
Rinjani melihat dari jauh mobil milik Bayu sudah terparkir di depan kontrakan Aleza. Tetapi Rinjani sama sekali tidak melihat Bayu dan Aris di sekitar mobil itu.
"Jani, bukannya itu mobil Bayu ya?" ujar Aleza saat melihat mobil Bayu yang sudah parkir di depan pagar kontrakannya.
"Yup mobil siapa lagi Za, yang akan parkir depan kontrakan loe dengan kode daerah A itu" ujar Rinjani menjawab sambil mengemasi barang barangnya yang sangat ribet di bawa itu.
Rinjani dan Aleza sengaja turun agak jauh dari kontrakan karena tadi Rinjani sudah melihat mobil milik Bayu yang terparkir di dekat kontrakan. Tukang ojek yang membawa mereka berdua saja sampai heran kenapa kedua perempuan itu lebih memilih melanjutkan jalan kaki dari pada di antar sampai depan kontrakan mereka.
"Huft, semoga Bayu sendirian tidak dengan Aris" ujar Aleza sambil membawakan dua kantong belanjaan Rinjani yang cukup banyak itu.
"Mana ada, loe nggak nengok tu depan mobil Bayu, mobil Aris parkir" ujar Rinjani sambil menunjuk mobil Aris yang sudah terlihat saat mereka berdua semakin dekat dengan kontrakan Aleza.
"Loe harus selesaikan. Tidak suka putuskan, kalau masih suka dan rasanya masih bisa diperbaiki maka bicarakan. Jangan jadi kayak anak SMA baru pacaran aja. Manggok langsung putus, padahal masih bisa diperbaiki" ujar Rinjani memberikan nasehat kepada Aleza.
"Gue akan coba untuk berbicara dengan dia secara baik baik. Gue janji gue nggak akan emosi dan nggak akan marah marah seperti tadi pagi. Gue akan ngomong apa yang nggak gue suka kepada dia" ujar Aleza yang berjanji akan membicarakan semuanya dengan Aris dengan kepala dingin.
"Oke sip. Semua keputusan ada di kamu. Apapun yang kamu pilih, kamu akan tetap menjadi sahabat aku" kata Rinjani kepada Aleza.
Kalimat yang dikatakan oleh Rinjani tadi berhasil membuat Aleza menjadi nyaman dan akan membuat Aleza yakin dengan keputusannya. Aleza tidak mau, karena dia putus dengan Aris, maka Rinjani juga akan berhenti bersahabat dengan dirinya, atau bahkan yang paling parah tidak mau kenal lagi dengan Aleza. Tetapi, kenyataannya tidak, apapun keputusan Aleza, Rinjani akan tetap menjadi sahabat Aleza. Aleza sangat bahagia mendengar perkataan Rinjani tadi.
"Makasi, kamu adalah sahabat terbaik aku" ujar Aleza kepada Rinjani.
"Kamu sahabat aku, jadi aku ingin yang terbaik buat kamu" ujar Rinjani menjawab perkataan dari Aleza.
Bayu yang melihat Rinjani dan Aleza sudah dekat dengan mobilnya langsung mengajak Aris untuk turun dan menemui Rinjani dan Aleza yang sebentar lagi akan sampai di dekat mereka berdua.
"Mereka datag Bang. Ayuk turun" ujar Bayu kepada Aris.
"Ngomong jangan pakai emosi Bang. Aleza seniman, jadi perasaannya sangat halus, berbeda dengan kita berdua" ujar Bayu kembali mengingatkan Aris untuk sabar bersikap kepada Aleza.
"Sip. Gue nggak mau mengulang kesalahan yang sama lagi" ucap Aris kepada Bayu.
"Keren" kata Bayu dan memberikan dua jempolnya kepada Aris.
Bayu dan Aris kemudian ke luar dari dalam mobil. Mereka berdua berdiri di dinding mobil dengan gaya khas mereka masing masing. Rinjani dan Aleza berjalan terus menuju kontrakan Aleza.
Rinjani menjarakkan langkahnya dengan Aleza. Rinjani ingin melihat Aleza akan melakukan apa kepada Aris. Bayu tersenyum melihat apa yang dilakukan oleh kekasihnya itu. Bayu tidak menyangka Rinjani akan melakukan hal itu. Bayu mengira Rinjani akan marah marah kepada Aris, tetapi ternyata tidak sama sekali, Rinjani membiarkan Aleza dan Aris menyelesaikan masalah mereka berdua.
