
"Uda, Uni mari ikut dengan saya." kata pelayan yang akan mengantarkan Bayu dan Rinjani menuju saung tempat mereka akan duduk selama berada di kafe itu dan saling berbagi cerita tentang apa yang sedang dirasakan oleh Rinjani pada saat ini
"Saya akan mengantarkan uda dan uni ke saung yang telah uda dan uni pesan"kata pelayan melanjutkan apa yang sudah disampaikan oleh dirinya sebentar ini.
"Oke" jawab Bayu sambil menganggukkan kepalanya membalas perkataan sopan yang diajukan oleh pelayan kepada dirinya dan juga Rinjani.
Pelayan membawa juga dua gelas welcome drink yang menjadi ciri khas dari kafe tersebut. Welcome drink yang sekarang sudah sangat jarang dilakukan oleh hotel hotel maupun bungalaw bungalaw yang ada di kota. Tetapi kafe yang satu ini masih meneruskan ciri khas tersebut, walaupun welcom drink yang diberikan adalah segelas lemon tea dingin, tetapi itu sudah membuat para pengunjung merasa dihargai kedatangan mereka ke kafe itu.
Tak terasa Bayu dan Rinjani sudah sampai di tempat atau saung yang tadi di pesan oleh Bayu. Pelayan menghentikan langkahnya di depan saung itu. Bayu dan Rinjani kemudian berhenti dan melihat ke arah pelayan yang sudah terlebih dahulu berhenti.
"Uda, Uni di sini tempatnya." kata pelayan
"Silahkan duduk dan juga silahkan untuk membaca dan memesan menu makanan dan minuman yang uda dan uni inginkan"lanjut pelayan dengan ramah meminta Bayu dan Rinjani untuk memesan menu makanan dan minuman yang ingin dinikmati oleh Bayu dan Rinjani selama mereka berdua berada di kafe tersebut.
Bayu dan Rinjani kemudian membaca dan melihat daftar menu makanan dan juga minuman yang akan mereka pesan. Rinjani terlihat sangat enggan memilih apa yang akan dinikmati oleh dirinya saat ini. Rinjani pada saat ini tidak bisa membayangkan makanan apa yang akan dinikmati oleh dirinya dengan kondisi dirinya yang seperti saat sekarang ini. Posisi yang tidak pernah sekalipun dirasakan oleh Rinjani. Rinjani benar benar tidak mengerti dengan apa yang dirasakan oleh dirinya sekarang ini.
"Saya pesan ayam kripsi pedas tambah nasi, serta bihun goreng sepiring. Untuk minumannya kelapa ceria saja" ujar Bayu menyebutkan menu makanan dan minuman yang menurut Bayu adalah yang enak untuk dimakannya di siang menjelang sore ini.
"Kamu apa sayang?" ujar Bayu bertanya kepada Rinjani.
Rinjani masih membolak balik buku daftar menu tersebut. Rinjani sama sekali belum menjatuhkan pilihannya kepada menu apa yang akan dinikmati oleh dirinya pada saat ini.
"Sama aja sama Bayu. Tapi bihun goreng itu tolong ganti dengan kentang goreng dan nugget ayam goreng" ujar Rinjani yang akhirnya memilih makanan yang sama dengan Bayu dan menambah dua jenis cemilan yang bisa dinikmati oleh Rinjani saat Rinjani malas memakan nasi dengan ayam cripsi itu nantinya.
Pelayan mencatat menu makanan dan juga minuman yang dipesan oleh Rinjani dan Bayu ke dalam buku catatannya.
"Baik Uda Uni, saya ulang kembali pesanan uda dan uni" ujar Pelayan memohon izin kepada Bayu dan Rinjani untuk mengulang kembali pesanan dari Bayu dan Rinjani
"Ayam goreng crispi pedas dua porsi, satu porsi bihun goreng, satu porsi kentang goreng, satu porsi nugget ayam goreng" ujar Pelayan mengecek kembali pesanan menu makanan yang dipesan oleh Bayu dan Rinjani
"Yup benar" jawab Bayu
"Untuk minumannya, dua porsi kelapa ceria" ujar Pelayan mengatakan pesanan minuman yang telah dipesan oleh Bayu dan Rinjani.
