalam satu ransel. Setelah berkutat dengan susun menyusun pakaiannya selama tiga puluh menit, Bayu akhirnya telah selesai memindahkan semua pakaiannya ke dalam ransel besar itu.


"Akhirnya selesai juga, tinggal berangkat aja besok. Sama masukin pakaian yang dipakai sekarang dan untuk latihan nanti ke dalam ransel." ujar Bayu sambil memindahkan ranselnya ke dekat almari pakaian.


Bayu kemudian naik ke atas ranjang. Bayu memejamkan matanya, tidak perlu lama Bayu akhirnya sudah tertidur dengan nyenyak. Hal yang sama juga terjadi pada Rinjani dan Aleza, mereka juga langsung tertidur sesaat setelah mereka berbaring dan meletakkan kepalanya di atas bantal.


Pagi harinya Bayu dan Aris serta dua orang pelatih lainnya memulai latihan dengan ikut lari larian di sepanjang daerah asrama. Sedangkan Rinjanu dan Aleza sudah berada di kampus. Hari ini Rinjanu akan menemani Aleza latihan.


'Sayang, jam berapa jemput?' Rinjanu mengirimkan pesan chat kepada Bayu.


Bayu yang sedang latihan tidak mendengar bunyi pesan chat yang masuk ke dalam ponsel miliknya.


'Sayang, kamu sedang latihan?' ujar Rinjani mengirim sebuah pesan chat lagi, karena pesan chat yang pertama tidak di gubris oleh Bayu.


Bayu masih juga belum membaca pesan chat dari Rinjani. Rinjani menatap lama ponsel miliknya. Sekarang dia jadi sangat yakin kalau Bayu sedang latihan. Rinjani kemudian membuka aplikasi noveltoon, Rinjani sekarang sangat kegandrungan membaca novel di noveltoon. Dia sekarang sedang membaca judul novel Suamiku Bukan Milikku.


Rinjani senyum senyum sendiri, kadang terlihat marah dan jutek saat membaca novel tersebut. Rinjani bisa sampai lupa waktu saat membaca semua novel yang ada di aplikasi noveltoon.


'Sayang, aku jemput siap sholat jumat aja ke kontrakan Aleza.' bunyi pesan chat yang mengambang di layar ponsel Rinjani.


Rinjani hanya menggeser saja pesan chat tersebut.


'Sayang, aku baru selesai latihan. Jangan ngambek gitu' bunyi pesan chat berikutnya.


"Ini anak emang pengen menang sendiri aja ya. Giliran gue telat balas, dia chat banyak banyak. Ee giliran dia dak balas harus dimengerti" ujar Rinjani ngedumel sendiri saat membaca pesan masuk dari Bayu.


'Sedang baca novel sayang' balas Rinjani.


'Iya, jemput siap sholat jumat aja. Aku tunggu di kontrakan Aleza' pesan chat kedua.


'Ini mau pergi ke kontrakan Aleza' bunyi pesan chat berikutnya.


Rinjani dan Aleza kemudian berjalan menuju kontrakan Aleza yang letaknya di bagian samping kampus.


"Za apa pakaian loe udah masuk tas?" tanya Rinjani kepada Aleza saat mereka sampai di depan kontrakan.


"Udah. Loe?" tanya Aleza yang memang dari tadi sudah memasukkan semua barangnya ke dalam tas ransel miliknya.


"Udah juga. Saatnya kita santai santai lagi" ujar Rinjani sambil ngaso ngaso di kasur Aleza sambil menatap jauh ke depan.


"Jadi, bener Aris jomblo Jani?" tanya Aleza kepada Rinjani.


"Serius. Dia jomblo" jawab Rinjani.


"Akhirnya" ujar Aleza.


"Kok akhirnya? Kenapa, apa ada yang terlewat oleh gue?" tanya Rinjani kembali sambil menatap ke arah Aleza.


"Ada tapi dikit" jawab Aleza.


"Kemaren tu Aris udah ngomong ke aku lalu dia ada rasa sama aku." ujar Aleza menceritakan apa yang dibicarakan oleh Aris kepada dirinya.


"Terus loe Terima atau ndak dia?" tanya Rinjani selanjutnya kepada Aleza.


