
Hal itu tidak luput dari pandangan dan tatapan dari setiap orang yang ada di sana. Mereka benar benar penasaran dengan apa yang dilakukan oleh komandan lama kepada komandan baru. Rasa penasaran yang semakin memuncak, saat melihat nyonya komandan lama memeluk nyonya komandan baru dan memberikan ucapan selamat seperti yang dilakukan oleh komandan.
"komandan kompi C, kami semua penasaran, siapa nama calon istri komandan. Nggak mungkin kami memanggil Nyonya kompi C saat bertemu di luar sana" ujar ibu ibu yang penasaran dengan sosok Rinjani yang sebenarnya.
Tentara tentara yang duduk di dekat mereka dari kompi yang berbeda tetapi merupakan sahabat dari Bayu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ibu ibu itu tetap berusaha mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang bergelantungan di kepala mereka pada saat ini.
Bayu yang tahu dan kasihan dengan ibu ibu yang penasaran itu kembali menuju podium. Kali ini Bayu memakai mic yang di letakkan di meja Papap.
"Baiklah untuk menghapus rasa penasaran yang bergelantungan di otak ibu ibu, saya akan menjawab pertanyaan tersebut dengan ringkas saja" kata Bayu yang memutuskan untuk mengatakan siapa Rinjani sebenarnya kepada semua orang yang berada di sana.
bayu tidak ingin, nanti saat anggota ataupun istri dari anggota kesatuan ini serta pejabat di kesatuan ini bertemu dengan Rinjani tidak tahu bagaimana cara menyapa Rinjani karena mereka sama sekali tidak mengenal nama Rinjani. Akhirnya nanti mereka memilih untuk tidak menyapa rinjani. Bayu tidak mau hal itu sampai terjadi.
"Sayang sini"
Bayu memanggil rinjani untuk berdiri di dekat dirinya. Bayu tidak segan segan memanggil Rinjani dengan panggilan mesranya tersebut. Bayu akan selalu memanggil Rinjani dengan panggilan sayang.
Rinjani kemudian berdiri di sebelah Bayu. Pakaian mereka yang senada membuat mereka berdua menjadi sangat serasi. belum lagi tinggi Rinjani yang sebahu Bayu, membuat mereka menjadi pasangan yang paling serasi pada saat ini.
"Yang satu ganteng yang satu cantik. Benar benar pasangan yang serasi" ujar ibu ibu tetap yang tadi juga.
"Yup mereka sangat cocok" sambung yang lainnya.
Tentara yang posisi duduknya di depan ibu ibu itu kemudian berdiri dari duduknya. Mereka sudah capek mendengar komentar komentar yang diberikan oleh ibu ibu itu dari tadi.
"Yah om om itu pergi" ujar ibu ibu itu dengan kompak.
Kalimat ledekan yang diberikan oleh ibu ibu tersebut kepada tentara yang pergi meninggalkan tempat duduk mereka membuat para tentara itu menatap ibu ibu tersebut. Ibu ibu yang ditatap oleh tentara itu melongoskan tatapan mereka dari para tentara tersebut. Mereka pura pura tidak tahu kalau mereka dilihat oleh tentara yang beranjak dari tempat duduk mereka tadi.
"Mohon perhatiannya sebentar."
Bayu kembali memusatkan perhatian beberapa orang yang tidak melihat ke podium untuk dapat melihat kembali ke podium kehormatan.
Semua orang yang mendengar panggilan dari Bayu kembali melihat ke arah podium kehormatan. Mereka semua melihat Bayu berdiri dengan Rinjani di sana, Bayu menggenggam tangan Rinjani dengan sangat mesra. Hal yang dilakukan oleh Bayu sontak membuat para istri menjadi tersentil karena mereka sama sekali jarang digenggam tangannya oleh suami mereka yang sama sama angkatan dengan Bayu. Hal yang sama juga terjadi kepada komandan lama kesatuan. Dia juga jarang menggenggam tangan istrinya.
"Perkenalkan, calon istri cantik saya yang sekarang ini berada di sisi sebelah kiri saya bernama Rinjani Bramantya." ujar Bayu memberitahukan kepada semua orang siapa nama calon istrinya itu.
"Kita semua bisa memanggilnya dengan Jani, atau Rinjani," lanjut Bayu memberitahukan panggilan untuk Rinjani.
"Satu yang tidak boleh, jangan pernah memanggil Rinjani dengan panggilan sayang, karena itu sangat dilarang. Satu orang yang boleh memanggil Rinjani dengan panggilan sayang, yaitu saya sendiri saja" lanjut Bayu
Semua pengunjung masih dalam posisi diam. Mereka mendengarkan setiap perkataan yang diucapkan oleh Bayu kepada mereka semua.
" Komandan Bayu, sepertinya, saya pernah melihat Nona Rinjani di kampus" ujar salah seorang anak dari tentara yang bertugas di kesatuan itu.
Rinjani menatap anak tersebut. Rinjani kemudian tersenyum kepada anak itu. Rinjani sangat mengenal anak tersebut.
"Kenapa kamu senyum sayang? emang kamu kenal dengan dia?" tanya Bayu kepada Rinjani.
"Iya sayang. Dia adalah mahasiswa aku di MKU. Makanya dia kenal dengan aku" jawab Rinjani menjelaskan kepada Bayu kenapa rinjani tersenyum kepada anak gadis tersebut.
