Its My Dream

Its My Dream
66



"Sayang, kayaknya perjalanan kita kali ini bener deh, arah tempat yang akan kita tuju bener ke sana, tengok aja tu mobil rame banget ke situ" ujar Rinjani menunjuk ke arah begitu banyak mobil berbelok ke arah yang sama dengan arah yang ditunjukkan oleh peta yang diambil Rinjani melalui sosial media objek wisata yang akan dikunjungi oleh Rinjani dan Bayu hari ini.


Objek wisata yang sudah berkali kali ingin dikunjungi oleh Rinjani tetapi baru kali ini kesampaian dengan sekian kali drama gagal untuk pergi karena Bayu yang memiliki berjuta juta kegiatan yang nggak bisa ditinggalkan sama sekali oleh Bayu.


"Kita tengok aja sayang, mereka sepertinya memang menuju tempat yang sama dengan kita." ujar Bayu menjawab perkataan Rinjani sambil tersenyum ke arah Rinjani yang sedang melihat ke arah Bayu.


"Tapi ya sayang, setahu aku, di daerah sini sangat banyak objek wisata. Mana tau mereka menuju ke sana bukan ke tempat yang sama dengan kita" ujar Bayu yang mengingat kalau daerah yang mereka tuju adalah daerah yang begitu banyak tempat objek wisata yang bisa mereka nikmati.


"Bener juga ya sayang. Tapi kita nikmati ajalah prosesnya. Kalau salah tempat ya keluar lagi. Lanjut lagi cari tempat yang sebenarnya, susah banget coba" ujar Rinjani sambil melihat lihat tempat objek wisata yang sudah mereka masuki itu. Rinjani ingin memastikan kalau tempat yang mereka tuju adalah benar tempat mereka sekarang ini.


Rinjani membaca nama tempat wisata tersebut sebelum Bayu terlanjur membelokkan mobilnya masuk ke dalam parkiran objek wisata itu. Rinjani tidak mau salah masuk tempat objek wisata.


'Malu kali kalau harus keluar lagi karena salah tempat' ujar Rinjani dalam hatinya. Walaupun di dalam mobil, saat mereka salah tentu ada beberapa pengunjung yang melihat. Rinjani tidak mau hal itu terjadi kepada dirinya. Makanya Rinjani benar benar harus memastikan kalau tujuan mereka adalah benar di sana.


"Gimana sayang?" tanya Bayu yang memang sama sekali tidak mengetahui nama tempat objek wisata yang akan dikunjunginya berdua dengan Rinjani.


"Bener sayang. Memang bener di sini tempatnya" ujar Rinjani menjawab dan memastikan kalau memang di situ adalah tempat wisata yang mereka tuju.


Objek wisata yang sedang sangat viral viralnya dikalangan para remaja. Sehingga membuat pihak tempat wisata memberlakukan sistem reservasi supaya semua orang dapat dengan aman dan nyaman masuk ke dalam objek wisata yang tergolong baru dan tidak pernah ada yang dibuat seperti itu selama ini di provinsi Sumatera Barat.


Bayu membelokkan mobilnya menuju tempat wisata yang sedang booming tersebut. Serta selalu menjadi bahan pembicaraan oleh orang orang baik yang sudah ke sana maupun yang baru mendengar cerita dari orang lain dan diceritakan kembali oleh mereka ke orang lain, seakan akan mereka juga sudah pernh pergi ke sana.


Seorang satpam telah meninggal di depan pintu gerbang masuk kawasan objek wisata tersebut. Bayu membuka kaca jendela mobilnya, karena satpam terlihat mau berbicara dengan Bayu dan Rinjani.


"Maaf mengganggu perjalanan Abang dan Kakak. Saya cuma mau bertanya, apakah abang dan kakak sudah melakukan reservasi tempat?" tanya satpam dengan sangat ramah dan sama sekali tidak terlihat arogan. Kadang kadang ada satpam tempat objek wisata yang terlihat arogan sekali. Tetapi satpam tempat objek wisata yang ini sangat terlihat ramah dan tidak arogan.


