
"oh ya Bay. Siapa wanita yang bersama dengan kamu ini? Perasaans selama ini saya tidak pernah melihat kamu menggandeng seorang wanita" sapa teman satu leting Bayu saat mereka menjalani pendidikan di akademi militer. Teman Bayu itu mulai kepo dengan Rinjani.
"Semua komandan kompi tau kalau kamu belum punya pasangan. Jeng jeng jeng, sekarang kamu tiba tiba membawa wanita cantik dalam acara serah terima ini. Makanya kami semua menatap ke arah kamu dan pasangan kamu" lanjut teman satu leting Bayu mengatakan alasan kenapa mereka sampai harus menatap seperti itu tadi kepada Bayu dan juga Rinjani saat sepasang kekasih itu memasuki tempat acara serah terima serta pisah sambut komandan kesatuan yang baru.
"Haha haha haha, kalian ternyata sangat perhatian sekaligus kepo dengan hidup gue ternyata" ujar Bayu sambil melihat ke arah semua komandan kompi yang duduk dalam dua meja.
"Ngeng. Nyesel gue ngomong" ujar kawan satu leting Bayu yang sudah tidak memakai bahasa formal lagi kepada Bayu. Kawan bayu kesal mendengar jawaban yang diberikan oleh Bayu sebentar ini kepada dirinya dan komandan kompi yang lain.
"tuh buktinya loe nayak siapa wanita cantik yang gue gandeng ini" kata Bayu yang nggak mau kalah melawan kawan satu letingnya itu.
"Serah loe" kata kawan satu leting Bayu dengan nada kesal karena ulah Bayu.
"Jangan marah bro. Laki laki emosian. Ini kenalin, ini calon istri gue. Namanya Rinjani" ujar Bayu memperkenalkan Rinjani kepada keempat orang yang ada di meja yang sama dengan dirinya dan Rinjani.
Bayu tidak ingin keempat komandan kompi itu menjadi marah kepada dirinya dan akan mengerjai dirinya dalam setiap rapat yang diadakan dikesatuan. Bayu tidak menginginkan hal itu sampai terjadi kepada dirinya. Cukup sudah selama ini dia dikatakan sebagai komandan kompi yang nggak laku laku walaupun memiliki tampang yang paling keren dibandingkan komandan kompi yang lainnya. Dia nggak mau lagi menambah antrian bahan ejekan yang akan bisa membuat dia sama sekali nggak akan bisa membalas semua komandan kompi itu.
"Rinjani" ujar Rinjani menyebutkan namanya sambil tersenyum sedikit kepada keempat orang yang ada di sana.
Baru saja dari mereka akan menyebutkan nama mereka masing masing. Protokol sudah meminta semua tamu undangan yang hadir untuk tenang, karena acara akan segera di mulai. Akhirnya keempat orang yang ada di sana sama sekali belum menyebutkan nama mereka. Bayu tersenyum kepada Rinjani. Rinjani membalas senyuman yang diberikan oleh Bayu kepada dirinya.
"Siap untuk mengikuti acaranya sayang?" tanya Bayu sambil menaap ragu ke arah Rinjani.
Bayu mengetahui kalau Rinjani sangat tidak suka dengan acara formal seperti yang akan mereka hadapi beberapa jam ke depan.
"Siap sayang. Walaupun acara itu akan membuat aku mati kebosanan" kata Rinjani sambil rersenyum kepada Bayu.
Bayu membalas senyuman Rinjani dengan memberikan senyuman terbaiknya. Semua orang yang berada satu meja dengan mereka langsung melongo saat melihat Bayu yang tersenyum seperti itu. Mereka mengatakan kalau senyuman Bayu semakin membuat Bayu seperti opa opa korea saja.
Bayu dan Rinjani serta tamu undangan yang lain langsung diam untuk menyaksikan acara serah terima jabatan itu. Para tamu dari angkatan baik Tentara dari tiga matra sampai dengan polisi duduk dengan tegap. Sedangkan para pendamping mengikuti dengan cara yang lebih santai.
