Its My Dream

Its My Dream
Sore H - 18 Rumah Papap



Mereka semua kemudian melakukan pekerjaan masing masing sesuai dengan apa yang sudah dibagikan oleh Bayu tupoksi atau apa yang harus mereka kerjakan. Mereka sudah mengerti dan paham dengan apa yang harus mereka kerjakan, di tambah lagi Bayu menaruh satu orang sebagai leader dalam masing masing kelompok, sehingga pekerjaan mereka akan bisa dilakukan dengan sebaik baiknya.


"Ingat ya satu saja yang lalai, maka semuanya akan gagal" ujar Bayu mengingatkan semua anggotanya untuk serius dan tidak menagggap pekerjaan apapun yang mereka kerjakan adalah suatu hal yang sangat remeh temeh.


"Siap komandan Bayu, kami akan melakukan semuanya dengan serius. kami akan mulai bergerak dari sekarang" ujar mereka semua dengan semangat.


Mereka pasti akan melakukan semua yang terbaik buat komandan mereka yang baik itu. Bayu sama sekali tidak terlihat seperti seorang komandan, tetapi terlihat seperti seorang kepala. Bayu akan selalu mementingkan pendapat semua anggotanya dibandingkan dengan pendapatnya sendiri. Bagi Bayu kenyamanan anggotanya adalah bagian teratas, karena selagi anggota nyaman bekerja dengan dirinya, maka apapun program yang dibuat oleh Bayu akan terlaksana dengan sangat baik. Pola kepemimpinan Bayu dipelajari oleh Bayu dari Papap yang akan selalu mengedepankan musyawarah dengan semua anggotanya. Baik dari pangkat yang paling rendah sampai dengan pangkat yang paling tinggi.


Rinjani yang baru sampai di rumah Papap, memarkir mobilnya di tempat parkir khusus mobil Bayu yang ternyata tidak ada di sana. Rinjani memarkir mobilnya dengan sangat hati hati, walaupun mobil Bayu tidak ada di sana tetapi ada mobil pribadi papap dan mamah parkir di tempat parkir khusus milik mereka.


"Pantesan dia cemas, ternyata dia juga bawa mobil, kalau tidak pasti dia akan mengantarkan aku ke rumah. Dasar kekasih hati aku itu" ujar Rinjani berkata sendirian saat dirinya masih di dalam mobil saat melihat kalau mobil Bayu tidak ada di tempat.


Rinjani kemudian mengambil tas ranselnya dan juga mengambil kue kue basah pesanan Rinjani yang tadi dibuat oleh sahabat terbaiknya yang kuliah dan juga merupakan dosen di jurusan tata boga. Sehingga kue kue basah itu sudah sangat terjamin rasanya, jadi Rinjani tidak perlu malu membawa kue kue itu karena rasa dan tampilannya sudah teruji dan bisa dibuktikan. Sesuai dengan kampanye kampanye para calon legislatif.


"Oh ya, kasih kabar dulu lah, dari pada dia mengira aku kenapa kenapa di jalan." ujar Rinjani yang ingat belum mengirimkan pesan sesuai dengan apa yang diminta oleh Bayu kepada dirinya.


Rinjani kemudian mengambil ponselnya dari dalam saku celana levisnya. Rinjani mulai membuka aplikasi mengirim pesan chat yang sangat ternama itu. Rinjani terlihat mengetik sesuatu di layar ponselnya sambil tersenyum senyum sendirian seperti seseorang yang baru saja mendapatkan pesan chat yang sudah lama dinanti natikan oleh dirinya.


'Sayang aku udah sampai dengan sangat selamat di rumah Papap, tanpa kekurangan apapun' bunyi pesan chat yang dikirimkan oleh Rinjani kepada Bayu.


Bayu yang dari tadi memang sudah membuka pesan chat dari Rinjani, langsung bisa membaca pesan chat tersebut.


"Wow gila banget langsung dibaca, berarti dari tadi Bang Bayu pelototin pesan chat aku kayaknya ini, untung langsung di kirim pesan chat, akalu ndak, bisa separo gila tu orang" ujar Rinjani sambil geleng geleng kepala melihat dan bisa membayangkan kelakuan dari Bayu yang dari tadi pasti sudah membuka pesan chat dari Rinjani.