Bayu tersenyum bangga dengan Rinjani. Ternyata Rinjani sangat terkenal di kampusnya. Buktinya anak yang hanya kuliah MKU seminggu satu kali saja bisa mengenal Rinjani. Apalagi mahasiswa yang bertemu tiap hari dengan dirinya. Pasti mereka luar biasa mengenal rinjani.
"Hay anak gadis, kamu mengenal wanita cantik ini dimana?" tanya Bayu kepada anak perempuan tersebut yang memang sedang kuliah dengan Rinjani semester ini.
"Mohon maaf komandan, aku mengenal Nona Rinjani karena dia adalah dosen mata kuliah umum aku di kampus komandan" jawab anak perempuan itu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Bayu kepada dirinya.
Semua orang menatap ke arah Rinjani, termasuk Komandan kesatuan yang lama dan Nyonya, mereka menatap rinjani dengan tatapan bangga.
"Jadi Rinjani ini adalah salah satu dosen di universitas negeri yang ada di daerah kita serta dosen terbang dari beberapa universitas yang ada" kata Bayu melanjutkan memperkenalkan pekerjaan Rinjani kepada semua orang yang hadir di sana.
"Rinjani juga berasal dari keluarga militer. Ayahnya seorang angkatan yang sekarang bertugas di pulau Jawa. Sedangkan ibunya adalah seorang guru sekolah menengah pertama yang juga bekerja di pulau jawa. Jadi, tidak heran Rinjani bisa dengan mudahnya masuk ke dalam lingkungan kita, karena sebenarnya Rinjani juga berasal dari lingkungan yang sama dengan kita" kata bayu memberitahukan kepada semua orang tentang orang tua Rinjani secara sekilas saja.
Papap dan mamah yang mendengar apa pekerjaan dari orang tua Rinjani, menatap kepada Bayu dan Rinjani. papap dan mamah menuntut penjelasan dari sepasang kekasih itu karena tidak memberitahukan kepada mereka berdua asal usul keluarga Rinjani. Tadinya Papap dan Mamah menganggap kalau kedua orang tua Rinjani bekerja pada bidang wiraswasta, bukan abdi negara dan guru.
Bayu dan Rinjani tersenyum kepada Mamah dan Papap. Mereka berdua tau kalau Papap dan Mamah sedang marah kepada mereka. Rinjani dan Bayu telah menyimpan sesuatu yang seharusnya sudah Diberitahukan kepada Papap dan Mamah
"nanti di jelaskan Mamah jangan marah gitu" ujar Rinjani sambil tersenyum kepada calon mertuanya yang rinjani sendiri menyadari kalau Papap dan Mamah sangat menyayangi dirinya seperti mereka berdua menyayangi Bayu.
"awas aja kalau nggak" jawab mamah memberikan ancaman kepada menantunya itu. Ancaman yang sebenarnya hanyalah main main saja bukan ancaman serius seperti yang dipikirkan oleh siapapun yang membaca novel ini.
"Sip" jawab Rinjani yang setuju dengan apa yang dikatakan oleh Mamah.
"Rinjani pasti akan menceritakan kepada Mamah dan Papap tentang keluarga Rinjani" jawab Rinjani sambil melihat ke arah Papap dan Mamah.
"Komandan, apa Nona cantik itu adalah anak dari komandan kesatuan yang baru?" ujar seorang anak kecil yang diperkirakan baru kelas dua sekolah dasar.
"Benar komandan" jawab yang lainnya menyetujui pertanyaan yang diajukan oleh anak kecil tersebut.
Bayu yang penasaran dengan asal usul pertanyaan yang diajukan oleh anak kecil itu kepada dirinya membuat Bayu ingin mengenal siapa sosok di belakang anak kecil itu.
" Hai Adik sekolah dasar, Siapa yang menyuruh kamu untuk bertanya hal seperti itu kepada saya?" kata lain yang berharap kalau anak kecil itu akan memberitahukan kepada dirinya siapa orang yang menjadi dalang dari pertanyaan tersebut
" Tenang saja komandan kompi, pertanyaan ini murni dari dalam diri saya sendiri tidak ada sangkut pautnya dengan orang lain" kata anak kecil itu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Bayu kepada dirinya Karena didasarkan atau dilandasi oleh keraguan seorang Bayu terhadap pertanyaan yang diberikan oleh anak Sekolah Dasar tersebut
" Hai Adik kecil Apa itu sudah benar-benar datang dari diri kamu sendiri atau kamu mau dikatakan sebagai anak sekolah dasar yang sudah pintar berbohong kepada orang yang lebih tua"
" adik kecil Apa kamu mau hal itu terjadi?"
kali ini Rinjani yang bertanya kepada adik kecil yang bersekolah di sekolah dasar tersebut
" Hai kakak cantik jujur kalau masalah pertanyaan Apakah kakak cantik anak dari komandan kesatuan kami yang baru itu adalah berasal dari dalam diri saya sendiri" kata anak Sekolah Dasar tersebut berkata kepada Rinjani karena Rinjani ikut-ikutan melakukan serangkaian Demonstrasi yang diadakan di Jakarta
Rinjani kemudian melihat ke arah Bayu. Rinjani sebenarnya tidak mempermasalahkan Apakah permainan ini memerlukan waktu yang lama dan biaya yang tidak sedikit.