
Setelah menempuh perjalanan selama dua jam lebih, mereka akhirnya sampai juga di depan kontrakan Aleza. Padahal seharusnya jarak dari tempat mereka makan sampai ke kota Padang Panjang hanya satu jam saja. Itu sudah kecepatan normal. Eee eee bagi Aris bisa dua jam lebih. Aris ntah bawa mobil keluaran terbaru ntah bawa bajay yang nggak kuat nanjak pendakian silayiang. Hal itu membuat Rinjani dan Bayu menjadi gemas sendiri dengan apa yang dilakukan oleh Aris.
"Besok besok kalau mau bawa mobil sepelan tadi, mending naik bajay aja, jelas. Ini bawa mobil keluaran terbaru, masak kayu tanam ujung sampe padang Panjang ada dua jam lebih,kalau ke Bukittinggi tentu bisa enam jam" ujar Rinjani dengan kesal kepada Aris. Aris benar benar membuat Rinjani kehilangan akal dengan gaya Aris membawa mobil tersebut.
"Biar kita selamat aja. Apa gunanya ngebut kalau ujungnya nggak selamat. Kan nggak ada gunanya" jawab Aris sengaja menjawab perkataan dari Rinjani seperti itu.
"Alasan loe bae." ujar Rinjani menjawab apa yang dikatakan oleh Aris tadi.
"Padahal loe bawa mobil sepelan itu karena ada Aleza di sebelah loe? Jangan ngeles deh loe. Siapa loe gue udah tau dari dulu kali Aris anak Ermon" lanjut Rinjani memperjelas kenapa Aris membawa mobil bia sepelan itu sekali. Membuat siapapun yang ada di atas mobil menjadi kesal sendiri. Kecuali Aris dan Aleza.
"Mana ada kayak gitu" jawab Aris sambil menatap Rinjani bergantian dengan Aleza.
"Masih aja ngeles loe. Udah jujur aja. Jujur nggak mahal juga bayarnya" ujar Rinjani sambil membesarkan matanya menatap ke arah Aris yang masih berusaha untuk berbohong dan tidak mau mengakui itu.
Aleza hanya bisa tersenyum saja melihat kelakuan Aris dan Rinjani yang nggak pernah bisa damai sama sekali itu.
"Haha haha haha. Gue memang nggak bisa boong ke elo dari dulunya." ujar Aris sambil garuk garuk kepalanya yang tidak gatal itu. Rencananya sudah dibaca oleh Rinjani dari tadi ternyata.
"Kalau loe dengan Bayu mah udah lama berhubungan udah merasakan gimana rasanya ngedate, malam mingguan, ribut dengan pasangan, belum lagi ngebujuk pasangan yang sedang merajuk dan yang lainnya. Nah gue? Sama sekali belum pernah pacaran" ujar Aris kepada Rinjani menjelaskan apa faktor penyebab Aris melajukan mobil sebegitu pelannya.
"Ooo oooo jadi paham gue. Loe mau ngasih pengumuman kepada Aleza kalau loe masih jomblo dari zaman kita Bayi sampai sekarang" ujar Rinjani memperjelas maksud dari perkataan Aris tadi.
"Bener itu. Sayangnya dan sayangnya karena sayangnya" ujar Aris yang nggak jadi sampai mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya saat ini.
"Sayangnya sayangnya apaan? Jangan ngegantung gitu" ujar Rinjani sambil memukul pundak Aris supaya tidak menggantung ucapannya
"bukan untuk loe. Untuk seseorang." jawab Aris kepada Rinjani.
Rinjani hanya bisa diam saja lagi. Dia sudah tahu tujuan Aris kepada siapa mengatakan kata sayangnya sayangnya sampai tiga kali itu.
"Sayang udah malam, kami balik ke asrama dulu ya. Kamu besok ngajar atau?" tanya Bayu yang memang lupa agenda Rinjani untuk besok pagi.
"Besok aku kosong sayang. Aku ngajar tapi hanya sampe tadi pagi aja. Besok aku tinggal nunggu kamu jemput aja habis jumat" jawab Rinjani memberitahukan kepada Bayu kalau jadwal dia besok kosong.
"Oke sip. Mobil loe gimana Bang?" tanya Bayu yang ingat dengan mobil yang dibawa oleh Aris.
