
"Baiklah para rekan reka sekalian, saya akan menjawab semua pertanyaan yang masih menggelantung di udara" kata Bayu yang akan menjelaskan kepada semua orang siapa sebenarnya Rinjani dan kenapa dia bisa berdiri di podium kehormatan tersebut mendampingi Papap dan juga Mamah.
"Sebenarnya Rinjani adalah calon menantu dari komandan kesatuan kita yang baru" ujar Bayu menjelaskan siapa Rinjani sebenarnya kepada semua orang yang berada di sana.
"Jadi inti sebenarnya, saya adalah anak kandung dari komandan kesatuan kita ini." lanjut Bayu memberitahukan kepada semua orang yang hadir di sana kalau dia adalah anak kandung dari komandan mereka yang baru.
suara riuh mulai terdengar dariĀ arah depan panggung kehormatan. Mereka semua tidak menyangka kalau komandan kompi c adalah anak kandung dari komandan kesatuan mereka. mereka bisa tidak mengetahui hal itu.
Papap yang melihat suara suara yang seperti lebah mengambil mic yang tadi di pegang oleh Bayu
"mohon perhatiannya sebentar." ujar papap kepada semua orang yang berada di sana.
"mohon maaf sebelumnya karena saya tadi tidak memberitahukan atau memperkenalkan keluarga saya kepada semua rekan rekan dan prajurit beserta keluarga. sekali lagi saya mohon maaf" ujar papap meminta maaf kepada semua orang yang berada di sana karena belum sempat memperkenalkan anggota keluarganya kepada semua yang hadir dalam acara tersebut.
"Sebenarnya letnan satu Bayu anggara adalah anak kandung saya dan istri saya. Serta hanya dia satu satunya anak kami" lanjut komandan kesatuan memperkenalkan Bayu kepada semua orang yang hadir di sana.
Semua yang hadir di lapangan kesatuan itu menatap dengan berbagai jenis tatapan ke arah Bayu dan juga komandan baru mereka. Mereka sama sekali tidak tahu kalau Bayu adalah anak dari komandan kesatuan mereka yang baru.
Acara parade kemudian dilanjutkan kembali dengan penampilan dari kompi yang lain. Rinjani sekarang sudah berdua dengan Bayu. Mereka berdua berjalan menuju tempat duduk untuk peserta parade dari kompi C. Bayu tidak mau meninggalkan rekan rekannya dengan memilih duduk di podium kehormatan. Bagi Bayu rekan rekannya pada saat ini adalah mereka mereka yang harus dipimpin dan diberikan contoh yang baik.
Beberapa anggota Bayu menyalami Rinjani, begitu juga dengan istri istri mereka serta anak anak dari anggota Bayu. Mereka sangat senang ternyata Rinjani sangat cantik dan juga murah bergaul.
"Ibuk, kapan kapan main ke kompi ya. Jangan cuma sampe rumah Komandan Bayu aja" ujar salah seorang istri anggota Bayu.
"Emang beda asramanya?" ujar Rinjani yang memang hanya waktu umur dua tahun tinggal di batalion setelah itu Ayah pindah ke kodim sehingga Rinjani tidak hafal betul bagaimana skema di batalion.
"beda Ibuk. Kalau asrama kompi di belakang" jawab ibu persit itu sambil menunjuk kearah mana asrama tempat mereka tinggal
"Oh baiklah kalau begitu, biar saya kapan kapan main ke sana. Ibu ibu suka rujak?" tanya Rinjani yang sangat luar biasa tergila gila dengan makanan itu.
"Suka ibuk. Pas ibuk ke belakang, kita ngerujak. Kebetulan jambu sedang berbuah di belakang" jawab ibu ibu yang berada di sana menjawab dengan kompak.
"Oke sabtu saya ke sana" jawab Rinjani dengan semangat langsung menentukan kapan dia akan pergi ke asrama kompi C.
Bayu yang melihat Rinjani langsung bisa akrab dengan ibu ibu kompi tersebut merasa sangat bahagia. Rinjani benar benar bisa langsung berbaur dengan siapapun. Dia sama sekali tidak canggung untuk berusaha akrab dengan mereka. Tambah lagi Bayu mendengar kalau mereka akan ngerujak bareng hari sabtu.
"Gimana kalau pakai bakar ayam dan ikan? kebetulan ikan di rumah saya sudah bisa di panen" ujar Bayu menawarkan untuk melakukan kegiatan tambahan dengan ibu ibu dan anggota nya.
"Setuju komandan, biar kami yang membongkar kolam komandan, sekalian ganti dengan yang baru" ujar salah satu anggota yang kebetulan merupakan wakil komandan kompi C.
"Kami setuju sekali komandan. Kami akan pergi mengambil apa yang kami butuhkan ke rumah komandan hari sabtu pagi." ujar salah seorang anggota Bayu.
"Siap siap aja habis komandan" jawab yang lain.
"Boleh habis tapi asal di tolong menanamnya lagi. Jangan ngabisin aja" ujar Bayu sambil melihat kepertunjukan dari kompi yang lain.
Tak terasa itu adalah pertunjukan terakhir dari setiap kompi yang ada di kesatuan serta setiap program unggulan yang ada di kesatuan tersebut. Komandan kesatuan juga sudah memberikan kata kata penutup.
"Sayang , ayok, kita ke tempat papap dan mamah dulu" ujar Bayu mengajak Rinjani untuk ke tempat ke dua orang tuanya.
"Oke sayang. Tapi aku pamit dulu ya" ujar Rinjani.
Bayu menganguk kesopanan rinjani memang tiada tandingannya.
"Ibuk ibuk saya pulang dulu ya. Sabtu kita bertemu lagi" ujar Rinjani pamit kepada semua orang yang ada di sana.
"Oke ibuk. Hati hati" jawab mereka dengan kompak.
Rinjani tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh ibu ibu itu.
Bayu kemudian memberikan kode kepada Rinjani untuk menggenggam tangannya. Rinjani yang paham langsung mengambil tangan kekasihnya itu. Mereka bergenggaman tangan berjalan menuju tempat papap dan mamah yang sudah menunggu mereka di sana.
"Lama banget" ujar Mamah sambil menatap Rinjani
"Tadi ada bikin janji temu dengan semua ibuk ibuk itu mah, kami mau ngerujak bareng" ujar Rinjani memberitahukan kepada mamah apa yang akan dilakukannya bersama dengan ibuk ibuk kompi tersebut
"Ngerujak bareng? Kapan?" tanya Mamah yang sangat suka mendengar kata rujak.
"Waduh ceritanya di rumah ajalah Mam. Papap udah sumuk ini" ujar Papap yang memang udah kepanasan dari tadi tidak tukar tukar pakaian.
Ajudan Papap yang baru telah membukakan pintu untuk Papap dan Mamah masuk ke dalam mobil. Papap dan mamah kemudian masuk ke dalam mobil. Bayu dan Rinjani juga masuk ke dalam mobil mereka.
"Kita ke rumah Papap dulu ya sayang. Setelah itu baru antar kamu ke rumah" ujar Bayu mengatakan kepada Rinjani kemana tujuan pertama mereka pada hari ini.
"Oke sayang, aku nurut aja kemana kamu bawa" jawab rinjani yang setuju kemanapun di bawa oleh Bayu.
Dua mobil berjalan beriringan menuju rumah pribadi Papap. Mereka akan makan malam bersama di sana. Mamah semalam sudah memasak menu makan malam untuk mereka. Nanti mamah tinggal memanaskannya saja lagi sambil menunggu yang lain bersih bersih.