
Rinjani mulai menghidupkan mobilnya Sedangkan Bayu masih berdiri di tempat yang sama. Bayu tidak ingin pergi dari situ sebelum menyaksikan kekasihnya itu pergi melajukan mobilnya meninggalkan kesatuan. Rinjani membuka kaca jendela mobilnya. Dia melihat Bayu yang sedang berdiri di tempat yang sama dari tadi dan sama sekali tidak beranjak dari tempat dia berdiri dari tadi.
"Dadah sayang, cepat pulang jangan lupa bakso aku ya, seperti biasa" ujar Rinjani berpamitan kepada Bayu dengan tetap mengatakan pesanannya sekali lagi kepada Bayu.
"Siap sayang" ujar Bayu yang masih berusaha tersenyum saat melihat Rinjani akan membawa mobilnya sendiri.
"Sayang" ujar Rinjani yang tahu kalau Bayu sedang memikirkan dirinya yang akan membawa mobil
"Jangan berpikiran negatif" lanjut RInjani mencegah Bayu untuk berpikrian negatif supaya Bayu bisa nyaman melakukan pekerjaannya nanti saat Rinjani dalam perjalanan pulang.
Bayu menggeleng gelengkan kepalanya supaya pikiran negatif itu cepat pergi. Pikiran negatif yang bergelayut di kepalanya saat ini.
"Pakai mie putih, bakso kecil kecil aja, kuah sedikit dan tahu isi baksonya empat" lanjut Bayu menyebutkan bagaimana cara Rinjani memakan baksonya selama ini.
"Aku sangat hafal sayang, bagaimana cara kamu menikmati semangkok bakso, suatu hal yang nggak akan pernah aku lupakan" lanjut Bayu dengan nada bangga karena dia bisa menghafal bagaimana cara Rinjani makan bakso selama ini.
"Ada yang lupa sayang, nggak pake saos" lanjut Rinjani yang memang sangat tidak suka saos.
"Haha haha haha, bener luap satu" ujar Bayu yang memang tidak ingat kalau Rinjani tidak suka memakai saus saat dirinya menikmati bakso atau pun mie ayam serta soto dan sop.
"Nanti kalau udah sape di rumah dinas Papap, kasih tahu aku ya sayang, kamu harus mengirim pesan ke aku" ujar Bayu yang sama sekali tidak ingin terjadi sesuatu kepada Rinjani di perjalanan menuju rumah Papap.
"Siap komandan sayang" ujar Rinjani sambil memberikan hormatnya kepada kekasih hatinya yang selalu menomor satukan keselamatan dan kebahagiaan dari seorang Rinjani.
"Masih ada lagi komandan? Kapan aku berangkatnya ini" ujar Rinjani yang melihat Bayu akan mengeluarkan kata katanya kembali.
"Haha haha haha, tidak ada sayang, Sana jalan jangan lupa kabari aku kalau kamu sudah sampai rumah Papap. Awas saja kalau kamu sampai lupa ya" ujar Bayu yang sebenarnya sangat enggan melepas Rinjani untuk mengemudi sendiri. Bayu sangat ingin mengantarkan Rinjani pulang ke rumah Papap, tetapi pekerjaannya masih ada yang harus diselesaikan oleh Bayu. Bayu tidak ingin urusan pribadinya merusak urusan kerjanya.
"Wah ini bener bener rumit" ujar Bayu dengan berbisik, bayu tidak ingin semau orang mendengar teriakan frustasi dirinya, sehingga dia lebih memilih untuk berbisik saja melepaskan beban pikirannya karena melihat dan memikirkan Rinjani membawa mobilnya sendiri.
Bayu sebenarnya tahu kalau Rinjani sudah terbiasa mengemudikan mobilnya sendiri. Tetapi rasa posesif Bayu membuat dia sangat jarang memberikan Rinjani kesempatan untuk mengemudikan mobilnya sendiri. Bayu lebih suka mengantar jemput Rinjani di tengah tengah kesibukannya yang luar biasa sangat banyak itu.
Rinjani mulai mengemudikan mobilnya menuju rumah Papap. Bayu masih setia untuk berdiri di tempat yang sama, dia masih terus memperhatikan mobil Rinjani. Akhirnya mobil Rinjani hilang di telan keramaian jalanan ibu kota. Bayu kemudian kembali menuju ruang kerjanya. Dia masih memiliki beberapa tugas yang harus diselesaikan oleh Bayu sebelum Bayu pulang ke rumah Papap.
Bayu kembali masuk ke dalam kantornya. Bayu berusaha menetralkan kembali pikirannya yang sekarang terbagi antara Rinjani yang membawa mobil dengan pekerjaan yang sedang menunggu Bayu di dalam ruangannya saat ini.
