Its My Dream

Its My Dream
74



Bayu yang baru sampai di asrama melihat rumahnya cukup ramai di datangi oleh rekan rekannya dengan memakai peci dan baju koko yang tinggal di sekitaran rumah Bayu. Bayu menatap heran dengan mereka semua. Tidak biasanya mereka berkumpul seperti ini kecuali ada kejadian.


Bayu kemudian memakir mobilnya di tempat yang lebih lapang, Bayu sama sekali tidak bisa memasukkan mobilnya ke dalam rumahnya sendiri karena begitu banyak rekan rekan yang sedang berkumpul di sana. Bayu kemudian turun dari dalam mobilnya, dia berjalan menuju rekan rekannya yang sedang duduk duduk di depan rumah Bayu.


"Hay ada apa?" tanya Bayu kepada salah satu rekannya yang terlihat sedang tidak terlibat obrolan hangat dengan rekan rekannya yang lain.


Rekannya itu melihat ke arah Bayu dengan tatapan tidak percaya sama sekali. Mereka semua melihat dengan tatapan tidak percaya ke arah Bayu. Malahan salah seorang dari rekannya itu memegang pipi Bayu dan menamparnya dengan sangat kuat.


"Ou gila loe bro, sakit tau" ujar Bayu yang lupa kalau yang menamparnya kali ini adalah kakak letingnya satu tingkat di atas Bayu.


"Sakit?" tanya senior Bayu sambil melirik ke arah Bayu. Senior itu sengaja melakukan itu untuk mengetahui apakah itu benar Bayu atau tidak.


"Sakitlah emang gue hantu yang nggak kenal rasa sakit di gampar sebegitu kuatnya" ujar Bayu sambil memegang pipinya yang dirasa oleh Bayu sudah perih dan bisa dibayangkan kalau pipi Bayu kali ini pasti memerah sekali.


Salah satu dari orang orang yang memakai peci kembali maju dan siap untuk memberikan tamparan, tendangan atau cubitan kepada Bayu. Tetapi Bayu sudah waspada terlebih dahulu. Dia menangkis serangan yang akan diberikan oleh orang itu kepada Bayu. Bayu tidak akan sanggup menerima semua itu dari orang orang yang seramai ini berada di dekat dirinya sekarang.


"Ini apa apaan sih, kenapa pada mau mukul gue. Emang gue salah apa coba sampai harus dipukul seperti itu" ujar Bayu yang protes kepada mereka yang ada di sana karena hampir semuanya pengen memukul Bayu.


Bayu berusaha untuk menerobos masuk ke dalam rumahnya. Bayu mendengar kalau Ibu ibu pada mengaji di dalam rumah dinasnya itu.


"Tunggu bentar, loe beneran Bayu?" ujar salah seorang yang akhirnya bertanya hal itu kepada Bayu.


"Bayu lah emang hantu Bayu. Hantu keren gini mana ada" ujar Bayu menjawab dengan kesal pertanyaan orang yang bertanya kalau dia Bayu beneran atau tidak. Bayu semakin tidak mengerti dengan keadaan sekarang ini. Kenapa tiba tiba para laki laki memakai peci dan duduk duduk di depan rumah dinasnya. Sedangkan ibu ibu mengaji di dalam rumah dinasnya. Malahan mereka mengaji yasin di dalam sana. Hal itu semakin membuat Bayu tidak mengerti dengan apa yang terjadi saat ini.


"Gue Bayu. Letnan Satu Bayu Anggara. atau perlu gue sebutkan sekalian dengan nomor brp gue. Tahun berapa gue tamat dari akabri" uajr Bayu yang sudah tidak lagi memandang siapa lawan bicaranya saat ini. Bayu bener bener kesal dengan semua yang terjadi di hadapannya sekarang.


Mulai dari yang menamoar Bayu, menanyakan Bayu manusia atau orang. Sampai yang paling ekstrem ibuk ibuk mengaji yasin di rumah dinas Bayu.


"Lagian pertanyaan ada ada aja, emang ada Bayu tiruan" jawab Bayu setengah kesal kepada semua orang yang ada di sana.