Bayu yang melihat Rinjani sudah mulai bosan, memilih mengambil tangan Rinjani dan menggenggamnya di bawah meja. Bayu berusaha membagi fokusnya menjadi dua, satu untuk mengikuti jalannya kegiatan tersebut, satu lagi membuat Rinjani nyaman dan menghilangkan rasa bosan Rinjani dalam mengikuti acara itu.
Rinjani yang kaget langsung menatap Bayu. Dia tahu kalau Bayu sekarang sedang berusaha memberikan kenyamanan kepada dirinya untuk menjadikan Rinjani rileks dalam menghadapi acara yang memang sangat membosankan bagi Rinjani.
"Sabar sayang, acara formal seperti ini hanya sebentar. Nanti kamu akan melihat acara yang tidak pernah kamu lihat sebelumnya. Apalagi nanti ada kejutan yang bisa kamu ikuti dan aku yakin kamu pasti sangat senang mengikuti acara itu, karena kamu sama sekali belum pernah mengikuti acara itu" kata Bayu berusaha kembali membangkitkan mood Rinjani yang sudah tenggelam ke dasar jurang karena acara formal tersebut.
"Aku penasaran dan ingin cepat cepat selesai acara ini sayang" kata Rinjani yang berharap acara formal ini cepat selesainya.
"Sabar sayang" kata Bayu mencegah kekasihnya itu untuk merasa bosan dan ingin cepat cepat selesai.
Bayu dan Rinjani kemudian kembali serius untuk mengikuti kegiatan serah terima tersebut. Mereka berdua memiliki motivasi lain untuk mengikuti acara serah terima tersebut. Mereka berdua berusaha menikmati jalannya acara resmi tersebut sebelum masuk ke dalam acara non formal atau acara hiburan yang menampilkan bakat dari para tentara kesatuan tersebut.
Akhirnya acara yang berjalan selama empat jam tersebut menuju acara puncak, yaitu penandatanganan dokumen serah terima jabatan dan juga bendera kesatuan dari komandan lama kepada komandan baru. Serta serah terima dokumen kegiatan persit kartika candrakirana dari pejabat lama kepada pejabat baru.
Komandan dan istri pejabat lama dan Komandan serta istri pejabat baru yaitu Papap dan mamah berjalan menuju tempat melakukan tanda tangan dan serah terima bendera dan tongkat komando. Semua hal itu disaksikan oleh komandan korem.
Setelah melakukan kegiatan serah terima jabatan. Komandan lama mengucapkan pidato perpisahan dengan para anggota kesatuan yang telah bekerja sama dengan mereka dikesatuan itu selama lebih kurang lima tahun kepemimpinannya. Komandan lama mengucapkan terimakasihnya kepada semua anggota karena sudah mendukung kepemimpinannya selama ini.
Sekarang tibalah giliran papap untuk menyampaikan pidato sambutannya untuk pertama kali dihadapan semua anggota baru yang akan dikomandoinya itu. Papap mengatakan visi dan misinya yang akan dikerjakannya secara garis besar saja. Papap juga meminta dukungan dari setiap orang yang ada di dalam kesatuan itu untuk bersama sama mewujudkan dan meningkatkan mutu dari kesatuan mereka.
"kesatuan ini akan besar bukan hanya karena pemimpinnya saja. tetapi juga karena dukungan dan kerja keras dari kita bersama. Jadi, mulai hari ini, saya meminta kita untuk berjalan beriringan dan melangkah bersama untuk mewujudkan kesatuan yang lebih baik ke depannya."
"ucapan terimakasih saya kepada abang saya yang telah bekerja keras selama kurang lebih lima tahun dalam memajukan kesatuan ini. Saya akan melanjutkan pekerjaan abang, dan doakan serta dukung saya supaya saya bisa melanjutkan apa yang telah abang kerjakan sebelumnya." kata Papap dalam pidato sambutan pertamanya saat sah menjadi komandan di kesatuan tersebut.
Papap yang telah selesai memberikan kata sambutan kemudian kembali ke kursinya. Protokol kembali melanjutkan acara formal itu. Semua tamu undangan tetap dalam posisi yang sama sejak acara resmi itu di mulai. Mereka semua seperti patung hidup karena sikap sempurna tersebut. Rinjani bergidik ngeri dan kagum kepada mereka semua.