"Gue jawab aja. Mending kita jalani aja dulu berdua. Kalau rasanya cocok mari kita lanjut. Tapi kamu tidak kita berenti aja lagi" jawab Aleza sambil menatap ke arah Rinjani.


"Wow jawabannya diplomatis banget ye. Terus jawab Aris gimana?" lanjut Rinjani yang penasaran dengan tanggapan dari Aris.


"Aris cuma ngomong kita jalani aja" ujar Aleza mengatakan apa yang dikatakan oleh Aris.


"Wow berarti udah resmi jadian? Jadi Aris nyindir nyindir maren itu hanya gaya nya aja berarti dong" tanya Rinjani yang nggak habis pikir dengan apa yang dikatakan oleh Aris kepada dirinya saat mereka main sindir sindiran berdua itu.


"Berarti kata jadian nggak ada ya. Oke oke, nggak masalah mereka mah gitu, memang susah untuk katakan cinta. Tapi, bagi kita yang penting mah perbuatan dan wujudnya, kat kata nggak penting." ujar Rinjani kepada Aleza.


"Menurut kamu jani, kan kamu udah lama neh bersahabat dengan Bayu, bahkan dari saat masih dalam kandungan. Menurut kamu, apa Aris baik buat guenya?" tanya Rinjani yang berharap masukan dan pernyataan mendukung dari Rinjani.


Rinjani menatap Aleza sangat lama.


"Loe bersahabat dengan gue udah berapa lama?" tanya Rinjani kepada Aleza.


"dua tahun lebihlah" jawab Aleza.


"Kok loe balik nanyak ke gue jani" ujar Aleza yang nggak mengerti kenapa Rinjani berbalik bertanya kepada dirinya.


"Lah iya lah Za. Apa mungkin seorang sahabat mau menjerumuskan sahabatnya sendiri. Elo dan Aris sama sama sahabat gue. Nggak mungkinkan gue ngejerumusin kalian berdua" ujar Rinjani menjawab pertanyaan Aleza.


"Selama ini pernah gue ngejodohin elo sama orang lain Za?" tanya Rinjani berbalik kepada Aleza.


"Nggak pernah" jawab Aleza.


"Ya karena gue nggak yakin dengan mereka. Sedangkan Aris, gue tau banget siapa dia Aleza. Jadi, gue yakin, dia akan menjaga elo sebaik baiknya. Seperti dia menjaga gue dulu waktu sekolah." papar Rinjani kepada Aleza.


"Ini maaf ya Jani maaf banget. Bukan maksud apa apa pertanyaan gue ini" ujar Aleza ingin menanyakan sesuatu yang penting kepada Rinjani.


"Pasti loe pikir gue atau Aris pernah ada rasa cinta kan ya. Loe sama dengan Bayu, layak sih loe berdua berpikir seperti itu. Tapi sayangnya itu salah. Gue dan Aris nggak pernah ada rasa saling mencintai, sebagai sepasang kekasih atau lawan jenis" ujar Rinjani yang tidak mau ada kesalah pahaman antara dirinya dengan Aleza nantinya tentang kedekatan dia dengan Aris.


"hubungan kami murni hubungan saudara. Malahan nih ya antara kami berlima, gue sebenarnya lebih dekat ke Deri dari pada Aris. Cuma kalian berdua hanya taunya dengan Aris." lanjut Rinjani berkata dewasa Aleza.


"Kalau kalian tau juga dengan yang namanya Deri, Riki dan Eka, wah makin parah. Kami berlima memang seperti itu. Kami berlima sudah berjalan ji saling menjaga satu dengan yang lainnya. Kenapa bisa begitu jawabannya satu, kami saudara" ujar Rinjani menjawab ketakutan dari Aleza.


"jadi, kamu jangan cemas. Cinta aku hanya untuk Bayu. Tapi kalau kamu tanya apa aku siap berdiri di depan Aris kalau dia ada masalah? Jawabannya kami berempat akan berdiri di depan saudara kami yang sedang memiliki masalah" jawab Rinjani.


"Apa loe cemburu ke gue?" tanya Rinjani kepada Aleza.


"Nggak. Gue udah tau elo gimananya. Gue cuma penasaran aja" jawab Aleza jujur kepada Rinjani.


Tin tin tin, bunyi klakson mobil dari depan.


"sepertinya mereka datang" jawab Rinjani.