
Bayu menikmati nasi goreng yang dibelikan oleh Rinjani tersebut, dengan langsung ditemani oleh Rinjani kekasih yang membelikan Bayu nasi goreng dengan sangat penuh cinta dan kasih sayang yang luar biasa yang tidak bisa dibagi bagi lagi dengan siapapun. Bayu sibuk menikmati makan nasi gorengnya dengan caranya sendiri. Bayu seperti seseorng yang sudah lama tidak menikmati makan makanan lezat, sehingga membuat Rinjani menjadi geleng geleng kepala saat melihat apa yang dilakukan oleh Bayu.
Sedangkan Rinjani duduk sambilĀ memainkan ponselnya dan melihat lihat salah satu aplikasi untuk upload fhoto yang sudah lama sekali tidak diilihat oleh dirinya. Aplikasi sosial media yang sudah sangat jarang dilihat oleh Rinjani. Rinjani selama ini tidak ada waktu untuk melihat lihat sosial media yang sudah sangat jarang tidak dilihat oleh Rinjani.
Bayu terlihat sangat menikmati nasi goreng yang dibawa oleh Rinjani dengan sangat lahap. Sampai sampai Bayu sama sekali tidak berbicara apa apa saat sedang melahap nasi gorengnya itu. Bayu hanya fokus dengan nasi goreng yang terhidang dihadapannya pada saat ini.
"Ais kalau udah makan sama sekali ndak sadar kalau ada kekasihnya di dekatnya saat ini" ujar Rinjani melihat Bayu yang sampai saat ini masih terus saja diam.
"Bener benerlah ya, aku dicuekin aja. Awas aja kamu nanti sayang, pasti akan aku cuekin lagi" ujar Rinjani yang setengah kesal karena dicuekin oleh Bayu hanya gara gara seporsi nasi goreng favorit dirinya yang tadi dibawakan oleh Rinjani.
"Yang aaf ndang mam" ujar Bayu menjawab pertanyaan dan komplenan yang dikatakan oleh Rinjani kepada Bayu.
"Sayang, makan makan aja dulu, jangan main ngomong aja. Aku nggak mau nanti kamu keselek sehingga membuat kamu menjadi sakit" ujar Rinjani yang melarang Bayu berbicara sambil ngomong tidak jelas tersebut.
Bayu tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Rinjani tadi. Bayu sangat senang Rinjani memikirkan kesehatannya. Kekasih yang benar benar perhatian dan sangat sangat mencintai dirinya. Bayu kembali melanjutkan menikmati nasi goreng favoritnya itu.
"Akhirnya selesai bener bener nikmat." ujar Bayu yang telah selesai menikmati makan nasi gorengnya tersebut.
"Ini nikmat pasti karena dibelikan oleh kekasih hati yang membeli dengan rasa syukur yang amat sangat luar biasa" lanjut Bayu
"Terimakasih sayang, kamu sudah menyelamatkan perut aku hari ini" ujar Bayu dengan lebaynya dan tersenyum bangga dengan Rinjani yang selalu menyelamatkan perutnya di saat saat genting seperti sekarang ini.
"Hem biasa aja" ujar Rinjani menjawab perkataan yang dikatakan oleh Bayu kepada dirinya dengan cara lebay seperti yang dikatakan Bayu tadi.
"Ini namanya bukan lebay sayang, tetapi ungkapan terimakasih yang amat sangat kepada kekasih hatinya" ujar Bayu yang tidak mau dikatakan lebay oleh Rinjani karena mengungkapkan kata kata cintanya kepada Rinjani dengan caraya yang sangat berbeda dari pada biasanya.
Rinjani dan Bayu kemudian mengobrol sebentar. Rinjani melihat jam tangannya, ternyata sudah menunjukkan pukul setengah dua belas siang. Sudah saatnya Rinjani harus menuju rumah dinas Papap
"Sayang, aku pergi ke rumah Mamah lagi ya. Kamu jam berapa pulang?"
Bayu melihat jam tangannya ternyata hari memang sudah siang. Sehingga sudah selayaknya Rinjani untuk berangkat ke rumah Mamah untuk melaksanakan kegiatan yang memang sudah direncanakan oleh Mamah dari beberapa hari kemaren saat Mamah mengatakan kepada Papap apa yang harus dilakukan oleh Mamah dan Papap sebelum Bayu berangkat ke daerah perbatasan selama satu tahun ke depan.
"Sayang, kamu tahu acara apa yang akan diadakan oleh Mamah dan papap?" ujar Rinjani yang sama sekali tidak mengetahui acara apa yang akan dilaksanakan di rumah dinas Papap.
"Berdoa bersama seperti biasanya saja sayang. Itu yang dikatakan Mamah kepada aku" ujar Bayu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Rinjani kepada dirinya.
"Oh baiklah. Kalau begitu aku ke rumah Papap dulu ya. Kamu jam berapa pulang?" ujar Rinjani bertanya kepada Bayu sambil menatap ke arah Bayu. Rinjani sudah mengulang dua kali pertanyaan yang sama ke
"Sekitar jam empat kayaknya untuk ibuk ibuk, sedangkan untuk para bapak bapak siap maghrib. Sepertinya besok juga akan ada acara lagi sayang" ujar Bayu memberitahukan rentetan acara apa yang akan dilakukan oleh keluarga besarnya.
