
Bayu kemudian membuka pintu mobil. Mereka berdua masuk ke dalam mobil. Mereka akan menuju tempat objek wisata yang lainnya. Mereka akan menikmati seluruh objek wisata yang ada di kota B.
"Kemana lagi kita, sayang? " tanya Bayu kepada Rinjani.
Rinjani melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul lima sore. Dia berpikir cepat menghitung jam berapa mereka akan sampai di kota P kalau mereka masih akan main di kota B. Dia tidak mau kemalaman di jalan dan membuat dia tidak bisa bangun pagi. Rinjani besok ada mengajar menggantikan penasehat akademiknya.
"Sayang, kita langsung pulang ajalah. Ngapain kita pergi lagi. Hari sudah pukul lima sore. Kalau kita masih main lagi jam berapa kita akan sampai di kos. Besok ajalah kita sambung lagi. masih banyak waktu untuk kita pergi liburan lagi sayang." Ujar Rinjani menjawab pertanyaan kemana mereka akan pergi lagi.
"Bener nggak mau lanjut? aku masih kuat kok sayang, untuk berkeliling ke tempat yang lain. " Tanya Bayu mengulang memastikan kepada Rinjani keinginan Rinjani untuk langsung pulang ke kota P.
"Bener sayang, kita pulang aja. Aku nggak mau kita kemalemam. Belum kamu besok harus kerjakan. Apel pagi kan ya? " ujar Rinjani memberikan alasan yang lebih kuat kepada Bayu.
"Kalau aku mah gampang. Kamu besok ngajar? " Tanya Bayu sambil memandang Rinjani. Bayu sangat tau dengan sikap Rinjani, yang selalu mementingkan orang lain di atas kepentingannya sendiri.
"Iya" Jawab Rinjani sambil mengangguk mengiyakan kalau dia besok memang ada mengajar menggantikan jam dosen penasehat akademiknya.
"Baiklah kita pulang sekarang. Nanti kalau kamu mau mampir beli oleh oleh kasih tau aja ya." Ujar Bayu sambil memegang dan mencium telapak tangan Rinjani.
Rinjani membalas perlakuan yang sama kepada Bayu. Sepasang kekasih yang terlihat sangat mesra dan cocok antara satu dengan yang lainnya. mereka sama sama pintar dan juga sama sama serasi.
Bayu kemudian melajukan mobilnya menuju jalan pulang ke kota P. Bayu melajukan mobil dalam kecepatan sedang. Bayu sama sekali tidak tergesa gesa. Dia benar benar ingin menghabiskan hari ini seharian dengan Rinjani kekasihnya itu.
Mobil mulai meninggalkan pusat kota B. Menuju kota P tempat mereka berdua melakukan aktifitasnya. Bayu dan Rinjani bersenandung mengikuti lagu yang dinyanyikan oleh artis. mereka melagu dengan nada mereka sendiri sendiri.
"Sayang kita beli sanjai dulu ya." Ujar Rinjani yang teringat oleh oleh untuk teman satu kosnya. apalagi mereka pas akan memasuki daerah yang banyak menjual ketupuk sanjai ciri khas kota B.
"Sip juragan." Ujar Bayu yang langsung menyetujui apa yang diminta oleh Rinjani.
"lebay" ujar Rinjani sambil memukul tangan Bayu yang sedang membawa mobil.
"Wow kekerasan dalam rumah tangga berpacaran" ujar Bayu memprotes Rinjani yang memukul tangannya tadi.
"Mana ada pasal itu" ujar Rinjani memprotes ucapan Bayu.
Bayu tersenyum mendengar jawaban Rinjani yang selalu memang tidak mau kalah dengan Bayu dalam hal apapun.
Bayu terus melajukan mobilnya menuju toko penjual santai yang terkenal di kota B. Mobil kemudian di belokkan Bayu ke parkiran toko penjual sanjai tersebut. Mereka berdua kemudian bergandengan tangan turun dari dalam mobil.
Mereka berdua masuk ke dalam toko. Masing masing dari mereka membawa keranjang untuk belanja.
