Its My Dream

Its My Dream
H - 17 Kejutan........................



Mamah yang melihat Rinjani sudah seperti itu memutuskan untuk melakukan sesuatu. Dia tidak ingin Rinjani menjadi pusing dan semakin tidak bisa berbuat apa apa. Dia akan melakukan sesuatu. Mamah sangat kasihan dengan keadaan Rinjani, hanya karena Bayu yang luar biasa ingin membuat kejutan kepada Rinjani malahan pada akhirnya membuat Rinjani menjadi seperti ini.


"Kamu tunggu di sini ya sayang, Mamah akan coba cari tahu siapa orang itu. Mamah akan menyelesaikan semua ini secepatnya.Mamah janji sama kamu" ujar Mamah sambil mengusap pundak Rinjani calon menantunya tersebut.


"Makasi Mah" jawab Rinjani sambil tersenyum ke arah Mamah yang memang sangat sangat mencintainya itu.


Rinjani sangat tahu kalau Mamah pasti akan melakukan semuanya untuk dirinya. Rinjani tidak perlu lagi meragukan kasih sayang dan juga cinta dan perhatian yang diberikan oleh Papap dan juga Mamah, kedua orang tua kekasih hatinya tersebut. Kasih sayang itu sudah Rinjani rasakan semenjak mereka pertama kali bertemu sewaktu Rinjani pertama kali dibawa oleh Bayu menemui kedua orang tuanya.


Mamah kemudian berjalan meninggalkan Rinjani dan yang lainnya. Mamah harus menyelesaikan masalah ini secepatnya. Semua ini di luar prediksi Mamah, Mamah menyangka kalau Rinjani akan aman aman saja dengan semua kejadian, ternyata sama sekali tidak. Rinjani ternyata memakai pikiran dan perasaannya untuk melihat semua kejadian yang ada. Rinjani ternyata menganalisa semua kejadian itu.


Mamah menuju sebuah ruangan yang terletak di bagian belakang ballroom hotel tersebut, Bayu yang sudah berada di sana menatap penuh tanya ke arah Mamah.


"Ada apa Mah?" ujar Bayu yang penasaran kenapa Mamah bisa datang ke ruangan bagian belakang tersebut. Ruangan yang digunakan oleh Bayu untuk menyusun dan mengkoordinasikan semua kegiatan yang akan dilakukan oleh orang orangnya tersebut.


"Lebih baik kamu mempercepat apa yang sudah kamu rencanakan itu Bay." ujar Mamah langsung saja mengatakan kepada Bayu apa yang ada di dalam pikirannya saat ini. Mamah tidak ingin semuanya menjadi runyam karena Rinjani yang sudah tidak nyaman dengan semua kondisi saat ini.


Bayu semakin menatap heran ke arah Mamah, Bayu mengerenyitkan keningnya mendengar perkataan yang dikatakan oleh Mamah kepada dirinya sebentar ini.


"Maksud Mamah gimana?" tanya Bayu yang tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Mamah kepada dirinya.


Mamah hanya bisa geleng geleng kepala saja saat mendengar apa yang ditanyakan oleh Bayu kepada dirinya. Ntah kenapa dalam situasi seperti sekarang ini Bayu bisa mendadak menjadi ogep tidak jelas seperti itu.


"Maksud Mamah, Rinjani sudah mulai curiga dan sudah tidak betah lagi duduk di posisinya. Dia sudah ingin pergi mencari kamu sekarang juga" ujar Mamah yang pada akhirnya mengatakan dengan sangat jelas apa maksud dari perkataannya sebentar ini kepada Bayu.


"Jadi Mamah minta kamu langsung sajalah ke inti acara yang sudah kamu susun itu. Kamu kan sudah merusak acara yang Mamah susun. Jadi, sekarang kamu harus tanggung jawab dengan acara yang kamu susun sendiri" lanjut Mamah menyampaikan apa yang ingin disampaikan oleh dirinya kepada Bayu.


"Siap Mah." jawab Bayu yang tidak ingin apa yang sudah disusunnya dengan secara mendadak itu menjadi buyar hanya karena dia terlambat mengeksekusi acara yang akan dilakukannya saat ini.


"Mamah balik dulu" ujar Mamah.


"Ingat lakukan secepatnya dan sama sekali tidak ada kesalahan. Mamah tidak mau Rinjani menjadi uring uringan lagi."