"Aleza, apa kita berdua bisa berbicara sebentar?" tanya Aris kepada Aleza, sebelum Aleza melewati dirinya dan berjalan masuk ke dalam kontrakan.
"Bisa" jawab Aleza.
Aris kemudian mengambil tangan Aleza dan akan membawa Aleza ke mobil miliknya yang diparkir di depan mobil Bayu.
Aris melepaskan tangan Aleza tanpa bertanya kenapa Aleza memberhentikan langkahnya menuju mobil. Aleza kemudian menuju Rinjani.
"Jani, ini barang barang loe" ujar Aleza memberikan dua kantong asoy belanjaan Rinjani.
"Za, gue langsung balik ke Padang ya. Nanti loe gue telpon" ujar Rinjani yang memutuskan akan langsung ke Padang saja karena dia sudah lelah belanja di pasar aua bukittiggi tadi.
"Sip. Nanti gue yang akan telpon elo. Loe hati hati pulang ya" ujar Aleza.
"Loe juga hati hati, kalau dia macam macam, bunuh aja" ujar Rinjani kepada Aleza
Mereka berdua kemudian berpelukan sesaat. Aleza kemudian melepaskan pelukannya dari Rinjani. Aleza kemudian berjalan menuju mobil Aris. Aris membukakan pintu mobil untuk Aleza. Mobil kemudian melaju menuju tempat yang nggak tau kemana Aris akan membawa Aleza pergi. Kemana mereka berdua akan pergi hanya Aris yang tahu.
Rinjani dan Bayu yang melihat mobil yang dikemudikan oleh Aris sudah melaju meninggalkan kontrakan Aleza, mereka berdua juga masuk ke dalam mobil.
"Sayang, nggak dibukain ne pintu?" ujar Rinjani kepada Bayu sambil menahan senyumnya.
"Buka sendiri aja sayang." ujar Bayu yang menaruh semua barang barang yang berhasil di beli oleh Rinjani saat mereka pergi dari Bayu dan Aris tadi.
"Dasar nggak romantis" ujar Rinjani sengaja dengan membesarkan suaranya agar terdengar oleh Bayu.
"Haha haha romantis itu ada waktunya sayang. Kalau tiap saat romantis nggak ada asik asiknya" ujar Bayu menjawab perkataan dari Rinjani tadi.
"Ye lah" jawab Rinjani sambil masuk ke dalam mobil dan menutup pintu mobil.
Rinjani tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Bayu. Jangan harap Bayu akan selalu mesra dan romantis, karena itu bukanlah sifat dari seorang Bayu. Tapi yang pasti Bayu sangat mencintai Rinjani sampai kapanpun. Bayu akan selalu membuat Rinjani bahagia walau tanpa hal romantis romantis seperti yang dikatakan oleh Rinjani tadi.
Bayu kemudian masuk ke dalam mobilnya. Dia duduk di bagian kemudi karena Rinjani nggak mau membawa mobil ke Padang, disebabkan dia capek karena seharian keliling di pasar aua kuniang Bukittinggi.
"Jadi, kamu seharian tadi kemana aja sama Aleza?" ujar Bayu bertanya kepada Riniani yang duduk sudah memposisikan dirinya menghadap ke Bayu.
"Pertama jalan kaki pergi cari sarapan. Gila bener sayang, sampe sakit kaki aku sayang. Bener bener jauh jalannya" ujar Rinjani mengatakan penderitaannya kepada Bayu.
"Ha? Kamu jalan kaki segitu jauhnya?" tanya Bayu dengan nada kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Rinjani
"Iya. Aleza sedang kesal, sehingga dia nggak mau dibawa untuk naik taksi online. Makanya kami jalan kaki. Asli pegel sayang" ujar Rinjani mengadu kepada Bayu.
"Makin pegel karena jalan di pasar aua kan ya sayang?" ujar Bayu sambil menatap jahil kepada Rinjani yang di sebelah nya sudah tersenyum. senyum penuh makna itu.
"haha haha haha. Ketahuan akhirnya" ujar Rinjani yang tidak bisa menahan tawanya lagi.
Dia tidak menyangka Bayu akan mengatakan hal itu. Hal yang membuat Rinjani nggak bisa menahan tawanya meledak dengan keras.