'Syukurlah sayang kalau kamu sudah sampai dan dalam keadaan baik baik saja.' balas Bayu dengan cepat. Pesan chat yang ditunggu tunggu nya dari tadi sudah datang dan membuat hatinya menjadi sangat nyaman saat membaca isi pesan chat tersebut.


'kalau begitu aku lanjut kerja dulu ya. Kamu kalau mau membantu di rumah, jangan sampai terluka atau kenapa kenapa sayang' lanjut Bayu yang semakin menjadi jadi rasa posesifnya kepada Rinjani.


'Siap komandan, jangan lupa bakso aku' balas Rinjani yang hanya bisa geleng geleng kepala saja saat membaca pesan chat yang dikirimkan oleh Bayu kepada dirinya.


'Siap calon nyonya komandan kompi C' balas Bayu yang sudah kembali nyaman dan tenang seperti semula saat mengetahui kalau Rinjani sudah sampai dalam keadaan baik baik saja.


'Haha haha haha, halalin dulu' balas Rinjani


'Tunggu saja' jawab Bayu


'Udah ah, aku mau masuk dulu dan bantu bantu mamah' balas Rinjani untuk mengakhiri pesan chatnya dengan Bayu.


Rinjani kemudian memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celananya itu, Dia tidak akan melanjutkan berkirim pesan chat dengan Bayu karena akan membuat Rinjani tidak jadi membantu Mamah bekerja menyiapkan keperluan untuk acara nanti siap ashar dan juga siap mahgrib untuk bapak bapak.


"Ryan, bisa bantu aku untuk mengangkat barang barang yang ada di bangku belakang?" ujar Rinjani meminta bantuan kepada Ryan untuk membantu Rinjani membawa barang barang yang berada di bangku belakag mobilnya.


Rinjani memang memesan cukup banyak jajanan pasar untuk menambah nambah kue kue basah yang sudah disiapkan oleh Mamah untuk acara itu.


'Untung saja kemaren uang asisten dosen cair, kalau tidak huf pasti harus menguras tabungan untuk membeli semua ini' ujar Rinjani yang memang membeli semua kue kue jajanan pasar yang dibawanya ke rumah Mamah dibeli dengan uang atau gaji asisten dosennya yang baru saja cair dua hari yang lalu.


"Mana yang harus saya angkat Kak?" ujar Ryan yang memang sudah akrab dengan Rinjani dan keluarga Bayu, sehingga Ryan dan Josua tidak memanggil Rinjani dengan memakai embel embel Nona di depannya tetapi menukar dengan panggilan Kakak.


"Di bangku belakang, nanti tolong kunci saja pintu mobilnya ya" ujar Rinjani yang meminta Ryan untuk mengambil semua barang barang yang ada di kursi belakang mobilnya.


"Siap kak" ujar Ryan yang setuju untuk melakukan apa yang diminta oleh Rinjani kepada dirinya.


"Aku masuk duluan" ujar Rinjani dan menyerahkan kunci mobilnya kepada Ryan.


Rinjani masuk ke dalam rumah dinas papap sambil membawa satu nampah besar kue kue jajanan pasar yang memang diminta oleh Rinjani kepada sahabatnya itu untuk satu di tata di atas nampah besar. Kue kue dengan potongan dan warna warna yang menarik, membuat tampilan dari tampah jajanan pasar itu semakin menggugah selera siapapun yang melihat jajanan itu di atas nampah besar tersebut.


"Assalamualaikum" ujar Rinjani saat masuk ke dalam rumah.


Ibuk ibuk persit terlihat sedang sibuk memasak di rumah bagian belakang itu. Beberapa Bapak Bapak tentara terlihat memasak nasi dan mengaduk rendang di atas kuali besar. Mereka semua sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing, walaupun mereka masih sempat mengobrol, tetapi tangan mereka tetap bekerja. Rinjani melihat hal itu menjadi sangat takjub dengan pemandangan tersebut


Mamah yang mendengar suara Rinjani, langsung keluar dari dalam dapur. Mamah menatap ke benda yang di bawa oleh Rinjani.


