
'Sayang, bisa kita bertemu?' bunyi pesan chat yang dikirimkan oleh Bayu kepada Rinjani.
Bayu baru saja keluar dari ruangan komandannya. Dia menerima sebuah berita yang harus diberitahukan kepada Rinjani secepatnya.
'Ada apa sayang?' balas pesan chat Rinjani.
'Ada perlu sayang. Penting' balas Bayu menjawab pesan dari Rinjani.
'Oke sayang. Tapi saat aku sudah selesai mengajar ya' balas pesan chat yang dikirim oleh Rinjani.
"Siap sayang. Nanti aku jemput ya, kita ngomong di tepi laut aja' balas Bayu.
" Oke sayang. Jemput jam empat ya' balas Rinjani.
'Sip' balas Bayu.
Bayu dan Rinjani memasukkan ponsel milik mereka ke dalam saku pakaian masing masing.
Bayu dan Rinjani kembali melanjutkan pekerjaan mereka yang sempat tertunda. Rinjani akan kembali mengajar sampai jam tiga sore. Rinjani dan Ranti ada rencana bertemu pukul tiga sore.
Rinjani yang telah menyelesaikan pekerjaannya, langsung kembali menuju jurusan. Dia akan bertemu dengan Ranti di kafe dekat kantor jurusan. Mereka sudah janji untuk ketemuan di sana.
Ternyata di sana Rinjani datang terlebih dahulu dari pada Ranti. Rinjani memesan dua menu makan siang untuk dirinya dan Ranti.
"Tu anak bener bener. Jelas janji jam tiga. Udah jam tiga masih juga belum datang" ujar Rinjani mengomel sendirian.
Rinjani mengambil ponsel miliknya untuk menghubungi Ranti. Tapi belum sempat Rinjani menghubungi Ranti, yang akan ditelpon oleh Rinjani sudah berada di depan Rinjani sambil tersenyum sumringah.
"Ngaret loe" ujar Rinjani dengan cemberut kearah Ranti.
"Loe yang ngajak ketemuan, elo pula yang ngaret" lanjut Rinjani mengomel ke Ranti.
"Maaf, tadi gue ada kuliah tambahan satu jam makanya telat" jawab Ranti sambil duduk di depan Rinjani.
"Ada apa?" tanya Rinjani kepada Ranti saat mereka sudah duduk berdua berhadap hadapan.
"Nggak ada apa apa. Cuma pengen ajak loe makan di sini aja. Udah lama banget rasanya kita tidak makan berdua di luar" ujar Ranti menjawab pertanyaan dari Rinjani.
"Jadi, hanya karena ingin makan berdua aja loe nyuruh gue datang ke sini dari ujung kampus sana?" kata Rinjani sambil menatap ke arah Ranti dengan tatapan tidak percaya dengan apa yang didengar oleh dirinya.
Ranti mengangguk. Rinjani menggeleng tidak percaya dengan kelakuan aneh sahabatnya itu.
"Loe bener bener aneh" ujar Rinjani kepada Ranti.
"Tapi nggak apa juga. Sekali sekali kan ya" ujar Rinjani yang akan membalas perbuatan Ranti sebentar lagi.
Rinjani sebenarnya sangat bersyukur Ranti mengajak dirinya untuk bertemu. Sehingga dia ada teman untuk menunggu Bayu datang menjemput.
"Jadi, gimana hubungan loe dengan Pak Bram?" ujar Rinjani memulai membuka percakapan setelah suasana diam yang tercipta beberapa menit yang lalu.
"Gitu gitu aja." jawab Ranti dengan santainya.
"Gitu gitu aja maksud loe gimana?" ujar Rinjani uang penasaran dengan kata kata gitu gitu aja yang disampaikan oleh Ranti.
"Ya gitu gitu aja. Palingan saling kirim pesan chat. Loe tau sendirilah ya dosen terbang gimana. Jadi, gue harus paham aja. Kalau dia minta ketemu baru ketemu itupun sebentar" jawab Ranti
"Kayaknya nasib kita berdua sama. Punya kekasih ada tetapi ya gitu nggak bisa ketemu tiap saat. Nggak kayak yang lain, jemput antar pulang kuliah" ujar Rinjani sambil mengaduk aduk jus jeruk miliknya yang tinggal setengah.
"Mau gimana lagi. Kalau mau diantar jemput pacaran sama tukang ojek aja" jawab Ranti sambil berseloroh dengan Rinjani.
"Bener juga ya" ujar Rinjani.
Tiba tiba ponsel Riniani berdering cukup keren. Sebuah nama yang muncul di layar telpon milik Rinjani dengan tulisan My Love memenuhi layar ponselnya.
Rinjani mengangkat panggilan itu. Panggilan yang dari tadi di tunggu tunggu oleh Rinjani.
