Its My Dream

Its My Dream
Siang - Malam H - 22



"Sayang kita mau kemana sayang?" tanya Rinjani yang heran dari tadi Bayu sama sekali tidak ada menunjukkan tanda tanda kalau Bayu akan memberhentikan mobilnya di suatu tempat.


"Nggak tau sayang. Aku cuma mau membawa kamu jalan jalan aja sayang tanpa tujuan yang pasti" jawab Bayu yang malas untuk berhenti karena kalau dia berhenti maka dia harus mulai membicarakan hal yang sedang berkecamuk dalam pikirannya ini.


"Ooo ya udah kita laju laju aja seperti biasanya." ujar Rinjani sambil menatap Bayu.


Rinjani sebenarnya tahu ada yang sedang dipikirkan oleh Bayu saat ini, tetapi Rinjani tidak tahu harus memulai dari mana untuk bertanya kepada Bayu. Rinjani ragu ragu untuk bertanya. Jadi, Rinjani memutuskan mengikuti apa yang ingin dilakukan oleh Bayu saja. Kalau Bayu tidak mau mereka berhenti di satu tempat, maka Rinjani memilih untuk tidak berhenti juga.


"Sayang, kata orang tempat main baru di pantai aia manie itu cantik sayang. Kapan kita ke sana?" ujar Rinjani yang memindahkan topik percakapan ke objek wisata yang baru di resmikan dalam minggu kemaren.


"Minggu gimana?" ujar Bayu yang memang sangat ingin menghabiskan hari harinya dengan Rinjani selama dua minggu ini sebelum dia harus terlibat dalam hal yang dibicarakan dengan komandan satuannya tadi.


"Oke minggu kita ke sana" ujar Rinjani dengan semangat menjawab perkataan Bayu yang mengajak mereka untuk ke sana pada hari minggu.


"Tapi kita pergi ke singkarak dulu ya, ada tempat bagus juga di sana. Tapi di situ kita nggak bisa makan berat, kita pergi santai santai saja ke sana. Makan beratnya kita tetap di Padang Panjang, gimana?" ujar Bayu yang menawarkan kepada Rinjani untuk pergi ke tempat lainnya sebelum ke tempat yang diminta oleh Rinjani.


"Kapan?" tanya Rinjani yang sangat bersemangat kalau akan pergi main itu.


"Sabtu pagi gimana?" tanya Bayu yang sudah sangat yakin Rinjani tidak akan menolak kesempatan itu.


"Oke. Sabtu jam enam kita berangkat ya, jadi kan lama itu kita mainnya." ujar Rinjani yang memang selalu memanfaatkan waktu dengan sangat baik.


"Siap shubuh kita langsung berangkat" ujar Bayu yang lebih memajukan jam mereka pergi.


"Oke kalau begitu" jawab Rinjani yang juga semangat untuk pergi.


Bayu tetap mengemudikan mobilnya dengan kecepatan biasa saja. Mereka sekarang sudah berada di jalan tepi pantai. Rinjani menatap ke tepi pantai dengan perasaan yang sebenarnya dilingkupi oleh berbagai tanda tanya. Tetapi, Rinjani sama sekali tidak mau merusak kegembiraan dari Bayu karena dia memaksa Bayu untuk bercerita. Tetapi, kalau Rinjani tidak bertanya hal itu akan membuat hatinya semakin penasaran.


"Sayang, apa yang dipikirkan?" tanya Bayu kepada Rinjani yang terlihat memang sedang memikirkan sesuatu.


"Seharusnya aku yang nanya ke kamu sayang, ada apa?" ujar Rinjani kepada Bayu.


"Loh kok jadi ke aku sayang, yang bermenung dan terlihat berpikir itu kamu dari tadi. Sekarang malah balik tanya ke aku. Kan aneh sayang" ujar Bayu menjawab pertanyaan dari Rinjani.


"Kamu jawab jujur ke aku ya, ada yang sedang kamu simpan dari aku?" tanya Rinjani langsung menatap wajah Bayu kekasihnya itu.


Bayu kemudian memarkir mobilnya di tepi laut. Dia membuka pintu mobilnya. Bayu berjalan keluar dari dalam mobil menuju pantai. Bayu duduk di sebuah kursi. Rinjani yang melihat apa yang dilakukan oleh Bayu juga melakukan hal yang sama. Rinjani menyusul Bayu yang sekarang sedang duduk dengan santai di sebuah kursi. Rinjani duduk tepat di sebelah Bayu.