"Apa yang kamu bawa sayang?" tanya Mamah kepada Rinjani.


"Ini mah, kue kue jajanan pasar" ujar Rinjani memperlihatkan apa yang dibawanya ke Mamah.


"Kenapa kamu repot repot begini sayang" ujar Mamah yang tidak menyangka kalau Rinjani akan membawa hal yang seperti ini.


"Mana ada repot mah, sama sekali tidak ada merepotkan aku, malahan aku sangat senang bisa membeli ini untuk Mamah" ujar Rinjani yang menolak dikatakan oleh calon mertuanya itu.


"Mamah kemudian mengampil nampah kue kue jajanan pasar yang sudah dibawa oleh Rinjani. Mamah menaruh nampah itu di meja makan besar yang ada di tengah tengah ruangan belakang, meja yang biasa dipakai oleh Mamah saat menyambut tamu tamu untuk jamuan makan malam, sekarang meja itu yang biasanya berada di ruang makan sudah berpindah ke bagian belakang untuk meletakkan semua hasil masakan yang dibuat oleh ibuk ibuk persit yang berasal dari kompi C. Mamah memang sengaja hanya meminta ibuk ibuk kompi C saja untuk membantu mamah menyiapkan semua makanan karena acara ini memang dikhususkan untuk acara Bayu yaitu komandan kompi C.


"Kak, ini dimana tarok?" ujar Ryan yang membawa sekaligus lima kotak kue dengan susah payah.


Rinjani yang melihat apa yang dilakukan oleh Ryan hanya bisa geleng geleng kepala saja. Ryan langsung membawa segitu banyaknya kotak kue hanya dalam satu kali angkat saja.


"Apa lagi itu Ryan?" ujar Mamah menatap kotak kue yang di bawa oleh Ryan.


Mamah bisa mengatakan itu kue basah karena kotak kuenya yang bening dan transparan sehingga bisa memperlihatkan isi dari kotak kue itu.


"Kue ibuk" jawab Ryan dengan polosnya menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Mamah kepada dirinya.


Ibuk ibuk yang sedang bekerja dan Bapak bapak yang juga sedang sibuk bekerja, tertawa mendengar jawaban yang diberika oleh Ryan kepada ibuk komandan mereka itu. Ryan menatap mereka semua yang tertawa, Ryan merasa kalau jawaban yang diberikan oleh dirinya kepada Mamah tidaklah salah.


"Emang ada yang salah dari jawaban saya ya Buk? Kenapa mereka semua menjadi tertawa?" ujar Ryan yang tidak paham kenapa semua orang bisa tertawa saat mendengar jawaban yang diberikan oleh dirinya kepada Mamah.


"Jawaban kamu tidak salah Ryan, tidak ada yang lucu dari jawaban kamu. Tapi yang saya kehendaki bukan itu jawabannya" ujar Mamah menjawab pertanyaan yang diajukannoleh Ryan kepada dirinya.


"Lalu?" ujar Ryan yang hari ini ntah kenapa mendadak menjadi orang yang tidak menyambung, mungkin karena pekerjaan yang dari pagi tidak henti dikerjakannya. Mulai dari mengantarkan Mamah ke pasar sampai dengan menjemput beberapa hal yang diminta oleh Mamah dan juga mendirikan tenda dengan beberapa tentara atau rekan rekannya yang lain, sehingga membuat Ryan menjadi kehilangan  fokusnya karena sudah terlalu lelah bekerja seharian itu.


"Ini semua makanan atau kue kue ini kamu dapat dari mana?" ujar Mamah yang pada akhirnya menjelaskan apa yang dimaksud dengan pertanyaan dari mamah tadi kepada Ryan.


"Oh itu, ini dari mobil Kak Rinjani ibuk" jawab Ryan yang sudah menaruh semua kue kue yang dibawanya ke atas meja besar tersebut.