"Hallo sayang, kamu dimana?" tanya Rinjani saat mengangkat panggilan telpon dari Bayu.
"Aku udah di parkiran kampus. Aku tunggu di mobil aja ya" ujar Bayu menyebutkan kepada Rinjani dimana posisinya saat ini.
"Oh Oke. Tunggu di situ aja sayang" ujar Rinjani yang setuju kalau Bayu menunggu dirinya di mobil saja.
"Gue duluan ya. Makasi udah nemenin gue nunggu kedatangan Bayu" ujar Rinjani sambil menatap ke arah Ranti sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Hah, jadi maksud loe, gue pulang sendirian ke kos?" ujar Ranti yang tidak sadar sudah dikerjai balik oleh Rinjani.
"Yuhu. Hati hati pulang sendiri. Kalau takut pulang sendirian mintak antar Pak dosen ganteng aja" ujar Rinjani sambil berjalan keluar dari kafe kampus.
Rinjani kemudian berjalan menuju parkiran kampus tempat dirinya ditunggu oleh Bayu. Rinjani melihat mobil milik Bayu sudah terparkir di parkiran mahasiswa. Rinjani langsung masuk ke dalam mobil.
"Hay sayang. Kita mau kemana?" tanya Rinjani kepada Bayu saat dia baru saja mendudukkan pantatnya di kursi mobil.
"Jalan jalan plus mau lihat lihat laut" ujar Bayu sambil tersenyum kepada Rinjani.
"Oke sip" jawab Rinjani.
Bayu mengemudikan mobil keluar dari parkiran kampus. Bayu sebenarnya masih pusing bagaimana cara memulai untuk membicarakan hal ini dengan Rinjani. Bayu nggak tau sama sekali.
Bayu masih memikirkan cara untuk menyampaikan kepada Rinjani tentang apa yang akan diungkapkannya nanti.
"Sayang tau nggak, aku tadi ngerjain Ranti" ujar Rinjani memulai obrolan dengan Bayu kekasihnya itu.
"Kok bisa?" tanya Bayu yang lumayan kaget mendengar Rinjani mengerjai Ranti.
"Iya, dia yang mulai duluan" jawab Rinjani sambil tersenyum.
"Terus aku balas aja langsung. Momennya pas banget untuk bisa balas kelakuan Ranti ke aku" jawab Rinjani.
"Jadi kamu dikerjain pertama, terus kamu balas?" ujar Bayu menanyakan pasti ceritanya kepada Rinjani.
"Yup. Masak iya sama sayang, aku di ajaknya ketemuan. Pas udah ketemu, aku tanya, ada apa jawabnya nggak ada apa apa. Ya udah aku kerjain balik. Aku ajak dia ngobrol kan ya. Terus pas, kamu telpon aku bilang aja, loe pulang sendirian ye, gue mau jalan sama Bayu. Hahahahaha" ujar Rinjani sangat puas mengerjai Ranti.
"Jadi satu satu dong ya mainnya" ujar Bayu sambil melirik ke arah Rinjani.
"Iyalah satu satu. Aku mana mau kalah lawan Ranti" ujar Rinjani dengan nada bangga.
"Oh ya sayang, kamu ngapain aja sehari ini?" tanya Rinjani kepada Bayu.
"Biasa sayang, apa lagi yang dikerjain tentara sayang" jawab Bayu yang memang melakukan pekerjaan yang sama setiap harinya.
"Kamu tadi ngapain aja?" Bayu berbalik bertanya kepada Rinjani.
"Pagi kuliah sampe jam 11, terus jam satu siang gantiin dosen sampe jam tiga. Jam tiga ketemu sama Ranti jam empat sampe sekarang ketemu kamu" ujar Ranti mengatakan kepada Rinjani apa saja kegiatannya tadi .
"Kadang kadang ya sayang, aku mikir kok itu itu aja ya yang harus kita kerjakan, ampe bosen banget rasanya" ujar Rinjani sambil menatap ke arah Bayu.
"Bener sayang. Aku kadang juga bosen. Tapi mau gimana lagi, cari duitnya di sana ya nggak boleh ngomong bosan. Nikmati aja selagi bisa" jawab Bayu sambil menatap ke arah Ranti.
"Intinya jalani aja ya sayang" ucap Rinjani yang setuju dengan apa yang dikatakan oleh Bayu.
"Bener. Slowin aja" jawab Bayu.
Mereka kemudian mengobrol ringan saja. Bayu masih belum masuk ke inti dia mengobrol dengan Rinjani. Bayu masih mencari cari celah dan memikirkan dimana tempat yang cocok untuk mengobrol masalah ini. Masalah yang bener bener akan membuat Rinjani kaget dan bisa jadi marah kepada Bayu.