Its My Dream

Its My Dream
96



"Jadi karena hal itu lo Yakin kalau dosen itu pasti akan terlambat masuk ke dalam kelas kita" tanya ranti kepada Rinjani untuk kembali memastikan bahwasanya dosen itu memang akan terlambat masuk ke dalam kelas mereka kali ini.


"Yakin banget dan akan sangat yakin kalau dosen itu memang akan terlambat" ujar Rinjani menjawab keraguan yang dikatakan oleh Ranti kepada dirinya.


Mereka berdua kemudian melanjutkan perjalanan menuju gedung hijau yang terletak tidak berapa jauh dari mushola tepat mereka duduk tadi.


"Gue beneran capek sekarang" ujar Rinjani berkata kepada Ranti yang merasakan pikiran dan perasaannya benar-benar capek saat ini.


"Apa karena masalah lo dengan Bayu" ujar Ranti bertanya kepada Rinjani untuk meyakinkan dirinya bahwasanya memang Bayu lah yang dipikirkan oleh Rinjani selama semalaman ini semenjak Rinjani dan Bayu pulang dari makan malam mereka.


"Yup masalah apa lagi. Tapi gue belum bisa menceritakan ini kepada loe saat kita di kampus. Gue janji lepas dari kampus gue akan cerita ke elo. Makanya gue minta loe pulang dengan gue ke kos" lanjut Rinjani mengatakan kenapa dia tadi meminta Ranti untuk plng dengan dirinya ke kos.


"Nanti gue omongin sama bram dulu ya. Gue akan ngomong kalau gue pulang sama elo ke kos." ujar Ranti yang tau kalau Rinjani akan mengatakan suatu hal yang penting.


"Tapi, apa Bram akan mengizinkan?" ujar Rinjani yang takut kalau Bram tidak akan mengizinkan Ranti untuk pulang dengan rinjani ke kos mereka.


"Tenang aja. Serahin ke gue" ujar Ranti meyakinkan Rinjani untuk menyerahkan semua urusan dengan Bram kepada dirinya.


"Kiranya Bram nggak mengizinkan?" ujar Rinjani berkata ke Ranti.


"Diizinkan itu. Nggak mungkin tidak" kata Ranti yang berusaha menenangkan Rinjani dan meyakinkan Rinjani kalau dia pasti diizinkan oleh Bram untuk pulang bersama Rinjani ke kos.


Rinjani dan Ranti kemudian masuk ke dalam kelas. Mereka melihat isi kelas baru seperempat dari jumlah mahasiswa yang seharusnya ada di dalam kelas itu.


"Wow kemana mereka yang tadi pagi saat kuliah dosen Bram sudah duduk manis di kursi mereka masing masing?" ujar Ranti saat melihat isi kelas hanya seperempat kelas saja.


"Haha haha haha. Sekarang mereka berharap untuk dapat duduk di belakang saat mereka masuk. Kamu tau sendirilah kalau dosen kita nanti pasti akan menyuruh kita untuk duduk di depan" ujar Rinjani menjawab pertanyaan dari Ranti.


"Haha haha haha. Mereka benar benar aneh. Duduk di depan hanya karena faktor dosen" sambar Ranti sambil geleng geleng kepala.


"Sebenarnya bukan mereka yang aneh. Tetapi memang kemauan mereka yang nggak pengen cepat tamat" ujar Rinjani sambil duduk di kursi bagian tengah. Rinjani sengaja tidak duduk di belakang supaya tidak di suruh maju ke depan oleh asisten dosen tersebut.


Tidak berapa lama dosen ya akan mengajar mata kuliah masuk ke dalam ruangan tersebut. Dosen itu selalu didampingi oleh seorang asisten yang bertugas untuk menjalankan slide presentasi yang akan diterangkan oleh dosen tersebut kepada semua mahasiswa.


Semua mahasiswa yang belum masuk terpaksa harus masuk ke dalam ruangan setelah asisten dosen membuat pengumuman di WA grup kalau ini adalah kuliah pertemuan terakhir mereka. Jadi bagi tidak hadir akan mendapatkan nilai E atau nilai gagal dalam mata kuliah tersebut.