Mereka semua saling bertatapan, mereka sekarang yakin kalau dia adalah Bayu. Bukan arwah ataupun hantu ataupun halusinasi dari setiap orang yang ada di sana.


"Alhamdulillah" ujar mereka yang ada di sana dengan kompak.


"kok baca Alhamdulillah coba. Emang apa yang terjadi? Jangan bikin gue makin pusing " ujar Bayu yang makin kesal dengan semua kejadian itu.


"Ada yang bisa jelasin kenapa semua ini bisa terjadi seperti ini?" tanya Bayu kepada semua orang yang tadi mengucapkan kata Alhamdulillah saat Bayu mengatakan kalau dia Bayu bukan hantu atau yang lainnya.


Hal itu semakin membuat Bayu menjadi sangat heran. Ntah apa lagi kejadian yang terjadi di asrama sehingga membuat Bayu tidak mengerti dengan keadaan yang terjadi sekarang ini di depan rumah dinasnya.


"Masuk dulu Bay" ujar salah seorang yang pangkatnya paling tinggi di antara mereka. Dia adalah komandan di satuan itu.


"Ini ada apa komandan, kenapa ibuk ibuk pada rame dalam rumah saya? Malahan sampai harus mebgaji yasin segala. Aku belum meninggal komandan" ujar Bayu saat dia dibawa masuk oleh komandan ke dalam rumah dinasnya sendiri.


Para laki laki yang berada di luar mengikuti komandan dan Bayu dari belakang. Mereka sangat penasaran dengan reaksi yang diberikan oleh para ibu ibu yang sedang mengaji di dalam rumah dinas Bayu.


Ibu ibu yang melihat komandan membawa Bayu langsung bersorak kegirangan dan mengucap syukur karena Bayu pulang dalam keadaan baik baik saja. Para ibu ibu asrama memegang Bayu dengan sangat bahagia, mereka mengira kalau tidak akan bisa melihat Bayu lagi, om om tampan yang masih betah membujang karena calonnya masih kuliah.


"Bapak apa benar ini Bayu Pak?" tanya istri komandan yang kaget melihat Bayu yang sudah kembali berada di dekat mereka.


"Komandan ini ada apa sebenarnya komandan, kenapa semuanya di sini dan terlihat bersedih. Apa lagi ibuk ibuk ini komandan" ujar Bayu bertanya kepada komandannya yang juga bisa bisanya berada di rumah dinas Bayu malam malam begini.


"Jadi begini ceritanya Bayu" ujar komandan memulai cerita kenapa bisa semua orang berada di rumah dinas Bayu dan dalam keadaan cemas semuanya.


"Tadi kami mendapat telpon dari masyarakat, mengatakan kalau ada tentara dari kesatuan kita terlibat kecelakaan di daerah pantai aia manih, terus saya minta semua orang untuk apel gabungan, ternyata kamu tidak ada diantara semua yang apel mendadak itu. Saat itu saya bertanya kepada semua orang kamu pergi kemana. Ternyata teman yang menggantikan jadwal kamu piket mengatakan kalau kamu ke pantai aia manih dengan kekasih kamu." ujar komandan memberitahukan kepada Bayu apa yang terjadi sehingga membuat semua orang berkumpul di rumah dinas Bayu.


"Makanya kami kemari dan melihat rumah kamu dalam keadaan kosong. Padahal hari sudah malam. Ibu ibu mengambil keputusan untuk membaca yasin di rumah kamu, dan berdoa kebaikan untuk kamu" lanjut komandan menceritakan kenapa ibuk ibu bisa berada di dalam rumah dinas Bayu dan sedang membaca yasin.


Saat komandan menceritakan kejadian yang sedang terjadi kepada Bayu, tiba tiba tentara piket berlari dari arah kantor dengan sangat kencang dan membuat dia menjadi ngosngosan.


"Komandan, komandan" teriak tentara itu yang sudah meninggalkan segala ketentuan saat mau bertemu dengan komandan mereka.


"Woi hormat" ujar salah seorang senior menegur tentara baru itu.


"Maaf senior. Siap saya salah" ujar tentara itu.


