Its My Dream

Its My Dream
77



Bayu mengemudikan mobilnya menuju kos kosan Rinjani dalam kecepatan sedang yaitu kecepatan dari empat puluh samapi enam puluh paling tinggi. Bayu sama sekali bisa dikatakan tidak menekan pedal gasnya, Bayu hanya menaruh kakinya di sana, dan tidak menginjak pedal gas itu saat semua orang tahu berapa kecepatan mobil mewah itu melaju di jalan raya yang sangat luas dan lapang tersebut.


"Gue nggak mau apa yang terjadi semalam itu beneran terjadi, jadi mending pelan pelan saja" ujar Bayu yang masih mengingat dengan sangat pasti kejadian semalam, dimana para ibu ibu persit sudah mengaji ngaji yasin di rumah dinas Bayu. Sedangkan para bapak bapak berdiri di depan rumah Bayu dengan memakai baju koko dan peci di kepala mereka masing masing. Bayu tidak ingin hal itu beneran terjadi, makanya dia memilih untuk mengemudikan mobil dalam kecepatan biasa saja dan tergolong kedalam pelan sekali.


Bayu sudah mengirim pesan kepada Rinjani kalau dia sudah dalam perjalanan menuju kos kosan Rinjani. Rinjani yang juga sudah siap langsung turun ke lantai satu rumah kos yang sangat besar itu. Rinjani tidak mau Bayu menunggu dirinya terlalu lama di lantai satu kos kosan. Rinjani takut Bayu mengobrol dengan anak gang bawah dan mendapatkan informasi yang tidak tidak dan membuat dirinya perang dengan Bayu.


Saat Rinjani sampai di bawah, di lantai satu rumah kos kosan itu, Ranti juga baru sampai dari tempat dia mengambil paket. Ranti melihat Rinjani yang sudah sangat rapi dan terlihat seperti mau pergi keluar dari kos kosan.


Ranti kemudian duduk di sebelah Rinjani, dia memutuskan untuk nanti saja membawa paket itu ke kamar. Dia ingin memastikan kalau Rinjani sudah pergi dengan Bayu bukan dengan orang lain.


"Hay mau kemana loe?" tanya Ranti kepada Rinjani yang sedang duduk menunggu Bayu di teras rumah kos tersebut.


"Pergi dengan Bayu sebentar. Oh ya loe dari mana? Kenapa pergi nggak ngomong ngomong. Malahan saking paniknya gue, gue tanya sama Eki, dia juga nggak tau loe kemana. Eki hanya tau loe pergi memakai helm. Nah gue makin stress dong ya saat mendengar Elo pergi memakai helm tetapi nggak ngomong ke gue" ujar Rinjani mengeluarkan semua yang terasa oleh dirinya kepada Ranti.


Rinjani mengata ngatai Ranti yang pergi seperti jilangkung itu tidak menyebut kalau dia akanĀ  pergi keluar. Rinjani saat Ranti pergi itu memang kebingungan mencari keberadaan Ranti dimana.


"Loe tau berapa paniknya gue saat tidak melihat loe di atas kasur saat gue bangun tidur?" lanjut Rinjani yang masih belum puas memarahi Ranti. Rinjani benar benar kesal dengan kelakuan Ranti yang benar benar menguras emosi Rinjani tadi siang menjelang sore.


Rinjani benar benar stress saat tidak melihat keberadaan Ranti di kamar tadi saat dia baru bangun dari tidur siangnya. Ternyata Ranti pergi mengambil paket ke agen mobil yang selalu membawa paket kiriman Ranti dari Sijunjung.


"Kamu mau kemana?" tanya Ranti kepada Rinjani yang terlihat sudah sangat rapi dan seperti mau pergi kesuatu tempat. Ranti harus mengalihkan perhatian Rinjani dari kelakuan dirinya yang main kabur saja saat Rinjani masih tidur. Ranti bisa membayangkan bagaimana paniknya Rinjani saat itu. Terlbih lagi Rinjani bukan tipe orang yang bisa menyimpan rapat apa yang dirasakannya. Rinjani tipe orang yang akan selalu mengekspresikan apa yang dirasakannya, baik itu senang, bahagis, terharu, sedih, gembira bahkan sampai stress akan selalu di tampilkan oleh Rinjani tanpa ditutup tutupinya,


"Tapi udah gue bilang mau kemana, elonya nggak nyimak sama sekali apa yang gue katakan. Males gue jadinya" ujar Rinjani yang memang sudah mengatakan kepada Ranti dia mau kemana sore dengan Bayu kekasih hatinya itu.


Ranti sebenarnya tahu Rinjani mau pergi kemana, tetapi dia sengaja untuk melakukan itu, dia sengaja menggoda Rinjani supaya Rinjani kembali marah marah. Ranti sudah lama tidak melihat Rinjani yang marah marah. Ranti kangen dengan hal itu.


"Haha haha haha, jangan marah marah. Oh ya kata Bunda, ada titipan sambal favorit elo" ujar Ranti yang memang tadi di chat oleh Bundanya untuk memberikan sambal favorit Rinjani.


"Serius loe Bunda bikin rendang belut?" ujar Rinjani sambil menatap ke arah Ranti dengan tatapan penuh dengan tatapan tidak percaya sama sekali.


