Its My Dream

Its My Dream
Rumah Papap



Mereka semua akhirnya selesai juga menikmati makan malam tersebut. Papap, Mamah, Bayu dan Rinjani sudah berpindah ke taman belakang untuk duduk di bawah payung payung dan menatap ke arah kolam ikan yang baru saja selesai dibuat oleh para tentara sesuai dengan permintaan yang diajukan oleh Papi sebelum Papi menempati rumah dinas tersebut.


"Kenapa ada kolam ikan di sini Pap?" tanya Rinjani saat melihat adanya kolam renang di taman bagian belakang rumah dinas Papap tersebut.


"Memang begitu Nak, Papap memang akan selalu meminta untuk dibuatkan sebuah kolam ikan, sama tempat fitnes dan arena lari memakai batu kerikil" ujar Papap yang memang selalu meminta hal itu untuk di siapkan di rumah dinas yang akan ditungguinya selama di tempatkan di kesatuan tersebut.


"Kok gitu Pap?" tanya Rinjani yang mulai banyak bertanya kepada Papap dan Mamah.


"Ya karena, siap kerja di kesatuan, bisa nyaman saat melihat ikan yang berenang di kolam, setelah itu fitnes kemudian setiap setengah tujuh berjalan di jalan jalan batu itu untuk refleksi" ujar Papap menjelaskan kepada Rinjani kenapa Papap selalu meminta hal yang tiga itu untuk di bangun di setiap rumah dinas yang akan ditempati oleh Papap.


"Jadi semuanya adalah untuk kesehatan ya Papap? Papap memang keren" ujar Rinjani dan mengacungkan kedua jempolnya ke arah Papap sebagai ucapan rasa kagum Rinjani kepada Papap atas semua yang telah dilakukan oleh Papap kepada kesehatan Papap dan Mamah.


"Apa semua ajudan dan sopir Papap boleh memakai fasilitas fitnes dan juga jalanan refleksi ini Pap?" tanya Rinjani.


"Jangankan untuk itu sayang, makan aja mereka bebas di sini" kali ini Bayu yang menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Rinjani kepada Papap.


"wow keren Papap. Papap memang sangat TOP Banget. Sangat senang lah tu anggota Papap bekerja dengan Papap. Mereka bisa menganggap rumah ini sebagai rumah mereka sendiri" kata Rinjani menyimpulkan sendiri bagaimana senangnya perasaan setiap tentara yang bekerja di rumah dinas Papap.


"Kamu nggak tau sayang, kalau semua supir, ajudan itu semua adalah anggota Papap yang memang selalu di bawa oleh Papap setiap Papap pindah ke kesatuan yang berbeda" ujar Bayu menjelaskan kepada Rinjani kenapa Papap bisa mempercayai setiap ajudan dan sopirnya.


"Oooo pantesan" ujar Rinjani saat mendapati kenyataan yang dikatakan oleh Bayu kepada dirinya.


"Eh tapi jangan salah Jani, walaupun papap juga ada anggota baru di sini tetap boleh kok mereka masuk ke dalam rumah, asalkan mereka. menjaga kebersihan dan juga keadaan rumah dinas seperti mereka menjaga rumah mereka sendiri" kata Papap yang memang tidak membedakan antara anggota lama dengan anggota baru di dalam kepemimpinannya.


"Wow keren Papap. Papap benar benar benar menjadi idola untuk memimpin satu kesatuan. Papap benar benar keren" ujar Rinjani melanjutkan memuji Papap dengan segala kelebihan Papap.


"Sayang, kamu nggak tau aja, Papap itu sebenarnya merupakan seorang pimpinan yang sangat keras. Tetapi walaupun keras, papap sangat dirindukan untuk menjadi pimpinan di kesatuan manapun. kalau udah papap yang ke sana semua orang bersorak gembira, tapi kalau papap pergi dari sana, maka yang ditinggalkan akan menangis" ujar Mamah menceritakan kepada Rinjani bagaimana keadaan anggota yang akan ditinggalkan.


"Wuis Papap keren. Papap paten. Papap nggak ada duanya"


Rinjani mengacungkan dua jempolnya ke arah Papap. Rinjani sangat kagum dengan Papap. Papap benar benar keren.


Saat mereka sedang memuji kinerja Papap yang sangat disayangi dan dirindui oleh semua anggota, ponsel milik Papap bergetar. Semua orang melihat dengan serentak ke ponsel yang berderinh tersebut.


"Siapa Pap?" tanya Mamah saat melihat ekspresi Papap yang mengerenyit saat melihat siapa yang menghubunginya kali ini.


"Ajudan panglima Mi" ujar Papap memberitahukan kepada Mami, siapa yang sedang menghubungi Papap.