"Permisi komandan, kami mau bertanya, apa boleh komandan?" ujar salah seorang anggota Bayu yang sedang duduk bersama sama dengan rekan rekannya yang lain. Mereka penasaran dengan wanita yang datang menemui komandan kompi mereka, mereka semua tidak pernah melihat Bayu berjalan bergandengan tangan dengan begitu mesranya bersama seorang wanita. Makanya pemandangan tadi membuat mereka menjadi sangat luar biasa penasaran dengan siapa wanita itu yang sudah diperlakukan sangat luar biasa mesranya oleh seorang Bayu.
"Boleh mau tanya apa?" ujar Bayu yang sebenarnya sudah tahu apa yang akan ditanyakan oleh anggotanya itu.
Anggota anggota yang sedang berkumpul itu bukan anggota Bayu yang lama, tetapi anggota anggota Bayu yang baru saja pindah dari kesatuan lain sehingga tidak mengenal siapa Rinjani pada saat Bayu memperkenalkan Rinjani kepada semua orang saat acara pisah sambut Papap dengan komandan kesatuan yang lama.
"Sebelumnya kami minta maaf komandan, kalau pertanyaan kami ini akan mengganggu privasi komandan" ujar perwakilan salah satu anggota yang berkelompok itu bertanya kepada Bayu.
Bayu menatap mereka semua bergantian. Wajah wajah yang berada di depan Bayu saat ini merupakan wajah wajah yang sangat penasaran mengetahui siapa wanita yang berjalan dengan komandan mereka itu tadi. Wanita yang cukup lama berada di dalam ruang kerja komandan Bayu yang terkenal sangat dingin dengan wanita wanita yang berusaha mendekati dirinya.
"Oke, permintaan maaf saya terima" jawab Bayu dengan gaya khasnya.
Bayu memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana pakaian dinas lapangannya, hal ini semakin membuat Bayu terlihat semakin keren dan gagah, siapapun wanita pasti akan sangat ingin menjadi kekasihnya.
Beberapa anggota lama yang sedang duduk juga di situ hampir saja tertawa mendengar apa yang ditanyakan oleh para anggota baru kepada komandan Bayu. Bayu yang mendengar pertanyaan yang disampaikan oleh anggota baru itu mendadak tersenyum tipis, sangat tipis. Tapi dengan senyum tipisnya itu yang membuat para wanita sangat ingin menjadi kekasih dari seorang Bayu Anggara.
"Ya dia memang calon istri saya, kenapa, apa kurang cantik?" ujar Bayu bertanya kepada semua anggotanya yang ada di sana.
Bayu yang semula akan melanjutkan pekerjaannya di dalam ruang kerjanya, memilih untuk duduk di tempat para anggotanya sedang duduk duduk itu. Semua anggota yang tadi berada jauh jauhan karena mereka mengobrol dengan rekan yang satu visi, akhirnya duduk berdekatan di dekat Bayu duduk.
"Jadi, gimana? Apa menurut kalian semua calon istri saya kurang cantik?" Bayu kembali mengulang pertanyaan yang sama kepada semua anggotanya yang berada di ruangan itu.
Mereka saling memandang satu dengan yang lainnya. Mereka sama sekali tidak tahu harus memberikan jawaban apa kepada Bayu. Mereka masing masing sebenarnya memiliki jawaban, tetapi inti dari jawaban mereka adalah sama. Sekarang ini mereka saling menunggu, salah seorang dari mereka untuk memberikan jawabannya untuk pertama kali kepada Bayu, sehingga nanti mereka yang lain akan melanjutkan memberikan jawaban yang diberikan oleh rekannya dengan memberikan penguatan atau menambahkan pendapat mereka dari jawaban yang diberikan oleh rekan mereka masing masing.
Bayu terlihat masih menunggu jawaban yang diberikan oleh anggotanya dengan sabar. Bayu sekali sekali terlihat melihat ponselnya. Bayu menunggu sebuah pesan yang akan membuat hatinya menjadi nyaman dan tidak terbelah fokus seperti sekarang ini.
"Ayolah kenapa menjawabnya sungguh lama sekali seperti ini" ujar Bayu yang sudah tidak sabaran lagi.
Sebenarnya Bayu bukan tidak sabaran saat menunggu jawaban dari para anggotanya, tetapi sebenarnya Bayu tidak sabaran menunggu pesan yang dikirim oleh Rinjani kepada dirinya dengan memberikan informasi kalau Rinjani sudah sampai di rumah dinas papap dalam keadaan baik baik saja.