"Yup benar" ujar Bayu
"Silahkan di tunggu uda uni, pesanan akan kami buatkan terlebih dahulu." kata Pelayan mengatakan kapan pesanan Bayu dan Rinjani akan datang.
Bayu dan Rinjani kemudian duduk di dalam saung untuk berdialog antara Bayu dan Rinjani.
"Ada apa sayang?" ujar Bayu bertanya kepada Rinjani
"Sayang, kamu udah oke atau belum?" ujar Bayu saat melihat Rinjani yang masih belum terlihat ready untuk melanjutkan pembicaraan.
"Sayang, aku udah oke, tetapi aku nggak tau harus mengatakan dan menceritakan hal ini dari mana, masalahnya aku takut nanti salah dalam mengatakan sesuatu kepada kamu sayang. Itu yang paling aku takutkan" ujar Rinjani mengatakan kepada Bayu kalau itu adalah hal yang paling ditakutkan oleh dirinya.
"Sayang, emang selama ini aku pernah marah ke kamu kalau kamu mengatakan sesuatu kepada aku?" ujar Bayu kembali bertanya kepada Rinjani.
Rinjani menggelang.
"Terus kenapa kamu menjadi takut untuk menanyakan dan mengatakan kepada aku, seperti sekarang ini" kata Bayu melanjutkan pertanyaannya kepada kekasihnya yang tiba tiba saja menjadi tidak percaya diri untuk mengatakan dan menanyakan apa yang ada di dalam pikirannya pada saat ini.
"Sebenarnya bukan takut sayang, tapi nggak tau harus bertanya mulai dari mana" kata Rinjani menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Bayu kepada dirinya.
"Permisi Uda Uni, pesanan sudah datang" ujar Pelayan yang tadi mengantarkan Bayu dan Rinjani ke saung tempat mereka duduk
"Oh silahkan" jawab Bayu.
Pelayan menghidangkan semua menu yang telah di pesan oleh Rinjani dan Bayu. Pelayan menatana dengan begitu cantiknya menu menu yang dipesan oleh Bayu dan Rinjani.
"Silahkan dinikmati Uda, Uni" ujar Pelayan mempersilahkan Bayu dan Rinjani untuk menikmati menu makanan yang sudah mereka pesan.
"Terimakasih" jawab Bayu dengan ramah
"Ada yang lain yang bisa saya bantu Uda, Uni?" ujar Pelayan bertanya kepada Bayu dan Rinjani
"Untuk saat ini kami rasa sudah lebih dari cukup" ujar Bayu yang lagi lagi masih Bayu yang menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pelayan.
"Atau ada yang Uda dan Uni butuhkan silahkan pakai HT ini untuk memanggil kami para pelayan. Nanti kami akan menyusul Uda dan Uni ke sini" ucap pelayan memberitahukan kepada Bayu bagaimana cara menghubungi pelayan saat salah satu dari mereka berdua ada yang membutuhkan jasa dari para pelayan.
"Baiklah kami akan menghubungi kamu kalau kami butuh melalui Ht ini nanti." kata Bayu sambil memegang HT yang diberikan oleh pelayan kepada dirinya.
"Untuk saat ini, Saya rasa sudah cukup yang kami butuhkan ada tersedia di sini" lanjut Bayu
"Bailah kalau begitu Uda, Uni, saya permisi dulu" ujar Pelayan meminta izin untuk pergi meninggalkan Bayu dan Rinjani
"Silahkan" jawab Bayu.
Pelayan kemudian meninggalkan Bayu dan Rinjani di saung itu berdua. Rinjani menatap ke arah laut lepas yang jauh terletak di bawah perbukitan yang lumayan tinggi itu. Bayu menatap ke arah kekasihnya yang katanya sudah nyaman ternyata tidak sama sekali.
Bayu hanya bisa melihat Rinjani yang seperti itu sekarang. Bayu tidak tahu harus memulai pertanyaannya kepada Rinjani. Bayu takut dengan dia mulai bertanya akan membuat Rinjani menjadi semakin tertekan, sehingga pilihan Bayu hanya satu, ikuti apa yang diinginkan oleh Rinjani.