Bayu diam saat Rinjani duduk di sana. Bayu masih tidak tahu apa yang akan dikatakannya kepada Rinjani. Bayu juga menyesal kenapa dia main keluar saja dari mobil tadi, saat Rinjani mengatakan kalau dia menyimpan sebuah rahasia yang tidak dibaginya dengan Rinjani.


Rinjani manatap ke arah Bayu. Rinjani tidak ingin memaksa Bayu lagi. Sudah cukup dengan tragedi yang sebentar ini, ini akibat Rinjani yang memaksa Bayu untuk mengatakan apa yang dipikirkan dan disimpan oleh Bayu dalam otaknya sekarang.


Rinjani berjalan menuju penjual pensi dan juga kerupuk kuah. Rinjani membeli pensi dua kotak dan kerupuk kuah dua buah. Tidak lupa Rinjani juga membeli dua air kelapa murni untuk dirinya dan Bayu.


"Makasi sayang, saat aku siap, aku pasti akan mengatakannya kepada kamu. Maaf untuk sekarang aku belum bisa mengatakannya, karena belum pasti apakah jadi atau tidak. Saat semua sudah pasti dan sudah keluar suratnya, kamu orang pertama yang akan membaca surat itu" jawab Bayu sambil menatap ke arah Rinjani, kekasihnya yang selalu mengalah kepada Bayu.


"Iya sayang, besok saat surat itu keluar kamu tidak boleh membukanya, berikan ke aku, maka aku yang akan membaca pertama sekali apa isi surat tersebut" ujar Rinjani berkata kepada Bayu.


"Siap sayang. Kamu orang pertama yang akan membaca isi surat itu" jawab Bayu.


Seorang pedagang datang mengantarkan dua kelapa muda yang tadi di beli oleh Rinjani. Mereka berdua kemudian menikmati pensi dan juga kerupuk kuah yang dibeli oleh Rinjani tadi.


"Sayang, jadi besok kita pergi setengah enam. Kita makan lontong dulu di puskud. Setelah itu baru kita ke singkarak" ujar Bayu menjelaskan rencana mereka besok kepada Rinjani.


"Kita pergi lewat solok ya sayang, nanti pulangnya baru lewat Padang Panjang" ujar Rinjani yang malahan memperjauh jalan mereka.


"Wow jauh kali muternya sayang. Kita pergi lewat Padang Panjang kita masuk ke daerah sumpur, terus malalo. Kita main di sana. Nanti pulangnya kita keluar di sumani, terus ke jalan singkarak yang biasanya. Nah, kita setelah itu pergi ke tempat Aleza. Gimana?" ujar Bayu membeberkan rute yang harus mereka lalui besok.


"Kalau ke solok dulu, sampe malalo jam berapa? Kapan mau mainnya" lanjut Bayu.


"Bener juga ya sayang, jam berapa sampenya kalau ke solok dulu. Iyalah aku ikut kamu aja" ujar Rinjani yang setuju untuk berangkat langsung menuju malalo saja, tidak ke solok dulu.


"Besoknya ke tempat main yang baru di pantai aia manie itu kan ya?" ujar Rinjani ingin memastikan kalau Bayu masih ingat dengan janjinya untuk ke tempat yang sedang viral itu.


"Iya sayang, kita ke sana." jawab Bayu yang tidak mau mengecewakan Rinjani.


Mereka berdua kemudian mengobrol ringan sambi menikmati matahari yang sebentar lagi akan tenggelam itu. Mereka mengobrol sambil tetap makan pensi dan menyeruput es kelapa muda yang dibeli Rinjani tadi.


"Pulang yuk sayang, besok tapi mau pergi pagi" ujar Bayu saat melihat jam tangannya menunjukkan pukul sembilan malam.


"Emang udah jam berapa?" tanya Rinjani kepada Bayu


"Sepuluh sayang, kita sudah sangat lama berjalan jalan di tepi pantai ini." ujar Bayu mengatakan sudah jam berapa sekarang.


"Yuk pulang" ujar Rinjani.


Bayu menggandeng tangan Rinjani berjalan ke arah mobil. Bayu dan Rinjani masuk ke dalam mobil. Bayu mengemudikan mobil menuju kos kosan Rinjani. Berkendara selama tiga puluh menit, Bayu telah sampai di depan kos Rinjani.


"Besok siap subuh" ujar Rinjani mengingatkan Bayu.


"Siap bos" jawab Bayu.


Rinjani masuk ke dalam rumah, Bayu mengemudikan mobil menuju rumahnya.