"Sudah pak, kami sudah melakukan reservasi" jawab Rinjani dengan ramah juga kepada satpam tersebut, Rinjani kemudian memperlihatkan kepada satpam bukti dia telah melakukan reservasi.


"Baiklah Abang dan Kakak, silahkan masuk, parkirnya di sana ya" ujar Satpam memberikan informasi dimana Bayu harus memarkirkan mobil miliknya sesuai dengan kode reservasi yang dilakukan oleh Rinjani.


"Terimakasih pak atas informasinya" ujar Bayu yang sangat senang mendapatkan pelayanan seramah ini dari pihak tempat objek wisata yang mereka datangi hari ini.


Satpam membukakan portal pintu gerbang objek wisata itu untuk Bayu dan Rinjani. Bayu mengemudikan mobilnya ke tempat yang sudah diinformasikan oleh satpam tadi.


Bayu memarkir mobilnya di sana. Setelah itu dia dan Rinjani turun dan berjalan menuju bangunan tempat objek wisata.


Tepat di pintu masuk ke tempat objek wisata. Ada dua orang bellboy berdiri di sana.


"Selamat datang Abang dan Kakak di objek wisata Maarawaabeach, apakah kami bisa melihat bukti reservasinya?" ujar salah satu bellboy yang berdiri di sana dengan sangat ramah dan selalu tersenyum.


Ntah sudah berapa orang yang di sapa oleh dirinya dengan cara seramah itu. Inilah kelebihannya tempat wisata yang dikelola dengan managemen yang jelas dan teratur mulai dari sistem mau reservasi, sampai pengunjung akan masuk ke dalam tempat wisata semua teratur dan jelas serta tidak bikin pusing para pengunjung objek wisata.


Rinjani kemudian memperlihatkan bukti dia telah melakukan reservasi kepada bellboy. Bellboy membaca bukti reservasi yang dilakukan oleh Rinjani. Kemudian kedua bellboy saling berbicara sebentar dengan menyebutkan kode kode tertentu.


"Ini ponselnya Kak. Silahkan kakak ikuti rekan saya. Dia akan mengantarkan abang dan kakak ke tempat duduk kakak sesuai dengan tempat reservasinya. Selamat menikmati objek wisata yang kami sajikan kakak. Semoga berkenan dan datang kembali berkunjung" ujar bellboy berkata dengan sangat hormat dan sopan kepada Bayu dan Rinjani.


"Silahkan duduk Abang Kakak. Ini adalah tempat duduk kakak dan Abang selama berada di tempat ini. Uang reservasi yang kakak bayarkan kemaren bisa ditukarka dengan pembelian makanan, minuman ataupun untuk berenang, sesuai dengan harga yang tertera di dalam buku ini" ujar Bellboy menerangkan untuk apa uang reservasi yang dibayarkan oleh Rinjani saat dia melakukan reservasi kemaren.


"Apakah masih ada pertanyaan Abang, Kakak?" tanya bellboy sebelum dia pamit menuju tempat lainnya dan melakukan pekerjaan yang lain.


"Kalau mau pesan makanan bagaimana caranya?" tanya Bayu.


Bayu dan Rinjani ini adalah kali pertama mereka pergi ke tempat itu. Sehingga mereka sama sekali tidak mengerti dengan cara melakukan pemesanan makanan dan minuman yang akan mereka nikmati nanti di sana selepas mereka melihat lihat tempat yang ada di sana.


"Abang silahkan pakai handy talk ini saja. Nanti siapa bellboy yang mendengar akan langsung datang ke sini da mencatat apa saja pesanan yang kakak dan Abang pesan" ujar bellboy menerangkan bagaimana cara cara melakukan pemesanan makanan dan minuman di tempat itu.


"Oh baiklah terimakasih" ujar Bayu mengucapkan terimakasih kepada bellboy yang sudah dengan baik hatinya menerangkan kepada Bayu bagaimana sistem memesan makanan dan minuman di objek wisata itu.


Bellboy kemudian pamit mengundurkan diri dari hadapan Bayu dan Rinjani. Sedangkan Bayu dan Rinjani masuk ke dalam tempat yang dikhususkan hanya untuk mereka berdua saja. Mereka duduk di sana sambil memandang ke arah laut lepas. Mereka benar benar merasa sedang berada di tempat yang lain dari pada tempat wisata yang pernah mereka kunjungi di kota Padang dan sekitarnya.