Mereka berdua kemudian mengambil sanjai yang mereka inginkan. Bayu dan Rinjani belanja cukup banyak kerupuk santai. Mengingat teman teman mereka juga banyak
Setelah selesai memilih sanjai yang diinginkan Bayu dan Rinjani pergi ke kasir. Kasir menghitung tiga keranjang belanjaan itu. Bayu kemudian membayar belanjaan sanjai mereka.
"Sayang, masak iya kamu semua yang bayar kerupuk sanjainya. Punya aku juga banyak di situ sayang. Harusnya kita berdua yang bayar." Ujar Rinjani saat mereka sudah di dalam mobil kembali.
"Sayang untuk membeli sanjai lebih banyak dari pada yang kamu beli sekarang ini aku masih sanggup. Tapi kalau kamu mintak aku membelikan pabrik sanjainya sungguh aku belum mampu. Kecuali gadaikan sk dulu." Ujar Bayu menjawab komplen dari Rinjani tentang masalah pembayaran uang sanjainya.
"Tapi ya sayang. Enak juga kayaknya kalau kita punya pabrik sanjai sendiri. Jadikan mau jenis apapun tinggal makan." Ujar Rinjani meralat ucapannya yang pertama.
"Enek sih enak sayang, nanti kamunya melar. Mau melar kayak boboho atau kayak teman satu kosan kamu itu. Siapa namanya lupa aku. " Ujar Bayu yang teringat dengan teman satu kosan Rinjani yang badannya sedikit lebih lebar dari pada yang lainnya.
"Dilarang sebut nama. Ghibah nggak baik." Ujar Rinjani yang juga malas menyebutkan nama teman satu kosnya.
Mobil terus melaju meninggalkan kota B.
"Sayang, kamu udah pernah coba minuman kawa daun? " Tanya Bayu kepada Rinjani yang serius menatap ke depan.
"Belum. Emang enak? " Tanya Rinjani balik.
"Enak sayang. Paling enak. Kamu mau coba? " Ujar Bayu meyakinkan Rinjani kalau minuman kawa daun itu sangat nikmat.
"Boleh sayang. Mari kita coba." Ujar Rinjani dengan semangat.
Bayu membelokkan mobilnya masuk ke tempat parkir warung penjual minuman kawa daun. Mereka berdua kemudian turun dari dalam mobil, mereka masuk ke dalam kafe sambil berpegangan tangan.
"Sayang, ini bukannya kafe yang terkenal di sosial media itu kan ya? " Ujar Rinjani yang juga sempat melihat sosial media.
Banyak para muda mudi memposting fhoto mereka di tempat itu.
"Yup. Kamu baru sekali ini ke sini? " Tanya Bayu
"Lah jelas iyalah sayang. Emang aku pernah pergi nggak ngomong ngomong. Jangan ngado ngadu sayang." Ujar Rinjani sambil menatap Bayu.
"Kamu? " Ujar Rinjani berbalik bertanya kepada Bayu.
"Udah dia kali. Pertama sama Dandiyon saat ada kegiatan di batalion kota dingin itu." Ujar Bayu mengatakan kepada Rinjani kapan dia pernah minum ke tempat itu.
"Pantesan tau." Ujar Rinjani yang sama sekali tidak cemberut.
Gimana Rinjani mau cemberut. Toh Bayu pergi dengan pimpinannya.
Pelayan kemudian datang dengan membawa dua gelas kawa daun dan dua pikir buka bakar.
"Keren gelasnya." Ujar Rinjani
Rinjani kemudian mengambil beberapa fhoto selfi dirinya dan Bayu. Setelah puas dengan kegiatan berfhotonya, barulah Rinjani meminum kawa daun dan memakan buka bakarnya.
Mereka di sana selama satu jam. Mereka banyak bercerita tentang berbagai hal yang penting dalam hidup mereka. Setelah puas bercerita dan semua pesanan sudah habis, mereka berdua kemudian meninggalkan kafe, dan kembali bermobil mobil ria menuju kota P.
tepat pukul sepuluh malam, akhirnya mereka sampai kembali di kota P. Bayu mengantarkan Rinjani sampai ke depan pintu masuk kosan. Mereka berpisah dengan Rinjani mencium tangan Bayu. Bayu kemudian kembali pulang ke asrama. sedangkan Rinjani akan langsung tidur. Besok dia ada kelas pagi