
"Sayang, tadi aku cerita dengan Ranti saat memakai sepatu" ujar Rinjani membuka obrolan ringannya dengan Bayu.
Rinjani harus mengajak Bayu berbicara supaya Bayu tidak mengantuk dan tidak kehilangan fokusnya. Perjalanan mereka masih terlalu jauh, mereka baru memasuki daerah perbatasan kota Padang dengan Kabupaten Padang Pariaman.
"Hah, sepagi itu kamu bisa ngobrol dengan Ranti sayang? Kamu bangunin Ranti?" ujar Bayu sambil menatap kearah Rinjani yang juga sedang melihat kearah Bayu.
"Iya sayang. Jadi, saat aku sedang memakai sepatu itu, Ranti bangun dari tidurnya. Terus dia natap aku yang sudah siap untuk pergi" ujar Rinjani mulai menceritakan kepada Bayu kenapa dia dan Ranti bisa saling berbagi cerita padahal hari masih sangat pagi sekali.
"Terus dia nanyak aku mau kemana. Ya aku jawab aja, aku mau pergi jalan dengan kamu. Eee tu anak ngomong, kok nggak ngomong dari maren. Kalau ngomong kan bisa double date" lanjut Rinjani memberitahukan kepada Bayu apa isi pembicaraan dirinya dengan Ranti sebelum mereka pergi tadi.
"Double date? Emang Ranti udah punya pacar?" tanya Bayu sambil menatap kearah Rinjani.
"Udah sayang, namanya Bram. Kan hari itu udah aku ceritain ke kamu sayang. Pas kita pulang dari Bukittinggi yang kamu ngambek gara gara aku main game saat kita pulang tengah malam itu" ujar Rinjani mengingatkan Bayu kalau dia sudah menceritakan tentang Ranti yang sudah punya kekasih hati itu.
"Dosen yang waktu itu Ranti dan kamu ngomong. Sayang ada dosen ganteng yang masuk kelas aku. Dosen itu yang akhirnya menjadi kekasih Ranti?" ujar Bayu memastikan kepada Rinjani kalau memang dosen yang sempat menjadi topik pembicaraan antara Rinjani dan Bayu yang pada akhirnya menjadi kekasih Ranti.
"Iya. Nah mereka itu jarang bertemu sayang. Dosen itu sibuk, nah Ranti sekarang juga akan mulai sibuk, dia diminta jadi asisten dosen sayang" ujar Rinjani bercerita kepada Bayu.
"Hem, jadi gitu. Terus tentang apa yang dikatakan oleh Ranti kalau dia mau double date, apa kamu mau sayang?" tanya Bayu kepada Rinjani tentang double date yang dibicarakan oleh Rinjani tadi.
"Nggak lah sayang. Aku nggak mau sama sekali mana mau aku double date. Kayak nggak ada tempat lain aja atau waktu lain aja" ujar Rinjani yang memang tidak ada niat sama sekali untuk menjalani double date dengan Ranti dan Bram.
"Aku kira kamu mau sayang, karena Ranti adalah sahabat kamu" ujar Bayu sambil tersenyum ke arah Rinjani.
Rinjani menatap Bayu dengan mengerutkan keningnya. Dia tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Bayu tadi.
"Kalau kamu diajak seperti itu sama Ranti apa mau?" kali ini Rinjani balik bertanya kepada Bayu.
"Nggak lah sayang. Dimana mana kalau ngedate ya enak sepasang. Emang nonton bioskop rame rame." ujar Bayu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Rinjani kepada dirinya.
"Mana tau kamu mau" ujar Rinjani sambil menahan senyumnya.
"Kasih orang lain aja sana" kata Bayu.
"Haha haha haha" Rinjani dan Bayu tertawa bersamaan.
Mereka berdua benar benar bahagia dengan keadaan mereka saat ini.
"Sayang, kita berhenti makan di Padang Panjang dulu ya. Aku beneran lapar ini" ujar Rinjani kepada Bayu saat mereka sudah memasuki kawasan air terjun lembah Anai. Salah satu air terjun yang sangat asik dilihat karena terletak di tepi jalan utama dari kota Padang menuju kota Padang Panjang.
"Sip. Kita makan ketupat gulai aja sayang" ujar Bayu.