"Sayang pelayanannya benar benar memuaskan ya sayang" ujar Rinjani memuji bagaimana bagus dan tertata dengan sangat rapi dan melayani pengunjung dengan sangat bagus dan membuat pengunjung merasa puas dengan pelayanan yang ada di sana.


"Harga sesuai dengan pelayanan dan tempat sayang. Mereka di sini tidak hanya menjual laut, makanan, minuman dan tempat. Tetapi mereka juga menjual pelayanan yang prima sehingga walaupun pengunjung mengeluarkan biaya yang sangat banyak selama mereka berada di tempat ini." ujar Bayu yang mengomentari antara biaya yang dibayarkan saat melakukan reservasi dengan fasilitas dan bagaimana pelayanan yang diterima di tempat itu.


"Bener ya sayang. Murah pun satu tempat tetapi kalau pelayanan tidak prima, bagaimanapun juga orang tentu tidak mau balik lagi ke situ. Tetapi dengan tempat seperti ini pelayanan yang juga memuaskan, pasti banyak orang yang mau kembali ke sini" ujar Rinjani menanggapi pernyataan dan kesimpulan yang diberikan Bayu kepada dirinya tentang pelayanan yang sangat luar biasa bagus diberikan oleh managemen tempat wisata yang sedang viral tersebut.


Mereka berdua terdiam, dan melihat sekelompok anak anak sedang berenang di kolam renang yang ada di sana. Bayu dan Rinjani tersenyum dan sekali sekali tertawa melihat anak anak itu berenang.


"Sayang kita ke sana yok" ajak Rinjani sambil menunjuk ke payung payung yang terletak persis di tepi laut lepas.


"Oke" ujar Bayu setuju dengan ajakan Rinjani.


Bayu dan Rinjani berdiri dari kursi mereka. Mereka kemudian berjalan bergandengan tangan menuju payung payung yang ditunjuk oleh Rinjani tadi.


"Kamu beneran nggak mau ber fhoto di situ sayang?" tanya Bayu kepada Rinjani sambil menunjuk tempat berfhoto yang sedang viral tersebut.


"Iyalah sayang. Rugi nggak. Aku mau memperlihatkan kepada Dian dan Ranti. Mereka mengajak aku untuk ke sini sekali lagi." ujar Rinjani memberitahukan kepada Bayu rencana rencana yang telah dibuat oleh dirinya dengan teman satu kos kosan untuk datang ke sini bersama sama di lain waktu.


"Tapi karena melihat berapa yang harus dikeluarkan untuk makan, kayaknya aku harus berpikir ulang kembali sayang." ujar Rinjani yang tadi sempat membaca bagaimana harga harga makanan dan minuman yang dijual di sana.


"Haha haha haha haha. Aku kasih modal kalau kamu mau pergi ke sini sayang. Tidak akan aku biarkan kamu tidak makan dan minum saat main ke sini" ujar Bayu dengan nada yang dibuat buat prihatin atas apa yang diceritakan oleh Rinjani kepada dirinya.


"Haha haha haha. Sayang sayang nggak cocok tampang kamu dibuat seperti itu" kata Rinjani protes dengan wajah Bayu yang dibuat buat seperti orang yang sedang prihatin dengan keadaan seseorang.


"Sayang aku kan sedang usaha. Kamu nggak menghargai usaha aku" ujar Bayu yang terus saja menggoda Rinjani dengan ucapan ucapannya yang aneh aneh.


Mereka berdua akhirnya sampai juga di tempat yang dikatakan oleh Rinjani tadi. Mereka duduk di sana dengan perasaan bahagia.


'Inilah saatnya aku harus ngomong kepada Rinani tentang kegiatan aku yang harus pergi ke daerah konflik selama dua tahun' ujar Bayu dalam hatinya. Bayu memang sudah lama sekali memikirkan moment yang tepat untuk dia menceritakan kepada Rinjani dia akan melaksanakan tugas negara itu.