Its My Dream

Its My Dream
73



"Sayang sampe di kos, mandi, kemudian langsung istirahat ya. Besok tapi kamu mau jadi tukang loundry seharian" ujar Bayu menggoda Rinjani yang sudah diberi uang untuk loundry malah memilih untuk meloundry pakaiannya sendiri dengan alasan dia tidak suka dengan hasil kerja tukang loundry yang dinilai oleh Rinjani itu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Rinjani.


"Haha haha haha, bisa ya kamu ngejek aku sayang. Lihat saja kamu besok aku akan video call dengan kamu saat aku sedang jadi karyawan loundry" ujar Rinjani yang membalas ledekan Bayu dengan suatu ucapan yang tidak disangka oleh Bayu akan diucapkan oleh Rinjani.


Dalam bayangan Bayu Rinjani akan ngamuk ngamuk dan marah karena dikatakan oleh Bayu sebagai karyawan tempat loundry. Tetapi kenyataannya sangat di luar apa yang dibayangkan oleh Bayu. Rinjani malahan membalas ejekannya dengan mengajak Bayu untuk melakukan video call saat Rinjani sedang menjadi karyawan loundry yang sedang mencuci pakaian yang dipakainya selama seminggu dan sama sekali belum pernah dicuci oleh Rinjani.


"Udah sana pulang, nanti kamu lagi yang akan aku cuci karena udah dua tahun nggak aku cuci cuci" ujar Rinjani mulai mengusir Bayu dengan pilihan kata yang lumayan bagus. Biasanya kalau udah malam Rinjani akan mengusir Bayu dengan langsung mengantarkan Bayu ke atas motor atau mobilnya. Sedangkan kali ini Bayu masih di dalam mobil, makanya Rinjani mengusir Bayu dengan kata kata halusnya.


"Ye ngusir dia" ujar Bayu mulai menjahili Rinjani lagi. Bayu memasang wajah cemberut nya karena di usir oleh Rinjani. Bayu sama sekali tidak mau diusir oleh Rinjani.


"Sayang bukan ngusir udah mau jam sepuluh malam ini. Nggak mungkin kamu masih di sini kalau udah jam segini kan ya" ujar Rinjani meminta Bayu paham dengan aturan kos yang telah ditetapkan oleh pemilik kos kepada setiap anak kos yang akan tinggal di sana.


"kamu jangan cemberut gitu sayang. aku jadi nggak enak hati ini" lanjut Rinjani yang sudah memiliki rasa bersalah kepada Bayu karena sudah mengusir Bayu untuk pergi dari kos kosan.


Rinjani terpaksa melakukan itu karena hari yang sudah malam. Belum lagi tadi anak gang bawah sudah berkali kali menghempaskan pintu kamar mereka tanda mengusir orang yang masih menerima tamu. Rinjani tidak mau heboh dengan anak gang bawah. Makanya dia memilih untuk mengusir Bayu dari kos kosan.


"Haha haha haha haha, iya sayang. aku paham. Aku pulang dulu ya" ujar Bayu sambil mengatakan hal itu dengan tersenyum kepada Rinjani


Bayu memang sengaja mengusili Rinjani. Dia sebenarnya sudah hendak pulang dari tadi. Tapi ntah kenapa niat untuk mengusili dan menjahili Rinjani datang begitu saja.


"maaf ya sayang" ujar Rinjani dengan nada menyesal karena sudah mengusir Bayu.


"Tidak apa apa sayang. Aku paham kok. Kamu jangan sampe nggak enak hati kayak gini. Besok jangan sampe kecapekan ya" ujar Bayu yang berpesan supaya Rinjani tidak terlalu memaksakan dirinya besok saat dia mencuci dan menyetrika pakaiannya yang sudah seminggu tidak di cuci dan di setrika.


Bayu kemudian menghidupkan mobilnya. Dia kemudian mengemudikan mobil menuju asrama tempat dia tinggal. Bayu sangat senang bisa mengajak Rinjani pergi liburan ke tempat yang paling disukai oleh Rinjani. Walaupun niat Bayu untuk memberitahukan tentang surat tugasnya itu belum juga disampaikan oleh Bayu kepada Rinjani sampai sekarang. Tetapi Bayu sudah sangat bersyukur Rinjani sangat bahagia di sana. Rasa capek membawa mobil dengan arena yang sangat sempit itu terbayarkan dengan senyuman Rinjani saat mereka berada di sana.