"Dimana?" tanya Rinjani kepada Bayu.
Rinjani sama sekali tidak tau ada orang yang menjual katupek pitalah di daerah Padang Panjang. Rinjani selama ini hanya duduk terus diantar ke sana, dia tinggal makan aja lagi.
"Wow sayang ini tempat bagus banget." ujar Rinjani kepada Bayu sambil menatap kagum ke arah warung yang terlihat besar untuk menjual katupek pitalah dan makanan sarapan lainnya.
"Haha haha haha. Mereka mengubah marketingnya sayang. Jadi kalau tempat seperti ini tentu banyak orang yang singgah. Sudahlah luas nyaman lagi." ujar Bayu sambil turun dari dalam mobil.
Mereka berdua bergandengan tangan masuk ke dalam tempat penjual katupek pitalah itu. Rinjani dan Bayu sama sama pecinta makanan khas daerah minang.
"Sayang, kamu nggak orang asli minang, kok tahan sama masakan pedas?" ujar Rinjani bertanya kepada Bayu.
Bayu adalah pemuda Jawa yang ditugaskan untuk berdinas di daerah Padang.
"Mau tak mau aku harus beradaptasi sayang. Nggak mungkin aku dak makan makan kan sayang" ujar Bayu menjawab perkataan dari Rinjani.
"Mana tau kan ya. Jadi, berapa lama kamu berhasil menyesuaikan lidah kamu dengan masakan pedas kayak gini?" ujar Rinjani penasaran seberapa lama Bayu bisa beradaptasi dengan makanan pedas tersebut.
"Lebih kurang tiga bulan sayang. Selama waktu tiga bulan itu, aku bener bener merasakan kepedesan setiap makan. Tapi aku harus paksain. Nggak mungkin aku nggak makan. Bisa sakit nanti. Akhirnya berkat aku nggak mau menyerah, akhirnya aku bisa menyesuaikan lidah dan juga pencernaan aku dengan makan makanan pedas seperti ini" ujar Bayu mulai menyuap sarapan yang ada di depannya itu.
"Keren kamu sayang. Aku aja belum tau bisa kalau harus menyesuaikan secepat itu. Bisa bisa aku memilih untuk makan dengan mie instan aja sayang" ujar Rinjani juga mulai menyuap sarapan yang sudah tersaji di depan mereka.
"Yang namanya kalau kepaksa ya terpaksa harus bisa sayang. Dari pada mati kelaperan karena nggak mau memaksakan" ujar Bayu sambil menatap ke arah Rinjani.
"Bener itu" ujar Rinjani.
Mereka berdua kemudian menyantap dengan semangat katupek pitalah yang sekarang sudah tinggal separo di dalam piring mereka masing-masing.
"Selesai" ujar Rinjani saat menikmati suapan terakhir dari katupek pitalah yang dipesan oleh Bayu tadi.
"Gimana enak nggak?" tanya Bayu kepada Rinjani.
"Enak pake banget sayang. nggak ada yang seenak ini aku coba katupek pitalah sayang. Ini bener bener enak" ujar Rinjani memuji katupek yang baru selesai dimakan oleh mereka berdua.
"Kalau nggak enak ya nggak mungkin aku bawa kamu ke sini sayang. Yuk jalan." ujar Bayu sambil berdiri dari duduknya.
Rinjani kemudian membawa gorengan salalauak yang garing dan enak itu untuk cemilan mereka di atas mobil. Rinjani paling tidak bisa kalau tidak ngemil di sepanjang perjalanan. Bekal roti bakar yang dibawa dari kos sudah habis saat baru sampai di kayu tanam.
Bayu kemudian membayar semua yang mereka makan. Setelah itu dia dan Rinjani kembali ke dalam mobil. Bayu akan melanjutkan perjalanan mereka menuju tempat yang mereka tuju. Yaitu Guest host tambasa. Tempat bermain baru yang ada di danau Singkarak dan sedang viral di kalangan anak muda.
"Mau bawa Aleza?" tanya Bayu kepada Rinjani.
"Nggak sayang. Kita berdua aja. Ngapain ngajak ngajak orang" ujar Rinjani berkata sambil menatap kearah Bayu.
"Mantap" ujar Bayu sambil tersenyum.