
"Kita mau kemana Jani?" tanya Aleza kepada Rinjani sesaat setelah mereka selesai sarapan. Mereka berdua memang tidak tau mau berjalan jalan kemana hari ini. Perjalanan kali ini tidak ada dalam konsep otak mereka karena terjadi secara mendadak saja.
"Bentar, gue lepasin rasa capek. capek di kaki gue dulu. Belum kuat gue jalan ini." ujar Rinjani yang masih merasakan kakinya begitu letih karena berjalan sangat jauh seperti tadi.
Mereka beristirahat sejenak di warung itu sambil menikmati gorengan yang ada di sana. Rinjani dan Aleza tidak tahu mereka harus kemana lagi setelah dari sarapan.
"Ke objek wisata, nggak mungkin kan Za, mana ada objek wisata buka jam segini" ujar Rinjani kepada Aleza yang sedang sibuk mengunyak pisang goreng ntah yang keberapa dimakannya.
"Adalah, masak nggak ada. Tu jam gadang buka dua puluh empat jam" jawab Aleza menahan senyumnya supaya tidak terlihatengejek Rinjani.
"ya udah kita ke sana aja dari pada pusing. Setelah selesai menikmati jam gadang kita lanjut keliling di pasar atas, kemudian ke pasar air cari baju murah meriah, nah balik kontrakan, ngapain pusing pusing mikir mau kemana." ujar Rinjani memaparkan apa yang akan mereka lakukan menurut versi mereka berdua.
"Bener juga ya. Lagian ngapain kita ke kebun binatang lagi. Kebun binatang udah kemaren. Bener juga mending kita cari cari pakaian yang sesuai dengan kantong kita. Kita langsung ke situ ajalah. Nanti dari sana kita naik mobil langsung padang panjang" ujar Aleza dengan semangat memaparkan kemana mereka versi dirinya sendiri.
"Ya udah gue setuju. Kita langsung ke aua saja pergi shoping" jawab Rinjani yang menyetujui apa yang dikatakan oleh Aleza.
"Shoping ke pasar. Orang tu shoping ke mall, kasian banget kita berdua" kata Aleza sambil melihat jauh ke depan.
"Uang nggak cukup kalau ke mall" jawab Rinjani jani sambil menoyor kepala Aleza.
"Udah mari kita jalan. Kita akan shoping siap itu pulang ke kontrakan. Tapi jangan lupa sebelum pulang beli nasi kapau dulu untuk makan malam di kontrakan" lanjut Rinjani sambil berdiri dari duduknya.
Rinjani berpendapat kalau tidak ada di antara mereka berdua yang berdiri, maka acara duduk duduk di warung ini belum tau kapan siapnya. Padahal mereka harus ke aua dulu dan pulang ke Padang Panjang. Makanya, Rinjani memutuskan untuk berdiri terlebih dahulu.
Rinjani dan Aleza melakukan pembayaran apa saja yang telah mereka makan sendiri sendiri. Setelah melakukan pembayaran, Rinjani yang telah memesan taksi online tinggal menunggu taksi tersebut di depan warung.
"Loe udah pesan taksi online Jani?" tanya Aleza saat mereka berdiri di samping warung.
"Udah" jawab Rinjani.
Tidak berapa lama taksi online yang mereka tunggu tunggu dari tadi akhirnya datang juga.
"Dengan kakak Rinjani?" tanya sopir taksi online.
"Benar Bang." ujar Rinjani.
Rinjani dan Aleza kemudian masuk ke dalam taksi online. Mereka akan langsung menuju pasar aua untuk pergi shoping.
"Pasar aua, kak?" tanya sopir dengan ramah.
"Ya, sesuai dengan aplikasi" jawab Rinjani yang memang tidak suka terlalu mengobrol dengan orang yang tidak dikenalnya itu.
Sehingga Rinjani hanya menjawab dengan jawaban pendek pendek saja. Aleza hanya bisa tersenyum melihat kelakuan Rinjani yang tidak juga berubah dari dulu. Makanya, Rinjani sering dikatakan oleh orang orang yang kurang mengenal dirinya sebagai seseorang yang sombong. Padahal Rinjani tidak sombong kalau kita suda mengenal dirinya, dia memang tipe seseorang yang tidak akan berbicara dengan orang lain kalau dia tidak butuh.