Mereka semua terpaksa duduk di kursi bagian depan karena hanya kursi dibagian itu yang tersisa. Sedangkan bagian tengah sudah digunakan mahasiswa yang masuk terlebih dahulu ke dalam ruang perkuliahan.


Rinjani dan Ranti berusaha menahan tawa mereka berdua saat melihat Apa yang dilakukan oleh semua mahasiswa tersebut. Mereka masuk ke dalam ruangan kuliah sambil cemberut karena terpaksa harus duduk di bagian depan.


Dosen mulai menerangkan materi perkuliahan mereka kali ini. Dimana materi ini adalah materi terakhir sebelum mereka melakukan ujian semester. Rinjani dan ranti kemudian menyimak semua materi yang diberikan oleh dosen tersebut mereka berdua tidak mau mendapatkan nilai rendah saat mereka berdua sudah berusaha mati matian dalam kuliah kali ini.


Rinjani dan Ranti sekali sekali melihat ke arah semua teman teman mereka. Rinjani melihat sebagain dari mahasiswa yang mengambil mata kuliah itu sudah berusaha menahan kantuk mereka. Mereka benar benar mengantuk saat ini. Hal itu dapat dilihat dari mata mereka yang sudah memerah.


"Sepertinya mereka sudah pada mengantuk" ujar Rinjani memberitahukan kepada Ranti kalau separo dari teman teman mereka sudah mengantuk dan terlihat akan tertidur.


"Haha haha haha haha mau bagaimana lagi coba. Mereka terlihat tidak ingin kuliah." kata Ranti sambil melihat ke arah semua teman teman mereka yang memang sudah menahan kantuk nya.


Tepat pukul setengah lima sore, perkuliahan yang menjenuhkan itu selesai juga. Rinjani dan Ranti berencana untuk langsung pulang. Mereka sudah mengamasi barang-barang mereka dan juga buku buku yang tadi di pakai untuk kuliah. Rinjani sebelum pulang, akan menemani Ranti dahulu ke tempat Bram. Rinjani akan menemani Ranti untuk meminta izin kepada Bram kalau Ranti tidak akan pulang dengan Bram kali ini.


"Loe udah yakin mau minta izin kepada Bram dan tidak akan pulang dengan Bram." ujar Rinjani yang mengulang pertanyaannya kembali kepada Ranti mengenai Ranti yang akan menemani dirinya untuk pulang ke kosan


"Yakin. Gue akan menemani lo untuk pulang ke kosan biar Bram pulang sendiri ke rumahnya" ujar Ranti yang tetap akan pulang dengan Rinjani ke kosan.


"Ya udah ayo kita ketemu dengan dosen Bram. Lebih cepat lebih baik" kata Rinjani yang setuju dengan apa yang dikatakan oleh Ranti.


Rinjani dan Ranty kemudian berjalan ke ruangan dosen mereka akan menemui Pram yang ternyata sudah menunggu Ranti di sana. Ranty kemudian berjalan menuju ke tempat Bram duduk.


"Sayang, aku kali ini pulang dengan Rinjani aja ya. Rinjani sepertinya memiliki pemikiran sendiri dalam otak cantiknya itu." kata Ranti meminta izin kepada Bram untuk tidak pulang dengan dirinya kali ini.


"Ada apa dengan Rinjani sayang?" tanya Bram sambil menatap ke arah Ranti yang tiba tiba membatalkan rencana pulang bersama mereka.


"Aku juga belum tahu. Tapi sepertinya dia sedang memiliki masalah" ujar Ranti mengatakan kepada Bram kenapa dia ingin pulang dengan Rinjani ke kosan.


"Okelah kalau begitu. Kamu pulang dengan Rinjani. Aku mau melanjutkan menulis sebentar" ujar Bram sambil tersenyum.


Bram tidak mau memperlihatkan kekecewaannya kepada Ranti. Bram tahu kalau Ranti dan Rinjani sama sama ada saat salah satu dari mereka sedang kesusahan.


Ranti kemudian berjalan keluar dari dalam ruangan dosen tersebut. Dia akan menuju Ranti yang sedang duduk di ruang tunggu bagian depan ruangan itu