"Atau kamu mau Rinjani pergi mencari kamu ke sini dan membuat semua yang sudah kamu susun dengan susah payah ini menjadi buyar dan sama sekali tidak ada gunanya lagi" lanjut Mamah berusaha menakut nakuti Bayu yang sebenarnya sudah sangat cemas dengan apa yang sudah dilakukannya dengan susah payah dan pada akhirnya akan percuma saja.


"Nggak mah, Bayu tidak mau itu terjadi" kata Bayu dengan cepat menyambar apa yang dikatakan oleh Mamah kepada dirinya.


"Mantap" jawab Mamah sambil memberikan dia jempolnya kepada Bayu.


Bayu hanya bisa membalas dengan senyumannya saja. Bayu harus bergegas untuk melakukan semuanya dengan sesempurna mungkin. Bayu tidak mau ada kesalahan, tapi kalau dia perlu mengubah rencananya di tengah jalan, maka dia akan mengubahnya. Hal ini akan tergantung dengan situasi dan kondisi di lapangan saat acara sedang berlangsung nantinya.


Mamah masuk kembali ke dalam ballroom hotel tempat acara kejutan itu akan berlangsung. Kali ini Mamah tidak kembali duduk di dekat Rinjani, melainkan tepat di belakang Rinjani. Mamah menepuk pundak Rinjani. Rinjani melihat ke belakang saat dia merasa pundaknya di tepuk seseorang.


"Mamah kenapa di belakang?" tanya Rinjani saat melihat siapa yang menepuknya.


"Tidak apa apa sayang" jawab Mamah sambil tersenyum hangat kepada Rinjani.


Sebelum Rinjani sempat menjawab perkataan dari Mamah, lampu ballroom hotel termewah di kota Padang tersebut mendadak mati. Suasana sontak menjadi gaduh, para tamu yang tidak tahu ini adalah bagian dari acara langsung ribut tidak menentu, mereka berdiri dari kursi mereka hendak keluar dari ballroom hotel bintang lima tersebut.


Hal yang sama juga terjadi dengan Rinjani, Rinjani langsung berdiri dari tempat duduknya. Ranti yang tepat berada di sebelahnya langsung menahan tangan Rinjani supaya tidak ikut ikutan panik seperti apa yang dilakukan oleh tamu yang lainnya.


"Kamu mau kemana?" ujar Ranti bertanya kepada Rinjani yang sudah berdiri dari kursi tempat duduknya tadi.


"Ngapain di sini, loe nggak tengok apa lampu mati. Gur takut kalau ini adalah sebuah konspirasi yang akan membuat gue menjadi paranoid lagi" ujar Rinjani yang tetap mau beranjak dari tempat tersebut.


"Tapi Jani" ujar Ranti yang tetap berusaha menahan Rinjani untuk tidak pergi dari tempat duduknya tersebut.


"Nggak ada tapi tapinya Ranti. Kalau loe mau tetap di sini silahkan. Gue akan pergi" ujar Rinjani dengan nada tinggi.


Rinjani sudah tidak bisa di tawar tawar lagi. Dia sudah memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Maka siapapun tidak akan bisa menahannya. Dia memilih pergi, maka Rinjani akan pergi dari tempat tersebut.


"Jani, aku mohon" ujar Ranti masih berusaha untuk menahan Rinjani supaya tidak pergi dari tempat itu.


"Terserah kamu Ranti." ujar Rinjani kembali mengatakan apa yang ingin dikatakan oleh dirinya.


"Aku tegaskan sekali lagi sama kamu. Kalau kamu masih mau di sini silahkan. Aku tidak larang, aku mau pulang, jadi jangan larang aku" ujar Rinjani.


Ranti yang mendengar kalau Rinjani sudah memakai kata ganti aku kamu, membuat Ranti hanya bisa diam saja. Ranti sangat tahu kalau Rinjani sudah sangat emosi, sehingga membuat Rinjani memakai kata ganti tersebut.


Ranti hanya bisa melepas tangan Rinjani. Ranti tidak ingin Rinjani marah besar kepada dirinya, jadi mau tidak mau, suka tidak suka Ranti hanya bisa melepas kepergian Rinjani saja lagi.


Pada saat itulah sebuah suara yang sudah sangat tidak asing lagi di telinga Rinjani terdengar dari alat pengeras suara yang terpasang di setiap sudut Ballroom hotel tersebut. Langkah kaki Rinjani mendadak terhenti.


...****************...


Maaf Kakak Kakak semua, aku baru kembali lagi setelah dua bulan menghilang. Maafkan aku ya Kakak Kakak semua