
Ryan yang mendapatkan nasehat yang diberikan oleh Bayu dan juga komandannya itu hanya bisa menjawab dengan kata siap saja. Sebenarnya Ryan mau juga bersikap seperti Josua, tetapi sayangnya sampai saat ini Ryan sama sekali belum bisa bersikap seperti Josua tersebut. Ryan masih terlihat kaku seperti biasanya. tetapi Ryan sudah berjanji dalam dirinya kalau dia pasti akan dengan cepat menyesuaikan diri dengan keluarga komandannya yang ternyata menerima kehadiran dirinya di tengah tengah mereka semua.
"Apa dalam keseharian kamu tetap kaku seperti itu Ryan?" tanya Bayu sambil menatap ke arah Ryan
Ntah kenapa pokok bahasan berubah menjadi ke arah Ryan. Padahal semula Papap mengajak Bayu ke kafe adalah untuk mengobrol ringan saja, tetapi tiba tiba saja Bayu sudah mengarah kepada Ryan.
"Maaf Letnan saya yang menjawab" ujar Josua yang memilih untuk menjawab pertanyaan dari Bayu.
"Udahlah Bang, nggak usah formal, kita sedang tidak pakai baju dinas, panggal abang saja juga boleh" ujar Bayu meminta Josua untuk tidak memanggil dirinya dengan pangkat.
"Tapi" ujar Josua yang masih segan untuk memanggil Bayu dengan sapaan Bang atau Mas.
"Tidak masalah. Kan saya yang minta, lain ceritanya kalau kita pakai baju dinas dan dalam waktu bekerja di kesatuan, bolehlah ya memanggil dengan pangkat. Tetapi kalau bisa tetap panggil Bang atau mas" ujar Bayu.
"Ini perintah ya bukan permintaan" lajut Bayu saat melihat Josua akan protes kembali.
Josua yang sudah ada niatan untuk melancarkan protesnya kepada Bayu, pada akhirnya membatalkan niat itu. Josua tidak jadi mengajukan komplennya kepada Bayu. Dia langsung terdiam saat mendengar Bayu mengatakan kalau permintaannya itu adalah sebuah perintah, bukan permintaan biasa biasa saja.
"Siap Bang" jawab Josua yang harus terbiasa mulai sekarang memanggil Bayu dengan sapaan Bang kalau mereka tidak sedang berada di dalam kesatuan.
"Sip"
"Ryan, kamu dengar kan apa yang saya katakan tadi?" ujar Bayu yang sangat ragu kalau Ryan akan bisa melakukannya dengan baik.
"Siap dengar Bang" jawab Ryan yang di luar dugaan Bayu dan Papap serta Josua dengan gampangnya Ryan menjawab dengan kata Bang.
"Keren kamu Ryan, lebih bisa menerima memanggil saya dengan sebutan Bang dari pada Jo" ujar Bayu sambil memberikan Ryan dua jempol tangannya.
"Gimana lagi Bang. Sekali sekali saya kreatif kan tidak masalah" jawab Ryan yang sudah bisa mulai belajar untuk masuk ke dalam lingkungannya yang ternyata tidak setegang seperti yang di katakan orang orang.
"Ngomong ngomong kamu baru berapa lama menjadi sopir Papap?"
"Baru satu bulan Bang. Setelah itu Komandan pindah ke sini" jawab Ryan dengan gaya santainya.
Ryan cepat belajar dengan kondisi yang ada. Dia tidak mau fokus orang orang selalu ke dirinya. Sehingga mau tidak mau Ryan harus bisa menyesuaikan diri dengan cepat kepada perubahan yang ada.
"Oh baiklah" jawab Bayu dengan santai
Makanan dan juga minuman yang dipesan oleh Bayu telah datang, dua orang pelayan menyajikan pesanan mereka. Seorang pelayan wanita yang kelihatannya sedikit rada aneh itu, menaruh makanan milik Bayu dengan sedikit merendahkan belahan kemejanya. Bayu yang memang bukan tipe laki laki yang suka melihat sedekah yang diberikan oleh perempuan hanya bereaksi datar saja.
"Maafkan saya Tuan" ujar pelayan sambil merapikan kembali kemejanya.
Pelayan itu kemudian berjalan dengan wajah memerah padam. Dia tidak menyangka akan mendapatkan hadiah ucapan seperti itu dari seorang Bayu. Pelayan itu tadi mengira kalau Bayu akan memandang lama kepada dirinya, tetapi kenyataannya sangat jauh berbeda, malahan semakin membuat dia menjadi malu saja dengan tingkah murahannya itu.