"Ya udah kalau begitu aku ke rumah Mamah dulu ya sayang. Kamu lanjut aja kerjanya, kamu pulang sorekan ya?" ujar Rinjani berkata sambil menatap ke arah Bayu.
"Kamu dengan apa ke sini sayang?" ujar Bayu bertanya menggunakan apa Rinjani datang ke kesatuannya saat ini.
Bayu menatap Rinjani dengan tatapan curiga saat Bayu mendengar dengan apa Rinjani datang ke kesatuannya saat ini.
"Maksud kamu dengan taksi online?" ujar Bayu bertanya dengan lebih spesifik lagi supaya tidak terjadi kerancuan yang terjadi antara dirinya dengan Rinjani.
"Kalau aku jawab, kamu nggak boleh marah ya, mendengar apa yang aku katakan sama kamu nanti sebentar lagi" ujar Rinjani meminta Bayu untuk tidak marah marah kepada dirinya saat dia mengatakan dengan apa Rinjani datang ke tempat Bayu dan akan menuju rumah dinas Papap yang jaraknya lumayan jauh dari kesatuan Bayu atau kantor tempat Bayu bekerja.
"Oke janji aku tidak akan marah marah sama kamu, tapi kamu harus jujur sama aku, apa yang menyebabkan kamu mengatakan dan bertanya akan hal itu kepada aku" ujar Bayu berkata sambil menatap ke arah Rinjani yang entah kenapa mengatakan hal seperti itu kepada Bayu.
Rinjani menatap ke arah Bayu. Bayu membalas tatapan yang diberikan oleh Rinjani kepada dirinya. Rinjani dan Bayu sama sama saling menatap antara satu dengan yang lainnya. Bayu sangat ingin mendengar jawaban jujur yang diberika oleh Rinjani kepada dirinya. Bayu tidak ingin Rinjani diam diam saja dan sama sekali tidak mengatakan apa yang harus diketahui oleh Bayu pada saat ini.
"Jadi dengan apa kamu ke sini sayang?" ujar Bayu mengulang kembali pertanyaannya kepada Rinjani yang masih belum menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Bayu kepada dirinya. Pertanyaan yang sudah berulang kali diulang oleh Bayu.
"Dengan mobil" jawab Rinjani sambil tersenyum kepada Bayu.
Bayu sudah paham dan mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Rinjani kepada dirinya. Sekarang Bayu sangat tahu dengan apa Rinjani datang ke kesatuannya siang hari ini. Bayu hanya bisa geleng geleng kepala saja.
"Jadi kamu ke sini dengan mengemudikan mobil tanpa meminta izin kepada aku terlebih dahulu, gitu?" ujar Bayu bertanya kepada Rinjani yang tidak menyelesaikan apa yang dikatakan oleh dirinya kepada Bayu.
Rinjani mengangguk mengiyakan apa yang dikatakan oleh Bayu kepada dirinya. Tebakan Bayu sangat tepat sekali mengatakan kalau Rinjani mengendarai mobilnya sendiri menemui Bayu yang berada di kesatuan.
"Kenapa nggak izin dulu sayang?" ujar Bayu yang sangat tidak suka Rinjani melakukan suatu hal tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada dirinya.
"Bukannya nggak minta izin sayang. Prinpsip aku sekarang udah aku tukar sayang" ujar Rinjani mulai mengajak Bayu bercanda karena melihat Bayu yang sekarang wajahnya sudah berubah dan tidak bersahabat lagi.
"Maksudnya tukar prinsip bagaimana coba?" ujar Bayu yang tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Rinjani kepada dirinya.
"Iya sayang, maksudnya, aku lebih memilih untuk memulai terlebih dahulu atau melakukan terlebih dahulu setelah itu baru aku meminta izin kepada kamu" ujar Rinjani menjelaskan maksud dari apa yang dikatakan oleh dirinya sebentar ini.
"Ye, jadi kamu lebih memilih untuk dimarahi dan meminta maaf gitu, dari pada kamu meminta izin?" ujar Bayu mencerna apa yang dikatakan oleh Rinjani kepada dirinya.
"Tepat sekali sayang, memang lebih baik kita meminta maaf dari pada meminta izin, karena tidak akan mungkin dikabulkan, jadi dari pada aku capek minta izin tetapi tidak dikabulkan maka lebih baik aku lakukan dulu baru minta izin" ujar Rinjani menjawab pernyataan yang dikatakan oleh Bayu kepada dirinya.
"Oh gitu, ajaran dari mana kamu dapatkan sayang?" ujar Bayu yang penasaran ntah dari mana Rinjani mendapatkan ide seperti itu.
"Dari mananya nggak usah di bahas sayang yang penting aku sudah mendapatkan ide baru untuk melakukan sesuatu yang pastinya akan bisa aku lakukan" ujar Rinjani yang ntah dari mana mendapatkan ide seperti itu.
"Aduh sayang, kamu memang ngadi ngadi bae" ujar Bayu yang nggak habis pikir dengan apa yang ada di dalam pikiran Rinjani pada saat ini.
"Emang aku pernah melarang kamu sayang?" ujar Bayu dengan nada lemah.
"Nggak pernah sih" jawab Rinjani sambil memberikan senyumannya kepada Bayu karena tidak ingin Bayu menjadi marah kepada dirinya dan berburuk sangka kepada Rinjani.