"Tinggalin sini aja Bang. Aman kok. Nanti pulang dari Bukittinggi baru jemput lagi" ujar Aleza kepada Aris.
"Oke" ujar Aris tanpa pikir panjang menjawab perkataan Aleza.
Sedangkan pada saat Aleza yang memberikan saran, Aris langsung menjawab dengan Oke tanpa sama sekali memakai pikirannya.
Bayu dan Aris kembali masuk ke dalam mobil Bayu. Bayu mengemudikan mobilnya menuju wisma tempat mereka menginap dari hari minggu sore.
"Loe emang lah ya Bang. Pas gue ngasih saran tarok di kontrakan Aleza tu mobil punya loe, jawaban loe ke gue ogah bolak balik capek" ujar Bayu sambil menatap lurus jalanan yang sudah mulai sepi.
Udara dingin kota hujan itu sudah mulai menusuk ke dalam tulang. Untung saja Bayu selalu menyiapkan salah satu jaketnya di atas mobil. Jadi dia tidak merasakan udara dingin itu.
"Eee eee giliran Aleza ngomong, tarok aja mobilnya di sini Bang. Loe langsung ngomong Oke. Bucin banget loe Bang" lanjut Bayu kepada Aris yang memang sedang bucin kepada Aleza.
"Gue akuin gue memang cinta dia. Tapi gimana cara nembaknya ya?" ujar Aris yang sama sekali tidak berpengalaman dalam hal pengungkapan cinta. Selama ini Aris tidak pernah berhasil dalam mengungkapkan cinta kepada wanita manapun.
"Kok bisa Bang loe dari Bayi sampe sekarang masih jomblo? Padahal masa masa sma itu masa masa paling indah kan ya Bang" tanya Bayu yang teringat omongan Rinjani tadi saat mereka berada di kontrakan Aleza.
"Nggak gue sendiri aja yang jomblo Bay. Ketiga pria lain itu juga jomblo. Gara gara pacar loe juga. Kalau kata dia cewek itu tidak se frekuensi sama kami, maka dia nggak setuju" ujar Aris menjawab pertanyaan dari Bayu kenapa dia bisa jomblo sampe sekarang.
"Sebegitu pengaruhnya Rinjani terhadap kalian berempat Bang?" tanya Aria yang tidak percaya kekasihnya itu sangat berpengaruh sekali dalam persahabatan masa kecilnya itu.
"Loe nggak tau gimana kejamnya Rinjani Bayu. Luar biasa kejam itu anak Bay. Makanya gue sangat bersyukur, dia bisa berubah berkat kamu" ujar Aris dengan nada serius mengucapkan terimakasih nya kepada Bayu.
"Emang gimana Bang? Pernah kejadian apa?" tanya Bayu yang penasaran dengan apa yang biasa dilakukan Rinjani kepada ketiga sahabatnya yang sangat berarti bagi Rinjani tersebut.
"Pernah Bay. Semenjak itu kami nggak bisa lagi ngebantah dia. Dia bener bener ekstrem kalau larangannya itu kita abaikan. Dia bisa marah besar" ujar Aris memberitahukan bagaimana Rinjani sebenarnya kepada Bayu.
"Marahnya itu nggak ngambek kayak dia marah ke kamu. Marahnya itu beneran marah. Kami aja yang dari bayi sama dia, nggak menyangka dia bisa marah seperti itu. Itu adalah kejadian pertama dan terakhir. Setelah itu, kami tidak sanggup lagi melanggar apa yang dilarang oleh dirinya" lanjut Aris yang masih juga belum mengatakan kepada Bayu apa yang pernah dilakukan oleh Rinjani.
"jadi apa yang dilakukannya Bang?" tanya Bayu sambil memarkirkan mobilnya di tempat parkir sebelah mobil Aris.
"besok gue lanjutin. gue ngantuk" ujar Aris yang langsung masuk ke dalam wisma dan kamarnya.
Bayu hanya melongo menatap punggung Aris.
"Nggak Rinjani, nggak Aris sama aja. Semoga yang tiga lagi nggak gitu gitulah amat" ujar Bayu sambil mengunci pintu mobilnya.
Bayu kemudian juga masuk ke dalam kamar untuk beristirahat. Dia juga lelah habis melatih dan juga melakukan perjalanan makan siang sekaligus merangkap makan malam yang ya jauh juga.