"Ya bener, kata Bunda semuanya untuk elo" ujar Ranti sambil memperlihatkan pesan chat Bundanya itu kepada Rinjani. Ranti tidak mau dikatakan berbohong oleh Rinjani dan mengada ngada supaya Rinjani tidak marah kepada dirinya.


"Yes Bunda memang yang terbaik, tau kali gue nggak pernah dapat kiriman dari emak gue" ujar Rinjani yang memang tidak pernah mendapatkan kiriman berupa benda dari keluarganya. Palingan Rinjani kalau pulang ke rumah baru membawa bekal atau paket kembali ke kota Padang. Kalau tidak maka Rinjani tidak akan pernah mendapatkan paket apapun. Alasannya ongkos paket lebih mahal dari pada yang dikirim, jadi mending uang paket dan uang pengiriman paket dikirim saja kepada Rinjani, biar Rinjani menggunakannya dengan bijak.


"Hem kalau ada maunya ngomong Bunda memang yang terbaik, coba kalau Bunda nggak buat itu, loe ngomong Bunda nggak sayang dan udah lupa sama elo" ujar Ranti sambil memandang dan mengejek sahabatnya itu.


"Haha haha haha haha, mana ada gue kayak gitu. Loe suuzon aja sama gue" jawab Rinjani sambil memukul pundak Ranti.


Mereka berdua melanjutkan obrolannya, mereka mengobrolkan semua semuanya, kalau Rinjani dan Ranti sudah memutuskan untuk mengobrol maka, bisa dikatakan semua menu sudah di tangan mereka berdua. Tidak ada yang bisa memisahkan hal itu.


"Coba telpon gih" ujar Ranti memberikan saran kepada Rinjani untuk menghubungi Bayu, menanyakan dimana posisi Bayu saat ini.


Rinjani mengambil ponsel miliknya dari dalam tas kecil yang dibawa bawa oleh Rinjani kemanapun dia akan pergi. Rinjani kemudian berusaha menunghubungi nomor Bayu. Pada panggilan kedua barulah telpon diangkat oleh bayu.


"Hallo sayang, kok lama kali sampe sini nya?" ujar Rinjani langsung keinti pertanyaannya saja saat Bayu baru mengangkat panggilan telpon dari dirinya.


"Maaf sayang, macet mobil ramai sangat. Ini aku udah di parkit satu" ujar Bayu mengatakan kepada Rinjani posisinya sekarang yang ternyata sudah sampai di parkit satu, maka sebentar lagi Bayu akan sampai di kos kosan itu.


"Gue ke atas dulu ya." ujar Ranti yang berpamitan kepada Rinjani untuk masuk ke dalam kamarnya.


"Op tidak bisa, loe tetap harus duduk di sini sampai Bayu datang dan membawa gue pergi." ujar Rinjani menahan Ranti untuk tidak kembali ke kamar yang terletak di lantai dua kos kosan mewah itu.


Ranti kembali duduk di tempatnya semula, dia tidak diizinkan Rinjani untuk keatas duluan. Rinjani meminta Ranti untuk menunggui dirinya naik mobil Bayu.


'Rasain loe gue kerjain balik. Makanya gue jangan dikerjai kenapa' ujar Rinjani sambil menahan ketawanya sendirian di teras rumah kos.


Tepat sepuluh menit setelah menelpon tadi, Bayu datang dan memarkir mobilnya di tempat biasa. Bayu kemudian turun dari dalam mobilnya. Dia berjalan dengan santainya menuju tempat Rinjani dan Ranti berada.


"Hah, tapi ilang Ranti, kok udah ada lagi?" ujar Bayu yang mendapatkan info kalau Ranti hilang dari Rinjani.


"Mana ada ilang. Ini udah muncul lagi" jawab Ranti yang dikatakan hilang oleh Bayu.


Ranti melihat ke arah Rinjani. Rinjani tersenyum saja melihat ke arah Ranti. Rinjani tidak menyangka kalau Bayu akan datang dan bertanya kepada Ranti ke mana Ranti hilang.


"Kamu ada ada aja sayang. Ranti nggak ilang sayang. Cuma pergi sementara tapi lupa ngomong" ujar Rinjani memperulahi Ranti dengan kalimat kalimat yang dikatakan oleh Rinjani dan Bayu.


Ranti yang sadar kalau dia di ulahi oleh Rinjani dan Bayu memilih untuk pergi dari hadapan sepasang kekasih yang hobbynya menggaduh Ranti dari tadi.


"Gue ke atas dulu. Kalian pergi aja lagi. Dari pada nanti pulang kemaleman terus keliling keliling kota sampe pagi hari" ujar Ranti mengingatkan Rinjani dan Bayu kepada pengalaman mereka yang harus keliling keliling kota Padang karena mereka masuk kota saat tengah malam. Akhirnya untuk menunggu sampai subuh, Bayu membawa Rinjani putar putar di tengah kota sampai waktu subuh masuk.


"oke, kami jalan dulu ya" ujar Rinjani pamit kepada Ranti.


"Hati hati" jawab Ranti sambil melambaikan tanganya kepada Bayu dan Rinjani.


Ranti melihat mobil itu berlalu dari kos kosan. Mereka akan makan malam di luar. Sedangkan Ranti akan menyetrika pakaiannya yang sangat banyak. Ranti sama sekali belum menyetrika. Hal yang sama juga terjadi kepada Rinjani. Ranjani juga belum ada menyetrika pakaian nya satupun.