Taksi online yang ditumpangi oleh Rinjani, terus melaju menuju pasar aua seperti permintaan Rinjani di aplikasi. Sopir yang tahu kalau penumpang di belakangnya ini tidak suka mengobrol kemudian memilih untuk diam saja lagi. Sopir tidak ingin memaksa penumpang untuk mau mengobrol dengan dirinya. Tidak berberapa lama, karena kota Bukittinggi tidak macet, mereka berdua sampai juga di depan gerbang terminal aua kuniang.
"Nona kita telah sampai" ujar sopir taksi online kepada Rinjani dan Aleza.
"Terimakasih Bang. Pembayarannya sudah saya lakukan lewat aplikasi" ujar Rinjani memberitahukan kepada sopir taksi online.
"Siap Nona. Hati hati di sana Nona. Kadang banyak copet" ujar sopir taksi online memperingati supaya Rinjani dan Aleza berhati hati saat mereka berada di pasar itu.
"Baiklah terimakasih atas peringatannya, kami akan berhati hati" jawab Rinjani.
Rinjani dan Aleza kemudian turun dari dalam taksi online yang mereka tumpangi. Mereka berdua berjalan masuk ke dalam terminal aua kuniang.
"Ramai banget Za" ujar Rinjani kepada Aleza sambil menatap begitu banyak bus antar kota dalam provinsi di terminal tersebut.
"Gimana ndak ramai. Pasar ini terkenal sebagai pusat penjualan pakaian dan barang barang, makanya ramai. Apalagi kalau mau lebaran. Hem luar biasa ramainya" jawab Aleza.
Mereka berdua terus berjalan masuk ke dalam terminal aua kuniang. Mereka berdua menuju pasar yang terletak. di bagian belakang terminal.
"Za, kita tengok baju kemeja itu yuk. Kayaknya cantik juga di pakai dengan rok plisket di bawahnya" ujar Rinjani mengajak Aleza untuk melihat lihat kemeja yang dijual orang orang di tepi terminal.
"Sip" jawab Aleza.
Rinjani dan Aleza berjalan menuju penjual pakaian yang dikatakan oleh Rinjani tadi. Mereka berdua melihat lihat pakaian yang akan dibeli oleh Rinjani. Rinjani melihat sebuah baju tunik warna merah maron kesukaannya.
"Tapi mau kemeja?" tanya Aleza kepada Rinjani satu melihat Rinjani mengambil sebuah tunik berwarna merah maron.
"Batal.Banyak tunik" ujar Rinjani yang langsung berubah pikiran saat melihat begitu banyak tunik tunik yang dijual oleh penjual tersebut.
Aleza hanya bisa geleng geleng kepala saja melihat kelakuan dari Rinjani. Rinjani bisa kalap mata saat melihat pakaian yang modelnya sangat disukai Rinjani terpajang di depan matanya seperti saat sekarang ini.
"Jani, kita ke atas dulu yuk, di atas juga banyak penjual tunik tunik yang lainnya" ujar Aleza membawa Rinjani masuk ke dalam pasar aur.
"Oke sip. Loe depan, gue belakang. Gue nggak ngerti kemana harus pergi" ujar Rinjani meminta Aleza untuk berjalan terlebih dahulu di depannya.
Aleza kemudian berjalan di depan Rinjani. Mereka berdua mulai memasuki pasar aua kuniang yang tidak seramai waktu orang mau hari raya.
Rinjani dan Aleza bisa melihat lihat pakaian yang dipajang di toko toko. Rinjani dan Aleza masuk ke dalam sebuah toko yang menjual tunik tunik yang ingin di cari oleh Rinjani.
Rinjani berjalan berkeliling melihat lihat mana yang sesuai den disukainya. Aleza selalu mengikuti kemana Rinjani berjalan.
"Loe nggak pilih Za?" tanya Rinjani saat melihat Aleza sama sekali tidak memilih pakaian yang ada di sana.
"Mana ada gue pakai tunik." jawab Aleza sambil menatap kearah Rinjani dengan tatapan tidak percaya Rinjani akan menanyakan hal itu kepada Aleza.
"Kan bisa kamu pakai midi dress" ujar Rinjani sambil memberikan satu midi dress yang modelnya sangat cocok dengan Aleza.
Aleza yang sudah mengambil pakaian yang diberikan Rinjani, kembali meletakkan di tempat semula. Rinjani melihat apa yang dilakukan oleh Aleza.
"Kok di tarok lagi? Nggak suka?" tanya Rinjani kepada Aleza.
"Suka tapi nggak sekarang" jawab Aleza sambil berjalan mendahului Rinjani.