Mobil Bayu sudah tidak terlihat lagi oleh pandangan mata Rinjani. Rinjani kemudian bermaksud untuk menutup dan mengunci pintu gerbang kos. Dia mengira dia adalah orang terakhir yang memasuki kos kosan itu saat pulang dari pantai aia manih. Ternyata pada saat Rinjani akan menutup pintu pagar terdengar klason yang lumayan panjang dari gerbang depan yang memang selalu tertutup rapat tersebut.


Rinjani menatap kearah sumber suara itu. Ternyata Rinjani melihat mobil dosen Bram yang membunyikan klakson dengan begitu panjangnya. Rinjani membatalkan niatnya untuk mengunci pintu pagar masuk ke dalam mansion. Rinjani menunggu Ranti turun dari dalam mobil. Pak Bram mengklason Rinjani saat mobilnya melaju meninggalkan kos kosan itu.


"Untung belum gue kunci, kalau udah manjat pagar lah loe pulang" ujar Rinjani yang mengingat pengalaman mereka berdua pernah memanjat pagar pulang saat mereka kemalaman pulang dari kampus saat perkuliahan drama.


"Kalau loe kunci ya terpaksa gue manjat pagar, nah pintu ini lagi yang akan susah di buka. Loe tau sendirilah anak bawah kalau udah tidur susah dibangunkan. Sama dengan elo" ujar Ranti yang tidak bisa membayangkan dirinya sempat telat lima menit lagi, maka dia harus menyewa kamar hotel untuk satu malam.


Rinjani dan Ranti kemudian masuk ke dalam kos. Mereka berjalan dengan sangat pelan melewati pintu bawah yang langsung lewat depan empat buah kamar anak gank bawah yang terkenal judes judes kalau mendengar ada yang pulang tengah malam seperti Rinjani dan Ranti saat ini. Tetapi kalau mereka yang pulang larut malam, mereka akan santai saja tidak memikirkan perasaan orang yang membuka pintu bawah itu.


Mereka berdua langsung mengambil ember yang berisi perlengkapan mandi, mereka berdua memutuskan untuk tidak mansi, tetapi hanya akan mencuci wajah mereka yang sudah seharian menempel alat makeup yang memang tidak tebal tetapi cukup membuat wajah gatal karena sudah seharian dipakai oleh Rinjani dan Ranti.


Rinjani dan Ranti masuk ke dalam kamar mandi yang kebetulan keduanya dalam keadaan kosong. Mereka membasuh wajah sampai benar benar bersih dari make up dan segala jenis debu yang menempel di wajah masing masing. Selesai membasuh wajah, mereka berdua langsung masuk ke dalam kamar dan mengganti pakaian dengan pakaian tidur. Sebelumnya tidur mereka menyempatkan diri merawat wajah dengan memasang skincare ke wajah cantik mereka masing masing. Walaupun tidak sebanyak Dian, tetapi jadilah mereka tetap memakai serum dan cream malam.


"tau nggak loe tadi anak gang bawah menghempaskan pintu kamar mereka berkali kali saat Bayu masih belum pulang" ujar Rinjani memberitahukan kepada Ranti bagaimana sikap dan tingkah laku anak gang bawah kepada dirinya tadi.


"mereka bener bener nggak tau sopan santun. Udah nggak usah pikirin. Besok kalau ada yang kemaleman dan pintu udah di kunci nggak usah tolongin. Males" jawab Ranti yang marah dengan apa yang dilakukan oleh anak gang bawah kepada Rinjani.


"Jadi loe kemana tadi Jani?" tanya Ranti yang mengambil dua gelas air minum untuk dirinya dan juga Rinjani. Ranti memberikan satu gelas kepada Rinjani.


"Makasi" ujar Rinjani sambil meneguk air minum yang diambilkan oleh Ranti.


"Tadi gue ke tempat main baru yang ada di pantai aia manih itu Ran." kata Rinjani memberitahukan kepada Ranti kemana dia pergi tadi dengan Bayu selama seharian.


"Jadi loe di pantai seharian? Nggak panas" ujar Ranti yang sangat mengetahui kalau Rinjani sangat tidak suka dengan udara yang panas.


"Bukannya loe alergi dengan panas matahari. Masak iya ini loe seharin di tepi pantai. Kemajuan dong ya namanya" lanjut Ranti menggoda Rinjani yang mengalami perubahan. Rinjani yang dulunya tidak suka dengan udara panas dan ke pantai siang siang, eeee tadi bisa menikmati pantai seharian dengan udara panasnya itu.