"Oh ya Pap, tadi katanya mau ngomong. Papap mau ngomong apa?" ujar Bayu yang teringat perkataan Papap tadi yang mengatakan kalau Papap ingin berbincang bincang dengan Bayu sambil minum kopi.
Josua dan Ryan yang mendengar perkataan dari Bayu langsung saja berdiri dari kursi mereka. Papap dan Bayu menatap ke arah mereka berdua.
"Mau kemana kalian berdua?" tanya Papap saat melihat Josua dan Ryan yang sudah berdiri dengan memegang menu makanan dan minuman milik mereka.
"Mau beranjak dari sini komandan. Komandan dan Bang Bayu mau berbincang, jadi kami berdua memilih untuk pindah tempat duduk saja supaya tidak mengganggu" ujar Josua menjelaskan kepada Papap dan Bayu kenapa mereka berdua langsung berdiri saat mendengar perkataan Bayu barusan.
"Sudah kalian berdua duduk di sini saja. Tidak ada rahasia yang akan kami perbincangkan berdua di sini" ujar Papap yang memerintahkan ajudan dan sopir nya itu untuk duduk kembali di kursi mereka tadi.
Josua dan Ryan tidak memiliki pilihan lain, mereka berdua harus kembali duduk di kursi yang tadi. Mereka tidak mungkin menolak perintah yang diberikan oleh komandan mereka tersebut.
"Papap, jadi apa yang mau Papap sampaikan kepada aku?" ujar Bayu yang sangat penasaran dengan apa yang akan disampaikan oleh Papap kepada dirinya, sampai sampai Papap mengajak Bayu untuk ngopi ngopi di kafe, suatu hal yang tidak pernah terjadi di lakukan oleh Papap selama ini.
Papap meminum teh yang sedang viral tersebut.
"Bay enak juga ya teh diginiin. Besok Papap akan minta Mamah membuat teh yang kayak ginilah" ujar Papap sesaat setelah merasakan betapa enaknya teh yang dibuat oleh bartender kafe tersebut.
"Enaklah Pap, cuma kalau Mamah yang bikin, aku agak sedikit gimana gitu ya Pap"
"Bayu bukan meragukan kepintaran Mamah memasak, tetapi untuk membuat minuman seperti ini yang sedikit membuat aku menjadi ragu dengan kemampuan Mamah mengolahnya" kata Bayu yang sudah bisa membayangkan betapa paniknya Mamah saat Papap meminta Mamah membuatkannya teh seperti yang diminum Papap sekarang.
"Bener juga ya Bay. Bisa bisa nanti rasanya amburadul gara gara Mamah yang nggak tau mau mengolahnya seperti apa. Batal lah Papap minta Mamah membuat teh kayak gini, lemon tea ajalah kalau begitu. Tetap dengan rasa yang sama." kata Papap yang pada akhirnya mengurungkan niatnya untuk meminta Mamah membuat teh seperti yang sekarang di minum oleh Papap.
"Setuju Pap, aku juga nggak mau mencoba meminum teh yang penuh spekulasi itu" jawab Bayu yang sudah bisa membayangkan bagaimana rasa teh yang akan dibuat oleh Mamah kalau Papap memaksa Mamah untuk membuatkan mereka teh yang seperti dirasakan oleh Papap sekarang ini.
Josua dan Ryan mendengar dan melihat dengan setia obrolan antara Papap dan Bayu yang bisa sebegitu panjangnya membahas persoalan membuat teh.
'Bener bener keluarga yang unik. Gue sangat senang akhirnya dipindahkan dan bisa langsung melayani komandan Anggara dan keluarganya' ujar Ryan dalam hatinya.
Ryan sangat bangga bisa menjadi bagian dari keluarga komandan Anggara. Keluarga yang terkenal sangat dekat dengan semua anggotanya. Keluarga yang tidak mementingkan kedudukan, tetapi menganggap setiap orang itu sama tidak berbeda beda.'
'Semoga komandan dan letan Dua Bayu semakin akur dan tidak ada lagi perbedaan pendapat yang pada akhirnya membuat ibu harus turun tangan' ujar Josua mendoakan semoga keluarga besar komandannya itu tetap di bawah lindungan Tuhan.