Beberapa orang anggota saling menatap satu dengan yang lainnya. Mereka saling memberikan kode untuk meminta rekannya menjawab pertanyaan Bayu untuk pertama sekali. Apa lagi anggota yang sudah lama berada di sana, mereka meminta rekan mereka yang baru pindah itu dan yang sudah memberikan pertanyaan itu kepada Bayu untuk menjawab pertanyaan dari Bayu pertama sekali bukan malah melempar kepada mereka mereka yang sudah lama kenal dengan Rinjani, walaupun hanya kenal nama saja dan belum pernah mengobrol dengan Rinjani.
"Komandan, menurut saya calon ibuk ketua kami itu sangat luar biasa cantik dan sangat cocok dengan komandan yang tampan" ujar anggota Bayu yang tadi bertanya siapa wanita yang datang menemui Bayu dan masuk ke dalam ruang kerja Bayu.
"Benar komandan, menurut saya ibuk ketua kami itu luar biasa cantiknya, mana ramah lagi" ujar anggota yang lain menambahkan jawaban yang sudah diberikan oleh temannya kepada Bayu.
"Kami semua pada intinya sangat setuju kalau komandan menikah dengan calon ibuk ketua kami itu komandan." lanjut anggota lama yang memang sudah lama mengenal Rinjani.
Bayu mendengar semua pendapat yang diberikan oleh seluruh anggotanya itu. Bayu tersenyum bahagia mendengar kalau semua anggotanya mendukung dirinya untuk menikah dengan Rinjani. Bayu sangat suka akan hal itu, jadi nanti kalau dirinya menikah dengan Rinjani, maka Rinjani tidak akan membutuhkan waktu yang lama dalam penyesuaian dirinya dengan semua anggota anggota Bayu dan istri istri mereka.
"Oke, karena kalian semua sudah setuju saya untuk menikah dengan Rinjani, maka besok kalian semua harus membantu saya. Gimana setuju?" ujar Bayu yang sudah punya rencana sendiri untuk melakukan sesuatu yang akan melibatkan anggotanya dalam melakukan hal itu. Suatu hal yang akan membuat siapapun kaget dengan apa yang dilakukan oleh Bayu dan para anggotanya itu.
"Apa itu komandan? Kami akan selalu membantu komandan dengan sebisa kami" ujar salah satu perwira menengah yang ikut duduk di dekat Bayu dan anggota anggota yang lainnya di lantai gedung tersebut.
"Sini, akan kita bahas" ujar Bayu
Bayu mulai mengatakan rencananya kepada semua anggotanya. Anggota menyimak setiap apa yang dikatakan oleh Bayu kepada mereka. Mereka sama sekali tidak ada yang berani membantah atau menyela apa yang dikatakan oleh Bayu.
"Gimana? Setuju atau ada masukan?" ujar Bayu kembali bertanya kepada semua anggotanya yang ada di sana yang akan membantu berhasilnya apa yang akan dilakukan oleh Bayu besok hari.
"Kami setuju komandan. Kami akan ikuti aturan mainnya" ujar salah seorang tentara yang sangat bersemangat untuk memberikan sesuatu kepada Rinjani.
"Oke mari kita bergerak" ujar Bayu yang semakin bersemangat untuk menjalankan ide yang baru saja melintas di pikiran Bayu sebentar ini.
Mereka semua kemudian melakukan pekerjaan masing masing sesuai dengan apa yang sudah dibagikan oleh Bayu tupoksi atau apa yang harus mereka kerjakan.
"Ingat ya satu saja yang lalai, maka semuanya akan gagal" ujar Bayu mengingatkan semua anggotanya untuk serius dan tidak menagggap pekerjaan apapun yang mereka kerjakan adalah suatu hal yang sangat remeh temeh.
"Siap komandan Bayu, kami akan melakukan semuanya dengan serius. kami akan mulai bergerak dari sekarang" ujar mereka semua dengan semangat.
Mereka pasti akan melakukan semua yang terbaik buat komandan mereka yang baik itu. Bayu sama sekali tidak terlihat seperti seorang komandan, tetapi terlihat seperti seorang kepala. Bayu akan selalu mementingkan pendapat semua anggotanya dibandingkan dengan pendapatnya sendiri. Bagi Bayu kenyamanan anggotanya adalah bagian teratas, karena selagi anggota nyaman bekerja dengan dirinya, maka apapun program yang dibuat oleh Bayu akan terlaksana dengan sangat baik. Pola kepemimpinan Bayu dipelajari oleh Bayu dari Papap yang akan selalu mengedepankan musyawarah dengan semua anggotanya. Baik dari pangkat yang paling rendah sampai dengan pangkat yang paling tinggi.