Rinjani kemudian mengambil pakaian yang tadi di tarok oleh Aleza kembali. Rinjani tau mengapa Aleza melakukan hal itu.
Rinjani sukses mengambil dua tunik dan satu midi dress serta satu punya Aleza.
"Za udah. Ayuk kita jalan ke tempat lain" ujar Rinjani mengajak Aleza untuk ke tempat lainnya.
"Bayar dulu. Main pergi aja loe" ujar Aleza kepada Rinjani.
"Iyalah di bayar. Nggak gue bayar di sorakin maling gue sama penjual" ujar Rinjani sambil melihat ke arah Aleza.
Mereka berdua kemudian berjalan menuju kasir untuk melakukan proses pembayaran pakaian yang dibeli oleh Rinjani. Selesai melakukan pembayaran mereka berdua kembali keluar dari toko pakaian tersebut.
"Ini punya loe" ujar Rinjani kepada Aleza sambil memberikan sebuah bungkusan kecil untuk Aleza.
Aleza melihat isi dari bungkusan itu. Dia kaget saat melihatnya.
"Kok loe ambil juga?" tanya Aleza kepada Rinjani dengan menatap ke arah Rinjani.
"Loe suka ya gue ambil. Perkara bayar mah nanti aja" jawab Rinjani kepada Aleza.
Rinjani kemudian menarik tangan Aleza untuk lanjut berjalan ke tempat lainnya. Mereka berdua rencana akan mencari celana dan juga rok untuk kuliah.
"Jadi cari celana kulot sama rok?" tanya Aleza kepada Rinjani.
"Jadi. Kemana arahnya?" ujar Rinjani yang memang buta dengan urusan pasar aua kuniang.
"Ikut gue aja" ujar Aleza sambil berjalan paling depan diikuti oleh Rinjani di belakangnya.
Mereka berdua kemudian melanjutkan perburuan barang barang yang biasanya memiliki harga lumayan tinggi di pasar biasa menjadi sangat miring di pasar aua kuniang.
"Awas loe sampai kalap ya Jani. Gue nggak tanggung jawab" ujar Aleza saat melihat Rinjani masuk ke toko pakaian tidur favorit dirinya.
"Za jarang jarang gue bisa ke sini. Kalau loe mending deket setengah jam sampe. Gue?" ujar Rinjani membela dirinya.
"ya ya ya. Asal jangan nanti kita pulang jalan kaki aja, gara gara loe kehabisan ongkos" ujar Aleza sambil tersenyum tipis.
"Tenang nggak bakalan jalan kaki kita pulang" jawab Rinjani sambil mulai memilih pakaian tidur yang diminati oleh dirinya.
Rinjani melihat lihat stelan pakaian tidur celana pendek. Dia benar benar susah memilih karena begitu banyak pilihannya.
"Kakak ambil enam besar potongannya" ujar pelayan toko kepada Rinjani.
"Serius?" tanya Rinjani lagi kepada pelayan toko.
"Serius Kakak" jawab pelayan toko.
Rinjani mulai memilih enam stel pakaian tidur yang biasa dia pakai. Aleza hanya bisa geleng geleng kepala melihat cara Rinjani berbelanja.
"Mentang mentang sekai sekali dihajar nya habis habisan" ujar Aleza saat melihat berapa kalap ya Rinjani membeli pakaian tidur.
Setelah memilih enam pakaian tidur. Rinjani melakukan pembayaran ke kasir. Betapa kagetnya Rinjani saat mendengar harga yang harus di bayarnya benar benar sangat miring.
"Ini bener bener mering banget Za. Kalau di tempat lain dapat tiga cuma. Sini dapat enam" ujar Rinjani dengan nada kagum.
Rinjani benar benar baru sekali ini berbelanja di pasar itu. Biasanya dia berbelanja di mall atau toko online, sehingga saat baru di bawa Aleza ke pasar aua, Rinjani menjadi kalap mata untuk berbelanja.
"Kemana lagi?" tanya Aleza kepada Rinjani.
"Lanjut aja. Nanti kalau ada yang minat, gue akan ajak loe untuk berhenti" ujar Rinjani kepada Aleza yang berjalan di depannya.
"oke sip" jawab Aleza.
Mereka berdua kemudian melanjutkan perjalanan mencari apa yang mau dibeli Rinjani berikutnya. Aleza hanya bertindak sebagai penunjuk jalan bagi Rinjani. Aleza sama sekali tidak. berminat untuk berbelanja.