Komandan yang mendengar ada orang memanggil manggil namanya, langsung keluar dari dalam rumah Bayu dengan membawa Bayu dan diikuti oleh seluruh ibu ibu yang tadi sedang menangis dan mengaji di kediaman Bayu.


Tentara baru itu memberikan hormatnya kepada komandan. Komandan membalas hormat yang diberikan oleh tentara baru itu.


"Ada apa?" tanya komandan kepada tentara itu.


"Siap komandan, tadi ada berita yang mengabarkan ke kesatuan kalau yang kecelakaan bukan lah letnan satu Bayu Anggara, tetapi tentara dari kesatuan lainnya" ujar tentara itu mengabarkan informasi yang diperolehnya dari pihak polisi kepada kesatuan mereka.


"Memang bukan ini Letnan satu Bayu Anggara sudah pulang" ujar Komandan memperlihatkan Bayu kepada semua orang.


"Baiklah untuk semua tolong dengar. Letnan satu Bayu Anggara dalam kondisi baik baik saja. Tidak mengalami kecelakaan yang tadi sempat beredar di antara kita. Tadi Letanan satu Bayu Anggara memang melakukan perjalanan ke pantai aia manih, tetapi telah pulang sebelum kecelakaan itu terjadi. Jadi, info yang kita terima tadi adalah salah." ujar komandan memberitahukan kepada semuanya kalau Bayu masih dalam keadaan sehat dan sekarang sudah berada kembali di tengah tengah mereka semua.


"Untuk yang kecelakaan namanya memang Bayu, tetapi bukan dari kesatuan kita. Nanti saya akan ke rumah sakit untuk melihat siapa kiranya yang menjadi korban kecelakaan tunggal itu." ujar komandan memberitahukan kabar yang terjadi sebenarnya.


"Piket tolong ganti kunci pintu rumah dinas Bayu sekarang. Nggak mungkin dia yang ganti" ujar komandan memberikan perintah kepada tentara piket untuk mengganti kunci rumah Bayu yang tadi dibongkar secara paksa oleh tentara yang diminta untuk membuka rumah dinas Bayu.


"Siap komandan" jawab tentara piket yang memang sudah membawa kunci cadangan untuk mengganti kunci rumah Bayu yang sudah rusak itu


"Untuk yang lain terimakasih atas kepeduliannya terhadap anggota kesatuan. Sekarang mari pulang ke rumah masing masing. Letnan Satu Bayu dalam keadaan sehat walafiat" ujar Komandan meminta semua tentara yang hadir untuk pulang ke kediaman mereka masing masing.


Semua orang kemudian membubarkan diri dari rumah dinas Bayu, mereka kembali ke rumah masing masing. Malam ini merupakan pelajaran bagi mereka untuk mencari pasti dulu info baru mereka melakukan sesuatu. Sedangkan Bayu yang melihat rumahnya sudah kembali sepi, berjalan keluar ke arah mobi miliknya, dia memasukkan mobilnya ke dalam garase terlebih dahulu, setelah itu Bayu duduk di teras rumah sambil menunggu kedatangan tentara piket mengambil kunci kunci untuk mengganti kunci rumah Bayu yang di rusak dengan cara paksa.


Tentara piket mengganti kunci rumah dinas Bayu dengan kunci yang baru. Bayu menemani tentara piket itu mengganti kunci rumahnya.


Bayu mengambil ponsel miliknya, dia berencana untuk memberitahukan kejadian itu kepada Rinjani, tetapi sayangnya ponsel Rinjani sedang dalam keadaan tidak aktif, sehingga membatalkan niat Bayu untuk menghubungi Rinjani.


"Besok sajalah, sepertinya dia sudah tidur dan menonaktifkan ponsel miliknya" ujar Bayu sambil meletakkan ponsel milinya kembali ke atas nakas dan di cas Bayu.


Bayu kemudian membasuh wajahnya, dia kemudian menukar pakaiannya dan memilih untuk langsung beristirahat. Besok dia berencana untuk mencuci pakaian yang biasanya di loundry. Bayu takut kalah dengan Rinjani makanya dia juga akan mencuci dan menyetrika pakaiannya sendiri. Bayu tidak lagi memanfaatkan jasa loundry yang ada di asrama.