"What? Angkat aja Pap" kata Mamah meminta Papap mengangkat panggilan telpon dari ajudan tersebut.


Papap beranjak dari tempat duduknya meninggalkan anggota keluarga yang sedang mengobrol tersebut.


"Siapa Mah?" tanya Bayu yang penasaran dengan siapa yang menghubungi Papap.


"Ajudan" jawab Mamah memberitahukan kepada Bayu siapa yang menghubungi Papap sebentar ini.


"Ajudan? Ada apa Mi?" tanya Bayu yang penasaran dengan telpon yang tiba tiba datang dari ajudan.


"Mami juga nggak tahu Bay ada apanya. Coba kamu tanya Papap aja nanti"


Mamah, Bayu dan Rinjani melanjutkan obrolan mereka bertiga. Berbagai hal dibahas oleh mereka. Saat itulah Papap datang dari arah dalam rumah.


"Ada apa Pap?" tanya Mamah kepada papap saat papap sudah duduk kembali di kursinya tadi.


"Oh baiklah"


Bayu menatap ke arah Papap. Bayu sangat tidak yakin dengan jawaban yang diberikan oleh Papap kepada mereka semua. Tetapi Bayu tidak mau melanjutkan pertanyaan yang diajukan oleh Mamah tadi. Bayu yakin ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh Papap.


"Jani gimana kalau kita siap dari asrama kompi C lanjutkan acara para wanita?" kata Mamah mengajak Rinjani untuk melakukan kegiatan yang selalu dilakukan oleh para wanita.


"Setuju Mah. Tapi janjian kita dimana ya untuk ke kompi C?" tanya Rinjani yang nggak paham bagaimana cara mereka janjian untuk pergi ke kompi C.


"Bayu, besok kamu harus jemput Rinjani oke. Biar mamah sama Rinjani ke asrama kompi C"


"Siap ibuk konamdan. Tapi kalau Bayu ikut boleh kan mah? "


Mamah lebih memilih untuk memerintah Bayu menjemput Rinjani ke kos setelah itu baru mengantarkan Rinjani menuju rumah dinas Papap. Nanti Rinjani aka berdua dengan Mamah menuju asrama kompi C.


"Kamu mau ikut silahkan aja. Mamah nggak masalah kamu mau ikut atau tidaknya. Kalau ikut hayuk, kalau ndak juga nggak apa apa" jawab Mamah sambil tersenyum melihat perubahan ekspresi dari Bayu yang mendadak menjadi kesal setengah mati.


"Mah tadi mamah ngomong sama Rinjani setelah dari asrama kompi C mamah dan Rinjani akan pergi melanjutkan hobby sebagai wanita. Mamah dan Rinjani mau kemana?"


"Jangan ajarkan Rinjani shoping Mamah" ujar Bayu yang mengambil kesimpulan sendiri Mamah dan Rinjani akan melakukan apa setelah kegiatan di asrama kompi C.


Plak. Sebuah tamparan yang lumayan keras mendarat di pundak Bayu. Mamah terlihat sangat emosi saat Bayu mengatakan kalau Mamah akan mengajak Rinjani shoping setelah kegiatan di asrama.


"Ngomong asal jeplak aja. Mana ada mamah mau nggak Rinjani shoping. Mamah aja nggak suka shoping" kata Mamah yang setengah jengkel dengan apa yang dituduhkan oleh Bayu kepada dirinya.


"Terus mamah mau ngapain sama Jani? Kenapa pake rahasia rahasiaan segala yang membuat aku nggak boleh tahu"


Bayu yang penasaran dengan janji antara Mamah dan Rinjani membuat keputusan sendiri yang pada akhirnya membuat mamah mengamuk mendengar hal itu.


"Kami mau ke salon. Kenapa? Kamu mau ikut?" tanya Mamah kepada Bayu dengan nada tinggi.


"Oh salon"


Komentar Bayu dengan nada yang sama sekali tidak ada rasa berslahnya sedikitpun karena telah membuat Mamah menjadi sangat emosi.


"Pap anak kamu lama lama beneran aku geplak ini pah" ujar Mamah yang kadung emosi dengan Bayu.


Bayu selalu aja membuat Mamah kesal dengan gaya bicaranya.


"Anak mamah juga" jawab papap yang nggak mau disalahkan oleh Mamah.


"Lah anak papap juga kan" ujar Mamah dengan ngotot berbicara kepada Papap.


Bayu diam diam berdiri dan membawa Rinjani berjalan dan beranjak dari tempat keributan yang nggak ada faedah itu.


"Mah yang diributin kabur" ujar Papap yang melihat Bayu dan Rinjani tidak ada di dekat mereka lagi.


"Bayu Rinjani"


Teriak Mamah dan papap kompak.