Mamah menatap Rinjani, Rinjani tersneyum kepada Mamah. Mamah hanya bisa menggeleng saja lagi atas apa yang telah dilakukan oleh Rinjani, Mamah tidak bisa berkata apa apa lagi, Rinjani sudah melakukan sesuatu yang sangat sangat berarti bagi Mamah saat ini.


"Makasi sayang" ujar Mamah yang hanya bisa mengatakan terimakasih saja lagi kepada Rinjani


"Sama sama Mamah" ujar Rinjani


Mamah memeluk Rinjani, Rinjani membalas pelukan Mamah.


"Apa yang bisa Jani bantu Mah?" ujar Rinjani bertanya kepada Mamah.


"Kamu bisa bikin sambal hati sayang?" tanya Mamah yang sangat tahu rasa sambal hati yang pernah dibuat oleh Rinjani untuk Bayu.


"Oke Mah" ujar Rinjani


"Aku taruh tas dulu ya Mah" ujar Rinjani yang masih menyandang ranselnya yang lumayan berat karena ada laptop dan pakaian ganti yang akan digunakan Rinjani nanti saat acara doa dimulai.


"Taruh di kamar Bayu saja sayang" ujar Mamah meminta Rinjani untuk menaruh tas ranselnya di kamar Bayu


"Oke Mah"


Rinjani kemudian menaruh tas ransel yang dibawanya ke dalam kamar Bayu, setelah itu dia dan mamah mulai membuat bumbu bumbu untuk memasak sambal hati. Mamah memang sengaja menunggu Rinjani untuk membuat sambal hati itu karena sangat tahu Bayu akan sangat senang memakan sambal hati itu kalau tahu Rinjani yang membuatnya.


Tepat pukul setengah empat sore semua masakan sudah selesai di masak oleh para ibu ibu persit. Undangan ibuk ibuk akan datang setelah sholat ashar. Ibuk ibuk persit yang tadi menolong mamah untuk memasak, separonya sudah pulang. Mereka akan bersiap siap untuk pergi mendoa setelah ashar nanti. Sedangkan ibuk ibuk yang tadi pulang lebih dulu, sudah kembali lagi untuk membantu menghidangkan makanan untuk undangan yang akan datang.


Rinjani juga sudah membersihkan badannya, dia sudah memakai pakaian yang tadi di bawanya dari kontrakan, kali ini Rinjani memakai jilbab untuk menutupi rambutnya.


"Wow sayang, kamu cantik sekali" ujar Mamah yang baru kali ini melihat Rinjani memakai kerudungnya itu.


"Mamah juga sangat cantik" jawab Rinjani.


Rinjani melihat jam dinding, sudah pukul setengah empat, tetapi Bayu masih belum juga datang. Rinjani sudah mulai khawatir dengan Bayu, Tetapi Rinjani berusaha menutupi kekhawatirannya dengan menyibukkan dirinya membantu ibu ibu persit menyiapkan makanan.


Mamah bisa melihat kekhawatiran Rinjani. Beberapa kali Rinjani melihat ke jam dinding atau jam tangannya serta tidak lupa dengan ponselnya.


"Dia khawatir karena Bayu belum pulang" ujar Mamah pelan


Mamah kemudian terlihat mengetikkan sesuatu di ponselnya. Setelah itu balasan dari apa yang dilakukan oleh Mamah datang, Mamah membaca balasan pesan chat itu, Mamah tersenyum bahagia saat membaca pesan teks tersebut.


"Akhirnya kejutan itu akan datang juga" ujar Mamah sambil tersenyum melihat ke arah Rinjani.


Rinjani masih saja berusaha mengalihkan pikirannya kepada pekerjaan yang sedang dilakukannya, tetapi hal itu hanya bisa dilakukan sesaat oleh Rinjani, setelah hal itu Rinjani kembali teringat dengan Bayu. Rinjani benar benar tidak bisa tenang saat ini


"Janjinya pulang jam tiga kenapa sampai sekarang belum juga datang" ujar Rinjani dengan berbisik dan hanya Rinjani saja yang bisa mendengarnya.