"Tadi nggak panas, lagian ya Ranti, tempatnya benar benar keren. Ada payung payung di tepi pantai untuk kita duduk dan tidak akan kepanasan. Makanya gue betah di sana seharian. Fasilitas dan pelayanan yang diberikan benar benar gue acungi jempol. Untuk harga memang mahal dibandingkan tempat lainnya. Tetapi kita puas bisa berada di sana dengan semua fasilitas yang diberikan" ujar Rinjani mempromosikan kepada Ranti bagaimana kerennya tempat itu.


"Coba minggu besok loe ajak Pak Bram untuk ke sana. Asik gue aja mau mencobanya sekali lagi. Tapi cari duit dulu. Harga makanan di sana sangat lumayan dibandingkan objek wisata lainnya" ujar Rinjani berbagi cerita tentang tempat yang tadi dikunjunginya kepada Ranti sahabatnya itu.


"Tempat itu benar benar serasa di Bali kita. Keren banget" ujar Rinjani meyakinkan Ranti kalau tempat yang tadi dikunjungi oleh Rinjani adalah tempat yang sangat keren.


"sayangnya ponsel gue kehabisan batrai. Kalau tidak gue tengokin ke elo fhotonya" ujar Rinjani yang memang sangat banyak mengabadikan moment dirinya dan Bayu di sana.


"Besok lah tengok" jawab Ranti kepada Rinjani.


"Loe kemana tadi?" tanya Rinjani balik bertanya kepada Ranti yang dari tadi hanya bertanya dan mendengarkan apa yang diceritakan oleh Rinjani kepada Ranti.


"Ke Bukittinggi, gue penasaran dengan tempat makan yang langsung ada tempat mainnya itu. Namanya kapatomanen kalau nggak salah." ujar Ranti yang memang ke sana bersama dengan Bram tadi.


"Terus gimana tempatnya?" tanya Rinjani yang penasaran dengan hasil yang didapatkan oleh Ranti di sana.


"Tempatnya keren. Makanannya juga enak. Gue nggak lama juga di sana. Setelah dari sana, kami langsung ke jenjang seribu. Ntah kenapa gue mau ke sana." ujar Ranti yang nggak menyangka dia tadi berjalan di jenjang seribu dengan Bram.


"Mana yang sesak nafas, elo atau dosen Bram?" tanya Rinjani yang penasaran siapa yang sesak nafas antara Ranti dengan dosen Bram.


"Waktu gue sama Bayu, gue yang sesak nafas, karena sama taulah ya Bayu gimana latihannya. Dia dengan santainya saja naik ke atas, gue haduh asli ngos ngosan nafas gue beneran hilang hilang timbul hari itu" ujar Rinjani mengatakan siapa antara dirinya dengan bayu yang langsung sesak nafas dan menyerah saat berjalan di janjang seribu itu.


"Kalau gue dengan dosen Bram yang duluan sesak nafas adalah dosen Bram. Gue nyantai aja kok ya turun dan naik sedangkan dosen Bram ntah berapa kali berhenti beristirahat. Gue capek bukan karena berjalan tetapi karena mendengar keluhan dari Bram saja" ujar Ranti yang tidak bisa menggambarkan bagaimana lucunya wajah Bram saat dia berkali kali minta berhenti karena kecapekkan dan nafasnya yang memburu itu.


"Jadi Pak Bram yang kalah berarti ya. Keren loe sanggup jalan di jenjang seribu itu, gue beneran nggak sanggup." ujar Rinjani yang terkejut Pak Bram tidak sanggup berjalan di jenjang seribu karena pada akhirnya Pak Bram harus dikalahkan oleh Ranti.


"Udah malam Ran, kita tidur yok. Gue besok mau ngeloundry" ujar Rinjani yang melihat ke arah tumpukan pakaiannya yang berada di balik pintu. Keranjang itu sudah penuh kembali oleh pakaian Rinjani.


"Sama gue juga mau ngeloundry. Tu pakaian gue seperti mau balapan dengan pakaian elo" ujar Ranti yang melihat pakaian kotornya sama banyak dengan punya Rinjani.


Mereka berdua kemudian memilih untuk tidur. Mereka besok harus berperang dengan deterjen dan air, belum lagi siang akan berperang dengan panasnya gosokan. Mana ngantri lagi, sehingga apapun itu akan membuat Rinjani dan Ranti harus mengambil nomor antrian. Makanya mereka tidak mau telat bangun pagi. Mereka harus bangun pertama supaya bisa mencuci paling pagi dan jemuran kain aman. Tidak akan berebut dengan orang orang untuk menjemur kain mereka.